<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Balada Sungai Jakarta</title>
	<atom:link href="http://rujak.org/2009/10/balada-sungai-jakarta/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rujak.org/2009/10/balada-sungai-jakarta/</link>
	<description>For a Better Jakarta. Everyone is Invited.</description>
	<lastBuildDate>Tue, 31 Aug 2010 16:58:28 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Elisa Sutanudjaja</title>
		<link>http://rujak.org/2009/10/balada-sungai-jakarta/comment-page-1/#comment-2205</link>
		<dc:creator>Elisa Sutanudjaja</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Jul 2010 16:05:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rujak.org/?p=1184#comment-2205</guid>
		<description>Nama 13 sungai itu adalah Ciliwung, Kali Baru, Cipinang, Sunter, Krukut, Mampang, Angke, Cengkareng Drain, Moonkevart, Grogol, Kali Baru, Cakung, Kamal.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Nama 13 sungai itu adalah Ciliwung, Kali Baru, Cipinang, Sunter, Krukut, Mampang, Angke, Cengkareng Drain, Moonkevart, Grogol, Kali Baru, Cakung, Kamal.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rindi</title>
		<link>http://rujak.org/2009/10/balada-sungai-jakarta/comment-page-1/#comment-2198</link>
		<dc:creator>rindi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Jul 2010 08:34:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rujak.org/?p=1184#comment-2198</guid>
		<description>apa nama lengkap ke 13 sungai tersebut yang melewati pesisir jakarta ?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>apa nama lengkap ke 13 sungai tersebut yang melewati pesisir jakarta ?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: inkaaa</title>
		<link>http://rujak.org/2009/10/balada-sungai-jakarta/comment-page-1/#comment-1245</link>
		<dc:creator>inkaaa</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Jan 2010 09:19:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rujak.org/?p=1184#comment-1245</guid>
		<description>* bagaimana jakarta mau majuu . ?, klo penduduk/masyarakat&#039;a pada susah untuk menaati peraturan yang adaa ..
* bagaimana jakarta mau bersih, klo penduduk/masyarakatnya ajaa pada buang sampah sembarangan (dikali/disungai ) ..

 klo w jadi pemerintah .. w akan merubah jakarta menjadi bersih..
ngga banget dechh klo tiap hari harus liat sampah numpuk disungai, dan banjir karna tumpukan sampah ..

yaaa allah ..
klo ajaa w punya uangg banyak .. w akan sewa orang tuk bersihin ituu kali diindonesia..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>* bagaimana jakarta mau majuu . ?, klo penduduk/masyarakat&#8217;a pada susah untuk menaati peraturan yang adaa ..<br />
* bagaimana jakarta mau bersih, klo penduduk/masyarakatnya ajaa pada buang sampah sembarangan (dikali/disungai ) ..</p>
<p> klo w jadi pemerintah .. w akan merubah jakarta menjadi bersih..<br />
ngga banget dechh klo tiap hari harus liat sampah numpuk disungai, dan banjir karna tumpukan sampah ..</p>
<p>yaaa allah ..<br />
klo ajaa w punya uangg banyak .. w akan sewa orang tuk bersihin ituu kali diindonesia..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: R. Zainuddin</title>
		<link>http://rujak.org/2009/10/balada-sungai-jakarta/comment-page-1/#comment-1242</link>
		<dc:creator>R. Zainuddin</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Jan 2010 09:23:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rujak.org/?p=1184#comment-1242</guid>
		<description>Jakarta tidak mempunyai sungai lagi, sungai yang ada sudah berubah fungsi menjadi saluran air hujan atau hanya berfungsi mengalirkan air hujan saja. Selama kurang lebih 7 bulan pada musim kemarau sungai Ciliwung, sungai terbesar di antara 13 sungai, yang masih memiliki sedikit hutan di hulu, hanya mengalirkan sedikit air ke arah Bendung Katulampa yang semua di sadap oleh pintu irigasi. Tidak setetes air pun yang melewati bendung menuju Jakarta, jadi yang tampak hanya aliran air limbah penduduk yang makin besar debitnya sampai Jakarta. Inilah yang menyebabkan tranportasi air Gub Setyoso gagal. Sungai2 yang lain yang tidak memiliki hutan di hulu karena semua sudah berupa permukiman atau kebun rakyat dan lapangan golf. Kali yang lain lebih parah sebab tidak ada lagi debit berasal dari mata air sehingga hanya berisi air limbah lebih lama.Ini berarti air limbah tidak dicairkan lagi dan makin pekat dan berbau ketika sampai di Teluk Jakarta, yang mencemari air laut.
Agar Ciliwung bisa berair sedikit dan bisa menyediakan air baku untuk PDAM dan PAM Jakarta waduk di Gadog perlu di bangun meskipun tidak dapat sebagai pengendali banjir.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta tidak mempunyai sungai lagi, sungai yang ada sudah berubah fungsi menjadi saluran air hujan atau hanya berfungsi mengalirkan air hujan saja. Selama kurang lebih 7 bulan pada musim kemarau sungai Ciliwung, sungai terbesar di antara 13 sungai, yang masih memiliki sedikit hutan di hulu, hanya mengalirkan sedikit air ke arah Bendung Katulampa yang semua di sadap oleh pintu irigasi. Tidak setetes air pun yang melewati bendung menuju Jakarta, jadi yang tampak hanya aliran air limbah penduduk yang makin besar debitnya sampai Jakarta. Inilah yang menyebabkan tranportasi air Gub Setyoso gagal. Sungai2 yang lain yang tidak memiliki hutan di hulu karena semua sudah berupa permukiman atau kebun rakyat dan lapangan golf. Kali yang lain lebih parah sebab tidak ada lagi debit berasal dari mata air sehingga hanya berisi air limbah lebih lama.Ini berarti air limbah tidak dicairkan lagi dan makin pekat dan berbau ketika sampai di Teluk Jakarta, yang mencemari air laut.<br />
Agar Ciliwung bisa berair sedikit dan bisa menyediakan air baku untuk PDAM dan PAM Jakarta waduk di Gadog perlu di bangun meskipun tidak dapat sebagai pengendali banjir.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: supardi</title>
		<link>http://rujak.org/2009/10/balada-sungai-jakarta/comment-page-1/#comment-835</link>
		<dc:creator>supardi</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Nov 2009 01:09:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rujak.org/?p=1184#comment-835</guid>
		<description>Sedih rasanya melihat kondisi kali di Jakarta, lagi2 kedisiplin-an dari semua pihak harus dikedepankan baik itu masyarakat dan pejabatnya. 

Masyarakat jangan membuang sampah sembarangan ke kali dan pejabat harus tegas menindak dengan tegas apabila ada pelanggaran, terutama buangan limbah industri yang amat merusak ekosistim kali dari hulu ke hilir hingga ke muara yang berujung pencemaran di teluk Jakarta. 

Pengerukan berkali kali tidak akan menyelesaikan masalah kalau kedisiplinan belum ditegakkan, mari kita gencarkan kampanye kali bersih kepada masyarakat....dan tindak dengan tegas industri yang membuang limbah tanpa pengolahan ke kali.....

Salam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sedih rasanya melihat kondisi kali di Jakarta, lagi2 kedisiplin-an dari semua pihak harus dikedepankan baik itu masyarakat dan pejabatnya. </p>
<p>Masyarakat jangan membuang sampah sembarangan ke kali dan pejabat harus tegas menindak dengan tegas apabila ada pelanggaran, terutama buangan limbah industri yang amat merusak ekosistim kali dari hulu ke hilir hingga ke muara yang berujung pencemaran di teluk Jakarta. </p>
<p>Pengerukan berkali kali tidak akan menyelesaikan masalah kalau kedisiplinan belum ditegakkan, mari kita gencarkan kampanye kali bersih kepada masyarakat&#8230;.dan tindak dengan tegas industri yang membuang limbah tanpa pengolahan ke kali&#8230;..</p>
<p>Salam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Nena</title>
		<link>http://rujak.org/2009/10/balada-sungai-jakarta/comment-page-1/#comment-726</link>
		<dc:creator>Nena</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 09:59:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rujak.org/?p=1184#comment-726</guid>
		<description>Respon yang paling standar tentunya: Serba salah sih... Pemerintah juga masih belum bisa menyediakan tempat tinggal yang layak bagi seluruh warganya, serta sumber air bersih dan sistem sanitasi yang layak. 

Tapi, memang untuk mencapai kemajuan, kita harus berani bermimpi yang tinggi, seperti dengan melihat apa yang terjadi di Singapura dan di negara tetangga lain. 

IMHO, mereka yang mempunyai relasi erat dengan ke-13 sungai di Jakarta adalah mereka yang menggantungkan hidupnya di sungai tersebut dan justru tidak punya akses, kapasitas, dan kapabilitas untuk melakukan sesuatu. :) 

Salam kenal mbak Elisa!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Respon yang paling standar tentunya: Serba salah sih&#8230; Pemerintah juga masih belum bisa menyediakan tempat tinggal yang layak bagi seluruh warganya, serta sumber air bersih dan sistem sanitasi yang layak. </p>
<p>Tapi, memang untuk mencapai kemajuan, kita harus berani bermimpi yang tinggi, seperti dengan melihat apa yang terjadi di Singapura dan di negara tetangga lain. </p>
<p>IMHO, mereka yang mempunyai relasi erat dengan ke-13 sungai di Jakarta adalah mereka yang menggantungkan hidupnya di sungai tersebut dan justru tidak punya akses, kapasitas, dan kapabilitas untuk melakukan sesuatu. <img src='http://rujak.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  </p>
<p>Salam kenal mbak Elisa!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
