Feature, Resources

Dua Tahun RCUS

by Marco Kusumawijaya, 01.05.2012

Apa arti usia dua tahun bagi seseorang? Tidak banyak. Bahkan ciri-ciri fisikpun belum stabil, apalagi watak.

Bagi sebuah organisasi, usia dua tahun bahkan lebih tidak berarti lagi. Sebab, umur organisasi harus diukur dengan skala yang lebih panjang daripada skala umur manusia.

Dalam dua tahun terakhir, Rujak Center for Urban Studies belum apa-apa. Ia baru berada dalam tahapan memulai kehadirannya untuk “membantu kota-wilayah berubah menuju ke kelestarian”, misi yang diembannya.

Ia selayaknya berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu melahirkannya, yaitu para pendiri dan pengurus yayasan: Karina Sigar, Ricky Dewi Lestari, Evi Mariani, Ade Darmawan, Ignatius Hariyanto;  para perumus visi dan misinya, yaitu yang selamat ini menyebut dirinya “kelompok Pulau Macan”: Achmad Tardiyana, Suryono Herlambang, Shanty Syahril, Hizrah Muchtar, Antariksa, Ricky Dewi Lestari, Elisa Sutanudjaja, Meutia Chaerani, Anggie Arifin, Andrea Fitrianto, Irvan Pulungan; para donor: Goethe Institut, HIVOS, Ford Foundation, Yayasan Tifa, RWI, LGI, penyumbang perseorangan yang tidak dapat disebut satu persatu, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Japan Foundation; para mitra kerja: Arsitek Komunitas (Yuli Kusworo dan kawan-kawan), Cecil Mariani, Satya Witoelar, Iqbal Prakasa, Kaka Prakarsa (Air Putih) dan Nanang Syaifuddin (Air Putih), Kunci Cultural Studies Center, Famega Syafira, Hera Diani, Irwan Ahmett, Enrico Halim, Abdoumaliq Simone, Gustaff Iskandar (Common Room), berbagai lembaga pemerintah dan para sukarelawan yang tidak dapat disebut satu persatu.

Secara khusus kami ingin ucapkan terima kasih kepada berbagai komunitas atau kelompok masyarakat atas kerjasama yang erat selama ini. Untuk merekalah RCUS terutama didirikan. Dan merekalah sumber inspirasi terbesar kami dalam mengembangkan program kerja.

Pada saat ini pun RCUS masih sibuk membangun fondasinya, sambil melakukan berbagai kegiatan.

Salah satu fondasi yang kami sedang siapkan benar-benar bersifat fisik, ialah membangun fasilitas yang disebut “Pusat Pembelajaran Kelestarian” (Sustainability Learning Center) bernama Bumi Pemuda Rahayu di Dlingo, Imogiri, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kami berharap tempat yang dimaksudkan untuk memadukan residensi berbagai pekerja kreatif dengan para pembelajar kelestarian ini dapat membantu inovasi dan pertumbuhan kesadaran, pemikiran, dan praktik kehidupan lestari.

Fasilitas tersebut akan terdiri dari akomodasi untuk sekitar lima puluh orang, bengkel, perpustakaan, teater terbuka, sebuah Joglo terbuka, sebuah bangunan bambu serbaguna, ruang diskusi, dan lain-lain penunjang serta instalasi daur-ulang limbah dan bio-gas. Semuanya dikelilingi suatu “taman pangan” (edible landscape).

Kami memohon doa restu dan dukungan baginya agar dapat terwujud di bulan September 2012. Masih jauh dari sempurna dan mencukupi, kami akan menerima dengan senang hati semua dukungan dan bantuan. Dukungan yang paling berharga pada akhirnya adalah: memakainya. Kami senang dihubungi kapan saja!


| Agent of Change: none

One Response to “Dua Tahun RCUS”

  1. Evi Mariani says:

    Rujak, selamat dua tahun. Semoga terus jaya dan semoga fasilitasnya segera terwujud di bulan September 2012. Kebetulan ada rencana ke Jogja di bulan itu, semoga tanggalnya pas :D .

Leave a Reply