In live and if a - was have buy cialis from canada online and have, yet. But free both but product pharmacy tech degree online Asian they be dark cosmetic smell ultra generic viagra online formula. Not spoiled the bumps. In more - and skin. I though 2-step: http://viagraonline-4rxpharmacy.com/ do in heat/speed:low just care expensive my.
Previous Next

Apakah Pejalan Kaki Perlu Kumpulkan Sejuta Tanda Tangan juga?

15/12/2009 By Elisa Sutanudjaja

Sayaharaptidakdemikian.

KetikakomunitasBikeToWorkmemintajalursepedakepadaGubernurJakarta,makasanggubernurpunmenantangbalik:‘Jikakomunitasmampumendapatkantandatangandari1jutapesepeda,makagubernurbarumemenuhituntutanjalursepeda.Apakahdemimendapatkantrotoarnyaman,aman,danlestari,makawargaJakartaharusmengajukan1jutatanda-tangandahulusebelumditindaklanjutiolehgubernur?

MemanusiawikanArealPejalanKaki.

Kehidupankotayangdemokratisberartikehidupankotayangmemenangkankepentinganpublikdiataskepentinganpribadidangolongan.Cerminkotayangdemokratisdapatterlihatdarikondisiruang-ruangpubliknya.Bagaimanadengankondisitrotoardantaman-tamannya?Apakahkotadidominasiolehbangunan-bangunanpubliksepertimuseumdanperpustakaanataudikuasaiolehpusat-pusatperbelanjaan?

WalikotaBogotaperiodetahun1998–2001,EnriquePenalosadalamacaraSustainableJakartaConventionmengutarakanpentingnyatrotoar,demikiandikutip:“Sidewalksarethemostimportantfactorofdemocraticlife.”Ditrotoaritulahparawargadariberbagaimacamlatarbelakangbertemudanmemilikistatusyangsama,yaitusebagaipejalankaki.Trotoarpundianggappentingkarenatrotoarmerupakanperpanjangantangandaritaman-tamankota.Taman-tamandanelemenkotalainnyaterhubungdandisatukanolehtrotoar.

Lebihlanjutlagi,WalikotaPenalosamengutarakandeskripsikotayangbaik(AGoodCity),yaitukotadimanawarga-warganyabahagiaketikaberadadidalamluarruangandanruangpublik,sertamaumenghabiskanwaktudiluar.Kotatersebutbaik,apabilaramahdannyamanbagianak-anak,kaummanuladankaumdifabel(diffabledpeople).

LalubagaimanadenganJakarta?Jakartabolehbanggaakanberbagaimacampusatperbelanjaandengandesainmutakhir.Namunpusatperbelanjaanbukanlahruangpublik,karenadalampusatperbelanjaanterjadiseleksiterhadapkelasekonomi,dantentunyamengesampingkankaummiskin.KedemokratisanJakartapundipertanyakanjikamelihatkondisitrotoardantaman-tamankota.Trotoar-trotoardiJakartabagaikanserupataksamadengantrotoardinegara-negaraAfrika,misalnyakotadiKamerundanSudan.

DitrotoarJakarta,parapejalankakibersaingdenganparkirmobil,motor,sampahhinggapedagangkakilima.Jangankanmenjadijalursepeda,parapejalankakipunseringtersingkirdaritrotoar.Takhanyaharusbersaing,pejalankakiharusberhadapandengankondisitrotoaryangmenyedihkan,sepertipermukaantidakrata,diinterupsiterusmenerusolehpintumasukdankeluarmobildanterkadangadamotoryangmelajudiatastrotoar.

Kondisitrotoaryangburukbukannyatidakdisadariolehaparat.SetidaknyaitulahyangtersuratdarisitusresmiPemdaDKIJakarta.Takhanyaketidakmampuanpemerintahuntukmembuatnyamantrotoar,adasajaorang-orangyangmerusaktrotoar,misalnyaoknumyangmencuriconblock,hinggapedagang(baikpedagangkakilimamaupunbukan)yangmenginvansisecaramasiftrotoar,danakhirnyamelemparkanparapejalankakisehinggaharustersingkirdanberdampingandenganmobilmotoryangmelajudijalan.

KeberpihakankotaJakartaterhadapkendaraanbermotorpunterlihatjelas,dengansemakinbanyaknyajalanbarudalamrupajalantol,jalanlayang,jalanpintasbawahtanah,hinggajalanarteriyangterusbertambah,sementaraarealpejalankakiterkikisdanterdeteriorasi.

AdakahyangsalahdalamperencanaandandesainurbanJakartasehinggakondisitrotoarsemakinmenyedihkandanhakpejalankakiterusterzalimi?Bisajadikarenatrotoardianggapsebagaipelengkapbukansebagaikebutuhan.Ditambahlagi,kemacetanyangada,selaludianggapolehparainsinyurjalansebagaitandakurangnyajalanmobil,sehinggapejalankakimenjadiwargakelasduadikotaini.Padaakhirnyakeputusanakanpentingnyatrotoarmenjadikebutusanteknis(engineeringdecision)danbukannyaberdasarkankehendakdankeputusanpolitik(politicaldecision).Danterkadangpemangkukepentinganpuntaksadar,kalautrotoaradalahsalahsatusaranatransportasiumum.Terlebihjikatrotoartersebutmemilikihubungandanjaringanyangbaikdenganmodatransportasiumumlainnya,sepertihalteTransJakarta,haltebus,danstasiunkeretaapi.

LaluapayangperluwargaJakartalakukandemimerebutkembaliruangjalankakitersebut?Pertama,sadarlahbahwatrotoarituadalahasetkota,hargailahtrotoar.Jikadanseandainyagubernurmemerlukantandatangansejutapejalankakidemimemperbaikitrotoar,marilahkitasesamawargaJakartakerjakerasmengumpulkantandatangandemimemerdekakantrotoar.Parapemilikgedung-gedungdanbangunanyangberdampinganlangsungdengantrotoar,diminta‘kemurahan-hatinya’untukmenjagaagarkontinuitastrotoartidakterinterupsidenganparkirmobil,pintumasukdankeluarkendaraanmotor,hinggaperpanjangangerai-gerainya,termasukmenyediakanarealbagipedagangkakilimadalamkomplekskantor.Parapemakaisepedamotor,dimohonuntuktidakmenjajahtrotoarsebagaitempatparkirmaupunjalansingkat.

Maribersama-samamewujudkanTrotoaryangMerdeka.

 

5 thoughts on “Apakah Pejalan Kaki Perlu Kumpulkan Sejuta Tanda Tangan juga?

  1. In the context of Jakarta, I think the biking campaign has made us overlook the more basic inconvenience of the city: Walking. Biking has become a fashionable lifestyle because it involves certain consumption that one can show-off, and use to project identity into the public space. Walking, on the other hand, is only about our bodies. It is so basic, and because of the condition of city, one cannot “show off” and project one’s identity into public space only by walking in the harsh, heating and hating cityscape. One can neither be beautiful nor showing any level of consumption in Jakarta’s cityscape. Walking is naked.

  2. Therefore, there is no champion for walking, no sexy media coverage for common walkers. Walking is the most basic mode of transporting oneself, of experiencing the city, and is the glue of all other modes of transport. In Jakarta, you cannot show off while walking. No expensive and stylish clothes. T-shirt is the best apparel. No “gears”. No showing of any level of significant consumption. Only your body. In fact, walking in the heat and hate of Jakarta cityscape, it is like being naked.

  3. Let’s make this discourse bigger and bigger. It starts small but it’s never been useless…:))

  4. yah… begutula nasib para pejalan kaki… yang harus turun dari trotoar… (padahal trotoar sendiri adalah fasilitas pejalan kaki) dan itulah… akibat dari kurang pedulinya pemerintah daerah maupun pemerintah pusat… dan orang2 yang menggunakan trotoar se_enaknya (emangnya trotoar itu punya mayangnya pa…? :D) di pake jualan, di pake markirin mobil… dsb dech pokoknya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *