Previous Next

Banjir dan Relokasi : Balada Warga Miskin Jakarta

28/01/2013 By Dian Tri Irawaty


Banjiradalahbencana.BagiwargamiskindiJakarta,banjirmembawaduabentukbencana,pertamakerugianmaterildanimateriel,dankeduaancamanpenggusuran. Pascabanjir,wargamiskinyangtinggaldiwilayahrentanbanjirsepertibantaransungaidanpinggiranwadukkerapditudingsebagaipenyebabbanjirkarenadianggapmenyumbatdanmengakibatkannaiknyapermukaanairyangmembanjiriwilayahsekitar.

Tuduhankepadawargabantaransungaidanwaduktidakbisadibenarkanseutuhnya.Dalambukunya,“GagalnyaSistemKanal:PengendalianBanjirJakartadariMasakeMasa”,RestuGunawanmencatatsejarahpembangunanJakarta,khususnyadisoalpertambahanjumlahpendudukyangmendorongperluasanlahanpermukimandimulaidaripembangunankotabaruKebayoran,Senayan,Tebet,Tanah Kusir,Rawamangun,Pulomasdan aglomerasikotadisekitarJakartasepertiBogor,Tanggerang,DepokdanBekasi.

PembangunanpermukimandanproyekbesarsepertiKompleksSenayandanTamanImpianJayaAncolsedikitbanyakmendorongperubahanperuntukanlahandiJakartadansekitarnya,yangsejaktahun1974menjadibagiandariJabotabek.

MenurutRestuGunawan,pembangunandidaerahJabotabektelahmerusakDaerahAliranSungai(DAS)Ciliwungyangdayaresapnyaberkuranghinggamenjadi20%,sisanyamenjadialiransungai.PembangunandiPuncakdanpertambahanpemukimandibagiantengahJakartadilihatnyasebagaipenyebabbanjirdiSungaiCiliwung.Selamakurunwaktusepuluhtahunsejak1970hingga1980perkembangankawasanterbangundiDASCiliwungmeningkatdari33,65%menjadi41,95%.Prosentasetersebutterdiriatas10.857,63Hauntukkawasanperumahan,4.960,05Hauntukkawasanindustri,dan2.596,58Hauntukkawasanjasaperdagangan.

SelainpengembanganwilayahJakartadansekitar,tidakkonsistennyatataruangdiJakartajugadisebutsebagaipersoalanpenting.PenelitiannyamenemukansalahsatufaktorpenyebabyaitupenyelewenganIzinMendirikanBangunan(IMB)diDKIJakarta.

DalameditorialRujakyangbertajuk“MelawanLupa”olehElisaSutanudjaja,dipaparkantentang perubahankronikperuntukanRTHdiJakarta.DalamtulisantersebutjugatercatatbahwakonversiRTHtidakhanyadilakukanolehpihakswastauntukpembangunankawasanpermukimandanhoteltetapijugaolehPemerintahPusatdanProvinsidalampembangunankawasanSenayandanperkantoran.

PerspektifyangkerapmenyalahkanwargaJakartayangmenghuniwilayahrentanbencanaberlanjuthinggakini.Denganalasanuntukperlindungankorbanbencanadanjugapemulihanfungsisaluranairsepertisungaidanwaduk,PemerintahDKIJakartaberencanauntukmemindahkanwargayangtinggaldipinggiranSungaiCiliwungdanWadukPluit.

KeduarencanatersebutmasukkedalamduaprogrambesarpemerintahDKIJakartayaituJakartaUrgentFloodandMitigationProject(JUFMP)danProgramNormalisasiSungaiCiliwung. KeduaprogramdiatasdapatdipastikanakanmembawadampakbesarbagipuluhanribuKKyangmenempatikeduawilayahtersebut.

BantaransungaiCiliwungmisalnya,dihuniolehsekitar34ribuKKyangmungkinsudahpuluhantahunmenetapdanmencarinafkahdiwilayahtersebut.SamahalnyadenganpinggiranWadukPluit,dihuniolehhampir10ribuKK.Wargamemutuskantinggaldibantaransungaidanpinggiranwadukbukantanpaalasan.Lokasiyangstrategismenjadifaktorpenarik.Keterbatasanakseshunianyangterjangkausecarafinansialjugamenjadipendorong.

Diduawilayahtersebut,kesempatanuntukmencarinafkah,khususnyadisektorinformalterbukaluas.SalahsatuwargaKebunTebudiMuaraBarumenyatakan“asalkanrajin,maukerja,pastiadasajakerjaan”. WalaupunterletakdiujungJakartaUtara,beragampusatkegiatanekonomitersebardiMuaraBaru.SebutsajaTPIMuaraBaru,Pergudangan,Pabriktekstil(celanajeans,dll)danberagamjenisusaha/toko.Selainitu,keberadaanPerumahanPantaiMutiarayangterletakbersebelahanjugamemberikanpeluangpekerjaanbagiwargasepertimenjadipekerjarumahtangga,satpam,dll.

HalyangsamajugamenjadiargumentasipilihanwargamenetapdibantaransungaiCiliwung.Lokasiyangstrategisdipusatkota,denganberagampusatekonomisepertiPasarJatinegara,TerminalKampungMelayu,dllmenjadifaktorpenarikwarga.

 

PolaPenangananPemukimanKumuhdiJakarta 

Persoalanpemukimanyangberadadiwilayah“abu-abu”sepertibantaransungai,kolongtol,danpinggiranwadukkerapmenjadipersoalanberlarut-larutdikota-kotabesarIndonesia,termasukJakarta.MenurutDinasPerumahanDKIJakarta,jumlahpenduduktahun2011adalahsejumlah9.607.787jiwadengankepadatanpenduduk13.157,63jiwa/km2.Darijumlahtersebut,pendudukmiskindiJakartapadaMaret2012berjumlah363.200jiwa(3,69%).

Dari662km2luasDKIJakarta,49,47%diantaranyaadalahperumahandanpermukimandimana5,4%didalamnyaadalahpermukimankumuh.DatadirektoriKumuhTahun2011yangdikeluarkanolehPemerintahDKIJakartamenyebutkanbahwamasihada392RWkumuhdiJakarta.

JumlahpemukimankumuhberdasarkandataDinasPerumahanbelummencakup64kampungmiskindiJakartayangmenempatilahan-lahandibantaransungai,kolongtol,dll.JumlahtersebutmerupakanhasilpemetaanyangdilakukanolehUrbanPoorConsortium(UPC)selama2008-2010.

Menurutberbagaiterminologi,pemukimankumuhdiartikansebagaihunianyangmemilikiinfrastrukturdasaryangburuk. Sebelas(11)variabelkumuh(BPSJakarta2011)antaralainadalahkepadatanpenduduk;tataletakbangunan;Konstruksibangunantempattinggal;keadaanventilasibangunantempattinggal;pemanfaatanlahanuntukbangunan;Keadaanjalan;Keadaandrainase/saluranair;tempatbuangairbesar;pengangkutansampah;caramembuangsampahdanpeneranganjalanumum. Pelekatanisitilahilegalterhadappemukimankumuhyangberadadibantaransungai,pinggiranwaduk,pinggirrelkeretaapi,dikaitkanpadastatustanah.

Tahun1969ditandaisebagailahirnyapendekatan“solutif”untukmengatasikeadaanperumahankampungmiskin.Saatitu,pemerintahmemiliki3(tiga)pilihan,yaitu:

  1. Menggusurkampungdanmembangunrumahsusun
  2. Membangunperumahanbarudipinggirkota
  3. Memperbaikikampung,membuatgangdanjambanumum,memasukanairPAMdanmemperbaikicarapembuangansampah.
Pilihanketiga,yangkitakenalsebagaiProgramPerbaikanKampungatauMHTdiambilolehPemdaDKIJakarta.PembaruankotamelaluipendekatanmenggusurkampungdanmembangunrumahsusundikesampingkankarenamenurutPemdaDKIJakarta,saatitu,berdiamdirumahsusunmasihasingbagikebiasaanorangIndonesia.ProgramMHTdilaksanakansaatitudenganalokasianggaranRp.10jutadenganpendudukJakartaberjumlah4,5juta.Pilihanmerehabilitasikampungdiambilkarenadianggappalingefektiftanpamerusakjaringantradisionalmasyarakat.

ProyekperbaikanKampungataulebihdikenaldengan MHTtelahdilaksanakansejaktahun1969kemudiandievaluasipadatahun1993.Catatanevaluasiadalahkurangnyaperanmasyarakatdalampemeliharaanhasilproyek. Selanjutnya,pelaksaanprogramdirubahmenjadiTribina(BinaSosial,BinaEkonomi,danBinaFisikLingkungan).Sejak2006,programMHTdisempurnakanmenjadiProgramPerbaikanKampungTerpadu/MHTPlus.Penguatanprogramdilakukanmelaluipembentukankelompokswadayamasyarakat,pendampingandanpenguatankelompok,peningkatanperansertamasyarakatdanpemandirianLSM. HasildaripendampingandanpenguatankelompokmasyarakatadalahCommunityActionPlan(CAP)yangdidasarkanpadakebutuhanmasyarakat.

DibawahkepemimpinanJokowi,penanganan100RWkumuhdiJakartadilakukanmelaluiprogramMHTPlusberdasarkanPergubNo.190tahun2009tentangPelaksanaanPerbaikanLingkunganPermukiman(MHTPLus)danKepgubProvDKIJakartano1907tahun2009tentangpembentukanPokjaPerbaikanLingkunganPermukiman(MHTPlus).

Untuktahunini,ProgramMHTPlusakandimulaidenganpenataan30RWkumuhdenganmenggandengperusahaaandalambentukCorporateSocialResponsibility.Telahadakomitmendaritujuh(7)perusahaanyangbersediamelaksanakanprogramyaituPT.Jasindo,PT.DonMediaIndonesia,PT.BankDKI,PT.PembangunanJayaAncol,PT.JakartaPropertindo,PD.PembangunanSaranaJayadanPTJakartaIndustrialEstatePulogadung(JIEP)danada3perusahaanlainyangbersediayaituPT.AstraInternationaTbk,PT.JakartaTourisindo,danPDPasarJaya.

UntukprogramMHTPlustahunini,programpenataaankampungakanmeliputi:

  1. Perbaikanrumahtidaklayak(lantai,dinding,kusen,plafondanatap)
  2. Pembuatansumurresapan
  3. PembuatanSeptictank/IPALKomunal
  4. Penghijauan
  5. PerbaikanMCK
  6. Pembangunanruanginteraksisosial
  7. Pengadaanalatpendukungposyandu
  8. PengadaanalatperagaPAUD
  9. PembangunanPosRW
TerkaitpemilihanlokasidalamKegiatankemitraanCSRdiprogramMHTPlus,mekanismepenetapanlokasiMHTPlusditentukandengansyarat-syaratsebagaiberikut:

  1. BeradadiRWkumuhdisetiapkota/kabupatenAdministrasisesuaidenganDataEvaluasiRWKumuhyangdikeluarkanolehBPSProvinsiDKIJakarta
  2. PenetapanRWKumuhdilakukanolehmasing-masingWalikotadanBupati
  3. UsulanlokasipelaksanaanCSRdalamMHTPlusakanditetapkanolehDinasPrumahandanGedungPemerintahProvDKIJakarta
Selaintigakriteriadiatas,persyaratanmendasarlainnya,sebagaimanadisebutkanolehNovrizalselakuKepalaDinasPerumahan,adalahbukanpemukimanliaryangberdiridiataslahanyangdiperuntukkanbagiRTH(RuangTerbukaHijau)ataupunperuntukanlain. Samasepertitahun-tahunsebelumnya,pendekatanterhadappersoalanpemukimankumuhtelahmenutupmataterhadapkeberadaanpemukimanmiskinlain.

 

PenyataandiatasmenekankanpendekatanPemerintahterhadappersoalanpemukimanmiskinyangtinggaldibantarankali,kolongtol,pinggiranrekkeretaapi,dll. Selamaini,pendekatandenganpenggusurandanrelokasi,nyata-nyatatidakmenyelesaikanpersoalan.DenganmemindahkanwargakeRumahSusunyangterletak jauhdarilokasitempattinggaldantidakdilengkapidenganprasaranafasilitasumumdansosialhanyaakanmembuatwargakembaliketempatsemula.Iming-imingperlengkapanrumahsepertitempattidur,TV,dll tidakmenjawabkebutuhandasarwarga,yaituuntukberadadisekitarpusatkegiatanekonomi.

Penggusurandanrelokasitanpapengorganisasianditingkatanwargahanyamemberikanruanguntukberalihnyakepemilikanhaksewakepadamerekayangbukansasarandariprogram.Padaakhirnya,wargamiskinkembaliketempatsemuladanlingkaranyangsamakembaliterulang.HalyangsamaterjadiuntukkasuspenggusuranKolongTolditahun2007dimanatigatahunkemudianwargasudahkembalimenghuniruang-ruangdibawahkolongtol.

Pendekatanyangsamasudahtidakbolehberlakukarenasejaktahun2012PemerintahDKIJakartatelahmenyepakatiketentuantentangResettlementPolicyFramework atauKerangkaKebijakanPemukimanKembalimelaluiketentuanpinjamandanadariBankDuniauntukprogramJUFMP.Prinsipdasardaripendekataniniadalahmemastikanbahwarelokasiyangdilaksanakantidakmenjadikankondisiwargalebihburukdarisebelumnya.

PendekatanyangditekankandalamRPFadalahbagaimana meminimalkanpilihanrelokasi.Halinidapatdilakukandengancaramemfasiltasiwargasecarakolektifuntukmengumpulkanide-idekreatifdanalternatifterhadappersoalanpemukiman,semisalrehabilitasikampung,penataankampung,dll.Intinyaadalahmelibatkanwargaterdampakdalamsetiaptahapanproses.

Samasepertikebijakanpubliklainnya,normalisasisungaiCiliwungdanWadukPluitharusdilaksanakandengancarasepartisipatifmungkinkarenaberdampakpadahajathidupbanyakorang.Langkahradikalharussegeradiambiluntukmenyelesaikanpersoalanpemenuhanhakataspermukimanlayak.

LangkahyangdapatdimulaisegeraolehPemerintahProvinsiDKIJakartaadalahdenganmengadakankonsultasipublikataupublichearing,samahalnyapadarencanapembangunanMRTdanpembangunan6ruastoldalamkota. Publichearingperludilakukanuntukmendapatkansolusibersamauntukpersoalanpemukimanlayakdanjugakonservasilingkungan.Duakebutuhanmendasaryangsamapentingnyademiperkembangankotalestari. Kaliini,belajardariprosessebelumnya,pemberitahuanpublichearingharusdilakukanbeberapawaktusebelumnya,sehinggaparapihakyangberkepentingandanmemilikiperhatianterhadapduaisudiatasdapatberdiskusidanmerumuskanpendekatanwin-winsolutionuntuksemua.

 

3 thoughts on “Banjir dan Relokasi : Balada Warga Miskin Jakarta

  1. Program MHT di kampung saya tidak memberi solusi atau salah sasaran.
    Contohnya, utk menanggulangi banjir, jalan2 utama / gang besar saja yg ditinggikan, namun jalan2 kecil / gang kecil dan gang buntu malah dibiarkan rendah. Sama saja dengan mengumpulkan air serta sampah banjir pada jalan kecil dan buntu, sehingga warga yg tinggal dijln kecil tersebut pastinya akan merasakan dampak buruknya.
    Dan peninggian jalan utama tidak disertai dengan pengerukan selokan atau saluran air, malah selokan menjadi macet krna dampak dari peninggian jalan dikarenakan byk material yg digunakan utk peninggian jalan justru masuk ke selokan dan membuat selokan macet.
    Sekarang hujan turun sebentar, banjir sudah pasti datang. Dan kami yg tinggal di gang2 kecil malah merasakan banjir yg lebih parah drpd warga lain yg tinggal di gang besar.
    Lebih baik lancarkan saja selokan2 dan saluran air daripada terus membuat rumah kami lebih rendah dari jalanan.
    Menurut saya, ini sangat salah sasaran.

    Dari RW 01, kelurahan Tangki, kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *