<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Rujak &#187; Agents for Change</title>
	<atom:link href="http://rujak.org/category/agents/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rujak.org</link>
	<description>For a Better Jakarta. Everyone is Invited.</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Feb 2012 03:28:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Presentasi @JalanKaki</title>
		<link>http://rujak.org/2012/01/presentasi-jalankaki/</link>
		<comments>http://rujak.org/2012/01/presentasi-jalankaki/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Jan 2012 10:22:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Elisa Sutanudjaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agents for Change]]></category>
		<category><![CDATA[Resources]]></category>
		<category><![CDATA[jalan-kaki]]></category>
		<category><![CDATA[pejalan kaki]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rujak.org/?p=3339</guid>
		<description><![CDATA[Mengapa kita harus ber@JalanKaki &#8230;. karena kita manusia. Semudah itu toh. &#160; Jalan kaki View more presentations from Elisa Sutanudjaja.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mengapa kita harus ber@JalanKaki &#8230;. karena kita manusia. Semudah itu toh.</p>
<p>&nbsp;</p>
<div style="width:425px" id="__ss_11347926"><strong style="display:block;margin:12px 0 4px"><a href="http://www.slideshare.net/elisa3da/jalan-kaki" title="Jalan kaki">Jalan kaki</a></strong><object id="__sse11347926" width="425" height="355"><param name="movie" value="http://static.slidesharecdn.com/swf/ssplayer2.swf?doc=jalankaki-120131041857-phpapp02&#038;stripped_title=jalan-kaki&#038;userName=elisa3da" /><param name="allowFullScreen" value="true"/><param name="allowScriptAccess" value="always"/><param name="wmode" value="transparent"/><embed name="__sse11347926" src="http://static.slidesharecdn.com/swf/ssplayer2.swf?doc=jalankaki-120131041857-phpapp02&#038;stripped_title=jalan-kaki&#038;userName=elisa3da" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" wmode="transparent" width="425" height="355"></embed></object>
<div style="padding:5px 0 12px">View more <a href="http://www.slideshare.net/">presentations</a> from <a href="http://www.slideshare.net/elisa3da">Elisa Sutanudjaja</a>.</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rujak.org/2012/01/presentasi-jalankaki/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sayembara Perancangan Taman di Pondok Indah</title>
		<link>http://rujak.org/2011/05/sayembara-perancangan-taman/</link>
		<comments>http://rujak.org/2011/05/sayembara-perancangan-taman/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 May 2011 12:01:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Elisa Sutanudjaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agents for Change]]></category>
		<category><![CDATA[Arts & Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas Hijau Pondok Indah]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[inisiatif warga]]></category>
		<category><![CDATA[ruang publik]]></category>
		<category><![CDATA[sayembara]]></category>
		<category><![CDATA[taman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rujak.org/?p=2929</guid>
		<description><![CDATA[Komunitas Hijau Pondok Indah bekerja sama dengan Green Design Community mempersembahkan Sayembara Perancangan Taman di Pondok Indah Jakarta. Tujuan penyelenggaraan sayembara ini adalah untuk mewujudkan sebuah taman komunitas dengan basis gaya hidup lestari dan mampu menggugah penghuni kawasan Pondok Indah untuk hidup selaras dengan alam dan lestari. Informasi lebih lanjut, silakan baca di poster terlampir]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Komunitas Hijau Pondok Indah bekerja sama dengan Green Design Community mempersembahkan Sayembara Perancangan Taman di Pondok Indah Jakarta.</p>
