Feature, Guest Column

Taman Sringanis: Sekeping Surga di Tepi Kota

by Elisa Sutanudjaja, 30.11.2009

IMG_8438

Oleh: Fika Frieda Auliany untuk www.rujak.org

Terlepas dari hiruk pikuk dan kepadatan kota Jakarta, terdapat suatu tempat bernama Taman Sringanis, terletak di Cipaku, Bogor Selatan. Berbeda dengan taman biasa pada umumnya, taman ini bukan sembarang taman bunga, melainkan taman pengembangan, konservasi dan pelestarian tanaman obat. Kini terkumpul kurang lebih 500 macam tanaman berkhasiat, mengelilingi rumah mungil di atas tanah seluas 1000 m2. Rumah mungil tersebut diperuntukan untuk diskusi, pelatihan dan pelayanan kesehatan.

Dengan pemandangan Gunung Salak yang terlukis indah pada saat menginjakan kaki di depan pintu pagar yang menyambut terbuka, terlihat berbagai macam tanaman berbaris dengan rapih di sekitar halaman, lengkap dengan papan nama serta khasiat kegunaannya. Terdapat tanaman Keladi Tikus, Iris Versicolor, Kembang Coklat, Mistuba, Ceplikan dsb. Semua tanaman tersebut merupakan tanaman obat-obatan yang dirawat secara rapih oleh pengelolanya.

Taman Sringanis didirikan pada tahun 1982 dan dikelola oleh pasangan suami istri bernama Putu Oka Sukanta dan Endah Lasmadiwati yang merupakan Akupunturis. Nama taman tersebut terinspirasi dari nama Ni Ketut Taman dan Ni Ketut Sringanis, kedua wanita yang merupakan Ibunda dan Bu’de dari Bapak Putu, wanita yang paling berarti di dalam hidupnya.

Tidak hanya tempat pengembangan, konservasi dan pelestarian tanaman obat saja, namun taman juga merupakan tempat pengobatan untuk berbagai penyakit. Tempat ini berusaha menanamkan nilai-nilai penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar dapat mengatasi masalah kesehatan dengan cara tradisional dan alami. Karena pada saat itu, masyarakat sangat tergantung pada farmasi dan obat-obatan kimia yang kian banyak beredar.

Mereka percaya setiap individu memiliki potensi energi natural killer dibadannya atau pengobatan secara alami yaitu dengan cara meditasi, dzikir, dan meningkatkan energi positif dalam tubuhnya-. Oleh karena itu terdapat dua macam faktor yang diperlukan oleh manusia dalam pengobatan yaitu dari faktor lingkungan dan penyembuhan dari diri sendiri (individual self care). Dengan metode tersebut, taman ini berharap dapat meningkatkan inner potency yang dimiliki tiap individu dan dengan dibantu faktor dari luar. Dan taman ini juga menyediakan bahan-bahan pengobatan yang dapat membantu meningkatkan kesehatan tubuh dan ramah lingkungan.

Terdapat resep dan ramuan-ramuan tradisional untuk berbagai macam penyakit untuk masyarakat yangmana diharapkan dapat meningkatkan kesadaran diri untuk tetap sehat dan menyebarluaskan kepada masyarakat sekitar. Dengan memakai bahan-bahan alami, maka masyarakat dapat mengatasi masalah kesehatannya dan menanamkan konsep makanan dan minuman adalah obat, dan obat adalah makanan dan minuman.

Kedua pemilik taman Sringanis ini mengumpulkan berbagai macam tanaman obat-obatan dari pelosok daerah dan dari luar negeri dalam kegiatan berdialog mereka mengenai kesehatan, selama mengunjungi pelosok-pelosok daerah, mereka juga mendapatkan banyak pengetahuan tentang kesehatan dari masyarakat setempat mengenai tanaman obat dan fungsi-fungsinya.

Dengan mempunyai kondisi tempat yang asri dan udara yang bersih, maka tanaman-tanaman yang dikumpulkan dapat hidup karena cocok dengan kondisi lingkungannya. Namun tidak hanya tanaman pengobatan saja, namun disini juga terdapat pengobatan acupressure –pengobatan akupuntur dengan cara dipijat- dan pelatihan penyembuhan  penyakit HIV/ AIDS.

Terlepas dari segala keindahan dan manfaat yang ditawarkan Sringganis, taman ini bisa menjadi alternatif bagi banyak warga Jakarta yang doyan ke daerah Puncak dan sekitarnya.

Lokasi:

Kamp. Cimanengah RT 002/05 No. 29, Cipaku. Bogor Selatan.

Tel: (0251) 370692.



View Larger Map


Topics: , , | Agent of Change: none

7 Responses to “Taman Sringanis: Sekeping Surga di Tepi Kota”

  1. joko says:

    sekeping surga di tepi kota…..gaya hiperbola…haaa. bagus sebab surganya tidak lagy menunggu jihad atau mati sahid dulu, jihad memerangi kemiskinan, kebodohan , dan kehampaan budaya…memang sedang menghinggapi para pemuda jaman sekarang. maka kalau mau merasakan semilirnya angin surga jangan lewatkan main aja ke taman sringanis….nanti ngobrol sama saya..heee dimana surga berada?

  2. Retno says:

    Taman Sringganis cukup menginspirasi saya untuk ikut menanam tanaman obat untuk melestarikan kekayaan alam Indonesia. Sukses selalu buat Ibu Endah dan Bp Putu bersama Taman Sringganisnya.

  3. Haryanto says:

    Mohon Maaf…numpang tanya…apa Taman Sringganis itu yang pernah masuk TELVIS TV dg pengobatan akupuntur oleh Mas Joko Sukrisno yang katanya murah meriah cukup Rp 40.000,- sekali datang. Terimakasih

  4. Marco Kusumawijaya says:

    Mohon maaf, Haryanto, belum pernah dengar TELVIS TV atau Joko Sukrisno.

  5. ratna says:

    pak, bu taman sringganis melayani pembelian simplisia ga ya? mohn info via email

  6. okta nurfariana says:

    Terima kasih b. Endah. Saya tlh mendptkan bnyak hal ttg pengobatan tradisional.. Sy sudah menikmati jamu2 dr TS bu.. juga minyak urut n arak param nya jg minyak dlingo benglenya..

Leave a Reply