<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Why do we need to redo Jakarta 2010-2030 Spatial Masterplan through a participatory process?</title>
	<atom:link href="http://rujak.org/2010/02/why-do-we-need-to-redo-jakarta-2010-2030-spatial-masterplan-through-a-participatory-process/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rujak.org/2010/02/why-do-we-need-to-redo-jakarta-2010-2030-spatial-masterplan-through-a-participatory-process/</link>
	<description>For a Better Jakarta. Everyone is Invited.</description>
	<lastBuildDate>Tue, 15 May 2012 12:24:42 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
	<item>
		<title>By: kamil</title>
		<link>http://rujak.org/2010/02/why-do-we-need-to-redo-jakarta-2010-2030-spatial-masterplan-through-a-participatory-process/comment-page-1/#comment-2576</link>
		<dc:creator>kamil</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Dec 2010 06:55:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rujak.org/?p=1570#comment-2576</guid>
		<description>Hi Marco dan Elisa, saya setuju sepenuh hati dengan tulisan kalian. Hanya sedikit komentar: mengenai pengimplementasian partisipasi &quot;publik&quot;. Mungkin bisa lebih diuraikan bagaimana bentuk &quot;publik&quot; yg kalian maksud disini? Untuk sekedar berbagi ide saja, soalnya sering kali juga kekurangan dari proses yg ditulis diatas itu ada dalam masalah teknis dan praktis: pengakomodasian suara publik, penataan demografi, dsb.

Oh ya satu lagi, saya agak terceletuk ketika membaca bagian empat kota yg baru menyelesaikan masterplannya, terutama kota Melbourne. Mungkin memang bisa dibilang &quot;agak&quot; lebih baik dibanding Jakarta, tapi by large, essentially ini masih sama saja: di atur dan dimainkan oleh developer, bisnis besar, dll. Contoh paling terakhir adalah pembengkakan lahan Urban Growth Boundary, yg telah dikritik sangat tajam oleh para ahlinya. Ini pernah di diskusikan dalam forum terbuka (dan participatory), dan sempat kami rekam (bila tertarik, saya akan beri linknya). Sebenarnya, saya pribadi agak ragu juga dengan masterplan kota2 besar lainnya seperti New York, London, dan Sydney karena biasanya tekanan dari corporations and big money itu lebih kuat daripada, yaa, rakyat biasa. Tapi mudah2an saya salah (harus baca lagi dulu hehe).</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hi Marco dan Elisa, saya setuju sepenuh hati dengan tulisan kalian. Hanya sedikit komentar: mengenai pengimplementasian partisipasi &#8220;publik&#8221;. Mungkin bisa lebih diuraikan bagaimana bentuk &#8220;publik&#8221; yg kalian maksud disini? Untuk sekedar berbagi ide saja, soalnya sering kali juga kekurangan dari proses yg ditulis diatas itu ada dalam masalah teknis dan praktis: pengakomodasian suara publik, penataan demografi, dsb.</p>
<p>Oh ya satu lagi, saya agak terceletuk ketika membaca bagian empat kota yg baru menyelesaikan masterplannya, terutama kota Melbourne. Mungkin memang bisa dibilang &#8220;agak&#8221; lebih baik dibanding Jakarta, tapi by large, essentially ini masih sama saja: di atur dan dimainkan oleh developer, bisnis besar, dll. Contoh paling terakhir adalah pembengkakan lahan Urban Growth Boundary, yg telah dikritik sangat tajam oleh para ahlinya. Ini pernah di diskusikan dalam forum terbuka (dan participatory), dan sempat kami rekam (bila tertarik, saya akan beri linknya). Sebenarnya, saya pribadi agak ragu juga dengan masterplan kota2 besar lainnya seperti New York, London, dan Sydney karena biasanya tekanan dari corporations and big money itu lebih kuat daripada, yaa, rakyat biasa. Tapi mudah2an saya salah (harus baca lagi dulu hehe).</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Dwi IStianto</title>
		<link>http://rujak.org/2010/02/why-do-we-need-to-redo-jakarta-2010-2030-spatial-masterplan-through-a-participatory-process/comment-page-1/#comment-1536</link>
		<dc:creator>Dwi IStianto</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Feb 2010 04:41:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rujak.org/?p=1570#comment-1536</guid>
		<description>Partisipasi yang dilakukan Bappeda dalam membuat Jakarta 2010-2030 Spatial Masterplan hanya bersifat artifiasial atau hanya kepura-puraan saja. tidak menyentuh secara esensi dimana masyarakat dapat memberikan apa yang mereka punya &quot;know how&quot;. Dalam pengertian Hall..collaborative planning sangat diperlukan dalam menjawab tantangan pembangunan kota abad 21 yang sangat berat terutama dalam konteks lingkungan dan ekonomi yang semakin absurd. Mestinya DKI sudah harus menjawab kebutuhan itu di tahun 2030 bukan mengulangi kesalahan dengan bentuk-bentuk formalitas yang membelenggu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Partisipasi yang dilakukan Bappeda dalam membuat Jakarta 2010-2030 Spatial Masterplan hanya bersifat artifiasial atau hanya kepura-puraan saja. tidak menyentuh secara esensi dimana masyarakat dapat memberikan apa yang mereka punya &#8220;know how&#8221;. Dalam pengertian Hall..collaborative planning sangat diperlukan dalam menjawab tantangan pembangunan kota abad 21 yang sangat berat terutama dalam konteks lingkungan dan ekonomi yang semakin absurd. Mestinya DKI sudah harus menjawab kebutuhan itu di tahun 2030 bukan mengulangi kesalahan dengan bentuk-bentuk formalitas yang membelenggu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: muhammad yani hayani</title>
		<link>http://rujak.org/2010/02/why-do-we-need-to-redo-jakarta-2010-2030-spatial-masterplan-through-a-participatory-process/comment-page-1/#comment-1449</link>
		<dc:creator>muhammad yani hayani</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Feb 2010 10:40:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rujak.org/?p=1570#comment-1449</guid>
		<description>Mantap Mas Marco &amp; mbak elisa, saya musti update trus ke rujak.org dan semoga kehadiran rujak.org bisa membawa hawa segar untuk perubahan Jakarta yang semakin semrawutdan kota2 lainnya, MIMPI dan USAHA kita pula lah yang akan membawa perubahan itu...SEMANGAT!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mantap Mas Marco &amp; mbak elisa, saya musti update trus ke rujak.org dan semoga kehadiran rujak.org bisa membawa hawa segar untuk perubahan Jakarta yang semakin semrawutdan kota2 lainnya, MIMPI dan USAHA kita pula lah yang akan membawa perubahan itu&#8230;SEMANGAT!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: joe Fernandez</title>
		<link>http://rujak.org/2010/02/why-do-we-need-to-redo-jakarta-2010-2030-spatial-masterplan-through-a-participatory-process/comment-page-1/#comment-1446</link>
		<dc:creator>joe Fernandez</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Feb 2010 05:33:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rujak.org/?p=1570#comment-1446</guid>
		<description>Bukan soal 28% bukan pula 60,8% seperti kemenangan SBY PILPRES 2009, tetapi yang lebih penting &quot;voicing of the voiceless&quot;. Saatnya rakyat bicara bukan sekedar lewat &quot;wakil rakyat&quot;. Mari kita yang SADAR akan WARISAN JAKARTA yang MULAI hancur harus berani unjuk kepedulian. Mengapa Kasus Prita Mulyasari jadi IKON? karena semua mau peduli. Kalo &quot;RUJAK&quot; bisa memobilisasi Netter yang tercecer di JAKARTA dan INDONESIA tapi cinta Ibukotanya, maka akan ada yang BERARTI untuk saat ini dan nanti. KAMI TUNGGU.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bukan soal 28% bukan pula 60,8% seperti kemenangan SBY PILPRES 2009, tetapi yang lebih penting &#8220;voicing of the voiceless&#8221;. Saatnya rakyat bicara bukan sekedar lewat &#8220;wakil rakyat&#8221;. Mari kita yang SADAR akan WARISAN JAKARTA yang MULAI hancur harus berani unjuk kepedulian. Mengapa Kasus Prita Mulyasari jadi IKON? karena semua mau peduli. Kalo &#8220;RUJAK&#8221; bisa memobilisasi Netter yang tercecer di JAKARTA dan INDONESIA tapi cinta Ibukotanya, maka akan ada yang BERARTI untuk saat ini dan nanti. KAMI TUNGGU.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Marco Kusumawijaya</title>
		<link>http://rujak.org/2010/02/why-do-we-need-to-redo-jakarta-2010-2030-spatial-masterplan-through-a-participatory-process/comment-page-1/#comment-1441</link>
		<dc:creator>Marco Kusumawijaya</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 13:23:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rujak.org/?p=1570#comment-1441</guid>
		<description>Ide menarik, Bung Joe Fernandez. Yang melek internet di Jakarta 28 %. Apa itu cukup representatif?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ide menarik, Bung Joe Fernandez. Yang melek internet di Jakarta 28 %. Apa itu cukup representatif?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: joe Fernandez</title>
		<link>http://rujak.org/2010/02/why-do-we-need-to-redo-jakarta-2010-2030-spatial-masterplan-through-a-participatory-process/comment-page-1/#comment-1440</link>
		<dc:creator>joe Fernandez</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 12:29:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rujak.org/?p=1570#comment-1440</guid>
		<description>Saya kira Participatory planning in Jakarta Spatial Masterplan 2010-2030 menjadi suatu  KEHARUSAN. Mengapa? karena kita akan mewariskan Jakarta kepada generasi berikut dengan &quot;peninggalan&quot; kota yang nyaris hancur dalam pengelolaan tata ruang. Mungkin perlu suatu proses Musrenbang via cyberspace daripada Musrenbang yang selama ini masih bersifat ritual dan formalitas. RUJAK bisa merintis pola MUSRENBANG kota yang tematik tentang Tata Kota, seperti apa yang dilakukan masyarakat di PORTO ALEGRE, Brazil. Mungkin ini usulan kecil tapi bila semua kita yang melek internet bisa membuat proses MUSRENBANG dunia Maya maka akan banyak manfaatnya untuk masa depan JAKARTA melalui perencanaan komprehensif 2010-2030. Salam bung Marco</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya kira Participatory planning in Jakarta Spatial Masterplan 2010-2030 menjadi suatu  KEHARUSAN. Mengapa? karena kita akan mewariskan Jakarta kepada generasi berikut dengan &#8220;peninggalan&#8221; kota yang nyaris hancur dalam pengelolaan tata ruang. Mungkin perlu suatu proses Musrenbang via cyberspace daripada Musrenbang yang selama ini masih bersifat ritual dan formalitas. RUJAK bisa merintis pola MUSRENBANG kota yang tematik tentang Tata Kota, seperti apa yang dilakukan masyarakat di PORTO ALEGRE, Brazil. Mungkin ini usulan kecil tapi bila semua kita yang melek internet bisa membuat proses MUSRENBANG dunia Maya maka akan banyak manfaatnya untuk masa depan JAKARTA melalui perencanaan komprehensif 2010-2030. Salam bung Marco</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Adjie</title>
		<link>http://rujak.org/2010/02/why-do-we-need-to-redo-jakarta-2010-2030-spatial-masterplan-through-a-participatory-process/comment-page-1/#comment-1429</link>
		<dc:creator>Adjie</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Feb 2010 15:47:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rujak.org/?p=1570#comment-1429</guid>
		<description>Jika para pembaca RUJAK belum memiliki account LinkedIn, berikut saya share slidenya di http://www.slideshare.net/secret/4y8izbGWpMoxIp</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jika para pembaca RUJAK belum memiliki account LinkedIn, berikut saya share slidenya di <a href="http://www.slideshare.net/secret/4y8izbGWpMoxIp" rel="nofollow">http://www.slideshare.net/secret/4y8izbGWpMoxIp</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Adjie</title>
		<link>http://rujak.org/2010/02/why-do-we-need-to-redo-jakarta-2010-2030-spatial-masterplan-through-a-participatory-process/comment-page-1/#comment-1428</link>
		<dc:creator>Adjie</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Feb 2010 15:45:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rujak.org/?p=1570#comment-1428</guid>
		<description>You&#039;re welcome, bung Marco. Kebetulan participants yang mengikuti event tsb mendapat link via LinkedIn. Berikut saya attach URL-nya.
http://www.linkedin.com/groupAnswers?viewQuestionAndAnswers=&amp;discussionID=10729523&amp;gid=2395843&amp;commentID=10702734&amp;goback=.anh_2395843&amp;trk=NUS_DISC_Q-subject#commentID_10702734</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>You&#8217;re welcome, bung Marco. Kebetulan participants yang mengikuti event tsb mendapat link via LinkedIn. Berikut saya attach URL-nya.<br />
<a href="http://www.linkedin.com/groupAnswers?viewQuestionAndAnswers=&#038;discussionID=10729523&#038;gid=2395843&#038;commentID=10702734&#038;goback=.anh_2395843&#038;trk=NUS_DISC_Q-subject#commentID_10702734" rel="nofollow">http://www.linkedin.com/groupAnswers?viewQuestionAndAnswers=&#038;discussionID=10729523&#038;gid=2395843&#038;commentID=10702734&#038;goback=.anh_2395843&#038;trk=NUS_DISC_Q-subject#commentID_10702734</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Marco Kusumawijaya</title>
		<link>http://rujak.org/2010/02/why-do-we-need-to-redo-jakarta-2010-2030-spatial-masterplan-through-a-participatory-process/comment-page-1/#comment-1416</link>
		<dc:creator>Marco Kusumawijaya</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Feb 2010 17:07:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rujak.org/?p=1570#comment-1416</guid>
		<description>Bung Adjie, Terima kasih referensinya. Adakah link ke bahan-bahan tentang presentasi Amsmstrong dan perencanaan Kota Portland.
Berterima kasih sekali bila Anda bisa membantu menyampaikannya di sini. Terima kasih. Salam hangat, Marco Kusumawijaya, editor rujak.org</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bung Adjie, Terima kasih referensinya. Adakah link ke bahan-bahan tentang presentasi Amsmstrong dan perencanaan Kota Portland.<br />
Berterima kasih sekali bila Anda bisa membantu menyampaikannya di sini. Terima kasih. Salam hangat, Marco Kusumawijaya, editor rujak.org</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Adjie</title>
		<link>http://rujak.org/2010/02/why-do-we-need-to-redo-jakarta-2010-2030-spatial-masterplan-through-a-participatory-process/comment-page-1/#comment-1412</link>
		<dc:creator>Adjie</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Feb 2010 09:49:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rujak.org/?p=1570#comment-1412</guid>
		<description>Saya jadi teringat presentasi Michael Armstrong, Director of City Planning kota Portland di Global Urban Summit 2009 mengenai bagaimana kota itu mengedepankan konsep partisipasi dalam proses perencanaan ruangnya. 

Satu poin menarik dari presentasinya adalah memang proses ini memakan waktu yang cukup lama tapi setidaknya seiring dengan berjalannya waktu, kualitas hidup warga kota Portland semakin meningkat. Banyak pula warga Portland yang dulu tinggal di kota lain akhirnya memutuskan kembali ke kota tercinta mereka.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya jadi teringat presentasi Michael Armstrong, Director of City Planning kota Portland di Global Urban Summit 2009 mengenai bagaimana kota itu mengedepankan konsep partisipasi dalam proses perencanaan ruangnya. </p>
<p>Satu poin menarik dari presentasinya adalah memang proses ini memakan waktu yang cukup lama tapi setidaknya seiring dengan berjalannya waktu, kualitas hidup warga kota Portland semakin meningkat. Banyak pula warga Portland yang dulu tinggal di kota lain akhirnya memutuskan kembali ke kota tercinta mereka.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

