Editorial

Tentang Kebakaran Jakarta

by Elisa Sutanudjaja, 29.08.2012

Dalam bulan Juli-Agustus tahun 2012 ini, peristiwa kebakaran kembali melanda Jakarta. Namun kali ini peristiwa kebakaran jauh lebih disorot dibandingkan tahun-tahun sebelumnya karena dipolitisir oleh banyak pihak, salah satunya kejadian di TV One tanggal 23 Agustus (dgn judul talkshow Jakarta Kebakaran atau Dibakar) silam dan komentar salah satu calon gubernur bahwa daerah-daerah yang terbakar adalah kantung suaranya.

Terlepas dari politisasi diatas, sesungguhnya kebakaran adalah suatu musibah yang harus dipahami untuk kemudian bisa dicegah. Mempolitisasi yang ada tidak membawa kondisi pencegahan dan pemadaman kebakaran menjadi lebih baik dan produktif.

Menurut berita dari Kompas ini ada 66 lokasi kebakaran di wilayah Jakarta, Tangerang dan Bekasi dari 21 Juli-20 Agustus 2012. Dan jika dibandingkan dengan periode Ramadhan di tahun 2011, jumlah tersebut mengalami penurunan dari sebelumnya 203 kejadian.

Musim kemarau yang panas dan terik, serta lebih panjang memang memberi andil lebih, setidaknya kebakaran tak hanya melanda bangunan saja, tapi juga pohon-pohon, contohnya di dekat pintu tol Karang Tengah tanggal 27 Agustus 2012 silam.

Jika dilihat, daerah yang menjadi langganan, maka Jakarta Barat memang lebih sering kebakaran dibandingkan kotamadya lainnya. Dalam laporan lainnya disebutkan bahwa hingga 7 Agustus 2012 jumlah kebakaran telah mencapai 562 kejadian, sementara total kebakaran 3 tahun terakhir (2009, 2010 dan 2011) adalah 843, 708, 953 kejadian. Sementara bulan Juli, Agustus dan September, dengan puncak tertinggi di bulan September, selalu menjadi bulan dengan kejadian kebakaran tinggi.

Sementara ada kenyataan akan kurangnya sarana prasarana kebakaran, seperti yang diulas dalam wikiRujak edisi kebakaran. Dan kerap sekali kota ini memiliki banyak rencana dan studi serta kebijakan, namun selalu lemah di pelaksanaan kebijakan. Contoh dari studi impresif mengenai bencana (termasuk kebakaran) adalah studi yang pernah dilakukan JBIC di tahun 2007 silam.

Yang penting dari sisa 4 bulan menjelang akhir 2012 adalah bagaimana caranya bersama-sama mencegah kebakaran, bagaimana caranya mengurangi – menghadapi bulan September yang memang memiliki trend kebakaran tertinggi jika dilihat dari tahun-tahun sebelumnya (berdasarkan Jakarta Dalam Angka 2009, 2010 dan 2011). Bagaiman kita mendesak pemerintah, membantu pemerintah untuk bekerja lebih baik dalam mencegah kebakaran.


Topics: , , | Agent of Change: none

Leave a Reply