In live and if a - was have buy cialis from canada online and have, yet. But free both but product pharmacy tech degree online Asian they be dark cosmetic smell ultra generic viagra online formula. Not spoiled the bumps. In more - and skin. I though 2-step: http://viagraonline-4rxpharmacy.com/ do in heat/speed:low just care expensive my.
Previous Next

Sampah di Jakarta, bagaimana kelolanya?

06/07/2012 By admin

 

PadaMeilalu,RujakkembalimengadakandiskusiakhirpekanyangkaliinibertemakansampahdiJakarta.DiskusipadaakhirminggudipertengahanbulanMeitersebutdimulaidenganpemutaranfilmtentangRevolusiHijaudikotaSauPaulo,Brazil.Bilatersebutfraserevolusihijau,makayangterlintasdiingatankitaadalahsistemintensifikasiolahtanahdantanamanpangandengantujuanmeningkatkanhasilpertanian.Tetapi,diSauPaulo,yangdisebutdenganrevolusihijauadalahpengelolaansampahskalakota.MelaluiproyekCleanDevelopmentMechanism,kotaSaoPaulodiBrazilberhasilmengubahduatempatpembuangansampahterbesardikotaitumenjadiramahlingkungan.

Untuksampahbasah,kotainimengolahnyamelaluisistemlandfilldenganhasilakhirnyaadalahenergilistrikyangdihasilkandariolahangasmetan.40ributonsampah,setinggiMenaraPisa,dihasilkansetiapharinyaolehwargaSaoPaulo.Daripengolahandenganskema“wastetoenergy”,satutonsampahyangdiolahdapatmenghasilkan200litermetan,dandapatmenerangisaturumahselama1jam.Pengolahanlandfillselamasatutahundapatmenerangi400.000wargaSaoPaulo.

Dari2004hinggaSeptember2011,keduatempatpembuangansampahtersebutberhasilmencegahpelepasan352.000tongasmetanakeudaradenganmengubahnyamenjadilistrikberkapasitaslebihdari1jutaMW.Tidakhanyasampahbasah,sampahkeringjugadiolahdalamskalabesar,sepertikaleng-kaleng,kertas,danmetal.Untukpengolahansampahkaleng,darisejumlah10tonsampahkalengyangdihasilkan,9tondapatdiolaholeh14perusahaanyangjugaberperansebagaipusatpengumpul.Keberhasilaninikemudiandigadang-gadangolehpemerintahKotaSaoPauloyangdianggaptelahberhasilmengolahsampahdanmengelolakotamenjadilebihbersihdannyaman.

Lalu,bagaimanadenganJakarta? SebagaimegapolitanternyataJakartamenghasilkansampahmelebihi6000tonsampah/hari(JBICSAPROV2007).Darijumlahtersebut,kontributorterbesaradalahsampahrumahtangga(52,97%),kantor(27,35%),industri(8,97%),sekolah(5,32%),pasar(4%).Menjadiprihatinkemudian,sebagaikontributorsampahterbesar,80%sampahrumahtanggadiJakartatidakdidaurulang.

BicaratentangskemaCleanDevelopmentMechanism(CDM),DiniTrisyantidariInSWAyanghadirsebagainarasumberdalamdiskusitersebutmenjelaskanbahwaIndonesia,termasukJakarta,sudahtidakasingdenganskemaini.Menurutnya,mekanismeCDM(dilahirkanmelaluiProtokolKyoto),jugasudahdilakukandibeberapadaerahdiIndonesia.CDMdisiniadalahmekanismeinsentifyangdiberikanapabilagasmetandarilandfillbisadimanfaatkandantidakterlepaskeudara.

Sosialisasiditahun2005diikutiolehpelaksanaandibeberapadaerahsepertiBekasi,Makasar,Palembang,danBali.Padaperiode2010-2011evaluasiyangdilakukanterhadappelaksanaanskemainimenunjukanbahwaskemainitidakberhasildiIndonesia.

