Previous Next

Ruang untuk Budaya Rakyat

01/07/2010 By admin

Oleh Jo Santoso: Pertama adalah bahwa budaya hanya bisa berkembang, atau dikembangkan kalau “Lebensraum” yang diperlukannya tersedia.
Tidak ada budaya bisa berkembang tanpa keterikatan pada tempat atau teritori/ruang dalam arti fisik. Proses perkembangan budaya terjadi di
sebuah tempat dan dilakukan secara bersama oleh sejumlah kelompok masyarakat.
Jadi kalau kita bicara tentang budaya urban yang tradisional, yang non-feodal, maka selama ini kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta tidak pernah memberikan tempat yang memungkinkan perkembangan semacam itu bisa berlangsungi. Memang kita tidak seburuk  Singapura yang membabat habis perkampungan tradisional mereka, dan sekarang secara budaya mati suri, tetapi kitapun tidak pernah secara sadar memberikan ruang bagi munculnya sebuah budaya urban yang berbasis pada pola kehidupan masyarakat kita. Budaya kota yang unggul baru bisa (suatu hari) muncul kalau kita juga menyediakan ruang hidup bagi budaya urban untuk semua lapisan masyarakat, terutama untuk rakyat biasa. Karena kalau budaya rakyatnya tidak bisa berkembang, karena digusur habis seperti di Singapura, sekolah tinggi seni sebanyak apapun tidak bisa menggantikan. Kalau tidak ada budaya rakyat, budaya tinggipun tidak bisa muncul.
Lihat juga Ruang Khalayak dan Kebudayaan serta City Life, from Jakarta to Dakar dan Jakarta Utara

 

4 thoughts on “Ruang untuk Budaya Rakyat

  1. selamat siang, saya mahasiswa arsitektur yang tertarik sekali dengan permasalahan ini dan mempunyai keinginan untuk mengangkat masalah ini ke tugas akhir saya.

    namun, permasalahan yang saya hadapi, saya belum menemukan refrensi-refrensi yang tepat untuk menguatkan argumentasi tentang “budaya membutuhkan suatu tempat untuk berkembang” dan argumentasi tentang “kalau kita bicara tentang budaya urban yang tradisional, yang non-feodal, maka selama ini kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta tidak pernah memberikan tempat yang memungkinkan perkembangan semacam itu bisa berlangsung”.

    apakah saya bisa mendapatkan refrensi-refrensi yang dapat menguatkan argumen-argumen diatas? baik berupa buku atau jurnal-jurnal atau referensi lainnya?

    terima kasih atas perhatian dan bantuannya..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *