Arts & Culture, Events

Healthy Movement in Architecture

by Marco Kusumawijaya, 15.04.2010

Sebagai negara tropis, indonesia mempunyai salah satu sumber daya alam yang berlimpah. Sumber daya alam tersebut adalah kayu. Keberagaman sumber daya alam yang ada di Indonesia seharusnya membuat kita menjadi kreatif tetapi juga tepat dan tajam dalam mengeksplorasinya.

Jika kita menilik arsitektur etnik yang ada di Indonesia maka jelas terlihat bahwa kekreatifitasan dan kekritisan tersebut telah ada pada mereka. Masyarakat yang masih membangun arsitektur etnik ini lebih jujur dan peka dalam menanggapi apa yang terjadi d sekitar mereka. Oleh karena itu apa pun teknologi yang mereka kembangkan selalu berkesinambungan (sustainable).

Kayu karet sejak tahun 70-an telah dikenal dan digunakan sebagai bahan baku berbagai industri, salah satunya adalah industri furniture. Kayu karet tergolong kayu kelas II setara dengan kayu hutan alam seperti kayu ramin, perupuk, akasia, mahoni, pinus, meranti, durian, ketapang, keruing, sungkai, gerunggang, dan nyatoh. Walau mempunyai potensi positif, Kayu Karet masih belum dimanfaatkan dan dikenal secara optimal dan meluas terutama dalam ranah arsitektur.

Melalui kegiatan ini kami ingin mencapai dan menggapai kedua hal tersebut. Kami ingin mencoba memperlihatkan potensi lain dari kayu karet melalui eksplorasi desain arsitektur. Dengan potensinya tersebut kami merasa kayu karet dapat juga menjadi komponen inti arsitektur yang berestetika baik.

Kerjasama peyelenggara :
- Pacific Place Mall
- Movement Architecture
- Archicentrum (www.archicentrum.com)

ACARA :

1. Instalasi Arsitektur untuk Hari Bumi 2010 @ Pacific Place
Arsitek : Adi Purnomo
Judul: Menanti Reinkarnasi Bumi
Tgl : 19 April-30 Mei 2010

Bumi memang sepertinya harus dilahirkan kembali. Dilahirkan dari kesadaran bersama umat manusia yang meninggalinya untuk kembali merawatnya. Merajut lembaran baru dari jejak sejarah yang telah merusaknya. Walau mungkin kesadaran itu sedikit terlambat dan jejak kerusakan akan tertanggungkan anak cucu.

Kayu karet yang merupakan kayu perkebunan adalah material yang tepat untuk instalasi ini karena menunjukkan upaya alternatif terhadap ketergantungan pada kayu hutan.

Gagasan kelahiran kembali membawa pada bentuk telur sebagai sumber kelahiran. Bentuk telur akhirnya dibiarkan lebih abstrak untuk diterjemahkan sebagai sarang, kepompong atau tempat berlindung. Tekstur yang terbentuk dari potongan-potongan modular kayu karet ini juga diharapkan memberi suatu rasa dalam spektrum yang luas.

Instalasi ini sama sekali tidak akan menjawab penantian itu. Mungkin hanya hendak sedikit mengusik. Masih selalu ada harapan yang tersisa. Untuk melakukan sesuatu. Untuk menjalani sesuatu lagi dengan kebaruan.

2. Instalasi Arsitektur untuk Hari Bumi 2010 @ Pacific Place
Arsitek : Eko Prawoto
Tgl : 19 April-30 Mei 2010

3. EXHIBITION
“Indonesian Architecture : Towards A Better Environment”
Tempat : Mall Pacific Place
Waktu : 10 April – 10 Mei 2010

Pameran Hasil Karya Arsitek
Menampilkan karya-karya 40 Arsitek ternama Indonesia & berisi panel foto serta gambar yang menjelaskan karya arsitektur yang
mengacu pada konsep ‘Green and Sustainable’. Pameran yang disertai
maket ini, diharapkan dapat membantu publik untuk lebih memahami karya
tersebut.

Acara terbuka untuk umum…….


Topics: , , | Agent of Change: none

Leave a Reply