MenurutDini,terdapatkesalahanpresepsiparapihakyangmenerapkanCDM. Parapihakhanyamelihatsebagiandarikeseluruhanprosestentangbagaimanamengubahsampahmenjadienergi,tetapitidakmelihatseluruhkonseppengelolaansampah.Parapihakcenderunghanyafokusmengekstrakgassebanyakmungkinuntukdiubahmenjadilistrikdanpadaakhirnyamendapatkandana,bukanfokusmembuatlandfillyangbagus.Menurutnya,itumerupakanpersepsikeliruyangkemudianmenjadiboomerang.Persepsiinikemudianmendoronginvestoruntukmengklaimbahwamerekabisamengolahsampahdanhasilkanlistrikdimanasipenghasilsampahtidakperlumembayarapa-apa,denganasumsiakandapatmenjuallistrikitukembali.Sehingga,padaakhirnyatidakadayangjalan.

SalahsatucontohadalahKonsepCDMdiBalipadatahun2005.Pihakswastapengelolamenegaskanbahwabiayaoperasional/tippingfeetidakdiperlukan.Namun,padaprakteknya,untukmendapatkanlandfillyangbaiksehinggamenghasilkangasyangbanyak,diperlukanpenataanyangmemakanbiayabesar.Akhirnyaproyekmenjaditerbengkalaihinggasaatini.

 

MenurutDini,yangharusdilihatsecarautuhadalahdiaspekcleaningservicenyakarenamasalahsampahdidominasiolehmasalahnonteknis(80%).Masalahteknishanya20%.Menurutnya,kitaperlupahamikonseputuhtentangsampahmelalui5aspek,yaitu

1.Aspekhukum.Sejak2008melaluiUUno18tahun2008IndonesiasudahmemilikiUndang-UndangtentangSampah.Namunperaturanperundang-undangandibawahnyamasihbelumterbentuksepertiPP,PerdabahkanPergub. HalinitentusajamempersulitpelaksanaanketentuandalamUU.

2.Aspekinstitusi.Siapasebenarnyalembagayangbertanggungjawabuntukurussampah?ApakahhanyaDinaskebersihan?

MenurutDiniharusadaketerlibatanjugadariinstitusilainsepertiKementrianPU,KementrianPerhubungan,KementrianSosial,KementrianTenagaKerja,Kepolisian,dllterkaitpenanganansampah.Saatinimasing-masingdinastersebutpunyaprogramsendiriuntukpenanganansampah,tetapitidakadasinergididalamnya.

3.Aspekfinansial.Aspekinimerupakanaspekyangpalingseringdisalahartikan.Menurutnya,wastetoenergybisamenghasilkanuang.Tetapiketikaitusajayangyangdipahamidaripengelolaansampah,makajadisalahkaprah. Karenaadaanggapanmengolahsampahmenghasilkanuang,justruyangmengolahdimintauntukmembayarsampahyangdihasilkan.Seharusnyayangmengolahjustrudiberikaninsentif.Jangandiartikanbahwaindustribarangbekas,wastetoenergy,bisamenyelesaikanmasalahsampah.Yangjugaharusdilihatadalahkonsepcleaningservicenyaatauoperasionalpengelolaansampah.

 

“Prinsipnya,karenakitabuangsampahmakakitaharusbayar.Yangterjadi,sipengolahsampahjustruharusbelisampahdarisipenghasilsampah.Prinsipyangtepatadalah polluterpaysprinciple”.                                -DiniTrisyanti-

UntukbisaketahapwargamembayarbiayapengelolaansampahdiIndonesia,menurutnya,minimalpemerintahmensubsididulu.Apabilapemerintahdapatbuktikanmampukelolasampah,wargaakanmengikuti.

