Resources

Jakarta Flood Management

by Meutia Chaerani, 29.06.2009


Topics: , | Agent of Change: none

2 Responses to “Jakarta Flood Management”

  1. Dian says:

    Jadi… Jakartaku sayang Jakartaku malang….

    Saya tertarik dengan halaman2 yang dibelakang (46-51).

    1. ‘Who is right’ – ini sangat tidak penting. Yang jelas rakyat makin susah dengan adanya banjir terus2an.
    2. ‘Who is going to solve this’ – wah….. hareee geneee? Masih saja tidak ada yang berani bertindak? Mudah2an Istana dan Kantor Gubernur DKI plus kediaman Gubernurnya direndem banjir 2 meteran… jadi jangan cuma rakyat yang menderita.
    3. ‘Who dares to make decision’ – no comment ahhh….

    Action Plan nya: saya mau comment ah….
    Short Term: ooooo…. baru mau mulai toh?
    Medium Term: lohhhh? Menurut Al Qur’an ada ’900 verses’ yang membahas mengenai Air dan Manajemen Air dan Engineering Air. Plus: 1400 verses mengenai Ekonomi dan Air yang menyangkut kemashlahatan masyarakat. Menurut yang saya tau: suatu negara tidak dapat dinyatakan mengikuti ‘Syariah Islam’ apabila tidak dapat melakukan:
    a). Menyediakan air minum bersih dan gratis kepada semua mahluk hidup (manusia dan binatang)
    b). Menjaga kebersihan lingkungan secara fisik (pengelolaan limbah apapun juga)
    c). Mensejahterakan rakyat (Slum/Poor eradication)
    Buat yang seneng ngurusin baju perempuan: daripada ngurusin baju perempuan; kenapa tidak mengurus banjir saja…

    Long Term: ahhhh… cape de….

    Maaf ya Marco… I am in a skeptical mood today… boleh dong sekali2… :-)

    salam,
    Dian

  2. Coba lihat : Jakarta Floods Hongjoo Hahm World Bank JanJaap Brinkman Deltares,

    Dengan melihat nama2 tenaga ahlinya kita bisa merenung …..kemana tenaga2 ahli kita selama ini yang terkenal pandai( mereka mengetahui bahwa rakyat Indonesia pinter2 dan ini sudah terbukti dengan beberapa kali menjuarai Olimpiade )

    Ada apa yang salah ? Kemana cetak biru data2 level,lebar sungai dan aliran air di Jakarta ini?
    Mengapa orang asing/tamu lebih tahu denah/rumah kita dibanding pengelolanya/tuan rumahnya sendiri ?
    Jadi selama ini penghuni rumahnya pada kemana?

    Bagaimana bisa punya rencana besar lainnya seperti membangun MRT, monoril dll…. bilamana cuma membeli dan membeli terus tetapi tidak bisa merawatnya?

    Wah sangat sulit untuk memberikan komentar lebih lanjut, selama “SISTEM” yang ada belum bisa dibenahi dan berfungsi dengan benar.

    Saya sepakat dengan Sdri Dian, untuk Sdr Marco dan Sdri Meutia Chaerani, agar membuat topic yang dua arah sesuai dengan kebutuhan dan perbaikan ” SISTEM ” dan bila perlu dituangkan sebagai kritik yang membangun sekaligus bahan untuk evaluasi kerja pihak pengelola untuk disampaikan pada pihak yang berkepentingan agar menjadikan Jakarta yang lebih baik.

    Salam Jajap Tanudjaja

Leave a Reply