Rujak Answers

Mengapa 70% pengunjung Rujak di Indonesia berasal dari Bekasi?

by Marco Kusumawijaya, 21.07.2009

Rujak_low2Pengunjung dari Jakarta hanya 14 %.  Pada 22 Juli 2009, sebulan setelah peluncuran, 3 minggu setelah on-line efektif, pengunjung RUJAK mencapai 2,000 lebih, dari 37 negara. Dari seluruh pengunjung global ini, yang asal Bekasi sekitar 60%. 

RUJAK mengucapkan banyak terima kasih kepada pengunjung. 

Mengapa kunjungan dari Bekasi secara menyolok jauh lebih banyak daripada yang dari tempat lain?

Bagaimana menurut pendapat Anda? Apakah:

  • Karena, sebagian besar penduduk yang bekerja di Jakarta ternyata melakukan ulang-alik (commuting)  dari Bekasi? (Lihat juga: http://rujak.org/2009/07/loe-loe-gue-gue/)
  • Karena, penduduk Bekasi yang paling punya akses ke Internet? 
  • Karena, penduduk Bekasi paling peduli kepada Jakarta?
  • Karena, penduduk Bekasi paling meresapi konsep “JABODETABEK”, terkait dengan pekerjaannya yang sebagian besar di Jakarta? 
  • Karena, sebagian besar penduduk di Bekasi adalah kelas menengah profesional yang bekerja di Jakarta, dengan akses ke Internet?
  • Apakah kunjungan ke RUJAK  dilakukan pada malam hari (dari rumah) atau siang hari (dari tempat kerja?

 

Para pengunjung RUJAK yang kami hormati,

Jawaban dari Anda semua akan berguna untuk memahami dan membantu membuat Jakarta dan JABODETABEK lebih baik, setidaknya dalam hal tata ruang dan transportasi. 
Dari Anda yang berasal, atau yang mengunjungi RUJAK dari akses Internet di Bekasi, kami sangat berharap dapat memberikan keterangan tentang: 

1. Kunjung ke RUJAK: siang atau malam hari?

2. Apakah Anda bekerja di Bekasi atau di Jakarta?

3. Apakah Anda bertempat tiggal di Bekasi atau di Jakarta?

4. Kalau tinggal di Bekasi sekarang, apakah sebelumnya tinggal di Jakarta?

Anda dapat memberikan jawaban (pandangan atau jawaban ata pertanyaan di atas) langsung pada box di bawah ini, atau mengirimkannya ke info@rujak.org.
Jawaban dapat singkat, misalnya: siang hari, bekerja di bekasi, tinggal di Bekasi, sebelumnya di Jakarta. 

Sedangkan untuk memberikan pandangan, tentu dipersilakan sepanjang yang dikehendaki. Tidak ada pembatasan.


Topics: , , | Agent of Change: none

21 Responses to “Mengapa 70% pengunjung Rujak di Indonesia berasal dari Bekasi?”

  1. jeane says:

    siang mlm,krj n tinggal di jkt..menurut sy mungkin penddk bekasi lebih peduli n lebih responsif dibanding pnduduk jkt..ato org jkt sibuk membangun citra diri..haha, who know..

  2. agusher says:

    Saya baru mengunjungi, rujak.org
    selamat, buat marco dkk. sangat inspiring.. !
    mdh2an jd sering-sering berkunjung ke sini..
    biar ada perwakilan orang pinggiran jakarta, pamulang, yang juga buka rujak.org

    1. Marco Kusumawijaya says:

      Terima kasih Bung Agus. Ya, aya pikir juga satuan “Jakarta” itu tidak lagi bisa diterima tanpa mencakup BODETABEK, etidaknya kecamatan-kecamatannya yang berbatasan dengan Jakarta. Secara mental, sosial dan ekonomi, (tentu saja juga secara ekologis) sudah menjadi satu: Jakarta dan kecamatan-kecamatan sekitarnya yang secara administratif milik Jawa Barat.
      Mari berbagi ide dan kegiatan/praktek serta analisi untuk bikin Jakarta lebih baik. Ditunggu! Sering-sering berkunjung ya.
      Ada ide tentang Mengapa 70% pengunjung Rujak di Indonesia berasal dari Bekasi?

