Arts & Culture, Events, Resources

Play #1 Color Blindness Test

by Elisa Sutanudjaja, 02.08.2012

Peranan pasar sebagai pusat transaksi dan urat nadi distribusi kebutuhan sandang, pangan dan papan berperan sangat vital dalam memberikan identitas sebuah kota, pasar bukan hanya dipakai sebagai media ekonomi namun kini menjadi tempat paling ampuh bagi politikus untuk mengambil simpati masyarakat kalangan akar rumput.

Dewasa ini pasar tradisional mendapat pesaing dari pasar modern dengan nama yang lebih mentereng, sangat bombastis! Menawarkan kenyamanan dan fasilitasnya yang kian mengepung kita, dari pinggir hingga pertengahan kota Jakarta. Bahkan pasar modern hadir dengan bentuk yang lebih kecil, dipastikan dapat kita temui di setiap radius satu kilometernya di Jakarta. Pasar tradisional kian merana beberapa diantaranya ditutup dan dialihfungsikan.

Irwan Ahmett dan Tita Salina ingin bernostalgia mengingat kebiasaan yang membahagiakan pada masa kecilnya ketika berbelanja di pasar bersama ibunda tercinta; menyusuri lorong baju digantung penuh warna, mencium wangi sayur segar, menikmati kue kelapa hangat bercampur aroma ikan asin dihiasi teriakan para pedagang yang menawarkan barangnya. Mereka berdua mengadakan tour sederhana ke Pasar Minggu, bertemu dengan pedagang kaki lima, berbicara dengan preman dan bermain-main dengan dagangan mereka, lebih dari sekedar melihat kenyataan kondisi pasar saat ini dan melatih kepekaan panca indra, namun melibatkan pedagang dan publik menjadi bagian dari permainan kreatifnya. Project Urban Play kali ini Ahmett dan Salina ingin memberikan makna dari masa lalunya dengan konteks pasar tradisional masa kini yang memiliki ketidakpastian di masa depan.

Color Blindness Test


| Agent of Change: none

One Response to “Play #1 Color Blindness Test”

  1. [...] Play 1: Color Blindness Test [...]

Leave a Reply