<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Lirik Lagu Iwan Fals tentang Jakarta</title>
	<atom:link href="http://rujak.org/2009/12/mari-kumpulkan-lirik-lagu-lagu-tentang-jakarta/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rujak.org/2009/12/mari-kumpulkan-lirik-lagu-lagu-tentang-jakarta/</link>
	<description>For a Better Jakarta. Everyone is Invited.</description>
	<lastBuildDate>Tue, 15 May 2012 12:24:42 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
	<item>
		<title>By: yohana</title>
		<link>http://rujak.org/2009/12/mari-kumpulkan-lirik-lagu-lagu-tentang-jakarta/comment-page-1/#comment-2624</link>
		<dc:creator>yohana</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Jan 2011 14:54:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rujak.org/?p=1423#comment-2624</guid>
		<description>Nyamannya Kota Jakarta ku...

Banyak orang bilang jakarta itu kejam
Dari kuping ke kuping yang kita dengar jakarta itu kotor
Polusi dimana-mana, kejahatan merajalela, sedikitnya air bersih
Puaskah pujian-pujian yang menghancurkan penduduk?

Bangkit!
Itulah yang perlu dilakukan Jakarta untuk maju
Bersyukur!
Itulah kata-kata yang membangkitkan
Dengan ucapan negatif kita hanya bangun dari mimpi buruk

Mari bangun, berdiri teguh kota Jakartaku
Marilah membangun kota ini seperti semut
Yang tak kenal lelah tuk berjuang
Seperti singa
Yang tak pernah padam akan semangatnya yang membara

Lihatlah dan bukalah matamu
Hayatidan rasakan betapa nyamanya kota ini
Terlindung akan bencana
Tempat tuk mencari nasib
Majulah kota Jakartaku!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Nyamannya Kota Jakarta ku&#8230;</p>
<p>Banyak orang bilang jakarta itu kejam<br />
Dari kuping ke kuping yang kita dengar jakarta itu kotor<br />
Polusi dimana-mana, kejahatan merajalela, sedikitnya air bersih<br />
Puaskah pujian-pujian yang menghancurkan penduduk?</p>
<p>Bangkit!<br />
Itulah yang perlu dilakukan Jakarta untuk maju<br />
Bersyukur!<br />
Itulah kata-kata yang membangkitkan<br />
Dengan ucapan negatif kita hanya bangun dari mimpi buruk</p>
<p>Mari bangun, berdiri teguh kota Jakartaku<br />
Marilah membangun kota ini seperti semut<br />
Yang tak kenal lelah tuk berjuang<br />
Seperti singa<br />
Yang tak pernah padam akan semangatnya yang membara</p>
<p>Lihatlah dan bukalah matamu<br />
Hayatidan rasakan betapa nyamanya kota ini<br />
Terlindung akan bencana<br />
Tempat tuk mencari nasib<br />
Majulah kota Jakartaku!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Marco Kusumawijaya</title>
		<link>http://rujak.org/2009/12/mari-kumpulkan-lirik-lagu-lagu-tentang-jakarta/comment-page-1/#comment-2545</link>
		<dc:creator>Marco Kusumawijaya</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Dec 2010 13:58:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rujak.org/?p=1423#comment-2545</guid>
		<description>Terima kasih, Pustakawan!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terima kasih, Pustakawan!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Pustakawan</title>
		<link>http://rujak.org/2009/12/mari-kumpulkan-lirik-lagu-lagu-tentang-jakarta/comment-page-1/#comment-2542</link>
		<dc:creator>Pustakawan</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Dec 2010 04:38:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rujak.org/?p=1423#comment-2542</guid>
		<description>PINGGIRAN KOTA BESAR

(Iwan Fals, Album &quot;Mata Dewa&quot;, 1989)

Pinggiran kota besar
Nafasmu begitu hingar
Kudengar dari sini
Bagai nyanyian nyamuk

Cerobong asap pabrik
Berlomba ludahi langit
Barisan mobil besar
Gelisah angkut barang

Ada kabar engkau tuli

Pinggiran kota besar
Kulihat tidur mendengkur
Di ranjang banyak orang
Peduli kau bermimpi

Selagi cukup nyenyak
Asiknya buang kotoran
Lukai hari kami
Cemari hati ini

Ada kabar engkau buta

Sungai kotor bau dan beracun
Penuh limbah kimia
Kita mandi mencuci di sana
Lihatlah lihatlah

Ikan-ikan pergi atau mati
Tak kulihat yang pasti
Kau yang tidur bangunlah segera
Lihatlah lihatlah, tuan

Telanjang anak kecil
Berenang di sungai kotor
Tertawa riang bercanda
Sambil menggaruk koreng

Pinggiran kota besar
Merasa tidur terganggu
Beranjak dari ranjang
Tutup pintu jendela
Tutup pintu jendela

Sungai kotor bau dan beracun
Penuh limbah kimia
Kita mandi mencuci di sana
Lihatlah lihatlah

Ikan-ikan pergi atau mati
Tak kulihat yang pasti
Kau yang tidur bangunlah segera
Lihatlah lihatlah

Hitam kaliku
Hitam legam hatiku
Legam hariku
Legam hitam kaliku</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>PINGGIRAN KOTA BESAR</p>
<p>(Iwan Fals, Album &#8220;Mata Dewa&#8221;, 1989)</p>
<p>Pinggiran kota besar<br />
Nafasmu begitu hingar<br />
Kudengar dari sini<br />
Bagai nyanyian nyamuk</p>
<p>Cerobong asap pabrik<br />
Berlomba ludahi langit<br />
Barisan mobil besar<br />
Gelisah angkut barang</p>
<p>Ada kabar engkau tuli</p>
<p>Pinggiran kota besar<br />
Kulihat tidur mendengkur<br />
Di ranjang banyak orang<br />
Peduli kau bermimpi</p>
<p>Selagi cukup nyenyak<br />
Asiknya buang kotoran<br />
Lukai hari kami<br />
Cemari hati ini</p>
<p>Ada kabar engkau buta</p>
<p>Sungai kotor bau dan beracun<br />
Penuh limbah kimia<br />
Kita mandi mencuci di sana<br />
Lihatlah lihatlah</p>
<p>Ikan-ikan pergi atau mati<br />
Tak kulihat yang pasti<br />
Kau yang tidur bangunlah segera<br />
Lihatlah lihatlah, tuan</p>
<p>Telanjang anak kecil<br />
Berenang di sungai kotor<br />
Tertawa riang bercanda<br />
Sambil menggaruk koreng</p>
<p>Pinggiran kota besar<br />
Merasa tidur terganggu<br />
Beranjak dari ranjang<br />
Tutup pintu jendela<br />
Tutup pintu jendela</p>
<p>Sungai kotor bau dan beracun<br />
Penuh limbah kimia<br />
Kita mandi mencuci di sana<br />
Lihatlah lihatlah</p>
<p>Ikan-ikan pergi atau mati<br />
Tak kulihat yang pasti<br />
Kau yang tidur bangunlah segera<br />
Lihatlah lihatlah</p>
<p>Hitam kaliku<br />
Hitam legam hatiku<br />
Legam hariku<br />
Legam hitam kaliku</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Pustakawan</title>
		<link>http://rujak.org/2009/12/mari-kumpulkan-lirik-lagu-lagu-tentang-jakarta/comment-page-1/#comment-2541</link>
		<dc:creator>Pustakawan</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Dec 2010 04:13:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rujak.org/?p=1423#comment-2541</guid>
		<description>KOTA II 

(Iwan Fals, Album &quot;Lancar&quot;, 1987) 

Kota yang kutinggali
Kini tak ramah lagi
Orang-orang yang lewat
Beri senyum pun enggan

Di sini aku lahir
Di sini aku besar
Di sini aku merasa, bodoh

Kota yang kudambakan
Tawarkan kekerasan
Nyeri merobek hati
Tak dapat aku hindari

Sombongnya engkau berjanji
Kau lambungkan anganku
Mimpiku singgah di langit
Kau bohong

Hari ke hari
Waktu ke waktu
Semakin muak
Dengar celotehmu, durjana

Namun aku tak kuasa
Lepas dari rayuanmu
Roda-roda berputar
Menggilas batin dan otakku

Hari ke hari
Waktu ke waktu
Aku menggapai
Menjerit lunglai

Ingin aku lari pergi
Sembunyi tak bernyanyi
Namun kerasnya belenggu
Begitu kuat

Hari ke hari
Waktu ke waktu
Aku terbuai
Oleh janjimu

Kotaku yang kini hingar
Akan dengki meraja
Bisakah aku tinggalkan
Entahlah

Hari ke hari
Waktu ke waktu
Aku menggapai
Menjerit lunglai

Kotaku yang kini bising
Akan sirik menggila
Bisakah aku tinggalkan
Entahlah</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>KOTA II </p>
<p>(Iwan Fals, Album &#8220;Lancar&#8221;, 1987) </p>
<p>Kota yang kutinggali<br />
Kini tak ramah lagi<br />
Orang-orang yang lewat<br />
Beri senyum pun enggan</p>
<p>Di sini aku lahir<br />
Di sini aku besar<br />
Di sini aku merasa, bodoh</p>
<p>Kota yang kudambakan<br />
Tawarkan kekerasan<br />
Nyeri merobek hati<br />
Tak dapat aku hindari</p>
<p>Sombongnya engkau berjanji<br />
Kau lambungkan anganku<br />
Mimpiku singgah di langit<br />
Kau bohong</p>
<p>Hari ke hari<br />
Waktu ke waktu<br />
Semakin muak<br />
Dengar celotehmu, durjana</p>
<p>Namun aku tak kuasa<br />
Lepas dari rayuanmu<br />
Roda-roda berputar<br />
Menggilas batin dan otakku</p>
<p>Hari ke hari<br />
Waktu ke waktu<br />
Aku menggapai<br />
Menjerit lunglai</p>
<p>Ingin aku lari pergi<br />
Sembunyi tak bernyanyi<br />
Namun kerasnya belenggu<br />
Begitu kuat</p>
<p>Hari ke hari<br />
Waktu ke waktu<br />
Aku terbuai<br />
Oleh janjimu</p>
<p>Kotaku yang kini hingar<br />
Akan dengki meraja<br />
Bisakah aku tinggalkan<br />
Entahlah</p>
<p>Hari ke hari<br />
Waktu ke waktu<br />
Aku menggapai<br />
Menjerit lunglai</p>
<p>Kotaku yang kini bising<br />
Akan sirik menggila<br />
Bisakah aku tinggalkan<br />
Entahlah</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Pustakawan</title>
		<link>http://rujak.org/2009/12/mari-kumpulkan-lirik-lagu-lagu-tentang-jakarta/comment-page-1/#comment-2540</link>
		<dc:creator>Pustakawan</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Dec 2010 04:00:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rujak.org/?p=1423#comment-2540</guid>
		<description>Ujung Aspal Pondok Gede

(Iwan Fals, Album Sore Tugu Pancoran, 1985)

Di kamar ini aku dilahirkan
Di bale bambu buah tangan bapakku
Di rumah ini aku dibesarkan
Dibelai mesra lentik jari ibu

Nama dusunku ujung aspal pondok gede
Rimbun dan anggun ramah senyum penghuni dusun

Kambing sembilan motor tiga bapak punya
Ladang yang luas habis sudah sebagai gantinya

Sampai saat tanah moyangku
Tersentuh sebuah rencana dari serakahnya kota
Terlihat murung wajah pribumi
Terdengar langkah hewan bernyanyi

Di depan masjid samping rumah wakil pak lurah
Tempat dulu kami bermain mengisi cerahnya hari
Namun sebentar lagi angkuh tembok pabrik berdiri
Satu persatu sahabat pergi dan tak kan pernah kembali</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ujung Aspal Pondok Gede</p>
<p>(Iwan Fals, Album Sore Tugu Pancoran, 1985)</p>
<p>Di kamar ini aku dilahirkan<br />
Di bale bambu buah tangan bapakku<br />
Di rumah ini aku dibesarkan<br />
Dibelai mesra lentik jari ibu</p>
<p>Nama dusunku ujung aspal pondok gede<br />
Rimbun dan anggun ramah senyum penghuni dusun</p>
<p>Kambing sembilan motor tiga bapak punya<br />
Ladang yang luas habis sudah sebagai gantinya</p>
<p>Sampai saat tanah moyangku<br />
Tersentuh sebuah rencana dari serakahnya kota<br />
Terlihat murung wajah pribumi<br />
Terdengar langkah hewan bernyanyi</p>
<p>Di depan masjid samping rumah wakil pak lurah<br />
Tempat dulu kami bermain mengisi cerahnya hari<br />
Namun sebentar lagi angkuh tembok pabrik berdiri<br />
Satu persatu sahabat pergi dan tak kan pernah kembali</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Pustakawan</title>
		<link>http://rujak.org/2009/12/mari-kumpulkan-lirik-lagu-lagu-tentang-jakarta/comment-page-1/#comment-2539</link>
		<dc:creator>Pustakawan</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Dec 2010 03:57:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rujak.org/?p=1423#comment-2539</guid>
		<description>KONTRASMU BISU 

(Iwan Fals, Album Ethiopia, 1986)


Tinggi pohon tinggi berderet setia lindungi
Hijau rumput hijau tersebar indah sekali
Terasa damai kehidupan di kampungku
Kokok ayam bangunkanku tidur setiap pagi

Tinggi gedung tinggi mewah angkuh bikin iri
Gubuk-gubuk liar yang resah di pinggir kali
Terlihat jelas kepincangan kota ini
Tangis bocah lapar bangunkanku dari mimpi malam

Lihat dan dengarlah riuh lagu dalam pesta
Di atas derita mereka masih bisa tertawa
Memang kuakui kejamnya kota Jakarta
Namun yang kusaksikan lebih parah dari yang kusangka

Jakarta oh Jakarta
Si kaya bertambah gila dengan harta kekayaannya
Luka si miskin semakin menganga

Jakarta oh Jakarta
Terimalah suaraku dalam kebisinganmu
Kencang teriakku semakin menghilang

Jakarta oh Jakarta
Kau tampar siapa saja saudaraku yang lemah
Manjakan mereka yang hidup dalam kemewahan

Jakarta oh Jakarta
Angkuhmu buahkan tanya
Bisu dalam kekontrasannya

Jakarta oh Jakarta
Jakarta oh Jakarta
Jakarta oh Jakarta
Jakarta oh Jakarta
Jakarta oh Jakarta</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>KONTRASMU BISU </p>
<p>(Iwan Fals, Album Ethiopia, 1986)</p>
<p>Tinggi pohon tinggi berderet setia lindungi<br />
Hijau rumput hijau tersebar indah sekali<br />
Terasa damai kehidupan di kampungku<br />
Kokok ayam bangunkanku tidur setiap pagi</p>
<p>Tinggi gedung tinggi mewah angkuh bikin iri<br />
Gubuk-gubuk liar yang resah di pinggir kali<br />
Terlihat jelas kepincangan kota ini<br />
Tangis bocah lapar bangunkanku dari mimpi malam</p>
<p>Lihat dan dengarlah riuh lagu dalam pesta<br />
Di atas derita mereka masih bisa tertawa<br />
Memang kuakui kejamnya kota Jakarta<br />
Namun yang kusaksikan lebih parah dari yang kusangka</p>
<p>Jakarta oh Jakarta<br />
Si kaya bertambah gila dengan harta kekayaannya<br />
Luka si miskin semakin menganga</p>
<p>Jakarta oh Jakarta<br />
Terimalah suaraku dalam kebisinganmu<br />
Kencang teriakku semakin menghilang</p>
<p>Jakarta oh Jakarta<br />
Kau tampar siapa saja saudaraku yang lemah<br />
Manjakan mereka yang hidup dalam kemewahan</p>
<p>Jakarta oh Jakarta<br />
Angkuhmu buahkan tanya<br />
Bisu dalam kekontrasannya</p>
<p>Jakarta oh Jakarta<br />
Jakarta oh Jakarta<br />
Jakarta oh Jakarta<br />
Jakarta oh Jakarta<br />
Jakarta oh Jakarta</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Pustakawan</title>
		<link>http://rujak.org/2009/12/mari-kumpulkan-lirik-lagu-lagu-tentang-jakarta/comment-page-1/#comment-2538</link>
		<dc:creator>Pustakawan</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Dec 2010 03:50:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rujak.org/?p=1423#comment-2538</guid>
		<description>sendaljepit udah posting dua lagu Iwan Fals tentang Jakarta, dua lagu yang cocok banget menggambarkan tentang Jakarta.

saya mau nambahin beberapa lagu Iwan Fals yang menurut saya isinya tentang Jakarta.

1. Kontrasmu Bisu. 
2. Ujung Aspal Pondok Gede.
3. Kota II.
4. Pinggiran Kota Besar.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sendaljepit udah posting dua lagu Iwan Fals tentang Jakarta, dua lagu yang cocok banget menggambarkan tentang Jakarta.</p>
<p>saya mau nambahin beberapa lagu Iwan Fals yang menurut saya isinya tentang Jakarta.</p>
<p>1. Kontrasmu Bisu.<br />
2. Ujung Aspal Pondok Gede.<br />
3. Kota II.<br />
4. Pinggiran Kota Besar.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sendaljepit</title>
		<link>http://rujak.org/2009/12/mari-kumpulkan-lirik-lagu-lagu-tentang-jakarta/comment-page-1/#comment-1355</link>
		<dc:creator>sendaljepit</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Jan 2010 16:09:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rujak.org/?p=1423#comment-1355</guid>
		<description>Lagu-lagu Iwan Fals tentang Jakarta kayaknya selalu bernada pesimis ya? Kayak yang ini..

Lagu Dua (album Hijau - 1992)

Jakarta sudah habis
Musim kemarau api
Musim penghujan banjir

Jakarta tidak bersahabat
Api dan airnya bencana
Entah karena kebodohan kecerobohan
Atau keserakahan

Jakarta sudah habis
Diatasnya berdiri bangunan bangunan industri
Disekitar bangunan bangunan itu
Bangunin bangunin memproduksi belatung

Jakarta sudah habis
Warna tanahnya merah kecoklat coklatan
Mirip dengan darah
Mirip dengan api
Mirip dengan air mata

Tanah Jakarta sedang gelisah
Jangan lagi dibuat marah
Tanah Jakarta sedang gelisah
Jangan lagi dibuat marah

Jakarta sudah habis
Dijalan jalan marah ( Dijalan )
Dijalan marah marah
Dirumah rumah marah ( Dirumah )
Dirumah marah marah
Apa enaknya ?

Jakarta sudah habis
Empat puluh persen rakyatnya
Beli air dari PAM
Sisanya gali sendiri

Persoalannya gali pakai apa ?
Tentu saja gali pakai duit
Duitnya terbuat dari air mata asli

Jakarta sudah habis

Sebentar lagi kita akan menjual
Air mata kita sendiri
Karena air mata kita
Adalah air kehidupan

Jakarta sudah habis
Tetapi Indonesia bukan hanya Jakarta

Jakarta
Jakarta

Cuma enak buat cari duit
Nah kalau duit sudah punya
Hijrah saja
Hijrah saja
Hijrah saja
Hijrah saja

Tanah Jakarta sedang gelisah
Jangan lagi dibuat marah
Tanah Jakarta sedang gelisah
Jangan lagi dibuat marah

Jakarta
Jakarta
Jakarta
Hijrah saja

Jakarta sudah habis
Musim kemarau api
Musim penghujan banjir

Jakarta tidak bersahabat
Api dan airnya bencana
Entah karena kebodohan kecerobohan
Atau keserakahan

Jakarta sudah habis
Jakarta sudah habis</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Lagu-lagu Iwan Fals tentang Jakarta kayaknya selalu bernada pesimis ya? Kayak yang ini..</p>
<p>Lagu Dua (album Hijau &#8211; 1992)</p>
<p>Jakarta sudah habis<br />
Musim kemarau api<br />
Musim penghujan banjir</p>
<p>Jakarta tidak bersahabat<br />
Api dan airnya bencana<br />
Entah karena kebodohan kecerobohan<br />
Atau keserakahan</p>
<p>Jakarta sudah habis<br />
Diatasnya berdiri bangunan bangunan industri<br />
Disekitar bangunan bangunan itu<br />
Bangunin bangunin memproduksi belatung</p>
<p>Jakarta sudah habis<br />
Warna tanahnya merah kecoklat coklatan<br />
Mirip dengan darah<br />
Mirip dengan api<br />
Mirip dengan air mata</p>
<p>Tanah Jakarta sedang gelisah<br />
Jangan lagi dibuat marah<br />
Tanah Jakarta sedang gelisah<br />
Jangan lagi dibuat marah</p>
<p>Jakarta sudah habis<br />
Dijalan jalan marah ( Dijalan )<br />
Dijalan marah marah<br />
Dirumah rumah marah ( Dirumah )<br />
Dirumah marah marah<br />
Apa enaknya ?</p>
<p>Jakarta sudah habis<br />
Empat puluh persen rakyatnya<br />
Beli air dari PAM<br />
Sisanya gali sendiri</p>
<p>Persoalannya gali pakai apa ?<br />
Tentu saja gali pakai duit<br />
Duitnya terbuat dari air mata asli</p>
<p>Jakarta sudah habis</p>
<p>Sebentar lagi kita akan menjual<br />
Air mata kita sendiri<br />
Karena air mata kita<br />
Adalah air kehidupan</p>
<p>Jakarta sudah habis<br />
Tetapi Indonesia bukan hanya Jakarta</p>
<p>Jakarta<br />
Jakarta</p>
<p>Cuma enak buat cari duit<br />
Nah kalau duit sudah punya<br />
Hijrah saja<br />
Hijrah saja<br />
Hijrah saja<br />
Hijrah saja</p>
<p>Tanah Jakarta sedang gelisah<br />
Jangan lagi dibuat marah<br />
Tanah Jakarta sedang gelisah<br />
Jangan lagi dibuat marah</p>
<p>Jakarta<br />
Jakarta<br />
Jakarta<br />
Hijrah saja</p>
<p>Jakarta sudah habis<br />
Musim kemarau api<br />
Musim penghujan banjir</p>
<p>Jakarta tidak bersahabat<br />
Api dan airnya bencana<br />
Entah karena kebodohan kecerobohan<br />
Atau keserakahan</p>
<p>Jakarta sudah habis<br />
Jakarta sudah habis</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sendaljepit</title>
		<link>http://rujak.org/2009/12/mari-kumpulkan-lirik-lagu-lagu-tentang-jakarta/comment-page-1/#comment-1354</link>
		<dc:creator>sendaljepit</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Jan 2010 16:01:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rujak.org/?p=1423#comment-1354</guid>
		<description>Iwan Fals banyak sekali deh yang lagunya bertutur tentang Jakarta...

Berkacalah Jakarta

      Langkahmu cepat seperti terburu
      Berlomba dengan waktu
      Apa yang kau cari belumkah kau dapati
      Diangkuh gedung gedung tinggi

      Riuh pesta pora sahabat sejati
      Yang hampir selalu saja ada

      Isyaratkan enyahlah pribadi

      Lari kota Jakarta lupa kaki yang luka
      Mengejek langkah kura kura
      Ingin sesuatu tak ingat bebanmu
      Atau itu ulahmu kota

      Ramaikan mimpi indah penghuni

      Jangan kau paksakan untuk berlari
      Angkuhmu tak peduli
      Luka di kaki

      Jangan kau paksakan untuk tetap terus berlari
      Bila luka di kaki belum terobati
      Berkacalah Jakarta

      Lari kota Jakarta lupa kaki yang luka
      Mengejek langkah kura kura
      Ingin sesuatu tak ingat bebanmu
      Atau itu ulahmu kota

      Ramaikan mimpi indah penghuni

      Jangan kau paksakan untuk berlari
      Angkuhmu tak peduli
      Luka di kaki

      Jangan kau paksakan untuk tetap terus berlari
      Bila luka di kaki belum terobati
      Berkacalah Jakarta

Ada beberapa lagi (Googling saja lirik lengkapnya ya :)
- Sore Tugu Pancoran
- Ujung Aspal Pondok Gede
- Kontrasmu Bisu</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Iwan Fals banyak sekali deh yang lagunya bertutur tentang Jakarta&#8230;</p>
<p>Berkacalah Jakarta</p>
<p>      Langkahmu cepat seperti terburu<br />
      Berlomba dengan waktu<br />
      Apa yang kau cari belumkah kau dapati<br />
      Diangkuh gedung gedung tinggi</p>
<p>      Riuh pesta pora sahabat sejati<br />
      Yang hampir selalu saja ada</p>
<p>      Isyaratkan enyahlah pribadi</p>
<p>      Lari kota Jakarta lupa kaki yang luka<br />
      Mengejek langkah kura kura<br />
      Ingin sesuatu tak ingat bebanmu<br />
      Atau itu ulahmu kota</p>
<p>      Ramaikan mimpi indah penghuni</p>
<p>      Jangan kau paksakan untuk berlari<br />
      Angkuhmu tak peduli<br />
      Luka di kaki</p>
<p>      Jangan kau paksakan untuk tetap terus berlari<br />
      Bila luka di kaki belum terobati<br />
      Berkacalah Jakarta</p>
<p>      Lari kota Jakarta lupa kaki yang luka<br />
      Mengejek langkah kura kura<br />
      Ingin sesuatu tak ingat bebanmu<br />
      Atau itu ulahmu kota</p>
<p>      Ramaikan mimpi indah penghuni</p>
<p>      Jangan kau paksakan untuk berlari<br />
      Angkuhmu tak peduli<br />
      Luka di kaki</p>
<p>      Jangan kau paksakan untuk tetap terus berlari<br />
      Bila luka di kaki belum terobati<br />
      Berkacalah Jakarta</p>
<p>Ada beberapa lagi (Googling saja lirik lengkapnya ya <img src='http://rujak.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
- Sore Tugu Pancoran<br />
- Ujung Aspal Pondok Gede<br />
- Kontrasmu Bisu</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Elisa Sutanudjaja</title>
		<link>http://rujak.org/2009/12/mari-kumpulkan-lirik-lagu-lagu-tentang-jakarta/comment-page-1/#comment-1345</link>
		<dc:creator>Elisa Sutanudjaja</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Jan 2010 05:37:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rujak.org/?p=1423#comment-1345</guid>
		<description>Silakan, jika ada puisi menarik tentang Jakarta, sekalian mohon dibagi.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Silakan, jika ada puisi menarik tentang Jakarta, sekalian mohon dibagi.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