  3. Hendro Boedhiwibowo says:

    Siang atau malam, kalo ada topik menarik. Tinggal di Bekasi, kerja di Jakarta dan berniat untuk kembali tinggal di Jakarta. Sebelumnya dari lahir memang tinggal di Jakarta. Pernah tinggal di daerah yang “terencana” seperti Kebayoran, Tebet dan Kalibata, hingga tinggal di daerah yang “tidak terencana”
    70% ? Mungkin juga karena ada keterkaitan “sejarah masa lalu” seperti saya. Kalo tentang akses ke internet, menurut saya sih di seputaran Jabodetabek aksesnya sudah baik. Pilihan ke akses internet pun sudah beragam.

  4. tamara says:

    1. Kunjung ke RUJAK: siang atau malam hari?
    siang hari

    2. Apakah Anda bekerja di Bekasi atau di Jakarta?
    bekerja di Jakarta

    3. Apakah Anda bertempat tiggal di Bekasi atau di Jakarta?
    Bekasi

    4. Kalau tinggal di Bekasi sekarang, apakah sebelumnya tinggal di Jakarta?
    tidak

    Ditunggu presentasinya di TED Jakarta hari Minggu ya Pak Marco… =)

  5. Marco Kusumawijaya says:

    Ya, Tamara…terima kasih.

  6. Priscilla says:

    Jawaban:
    1) siang/malam, trgantung waktu yg trsedia untuk OL
    2)Jakarta
    3)Jakarta
    4) – (belum pernah tinggal di Bekasi ;p)
    Mungkin benar spt yg diungkapkan rekans di atas,pada dasarnya sebagian besar yg tinggal di Bekasi bukan org aseli Bekasi, ttp org Jkt, lahir di Jkt, besar lalu bekerja di Jkt lalu membeli rumah&tinggal di Bekasi.
    ya, pertanyaan selanjutnya apakah ternyata 70% pengunjung yg dari Bekasi ternyata org Jakarta juga?
    (kita tunggu hasil surveynya Marco) :)

  7. Wahyu Widodo says:

    Ini kunjungan saya yang pertama ke rujak.org dan saya orang Bekasi.
    Mengapa pengunjung rujak.org 70% dari Bekasi? Bisa jadi orang Bekasi lebih menguasai teknologi maju. ha.. ha.. ha..

  8. aribowo says:

    Salut buat Pak Marco buat idenya, sdh waktunya masyarakat berbuat untuk kota tercinta ” Jakarta ”

    Jakarta adalah metamorphosis dari sebuah bandar Kalapa, Jayakarta ( fathan mubina ), menjadi Batavia, Betawi……………kemudian Jakarta.
    Tanah yang subur, dengan berpuluh sungai serupa aliran darah ditubuh ini yang memberi kesuburan kehidupan rakyatnya. Sekarang telah menjelma menjadi “belantara beton kemegahan sekaligus kekumuhan”. Bagaimanakah wajah kota kita….50 tahun lagi. Who Knows………………………..

    Let’s support RUJAK and Long Live Jakarta

    @ mas Wahyu,
    Jika pengunjung Rujak 70% dari Bekasi, bukan karena orang Bekasi menguasai teknologi kali Mas……….tapi mungkin karena Bekasi adalah daerah yang paling kena dampak dari Carut-marut nya perkembangan Jakarta, sehingga masyarakatnya sangat concern ….

    = Sampah Jakarta di buang di Bantar Gebang
    = Akses yang dulu enak dan lancar di tol Bekasi Barat sekarang menjadi pusat kemacetan kronis
    = Industrialisasi pinggiran Bekasi yang luar biasa ( yang belum tentu menguntungkan masyarakat )
    = Pencemaran di kawasan utara Jakarta terdampak ke kawasan Bekasi ( kali CBL yang dulu banyak ikan, sekarang…..)
    = dan yang lain2…..masih banyak
    = Semoga kasus yang sama tidak menimpa Bogor, Tangerang dan sekitarnya, yang terhisap riuh rendahnya Jakarta saja, ” Gupak Pulut Ora Oleh Nangkane”

  9. Marco Kusumawijaya says:

    Rekan Aribowo, mohon menerjemahkan kalimat terakhir “Gupak Pulut Ora Oleh Nangkane”. Karena, tidak semua pengunjung RUJAK mengerti Bahasa Jawa. Terima kasih. Salam hangat, Marco, editor

  10. yus mangunsong says:

    1. Kunjung ke RUJAK: siang atau malam hari?
    -ketika melihat ada artikel baru di post…
    2. Apakah Anda bekerja di Bekasi atau di Jakarta?
    -jakarta
    3. Apakah Anda bertempat tiggal di Bekasi atau di Jakarta?
    -jakarta
    4. Kalau tinggal di Bekasi sekarang, apakah sebelumnya tinggal di Jakarta?
    -belum pernah tinggal di bekasi

    analisa saya hampir sama dengan rekan2 diatas, karena semakin sedikitnya tempat tinggal di jakarta yang nyaman (baik lokasi dan harganya) maka banyak warga jakarta yang sudah berkeluarga (terpaksa) memilih tinggal di bekasi…nah inilah yang sering online..hehe..

    Pak Marco, saya berharap ada kesempatan ikut berkegiatan dalam program-programnya..

  11. aribowo says:

    Gupak Pulut ora oleh Nangkane :

    Gupak : Belepotan
    Pulut : Getah
    Ora Oleh : Nggak Dapet
    Nangka-ne : Buah Nangka-Nya

    Ibaratnya Kota – kota di sekitar Jakarta ( hinterlands ), tidak dapat manfaat dari dinamika pembangunan Jakarta, tapi cuma dapat dampat jeleknya saja seumpama kemacetan luar biasa, rusaknya lingkungan, dan lain – lainya

  12. bagan says:

    1. siang
    2. Jakarta
    3. Jakarta
    4. belum pernah tinggal di Bekasi

    boleh nanya keluar konteks, pak Marco dapat informasi bekasi 60% dari mana ya? hehe gaptek nih

  13. Marco Kusumawijaya says:

    Terima kasih Bung Bagan. Dari Google Analytics.

  14. melly says:

    1. Kunjung ke RUJAK: siang atau malam hari? siang
    2. Apakah Anda bekerja di Bekasi atau di Jakarta? jakarta
    3. Apakah Anda bertempat tiggal di Bekasi atau di Jakarta? jakarta

  15. Dian says:

    1. Kunjung ke RUJAK: siang atau malam hari? Malam atau hari libur

    2. Apakah Anda bekerja di Bekasi atau di Jakarta? Luar Negeri

    3. Apakah Anda bertempat tiggal di Bekasi atau di Jakarta? Dulu Jakarta sekarang Depok/Sawangan

  16. hedi says:

    1. Nggak ada waktu khusus; kadang siang – kadang malam.

    2. Jakarta

    3. Tidak dua-duanya, tapi Cimanggis, Depok.

  17. Apa boleh bikin, konsep “warga DKI” akhirnya melampauai batas administratif, terutama pagi sampai petang. Tapi kenapa Bekasi, dan bukan Tangerang, saya gak bisa nerka. :D

  18. tanty says:

    Penduduk Bekasi lebih aware dgn isu-isu lingkungan hidup, urban livees, etc daripada say, orang tangerang?

  19. 1. Kunjung ke RUJAK: siang atau malam hari?
    - malam
    2. Apakah Anda bekerja di Bekasi atau di Jakarta?
    - jakarta dan bekasi (saya wartawan, wilayah kerja di bekasi tapi berkoordinasi dan terima arahan dari kantor pusat di jakarta selatan)
    3. Apakah Anda bertempat tiggal di Bekasi atau di Jakarta?
    - bekasi
    4. Kalau tinggal di Bekasi sekarang, apakah sebelumnya tinggal di Jakarta?
    - ya

    1. Marco Kusumawijaya says:

      Terima kasih kepada semua pengunjung dan yang memberi jawaban atas pertanyaan ini. Akan segera kami ganti dengan pertanyaan lain. Adakah usulan pertanyaan dari para pengunjung sekalian? Kai tunggu sarannya.

Leave a Reply