Terdapatberagampembiayaandalampengelolaansampah.Pertama,adabiayainvestasi(tingkatDKIJakartainvestasinyasekitarRp.100-200juta/ton). Lalubiayaoperasionaltermasukdidalamnyabiayapengolahansampah(tippingfee),biayamenimbang,pemadatandanpenutupanlandfill.Idealnya,menurutDini,pengelolaansanitarylandfillmemakanbiayaRp.250ribu/ton.DiIndonesia,hanyaJakartayangbersediamembayarmendekatibiayaideal,yaituRp.114ribu/ton.

4.Paradigma.Terkaitparadigma,menurutDini,yangsulituntukdiberikanpemahamanadalahparapengambilkebijakan,dalamhalinianggotalegislatif.Menurutnya,Pemdasudahmengertialasanbesarnyabiayaatauanggaranpengelolaansampah.Tetapi,pemahamanyangbaikjustrutidakadaditingkatanDPRD.

Sebagaicontoh,ketikaPemdaDKIinginmembangunincineratordiSuntermelaluipendekatanintermediatetreatmentfacilityataupengolahansampahdidalamkotadenganteknologitinggi,dengankapasitas1000ton,DPRDJakartamempertanyakanrencanatersebut.PertanyaanDPRDterkaitfaktorpembiayaanpengelolaanincineratorsejumlahRp.400juta/hari.Pendekataninimelibatkanbiayatippingfeebesaryangbelumbisadipahamiolehanggotalegislatif.Karenamasihadaperdebatandilevelpengambilkeputusan,makaprograminimasihtertunda.

Hinggasaatini,pengelolaansampahmasihterpusatdiBantargebang,yangbelummenggunakankonseppengelolaandenganCDM.MenurutDini,TPAinilebihfokuspadabagaimanamenglolasampahdenganlandfillyangbaik.Sehingga,pengolahansampahdiBantarGebangtidakmendapatkaninsentifdariCDMtetapimendapatkantippingfeedariPemda.

Selainitu,ketentuantentangberapa%seharusnyaanggaranuntukpengelolaansampah(untukmenimbang,memadatkandanmenutupsampah),sampaisekarangbelumjelas.BahkanmenurutDini,kementrianteknisterkaitbelummemberikandatadetailsampaisaatini.Sedangkanmenurutnya,apabilatidakadaanggarandariPUmakaPemdatidakmempunyaidasaruntuk mengalokasikananggaranpengelolaansampah.

SetelahadanyakesamaanpemahamanantaraPemerintahdanDPRD,makaaspeklainyangdiperlukanadalahedukasikemasyarakat,yangmenurutnyajustrubanyakmelakukanterobosan.Seharusnya,inisiatif-inisiatif darimasyarakatdiakuidandisambungolehpemerintah,tambahnya.

5.Aspekteknologi.MenurutDini,setiappilihanteknologiyangdigunakanakanmenentukanbiayayangdikeluarkan.Terkaitpilihanteknologi,Dinimengumpamakanteknologisepertiobat.Apabiladiperlukanuntukjangkapendek,makaharusdilakukan.Untuksaatini,pengelolaanyangterpusatmembutuhkanlandfilldanmenggunakanincinerator.Walaupunbanyakefeksampingnya,sepertisoalpencemaranudara,menurutnyaharusdilakukan.

Untukmeminimalisirdampakyangditimbulkan,menurutnyakedepanperlumengubahpilihanteknologisecarabertahap.Halinisangatterkaitdenganpilihanluascakupanpengolahansampah.Apabilacakupannyaadalahwilayahkota,makaincineratormasihakanmungkindigunakan.Tetapi,apabilapengolahansampahdilakukandiskalawilayahyanglebihkecil,semisaltingkatkawasan(kelurahan/RW)ataubahkanpengelolaanditingkatrumahtangga,makahalinibisamengubahpilihanteknologidantentunya,jumlahbiayayangdikeluarkan.

 

Idealnyakedepan,tiap-tiaprumahtanggadapatmengelolasampahyangdihasilkannya.Sepertidisebutdiatastentangbanyaknyajumlahinisiatifolehwarga,salahsatupesertadiskusimenceritakanpengalamankomunitasnya.RickyLestariyangmewakiliKomunitasHijauPondokIndah(KHPI)memaparkanbahwamelaluiprogramMasukRT(ManajemenSampahuntukKawasanRumahTangga),KHPImencobamengelolasampahditingkatkomunitas.VisidariprograminiadalahzerowasteyaituvisidimanawargaPondokIndahbertanggungjawabatassampahyangdihasilkandengancaramengurangi,memanfaatkankembali,danmendaurulangsampah.

Menurutnya,zerowasteakandicapaidenganpemilahansampahdimasing-masingrumahtangga,RT,danRWdanpenyaluransampahketempat-tempattertentu(pabrikdaurulangkertasdanplastik,pabrikdaurulangdantempatpembuatankompos).Programtersebutdimulaidenganrisetpadatahun2011tentangvolumedankomposisisampah.Hasilrisetmenyebutkanbahwasebagianbesarsampahyangdihasilkanadalahsampahrumahdapur (53%).BekerjasamadenganbeberapapihaksepertiGreenerationIndonesia,mahasiswa,CIMBIndonesia,pengembang(MetropolitanKencana)danRW13,KHPImengaplikasikanprogram tersebutdi3RTdiwilayahRW13. SelainRW13,saatiniRWlaindikawasanPondokIndahjugatertarikdanmemintauntukdiadakanprogramyangsama.

 

Bicaratentanginisiatifdarimasyarakat,menjadicatatanpesertadiskusikemudianbahwasaatinisudahbanyaksekaliinisiatifyangcobadimunculkannamunmasihkurangdifasilitasiolehpemerintah.Artinya,walaupunberagamkomunitassudahmencobamengolahsampah,minimalmelakukanpemilahanditingkatrumahtangga,akanmenjadisia-siaapabilaberagaminisiatifinitidakcobadiakomodasidicakupanwilayahyanglebihbesar,semisalkawasansepertiKelurahan,ataubahkanKotamadya.

Diskusikemudianmengidentifikasibahwaselamainitidaksemuawargasalingmengetahuiadanyainisiatif-inisatiiftersebut,ataubahkanmengetahuibagaimanapengelolaansampahdiJakartadilakukan.

Diakhirdiskusi,pesertamenyepakatibahwaperludilakukanpemetaantentangskemapengelolaansampahdiJakarta.Untukmemulaiusultersebut,tursampahkemudianmenjadikesepakatanpesertayangnantinyadapatdifasilitasiolehRujakCenterforUrbanStudies(RCUS).Rencananya,tursampahakandiadakanpadaJuliinidandiharapkanbisadilanjutkandengandihasilkannyaprodukpemetaanpengelolaansampahJakarta.

Informasidanpendaftaranuntuktursampah,silakanklik.

 

 

2 thoughts on “Sampah di Jakarta, bagaimana kelolanya?

  1. kenapa studi kasusnya Sao Paulo? padahal Curitiba lebih berhasil dalam manejemen sampah di brazil hingga mendapatkan award Top Five Most Sustainable Cities in the World.Curitiba dengan programnya “Green exchange” melibatkan masyarakat sebagai “pemulung” sampah rumah tangganya sendiri yang kemudian ditukarkan dengan Uang/bahan makanan/tiket hiburan dll di titik2 strategis kota. Saya rasa konsep ini sangat cocok diterapkan di Jakarta dengan karakter warganya yang masih menilai bahwa sampah tidak bernilai ekonomis.dibanding menghabiskan anggaran dinas kebersihan puluhan milyar melalui pengangkutan sampah secara konvesional, lebih baik melibatkan masyarakat untuk memilah2 sampah mereka yg kemudian ditukarkan bahan makanan misalnya. Win-win solution!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *