Tips

Asyik-asyik Rumah Ngirit

by Elisa Sutanudjaja, 17.09.2012

Teks : Silvia Honsa

Foto : Rika Febriyani


“Sektor rumah tangga mengkonsumsi kira-kira 11% dari total energi di Indonesia. Berdasarkan hal tersebut, upaya efisiensi di sektor ini sangatlah penting, bukan hanya untuk menghemat biaya pemakaian energi di rumah tangga tersebut,namun juga untuk mengerem pemakaian energi secara keseluruhan.” – Efisiensi dan Konservasi Energi di Indonesia, EECCHI,2011


Video ketiga Rika and Silvia Project cukup spesial. Kali ini wawancara dan bermain ruang tidak dilakukan di ruang publik kota, tetapi kami mendatangi kantor teman-teman kami, Laras dan Ridwan di EECHI. Tim dari EECHI (Energy Efficiency and Conservation Clearing House Indonesia) sedang melakukan kampanye efisiensi energi di berbagai sektor, salah satunya sektor rumah tangga. Dari video ini diharapkan pemirsa bisa menerapkan tips-tips praktis untuk diterapkan di rumah masing-masing.

Video terbagi dalam tiga bagian. Tiap bagian mengambil contoh satu ruang existing dari salah satu ruang di rumah Laras dan Ridwan. Dari tiap ruang tersebut, Laras dan Ridwan memberikan solusi sederhana untuk efisiensi energi tanpa terlalu banyak melakukan perubahan fisik ruang.

Bagian 1. Ngirit di Kamar Mandi

Laras mengusulkan agar bath tub di kamar mandinya diganti dengan shower. “Jika menggunakan bath tub, kita cenderung menghabiskan banyak air” tutur Laras. Ridwan menambahkan bahwa itu tergantung pada kebiasaan setiap orang juga.

Solusi untuk menghemat air salah satunya jika mandi dan keramas, dahulukan keramas kemudian basuh badan dengan sabun baru bilas rambut dan badan dengan air.

Bagian 2. Ngirit di Kamar Tidur

Bagi Ridwan, kamar yang dia tempati ini cukup lembab. Menurutnya salah satu penyebab adalah ventilasi udara hanya ada di satu sisi. Aliran udara menjadi tidak lancar di dalam kamarnya.

Beberapa hal yang menurutnya bisa menjadikan kamar lebih sehat sekaligus efisien dalam penggunaan energi adalah dengan menambah ventilasi di dinding yang berseberangan dengan ventilasi asal, kemudian penggantian jenis lampu dan letak socket.

Bagian 3. Ngirit di Ruang Keluarga ++

Ruang keluarga Laras menyambung dengan ruang makan. Kegiatan sehari-hari di rumah terpusat di sini. Beban listrik tertinggi mungkin ada di ruang ini, dengan adanya begitu banyak sambungan listrik dan peralatan elektronik. Seperti yang banyak terjadi di berbagai rumah tanga yang lain, satu socket sering dimanfaatkan untuk berbagai sambungan ke elektronik. Beban yang tinggi di satu titik menjadikan socket rentan terbakar. Pembagian beban diperlukan sekali. Misal dengan menambah satu socket.


Hasil yang didapatkan dari pengenalan bagaimana cara mennghemat energi di satu rumah adalah:

  1. Perlu perencanaan dalam menentukan kebutuhan listrik dan pemilihan peralatan listrik yang tepat dan sesuai kebutuhan.

  2. Perilaku anggota keluarga diarahkan supaya terbiasa hemat energi dengan cara antara lain : biasakan menggunakan listrik atau peralatan elektronik saat diperlukan dan juga rutin melakukan pemeliharaan terhadap peralatan elektronik.

  3. Desain rumah berpengaruh pada pemanfaatan energi keseluruhan rumah. Arah bukaan rumah yang ideal adalah Utara Selatan agar tidak secara langsung terpapar sinar matahari.



————————

Rika & Silvia Project merupakan inisiatif dua warga Jakarta, Rika Febriyani dan Silvia Honsa. Inisiatif ini meyakini jika aspirasi warga dalam penataan ruang adalah sesuatu yang penting. Sebab, sejatinya, bentukan kota adalah termasuk untuk memenuhi kebutuhan ruang gerak warga. Dengan bantuan alat peraga berupa Lego, dilakukan simulasi penataan ulang letak elemen-elemen penting di ruang publik atau tempat umum. Simulasi langsung melibatkan warga di tempat mereka berada, yang dalam kesehariannya menggunakan fasilitas publik atau berada di ruang publik. Sekilas simulasi ini memang lebih mirip ‘bermain’, daripada duduk serius mendiskusikan tata letak sebuah ruang, tetapi karena itu juga cara ini mungkin bisa diharapkan untuk menggali aspirasi warga.


Topics: , | Agent of Change: none

Leave a Reply