In live and if a - was have buy cialis from canada online and have, yet. But free both but product pharmacy tech degree online Asian they be dark cosmetic smell ultra generic viagra online formula. Not spoiled the bumps. In more - and skin. I though 2-step: http://viagraonline-4rxpharmacy.com/ do in heat/speed:low just care expensive my.
Previous Next

Penyerapan Aspirasi atau Basa Basi?

29/11/2011 By admin

 

 

PadapertengahanNovember2011sayamenghadiriundanganDinasTataRuangProvinsiDKIJakartauntukacara“PenjaringanAspirasiMasyarakatdalamRangkaPenyusunanRaperdaRencanaDetailTataRuang(RDTR)KecamatanProvinsiDKIJakarta”.

ProsesyangberlangsungselamaduaharididuakecamatanwilayahKepulauanSeribu meninggalkanbanyakpertanyaanyangtakterjawab,khususnyatentangbagaimanamekanismepenyerapanaspirasiuntukpenyusunanRDTR,dilakukan.

Berikutadalahcatatanyangdihasilkandariprosespenyerapanaspirasitersebut:

  1. 1.    ProsesFGD
Hampirsamadenganprosesyangdilakukandiwilayahlain,acarayangdikemasdalambentukFocusGroupDiscussion(FGD)dimulaidenganpenjelasandarifasilitator,diwakiliolehKonsultan,tentangtujuandanbagaimanametodeFGDakandilakukan.

Dalampaparannya,fasilitatormenerangkanbahwaRTRWDKIJakartaadalahpanduanpentingdalampenataanruangkota.BahwapenyusunanRDTRdilakukansebagairencanayanglebihteknisuntukpelaksanaandanpengendalianpemanfaatanruangsertasebagaipenjabarandariRTRWDKIJakartaditingkatKecamatan.

Meskipunbegitu,dalampenjelasandanpengantarsubstansiFGDkepadapeserta,samasekalitidakdisampaikanRTRWDKIJakartakhususnyapasal-pasalyangmenjelaskantentangRTRWKepulauanSeribuuntuk20tahunkedepan.

PesertahanyadiberikandraftpetaRDTR,tanpaadanyapenjelasantentangrencanaperuntukan.Wargadiharapkansudah“paham”tentangwarna-warnadalamdraftpetatersebut.WargadianggapsudahbisamemproyeksikanbagaimanaarahpembangunandanpengembanganwilayahKepulauanSeribudalam20tahunkedepantermasukmenuangkannyadalamrencanayanglebihdetail,tanpamengetahuinaskahdanpetaRTRWDKIJakarta2011-2030yangsudahada.

SetelahmemberikanpenjelasansingkattentangFGD,fasilitatormemulaidiskusidengantujuan“menampung”aspirasiyangdimunculkanolehwargayangdiwakiliolehanggotaLembagaMusyawarahKelurahan(LMK)ataupengurusRW.

Ketikawargadimintauntukmenggambarkanaspirasinyadalamdraftpetayangdiberikan,sebagianbesaraspirasiadalahpembangunanfisikkhususnyauntuksaranadanprasaranaumumsepertipembangunandermaga,tamanbermain,danpasar.AspirasiwargaKepulauanSeribuuntukdicantumkandalamRDTRtidakberdasarkankoridoryangsudahadayaituRTRWDKIJakarta2011-2030.Yangmenjadipertanyaanadalah,bagaimanabilayangdiaspirasikanolehwargatidaksesuaidenganRTRWyangtelahdiketukpalupadaAgustuslalu.Bukankahhanyaakanmenjadiaspirasiyangsia-sia?

 

  1. 2.    Representasi
Persoalanrepresentasijugamenjadiisudalamprosespenjaringanaspirasiini.WalaupunsudahdiumumkansecaraterbukaolehDinasTataRuang,hanyayangmendapatkanundangankemudianmerasalayakuntukhadir.Sejatinyaprosesiniadalahprosespubliksehinggasiapapunyangberkepentinganatasrencanadetailtataruangdiwilayahnyamasing-masingdapatmenyampaikanaspirasinya.

Padaminggupertamapelaksanaanpenyerapanaspirasi,jadwaldetailpelaksanaanFGD,sepertilokasidanwaktu,belumdicantumkandiwebsiteDinasDinasTataRuanguntukprosesRDTR(ww.rdtrddkijakarta.com).Sehingga,wargayanginginhadirmengalamikesulitankarenatidakmengetahuijadwalpelaksanaanFGD.Walaupunkemudianketeranganwaktudanlokasisudahdicantumkan,kesanbahwaprosesinidiperuntukanhanyauntukkalanganterbatastidaksegerahilangdaribenakwarga.

 

Refleksi

TidakdijelaskannyaRTRWDKIJakartasebelumprosespenyerapanaspirasimenunjukanbahwaprosespartisipasiyangcobadilakukanolehpemerintahmasihdalambentuktokenisme.Wargadiberikanruanguntukmenyampaikanaspirasiataupendapatnyatetapimerekasendiritidakpunyakuasauntukmemastikanbahwaaspirasimerekabisamenjadibagiandalamkebijakan.

Bagaimanapartisipasiwargabisadianggappenuhapabilasejakawalwargahanyadiberikaninformasisepotong-sepotong,sepertipuzzle?

Dalamprosespenyerapanaspirasiyangdilakukan,pemerintahtidakmenempatkanwargasebagaipemangkukepentinganyangvisioner.BagaimanawilayahDKIJakartadirencanakanuntukdibangundandikembangkankedepantidakdikomunikasikankepadawarga.Apakahiniberartipemerintahtidakcukuppercayabahwawargamampumenurunkanvisiataugambaranbesartersebutkedalamperencanaanyanglebihdetail?

KonsultanmenjelaskanbahwabukankewenanganmerekauntukmenjabarkanataumenjelaskanRTRWpadawarga.Konsultanberdalihbahwaprosesyangdilakukansaatinimerupakanbagiandarisurvey,untukmenjaringaspirasiwarga.

ProsesyangbersifatbrainstorminginimemanglayakuntukdilakukanapabilakitamasihberadadalamtahapanperumusanRTRW.Dalamtahapantersebut,pentinguntukmenjaringdanmemetakansebanyakmungkinmimpi,harapan,dankeinginanwargatentangbagaimanamengembangkanwilayahnyamasing-masing.

Tetapi,perludicatatbahwaprosesinimerupakanproseslanjutan,tentangbagaimanamenurunkanperencanaanmakrodalamRTRWmenjadiperencanaanyanglebihdetail.Artinya,diskusiyanglebihterarahmenjadipentinguntukdilakukan.Tidaksepertiprosesyangberlangsungselamainidimanaaspirasiwargamenjadimelebardanbahkantidakrelevandengantujuanyangingindidapatkan.

Dalamprosesini,pemerintahtidakmengajakwargauntukmembangunpengetahuandimanakeduabelahpihaksalingmemberikaninformasidanmembangunpengetahuandariinformasitersebut.Dalamhalini,pemerintahcenderungmenyembunyikaninformasi yangseharusnyadidapatkanolehwarga.

Sudahpastidiperlukanprosesyanglebihpanjangapabilainginmendorongpartisipasipenuhwargadalamperumusankebijkan.Namun,apabilakitamaumenyebutprosespenyusunanRDTRinisebagaiprosesyangpartisipatif,makamenempatkanwargasebagaibagiandaripemangkukepentinganyangvisioner,menjadihalutama.

 

 

4 thoughts on “Penyerapan Aspirasi atau Basa Basi?

  1. Yang saya tangkap disini;
    -. Pemdanya masih amatiran.
    -. Masyarakatnya masih egosentris.
    # hasilnya formalitas (basa-basi).

  2. Ini adalah proses umum yang terjadi di DKI (baca “semua bidang di DKI Jakarta”). Seluruh persoalan masuk dalam kategori sumir bagi mereka. Orang-orang Pemda DKI umumnya adalah pegawai amatiran yang tidak faham substansi sekalipun bergelar MSi (Master Segala Ilmu). Belum lagi program WAJIB dikerdilkan karena dana untuk pekerjaan ini biasanya disunat sampai 60% (baca enam puluh persen) sebab harus bagi-bagi ke dalam.

    Hasil? Jangan ditanyalah. Sehingga kalau DKI kemudian berubah menjadi “The Biggest Slum on Planet Earth” ya tidak usah kaget. Mulai dari gubernurnya saja hanya mementingkan cuap-cuap sebagai penyelesaian masalah seraya menikmati uang besar hasil “kegiatan” alias korupsi.

    Kesimpulan? Jangan pernah percaya dengan orang yang mengklaim dirinya sebagai “AHLINYA.” Kalau ahli tipu mungkin benar tetapi ahli dalam konteks yang diperlukan oleh DKI Jakarta, semuanya NOL BESAR. Akhirnya, tak guna bayar pajak untuk membayari gaji mereka. Toh apapun programmnya pisau sunat sangat cepat dan cekatan untuk bergerak. Konon Fauzi Bowo pun sudah ganti nama jadi Fauzi Bozo. What do you expect?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *