Rujak Answers

ASKES Ternyata Berfungsi!

by Marco Kusumawijaya, 02.09.2009

Oleh: MIEKE CHANDRA BAYU.

Dengan bantuan ASKES, biaya pemeriksaan neurolog da ahli syaraf di PUSKESMAS yang ditanggung sendiri hanya Rp. 2,000. Sudahkah Anda coba?  Saya sudah mengalaminya bersama ayah saya.

Tepat awal Ramadhan kemarin ayah yang sedang berada di Jakarta menengok cucu-cucunya tiba-tiba mengalami stroke ketika buka puasa. Saking paniknya kami bawa ayah ke UGD rumah sakit swasta yang terdekat dengan tempat tinggal saya, setelah dirawat hampir seminggu  akhirnya ayah boleh kembali ke rumah.  Ketika harus kembali untuk periksa ulang ke neurolog dan ahli jantung, ayah minta diantar ke Rumah Sakit  yang ada fasilitas ASKESnya karena ayah adalah pensiunan pegawai negeri. Untuk kali pertama saya mendatangi puskesmas di dekat rumah untuk minta rujukan karena ayah ibu saya selama ini tinggal di Bandung. Disana saya bergabung dengan masyarakat sekitar lingkungan rumah, tua, muda besar, kecil dengan segala macam keluhan sakit atau sekedar seperti kami yang membutuhkan rujukan ditangani secara cepat. Disini saya mulai berfikir semua orang, kaya ataupun miskin, butuh fasilitas kesehatan. Puskesmas yang saya datangi berada di lingkungan yang cukup bergengsi, yang tepat bersebelahan dengan kampung sehingga yang datang pun lebih banyak warga tidak-kaya dari kampung sekitar.

Dari dokter puskesmas kami disarankan untuk ke RS Pasar Rebo yang mempunyai fasilitas Askes.  Jam masih menunjukkan pukul 9 pagi tapi suasana RS sudah mulai penuh pengunjung, RS ini adalah RSUD, namun cukup apik, dengan interior yang bersuasana rumah betawi, cukup menarik.

Mulai dari informasi sampai ke loket pendaftaran sangat informatif dan jelas. Mencari yang khusus melayani askes pun mudah. Mendaftar cukup membayar Rp 5.000,- kemudian kami membawa kartu pendaftaran ke poli syaraf, memang untuk dipanggil kami harus menunggu lama mengingat banyak sekali yang berobat. Dokternya masih muda namun  sangat menyenangkan dan membesarkan hati selama memeriksa ayah. Setelah selesai di kasir, ternyata kami hanya membayar jasa dokter sebesar Rp 10.000,- itupun yang Rp 8.000,- sudah dibayar ASKES, sehingga kami hanya membayar Rp 2.000,- (sampai bengong dan mikir…Ya ampun susah-susah sekolah dokter  kita hanya bayar segitu…?

Mengambil obat di apotik khusus ASKES pun relative mudah dan cepat, dan  sesudah semua itu pun kami tidak perlu mengeluarkan biaya apapun untuk obat, memang generik, tapi saya merasa tersentuh karena  negara sudah mulai mengurus rakyatnya lebih baik…

Untuk warga miskin juga ada loket tersendiri asalkan membawa surat keterangan miskin dari RT sampai kelurahan, memang agak repot sedikit seperti kami tadi pagi yang harus ke PUSKESMAS dan rela antri bersama orang lain. Tapi itu semua rasanya terhapus dengan perasaan lega karena kami tidak terbebani biaya yang besar untuk bisa sehat lagi.

Bahagia rasanya seharian ini mendampingi ayah langsung ke RSUD Pasar Rebo, pengalaman baru buat saya. Ternyata kita bisa mendapatkan kesehatan dengan biaya yang wajar , dengan ASKES bahkan sangat murah rasanya. Saya tahu fasilitas yang didapat ayah ini atas dasar biaya ASKES yang sudah dibayarkan selama masa tugasnya, dan dapat dinikmati saat ini, di masa pensiunnya. Sangat meringankan.

Kata ayah saya, ”Aku bangga rasanya jadi orang Indonesia kalau seperti ini”…

Foto RSUD Pasar Rebo di Flickr


Topics: , | Agent of Change: none

16 Responses to “ASKES Ternyata Berfungsi!”

  1. yus mangunsong says:

    ..lega juga membacanya, ternyata ada juga yang sudah memperhatikan kepentingan rakyat, mudah2an di rumah sakit lainnya juga di kota2 lain di Indonesia berlaku serupa…selama ini banyak pengalaman yang kurang menyenangkan dari fasilitas milik pemerintah…berharap juga bisa selalu bilang ‘bangga’ jadi orang Indonesia..

  2. Diah Parahita says:

    Alhamdulillah, saya juga pernah menggunakan fasilitas askes di RS Fatmawati untuk pemeriksaan adanya benjolan di payudara saya. Rujukan cukup saya minta di Poliklinik kantor saya dan langsung di bawa ke RS Fatmawati. Untuk Lab dari umum yang seharusnya banyar sekitar 300.000 rupiah, saya cuma bayar sekitar 60.000 rupiah karena untuk lab komplit. Askes juga membiayai ongkos dokter saya.

  3. Poppy Barkah says:

    Kedua orang tua saya juga menggunakan fasilitas ASKES. Sebagian besar ongkos operasi, perawatan dan pengobatan radiasi ketika Ibu saya terkena kanker payudara dibayar ASKES. Kini ayah saya harus cuci darah lewat perut (CAPD) yang bisa dilaksanakan di rumah setiap hari. Biaya untuk cairan CAPD juga ditanggung oleh ASKES. Pengurusan ASKES di RSCM cukup mudah dan cepat.

    Yang membuat paling bangga (dan membuat rela membayar pajak) adalah fasilitas ASKIN dan ASKESKIN untuk rakyat miskin.

    1. Silvy says:

      Yth. Ibu Poppy,

      Semoga keadaan Ibu dan Bapak Ibu Poppy dalam keadaan sehat. Kebetulan saya ada pertanyaan mengenai CAPD di Indonesia dan penggunaan Askes untuk CAPD. Apakah ada e-mail Ibu yang dapat saya hubungi? Terima kasih sebelumnya.

  4. Marco Kusumawijaya says:

    Diah Parahita dan Poppy Barkah, terima kasih berbagi ceritanya. Saya kurang jelas: Apakah ASKES hanya untuk pegawai negeri?

  5. puji siregar says:

    Sdr/i Mike Chandra Bayu dan Para Pembaja Rujak

    Terima kasih dengan berbagi cerita yang cukup melegagakan dada. Memang khusus untuk RSUD khusus di Provinsi DKI Jakarta, kami berusaha untuk meningkatkan pelayanan dan trasparansi didalam penggunaan fasilitas kesehatan ini.

    Ada 6 RSUD di Jakarta yaitu RSUD Pasar Rebo, RSUD Tarakan, RSUD Budi Asih, RSUD Cengkareng, RSUD Koja dan RSUD Duren Sawit yang bisa dimanfaatkan dengan mudah dengan fasilitas KTP DKI

    ASKES pada awalnya memang untuk para pengabdi negara yg tercatat didalam organisasi pemerintahan. Akan tetapi dengan kemajuan di dunia asuransi, ASKES yg dikelola PT. ASKES Indonesia memberikan kesempatan untuk pihak swasta untuk mendaftarkan karyawannya dengan quata tertentu dengan fasilitas yang hampir sama (bahkan lebih)sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati bersama

    Sedangkan untuk Puskemas (ini yang kadang belum banyak mengetahui) telah mengalami kemajuan yang dengan adanya penggunaan standararisi ISO 2000 khususnya di wilayah Jakarta Utara

    Jika anda berjalan-jalan ke Puskesmas tingkat kecamatan, fasilitas yang didapat adalah setingkat klinik rawat inap dan klinik bersalin dengan fasilitas setingkat klinik Jalan Jambu, Menteng! Menarik bukan?

    Ayo, jangan sungkan untuk melihat fasilitas yang dibangun dengan pajak anda semua…

  6. Dodik says:

    @ popy, puji: apa hubungan askes dan bayar pajak.
    Tapi bagaimanapun selamat buat askes dan rsud. Semoga di rsud lain bisa meningkatkan pelayanan askes nya

    1. nindityo says:

      lha emang askes dari mana uangnya kalo bukan dari pajak yang dipungut dari rakyat?!
      yup….saya termasuk yg bangga bahwa askes sudah berubah lebih baik.

  7. didiet says:

    ibu puji siregar..

    Apakah askes hanya bs diajukan oleh perusahaan..?
    bgmn dg perorangan..??
    kbtln di persh tmpt sy bekerja tdk ada fsilitas askes apalg asuransi lainnya..
    terima kasih.

  8. apollas says:

    bagaimana cara pengajuan utk peserta askes perorangan

  9. Rinda says:

    Dahulu memang Askes memiliki bidang usaha untuk pegawai swasta (non PNS). Tp sekarang Askes hanya dikhususkan hanya untuk PNS, pensiunan PNS-TNI-Polri, Veteran, dan perintis kemerdekaan.

    Untuk peserta Non PNS telah dikelola secara mandiri oleh Inhealth Indonesia, anak perusahaan Askes. Lebih jelasnya mungkin bisa langsung klik di website nya http://www.inhealth.co.id/

  10. arman says:

    ASKES IS OK tapi gimana dengan INHEALTH,bertolak belakang dengan askes,apa peserta askes pernah jadi ABDINEGARA jadi polisnya sangat melegakan hati,sedang kami ini yang karyawan swasta yang ditangani sama INHEALTH jadi di anak tirikan,yang mana obat yang ditanggung itu tak jelas MASA OBAT SEHARGA BODREGPUN tak juga ditanggung,mending INHELTH itu ditutup biarkan aja karyawan swasta dan buruh dinegeri ini berobat kedukun karena yang punya negara ini hanya orng yang punya nip dan EX abdi negara sedangkan kami para buruh swasta hanya nompang,….mohon diperhatikan itu buk menteri

  11. Saya pegawai swasta umur sudah 47 tahun, sampai saat ini saya tidak punya kartu askes atau jamsostek karena memang kantor tidak menawarkan utk memiliki kartu askes. Apakah askes ada pogram untuk pegawai swasta seperti saya ?

  12. wisnu says:

    saya wirawsata umur 40 th ingin sekali ikut askes
    -cara pendaftaran
    -premi bulanan
    -pelayanann- rumah sakit meliputi
    -rumasakit rekanan askes
    dll

  13. efew says:

    askes kenapa tidak stand by 24jam dirumah sakit,jadi mempersulit anggota yg ke ugd tengah malem harus bayar sendiri dulu barusetelah itu di ganti askes,kalo gak punya duit gimana

    1. dinda juwita says:

      makanya punya duit… selagi sehat jangan takabur, sisihkan pendapatan biar sedikit utk jaga-jaga. kalo askes stand by 24 jam berarti nambah biaya lagi. ntar askes naik harga. oke? jangan protes mulu, mulai nabung ya !

Leave a Reply