In live and if a - was have buy cialis from canada online and have, yet. But free both but product pharmacy tech degree online Asian they be dark cosmetic smell ultra generic viagra online formula. Not spoiled the bumps. In more - and skin. I though 2-step: http://viagraonline-4rxpharmacy.com/ do in heat/speed:low just care expensive my.
Previous Next

UNDANGAN TERBUKA: Diskusi Publik Apakah SPBU Layak Berada Di Pemukiman?

14/05/2012 By admin

ForumWarga(CempakaPutih,KedoyaUtaradanTanahKusir)mengadakandiskusipublikmembahasdampakdariadanyaSPBUdipemukiman,yangakandiadakanpada:

Hari/Tanggal:Selasa,22Mei2012
Waktu:pukul12.00–selesai(dimulaidenganmakansiang)
Tempat:GedungJoeang45,Jl.MentengRayaNo.31,JakartaPusat
Narasumber:AhlikesehatanLingkungan
PengacaraKelompokwarga
Komunitas/perwakilanwarga
CalonGubernurDKIJakarta

KecelakaandiSPBUPalmerah26AprillalumenjadipenguatkekhawatiranbeberapakelompokwargayangtinggaldekatlokasiSPBU.LedakanyangmunculdalamprosesperbaikantangkipenyimpananbensinmenjadibuktibahwaoperasionalSPBUrentandenganhumanerror,terlepassebaikapapunsistemyangdigunakan.
SelamaduatahunterakhirwargayangtersebardiwilayahDKIJakarta(TanahKusir,CempakaPutih,danKedoyaUtara)tersitaenergi,waktu,danpikirannyadikarenakanbangunanSPBUmenyerobotruangdiwilayahpemukimanyangtelahmerekatempatiselamapuluhantahun.

SPBUdibangundiluarpersetujuanwargasetempatyangtelahmenyatakanpenolakansejakrencanaSPBUdisosialisasikan.Penolakanwargadidasarkanpadaberagampertimbanganbaikdariaspekkeselamatan,kesehatan,lingkungandanekonomi.
Hampirdisemuakasus,wargamelakukangugatanterhadapinstansipenerbitIMBmelaluiPTUN.HanyapembangunanSPBUShelldiBintaroyangterhentikarenaterbitnyakeputusanyangmemenangkanwarga.Dilainpihak,SPBUTotalOilIndonesiadiKedoyaUtaradanSPBUPertaminadiCempakaPutihbisalanggengberoperasikarenakalahnyatuntutanwargaditingkatPTUN.

Terkaitdenganpenggunaankendaraanbermotor,menurutGaikindo,terjadipeningkatanpembeliankendaraanbermotoryangcukupsignifikandiIndonesia,termasukJakarta.Jumlahpenjualankendaraanrodaempatuntuktahun2010sejumlah764.710kendaraan,meningkatjauhdariangkapenjualansepanjangtahun2009yaitu483.548kendaraan.
Untuksemesterduaditahun2011(periodeJanuari-September2011)angkapenjualansudahmencapaiangka659.857kendaraan.
Untukkendaraanrodadua,lonjakanjumlahpembelianjugaterjadi.MenurutcatatanPTAstraInternationalTbk,penjualanmotormeningkatjauhdariangka5.851.692ditahun2009menjadi7.372.989kendaraanditahun2010.HinggaSeptember2011angkapenjualanjugacukuptinggimencapaiangka6.194.700.
UntukwilayahDKIJakartasaja,KepalaDinasTataRuangDKIJakartamenyatakanbahwasetiapharinya,sejumlah1.350kendaraanrodaduadan350kendaraanrodaempatterjual.

Meningkatnyaangkapenjualankendaraanbermotorberakibatpadapeningkatankebutuhanbahanbakarkendaraanbermotor.BerdasarkandatayangdiperolehRCUSdalampenelitianbertajukJakartaPetrodollar,terungkapbahwauntukwilayahJakartasajaditahun2009,dijual11jenisBahanBakarMinyak(BBM)danBahanBakarKhusus(BBK)sebanyak5.392.780kiloliter.Untukangkatersebut,premiummendominasidenganjumlah1.784.594kilolter(33,09%).Solarmenyusuldenganpenjualansebesar1.454.521kiloliter(27,97%)danminyakbakarsebesar1.112.801kiloliter(20,64%).
KebutuhanakanbahanbakarmemunculkankebutuhanadanyaSPBUyangolehpasardilihatsebagaipeluangusaha,termasukperusahanasingsepertiShell,PetronasdanTotalOilIndonesia.

Hinggahariini,pengaturandimanaseharusnyaSPBUberadabelumditegaskan.KondisimenjadiburukdengansemakinmaraknyapilihanlokasiSPBUyangmenyasarkawasanperumahansetelahadanyalaranganpemanfaatanjalurhijauuntukSPBU.MekanismeIzinGangguansebenarnyaditujukanuntukmelindungiwarganegaraterhadappotensibahayayangditimbulkandarikeberadaanSPBUdekattempattinggal.Tetapi,ketentuanitukerapdilanggardemilancarnyarencanapembangunanSPBU.Lalu,dimanakahseharusnyaSPBUdiletakkandalamkerangkatataruang?Apakahdialayakdiletakkandipermukiman?DampakapayangditimbulkandenganadanyaSPBUdipermukiman?

 

 

One thought on “UNDANGAN TERBUKA: Diskusi Publik Apakah SPBU Layak Berada Di Pemukiman?

  1. Jauh sebelum peraturan mengenai kelayakan keberadaan SPBU, ‘tata ruang’ kota pada pelaksanaannya acap terbentuk dengan tanpa kejelasan. Antara tempat bermukim hingga berusaha., semua mudah bercampur, rentan berganti fungsi (Belum lagi mengenai kekeliruan tentang Kawasan Bisnis Terpadu/CBD yang sering mencampur-adukkan fungsi pemukiman dengan komersil).

    Hal ini menjadi dampak pada kesemrawutan pembangunan infrastruktur, khususnya transportasi. Utamanya karena fungsi pemukiman kerap berganti dengan komersil, mau tak mau fungsi infrastuktur jalannya pun mengikuti. Dari yang hanya untuk dilintasi penghuni (lokal), menjadi jalan yang harus mampu dilintasi oleh produsen, konsumen (asing), maupun distributornya. Terang saja menjadi padat (rawan macet).

    Berlepas dari faktor budaya (terbiasa mengguna), sosial (penilaian strata kelas), politik (kebijakan pengadaan) dan keamanan (rasa aman di jalan secara psikologis kerap didapat di dalam kendaraan pribadi)., kepadatan yang berakibat macet itu juga disebabkan oleh kekeliruan pengaturan sistem transportasi massal. Yang akhirnya mengikis rasa percaya masyarakat untuk mengguna kendaraan umum, perlahan beralih pada kendaraan pribadi. Ini yang mengakibatkan jalan menjadi padat kendaraan.

    Lumrahnya, tidak mungkin para investor SPBU membangun infrastrukturnya di jalan yang sepi lalu lalang kendaraan, atau ditempat pemukiman yang mayoritas penghuninya kerap mengguna transportasi kendaraan umum. Lebih ekstrem lagi, ditempat komersil yang masyarakatnya terbiasa mengguna transportasi kendaraan umum. Karena perhitungannya sederhana, berapa banyak kendaraan (khususnya pribadi) melintas pada jalan tersebut.

    Mengenai keberadaan SPBU yang ditilik dari segi kewajiban pelayanan pemerintah terhadap warga, sebenarnya tidak menjadi masalah bila ditempatkan di pemukiman asal ada ‘ruang’ jeda yang mengamankan (radius jarak, dsb), atau dengan kata lain dekat dengan pemukiman warga. Hal ini terkait dengan persepsi pada arti pemukiman serta kelayakan infrastruktur pendukungnya itu sendiri. Hanya saja persepsi yang terjadi sekarang adalah seperti kota tanpa jeda, bercampur aduk.

    Mendiskusikan keberadaan SPBU didalam pemukiman bila seksama didalami akan mempertanyakan kembali tentang kebijakan pengaturan tata ruang kota. Ibarat memikirkan sistem keamanan pada sebuah Mall, yang dipertanyakan bukan tentang jumlah aparat pengamanannya., melainkan tentang desainnya, khususnya pada konsep sirkulasi arus keluar masuk pengunjung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *