Feature, News

Lagi-lagi “Keajaiban”: Bangunan Cagar Budaya Eks P & K (Telefoongebouw) di Jl. Cilacap/Bandung /Semarang, Menteng, Terancam Dibongkar.

by Marco Kusumawijaya, 23.05.2012

 

 

Dihimpit oleh Jl. Cilacap – Jl. Bandung – Jl.. Semarang berdirilah sebuah gedung besar serta panjang yang bertingkat dua. Bangunan ini menarik perhatian orang yang lewat karena proporsi-nya baik. Sebagian tingkat kedua baik di luar maupun di dalam dikelilingi balkon kayu. Dibangun sebagai Telefoongebouw Menteng, 1923/24, gedung ini pada tahun 1999 dipugar oleh Yayasan Universitas Bung Karno. ‘Pemilik’ sebelumnya menelantarkannya, supaya keadaannya cepat memburuk dan setelahnya di’ijin’kan pembongkarannya. Sesudahnya ingin digantikan dengan bangunan yang menghasilkan uang yang sebanyak mungkin dan secepat mungkin.

Gedung ini pernah digunakan oleh Departement van Onderwisj en Eredienst, sebagai kantor Badan Pekerja Komite National Indonesia Pusat (1945/46) dan oleh Departemen Pendidikan dan Pengajaran (1950), dan kemudian oleh Ditjen. Kebudayaan (Dept. P. dan K.) sejak 1968. Instansi terakhir ini meninggalkan tempat ini (1996) karena dengan ruilslag yang kurang menguntungkannya mendapat tempat baru di Jl. Sudirman.

Rumah  di Jl. Cilacap 4 diklasifikasikan sebagai benda Gagar Budaya dan digolongkan kategori A sejak tahun lalu. Namun demikian, rupanya sejak tahun 1996 gedung ini dikenakan taktik mempercepat terbitnya izin pembongkaran dengan membiarkan pintu, jendela, dan perlengkapan kayu yang mahal ‘dicuri’ orang. Taktik seperti ini pernah diterapkan juga pada gedung Kunstkring dan beberapa rumah tinggal yang digolongkan ketegori B, mis. pada rumah tinggal di Jl. M. yamin no. 36. Siasat ini biasanya berhasil. Syukurlah, pada kedua gedung umum permainan tidak berhasil. Gedung Ditjen. Kebudayaan diselamatkan oleh Yayasan Bung Karno, yang memugarnya untuk dimanfaatkan sebagai gedung kuliah.

Sebenarnya gedung ini dengan mudah dapat dimanfaatkan untuk berbagai tugas Departemen P. dan K. dan demi rakyat. Sebab, letaknya strategis dan mudah dicapai oleh orang yang berurusan dengan instansi yang bersangkutan, karena stasiun kereta api Cikini maupun berbagai halte bus umum dekat. Lebih baik menjaga gedung berarsitektur langka dalam lingkungan yang masih agak serasi daripada membangun museum mewah real estate Lippoland, jauh di Jawa Barat.

Sumber :

Menteng ‘Kota Taman’ pertama di Indonesia

TAPI KINI GEDUNG INI BERGANTI PEMILIK LAGI, DAN SEDANG TERANCAM DIBONGKAR, MAKA HADIRILAH:

UNDANGAN DISKUSI 



| Agent of Change: none

9 Responses to “Lagi-lagi “Keajaiban”: Bangunan Cagar Budaya Eks P & K (Telefoongebouw) di Jl. Cilacap/Bandung /Semarang, Menteng, Terancam Dibongkar.”

  1. Marco Kusumawijaya says:

    Baru mendapat info, pemilik baru gedung ini adalah: Hery Wijaja, PT. Menteng Heritage Realty, Gedung Central Senayan 2, Lantai 20, Jalan Asia Afrika No. 8, Jakarta Pusat.

    1. dani says:

      nggak dibongkar total koq, dialihfungsikan menjadi hotal

      1. Selain peruntukan, coba cek lagi, bagaimana dengan ketinggian. Didaerah situ berapa sih apa cocok dijadikan hotel?
        Lalu jika mau dijadikan hotel, apa sudah urus AMDALnya? Ijin gangguan ke warga sekitar bagaimana? Apa sudah diurus? Ijin ke Pariwisata? Semua ijin ijin itu memerlukan ijin dari warga, sebelum seenaknya dibongkar begitu saja.

  2. yadi says:

    perlu upaya bersama untuk menghentikan penghancuran itu, sudah saatnya para pemerhati cagar budaya bersatu padu memikirkan format baru dalam melestarikan cagar budaya.

  3. Michael Sumarijanto says:

    Sudah saatnya perbuatan tidak bertanggung jawab ini dihentikan, pejabat dan institusi penjaga perundangan DKI dan Kemdikbud diminta ketegasannya bertindak. PT Menteng HERITAGE Realty mengkianati arti heritage yang disandangnya !

  4. dani says:

    nggak dibongkar semua koq, dialihfungsikan menjadi hotel

    1. Ya sayangnya dialihfungsika ke hotel juga tidak boleh. Karena apakah peruntukan disitu sesuai?
      Ditambah lagi itu kononnya golongan A, artinya tidak boleh dibongkar satupun. Jikapun ia golongan B, tetap tidak boleh dibongkar tampaknya. Salam.

  5. jati says:

    Pak Marco saya dari Majalah Tempo Jakarta, apakah saya boleh meminjam foto dari gedung P dan K yang akan dibongkar tersebut??? Sebagai bahan pelngkap tulisan, Terima kasih banyak pak…. Salam Jatin Mahatmaji

    1. Halo, bisa, asal menyebutkan sumber dan fotografernya saja.

Leave a Reply