News

M. Farhan dan Kanal Banjir Timur

by Marco Kusumawijaya, 02.02.2010

Farhan di Kanal Banjir Timur bersama rujak, 13 Januari 2010

Farhan di Kanal Banjir Timur bersama rujak, 13 Januari 2010

M. Farhan, tuan rumah (host) acara Tatap Muka di TV One, kunjungi Kanal Banjir Timur bersama editor Rujak pada tanggal 13 Januari 2010. Kunjungan ini ditayangkan pada hari Minggu tanggal 16 Januari 2010.

Kanal Banjir Timur, yang kini secara salah kaprah disebut sebagai Banjir Kanal Timur (BKT karena mengikuti sebutan lama menurut tata-bahasa Belanda, memotong lima aliran air di bagian timur Jakarta. Air dari lima aliran ini, sebelum masuk ke pusat Jakarta, dialirkan oleh kanal tersebut langsung ke laut. Ia diperkirakan akan kurangi banjir sebesar 35 % di kawasan timur, bagian utara Jakarta. Tentu saja angka ini akan berubah-ubah tergantung pada rob, naiknya permukaan air laut karena perubahan iklim, dan tutupan hutan di daerah hulu maupun sepanjang kanal.

Kanal sudah menembus ke laut, tetapi pembangunan tepian (embankment)nya masih jauh dari selesai. Dan, masih banyak tersisa pertanyaan: Bagaimana penataan ruang di sepanjang kanal? Apakah akan jadi ruang publik atau diserahkan kepada swasta? Bagaimana perubahan guna-lahan sepanjang kanal akan direncanakan atau dibiarkan tidak terkendali, diserahkan kepada pasar? Apakah akan dimanfaatkan untuk mengisi kekurangan Kota Jakarta sekarang, seperti ruang terbuka hijau dan biru yang asri untuk kesehatan penduduk? Atau malah nantinya akan tidak terurus dan kotor lagi?

Bagaimana wujudnya dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Jakarta 2010-2030 yang sedang disusun?

Bagaimana menurut Anda? Sampaikan pandangan Anda untuk Rencana Tata Ruang Jakarta 2010-2030. Klik di sini.

Kanal Banjir Timur, Jakarta, 13 Januari 2010

Kanal Banjir Timur, Jakarta, 13 Januari 2010


Topics: , , , | Agent of Change: none

6 Responses to “M. Farhan dan Kanal Banjir Timur”

  1. shanty says:

    Buatkan pedestrian dan jalur sepeda sepanjang sisi kanal banjir timur. Membawa penduduk dari timur ke pusat kota.

    1. Marco Kusumawijaya says:

      Setuju! Bagaimana dengan bangunan/fungsi sepanjang jalur sepeda?

  2. taufik says:

    Jalur sepeda bagus,namun jg jangan dilupakan penataan estetika-nya.Seringkali kita lupa atau memang sengaja lupa untuk memperindah sisi sungai.Banyak kota2x yg sisi sungai ditata dengan baik dan indah sehingga nyaman bagi mata dan hati. Jd jangan sekedar turap beton atau warna abu2x lainnya yg mendominasi KBT ini.
    Fungsi bangunan sepanjang jalur sepeda harus ditata ulang,disosialisikan dan diawasi penggunaannya, untuk yg melanggar ya harus dihukum sesuai peraturan; as simple as that! Tetapi di lapangan,seringkali fakta berbicara lain. Untuk masalah fungsi sepertinya sudah banyak S2 atau S3 yg lebih kompeten mengenai hal ini.Namun kita sbg warga jg harus mampu mengoreksi apabila ada rencana fungsi atau lainnya yg keluar dari akal sehat.

    Salam,
    Taufik

  3. Agus Mulia says:

    Bgmn jika diatas BKT dibuat rumah susun murah.Pasti banyak warga kurang mampu tertampung dgn jarak ketempat kerja dekat ( murah )+ mengurangi macet

  4. bagaimana kalo disepanjang KBT didibuat menjadi jalur transportasi sejenis trem. untuk dapat mengangkut pekerja dari arah timur menuju ke pusat sementara sisi dalamnya dibuat jalur hijau dengan track untuk sepeda sehingga dapat mengurangi beban jalan casablanca.

  5. sixninthson says:

    Kalau melihat rencananya kbt ini sangat multi fundsi yah…mulai dari yg utama menjadi penampung aliran air sungai di daerah timur jakarta hingga alternatif transportasi (sepeda or air).
    Khusus berbicara transportasi air…dan kalau melihat jembatan2 yg dibangun hanya berbentuk flat dan fix, maka rencana ini akan jauh panggang dari api :( ….., bagaimana perahu mau lewat bila saat volume air sudah tinggi??
    (jadi saya walaupun berharap kbt ini bisa jadi sarana transportasi alternatif namun sangat pesimis itu akan terwujud dalam bahkan 20 tahun kedepan).
    idea dibuatkan jalur hijau di kiri kana sungai ini akan jauh lebih baik dan ditengahnya bisa didesign jalur buat sepeda maupun motor yang nantinya bisa membagi beban kepadatan jalan dari bekasi menuju jakart (utara/timur) misalnya.

    sangat ideal kalo pemerintah dan swasta mengelola lahan2 ini agar bisa menjadi salah satu parawisata baru dari jakarta.

    salam,
    sixninthson

Leave a Reply