<p>Tujuan penyelenggaraan sayembara ini adalah untuk mewujudkan sebuah taman komunitas dengan basis gaya hidup lestari dan mampu menggugah penghuni kawasan Pondok Indah untuk hidup selaras dengan alam dan lestari.</p>
<p>Informasi lebih lanjut, silakan baca di poster terlampir</p>
<p><a href="http://rujak.org/wp-content/uploads/2011/05/poster3-090511newcopy.jpg-for-rujak.jpg"><img class="alignnone size-large wp-image-2928" title="poster3 (090511)newcopy.jpg-for rujak" src="http://rujak.org/wp-content/uploads/2011/05/poster3-090511newcopy.jpg-for-rujak-723x1024.jpg" alt="" width="586" height="830" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rujak.org/2011/05/sayembara-perancangan-taman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Susah Payah Jalan Kaki di Manggarai</title>
		<link>http://rujak.org/2011/04/susah-payah-di-manggarai/</link>
		<comments>http://rujak.org/2011/04/susah-payah-di-manggarai/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Apr 2011 14:28:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Elisa Sutanudjaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agents for Change]]></category>
		<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Guest Column]]></category>
		<category><![CDATA[Institute for Transportation and Development Policy]]></category>
		<category><![CDATA[jalan-kaki]]></category>
		<category><![CDATA[Manggarai]]></category>
		<category><![CDATA[ruang publik]]></category>
		<category><![CDATA[sampah]]></category>
		<category><![CDATA[spatial plan]]></category>
		<category><![CDATA[transportation]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rujak.org/?p=2089</guid>
		<description><![CDATA[Siapa warga Jakarta yang tak tahu Manggarai? Disitu ada Pasar Rumput, surga bagi pemburu bahan bekas, dan beken sebagai gudangnya saniter bekas. Bagi yang tinggal di daerah Bodetabek dan pengguna kereta api, pasti akrab dengan stasiunnya. Lalu di musim penghujan, kita warga Jakarta pun was-was dengan ketinggian di pintu air Manggarai, karena begitu pintu air [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_2122" class="wp-caption aligncenter" style="width: 579px"><a href="http://rujak.org/wp-content/uploads/2010/06/Manggarai_from-the-air.jpg"><img class="size-full wp-image-2122   " style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" title="Manggarai_from the air" src="http://rujak.org/wp-content/uploads/2010/06/Manggarai_from-the-air.jpg" alt="" width="569" height="445" /></a><p class="wp-caption-text">Semesta transportasi Manggarai. Foto dari Lantai 5, Pasaraya.</p></div>
<p>Siapa warga Jakarta yang tak tahu Manggarai? Disitu ada Pasar Rumput, surga bagi pemburu bahan bekas, dan beken sebagai gudangnya saniter bekas. Bagi yang tinggal di daerah Bodetabek dan pengguna kereta api, pasti akrab dengan stasiunnya. Lalu di musim penghujan, kita warga Jakarta pun was-was dengan ketinggian di pintu air Manggarai, karena begitu pintu air tersebut dibuka di saat ketinggian berbahaya, maka Istana Negara pun bisa tergenang.</p>
<p>Manggarai pun menjadi cermin tak bercela atas sabarnya warga kota ini dan semerawutnya infrastruktur kota. Bukti bahwa warga kota sangat toleran terhadap kota ini ada pada saat kita mulai turun Stasiun Manggarai, atau saat kita menggunakan Halte TransJakarta.</p>
<p>Tepat didepan Halte TransJakarta, ada Pasaraya Manggarai, namun pengunjung tidak bisa dengan mudah masuk kedalam pertokoan, karena harus melewati jalan raya tanpa jembatan penyeberangan, dan mengelilingi pagar sebelum akhirnya masuk ke pintu utama.</p>
<p>Dengan adanya Stasiun Manggarai dan Halte TransJakarta Manggarai (dan dahulu sempat ada Waterway), Manggarai adalah bagian kota yang diberkahi segala kemudahan transportasi. Tapi benarkah demikian? Esai foto berikut menggambarkan <em>urban hiking</em> dari halte TransJakarta ke Stasiun Manggarai: Februari 2010. Padahal, u<a href="http://rujak.org/2011/04/kaki-lima/">ndang-undang menjamin hak-hak pejalan kaki</a> (<strong>Editorial</strong>).</p>
<p>1. Selepas turun dari bus, pintu keluar mengarah ke Pasaraya Manggarai, sementara Stasiun Manggarai berada diarah sebaliknya. Maka kita harus memutari halte, berjalan di tepian jalan &#8211; berhadapan langsung dengan kendaraan yang lalu lalang.<a href="http://rujak.org/wp-content/uploads/2010/06/Manggarai-Halte-busway.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-2107" title="Manggarai Halte busway" src="http://rujak.org/wp-content/uploads/2010/06/Manggarai-Halte-busway.jpg" alt="" width="545" height="310" /></a></p>
<p>2. Setelah berhasil memutari maka masuklah kedalam terowongan, hati-hati karena jalur tersebut tak rata dan sempit.</p>
<div id="attachment_2116" class="wp-caption aligncenter" style="width: 558px"><a href="http://rujak.org/wp-content/uploads/2010/06/Manggarai_terowongan.jpg"><img class="size-full wp-image-2116  " title="Manggarai_terowongan" src="http://rujak.org/wp-content/uploads/2010/06/Manggarai_terowongan.jpg" alt="" width="548" height="404" /></a><p class="wp-caption-text">Melewati terowongan. Di atasnya: rel kereta api.</p></div>
<p>3. Sebelum sampai ke ujung seberangilah jalan tersebut, dan akan berjumpa dengan ini</p>
<div id="attachment_2112" class="wp-caption aligncenter" style="width: 534px"><a href="http://rujak.org/wp-content/uploads/2010/06/Manggarai_Taman.jpeg"><img class="size-full wp-image-2112 " title="Manggarai_Taman" src="http://rujak.org/wp-content/uploads/2010/06/Manggarai_Taman.jpeg" alt="" width="524" height="398" /></a><p class="wp-caption-text">Ada taman kecil dipagari</p></div>
<p>4. Lalu di sebelah selatan ada ini</p>
<div id="attachment_2108" class="wp-caption aligncenter" style="width: 558px"><a href="http://rujak.org/wp-content/uploads/2010/06/Manggarai_memanjat.jpg"><img class="size-full wp-image-2108    " title="Manggarai_memanjat" src="http://rujak.org/wp-content/uploads/2010/06/Manggarai_memanjat.jpg" alt="" width="548" height="411" /></a><p class="wp-caption-text">Panjatlah tangga ini...</p></div>
<p>dan hati-hati ketika naik &#8216;tangga&#8217;.</p>
<div id="attachment_2114" class="wp-caption aligncenter" style="width: 528px"><a href="http://rujak.org/wp-content/uploads/2010/06/Manggarai_memanjat2.jpg"><img class="size-full wp-image-2114  " title="Manggarai_memanjat2" src="http://rujak.org/wp-content/uploads/2010/06/Manggarai_memanjat2.jpg" alt="" width="518" height="419" /></a><p class="wp-caption-text">Hati-hati dengan pegangan...ada paku!</p></div>
<p>5. Setelah menaiki tangga batu, masih ada lagi yang satu ini.</p>
<div id="attachment_2096" class="wp-caption aligncenter" style="width: 522px"><a href="http://rujak.org/wp-content/uploads/2010/06/IMG00119-20100204-1031.jpg"><img class="size-full wp-image-2096 " title="Manggarai 06" src="http://rujak.org/wp-content/uploads/2010/06/IMG00119-20100204-1031.jpg" alt="" width="512" height="384" /></a><p class="wp-caption-text">hati-hati saat menuruni tangga</p></div>
<p>6.  Lalu jangan lupa untuk membayar Rp 1000 kepada bapak berbaju putih</p>
<div id="attachment_2098" class="wp-caption aligncenter" style="width: 522px"><a href="http://rujak.org/wp-content/uploads/2010/06/IMG00121-20100204-1031.jpg"><img class="size-full wp-image-2098 " title="Manggarai 07" src="http://rujak.org/wp-content/uploads/2010/06/IMG00121-20100204-1031.jpg" alt="" width="512" height="384" /></a><p class="wp-caption-text">Bayar 1000 untuk jasa penempatan tangga-tangga</p></div>
<p>7. Dan anda akan langsung bertemu dengan rel-rel Stasiun Manggarai, silakan ikuti rel untuk menuju Stasiun Manggarai. Tidak dianjurkan bagi pengguna sepatu hak. Stasiun Manggarai ada disebelah kanan.</p>
<div id="attachment_2118" class="wp-caption aligncenter" style="width: 564px"><a href="http://rujak.org/wp-content/uploads/2010/06/Manggarai_Menyeberang-Rel.jpg"><img class="size-full wp-image-2118  " title="Manggarai_Menyeberang Rel" src="http://rujak.org/wp-content/uploads/2010/06/Manggarai_Menyeberang-Rel.jpg" alt="" width="554" height="360" /></a><p class="wp-caption-text">Melintasi rel: hati-hati, tengok kiri-kanan dulu.</p></div>
<p>Setelah sampai di platform, ada tangga lagi menuju platform stasiun, dan ini adalah bagian belakang stasiun. Sehingga ada kemungkinan untuk naik kereta tanpa membeli karcis lagi.</p>
<p>Sesuatu yang seharusnya mudah, dibuat sulit di Manggarai. Antara Stasiun Manggarai dan Halte TransJakarta ternyata saling bertolak belakang, dan keduanya berada dalam ketinggian berbeda. Hal itu mungkin kesannya sepele, tapi menjadi masalah besar bagi keberhasilan transportasi umum di Jakarta.</p>
<p>Selepas Stasiun Manggarai, maka ada opsi lain jika sungkan melewati tangga, bisa juga menaiki rakit penyeberangan yang dioperasikan warga kampung Menteng Jaya.</p>
<p>8. Hati-hati menuruni tepian kali Ciliwung</p>
<div id="attachment_2101" class="wp-caption aligncenter" style="width: 522px"><a href="http://rujak.org/wp-content/uploads/2010/06/IMG00125-20100204-1055.jpg"><img class="size-full wp-image-2101 " title="Manggarai 09" src="http://rujak.org/wp-content/uploads/2010/06/IMG00125-20100204-1055.jpg" alt="" width="512" height="384" /></a><p class="wp-caption-text">naik rakit untuk kembali ke halte TransJakarta</p></div>
<p>Ruwetnya Manggarai ini ternyata tidak mampu mehalangi ambisi Pemprov Jakarta. Di awal tahun 2010 ini, pemerintah bahkan menetapkan Manggarai sebagai <a href="http://www.antaranews.com/berita/1264166240/manggarai-jakarta-disiapkan-jadi-stasiun-utama-komuter" target="_blank">stasiun utama komuter</a>, bahkan saat Rujak berkunjung, pintu platform otomatis tengah dipersiapkan. Mari kita tunggu, bagaimana langkah pemprov demi mewujudkan impian tersebut. Minimal impian tersebut seyogyanya mampu membuat para pelaju (komuter) untuk mempu berjalan kaki selayaknya manusia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rujak.org/2011/04/susah-payah-di-manggarai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pameran dan Diskusi Sayembara Terbatas StrenKali Surabaya</title>
		<link>http://rujak.org/2011/03/pameran-dan-diskusi-sayembara-terbatas-strenkali-surabaya/</link>
		<comments>http://rujak.org/2011/03/pameran-dan-diskusi-sayembara-terbatas-strenkali-surabaya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Mar 2011 22:34:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Elisa Sutanudjaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arts & Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Urban Poor Consortium]]></category>
		<category><![CDATA[arts & culture]]></category>
		<category><![CDATA[collaboration]]></category>
		<category><![CDATA[inisiatif warga]]></category>
		<category><![CDATA[permukiman]]></category>
		<category><![CDATA[sayembara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rujak.org/?p=2852</guid>
		<description><![CDATA[Rujak Center for Urban Studies, bekerja sama dengan Universitas Pelita Harapan, Arkom Jogja dan Paguyuban Warga Strenkali Surabaya menyelenggarakan Pameran dan Diskusi Sayembara Terbatas Stren Kali Surabaya. Pameran: 4-15 April 2011 di Gedung B, Universitas Pelita Harapan Diskusi Peran Arsitek dalam Komunitas 8 April 2011, 13.00 WIB, MYC MultiPurposeRoom Lantai 1 Gedung D, Universitas Pelita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">Rujak Center for Urban Studies, bekerja sama dengan Universitas Pelita Harapan, Arkom Jogja dan Paguyuban Warga Strenkali Surabaya menyelenggarakan Pameran dan Diskusi Sayembara Terbatas Stren Kali Surabaya.</p>
<p style="text-align: center;">Pameran: 4-15 April 2011 di Gedung B, Universitas Pelita Harapan</p>
<p style="text-align: center;">Diskusi Peran Arsitek dalam Komunitas</p>
<p style="text-align: center;">8 April 2011, 13.00 WIB, MYC MultiPurposeRoom</p>
<p style="text-align: center;">Lantai 1 Gedung D, Universitas Pelita Harapan</p>
<p style="text-align: center;"><span id="more-2852"></span><a href="http://rujak.org/wp-content/uploads/2011/03/Poster.jpg"><img class="size-large wp-image-2853 aligncenter" title="Poster" src="http://rujak.org/wp-content/uploads/2011/03/Poster-788x1024.jpg" alt="" width="473" height="614" /></a></p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: left;">Permukiman kota untuk kelompok masyarakat berpenghasilan rendah belum pernah mendapatkan solusi yang memuaskan, terjamin keberlanjutannya, serta dapat direplikasi. Bahkan dapat dikatakan bahwa pada saat ini ada terasa semacam suatu kebuntuan pada tingkat lokal, nasional, maupun internasional. Pemikiran mutakhir di seluruh dunia menyimpulkan bahwa salah satu kunci untuk membuat terobosan adalah: Prakarsa dan Partisipasi Masyarakat yang bersangkutan.</p>
<p style="text-align: left;">Permukiman di Stren Kali yang tergabung dalam Paguyuban Warga Stren Kali Surabaya (PWSS) berupaya menjadi contoh untuk pendekatan yang lestari dengan konsep teknis, ekonomi, sosial-budaya, dan hukum yang benar-benar memajukan prakarsa dan partisipasi masyarakat yang bersangkutan.</p>
<p style="text-align: left;">Sayembara Terbatas Perencanaan Partisipatif Stren Kali Surabaya merupakan kerja sama antara Rujak Center for Urban Studies, Urban Poor Consortium dan Paguyuban Warga Stren Kali Surabay, dan didukung oleh Asian Coalition of Housing Rights. Peserta sayembara ini adalah 7 arsitek &amp; kantor arsitek: Han Awal, Adi Purnomo, Avianti Armand, URBANE, Wiyoga Nurdiansyah, Yu Sing dan Eko Prawaoto.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rujak.org/2011/03/pameran-dan-diskusi-sayembara-terbatas-strenkali-surabaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jakarta: Estetika Banal</title>
		<link>http://rujak.org/2011/02/jakarta-estetika-banal/</link>
		<comments>http://rujak.org/2011/02/jakarta-estetika-banal/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Feb 2011 03:42:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Marco Kusumawijaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dewan Kesenian Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Resources]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Erik Prasetya]]></category>
		<category><![CDATA[Firman Ichsan]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Photography]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rujak.org/?p=2786</guid>
		<description><![CDATA[Buku Baru: Erik Prasetya, Jakarta: Estetika Banal, KPG dan Dewan Kesenian Jakarta, January 2011. Bagaimana pentingnya pendekatan fotografi Erik dalam studi perkotaan, khususnya Jakarta? Foto-foto Erik adalah suatu studi atas Jakarta, yang dilakukannya selama 20 tahun sebagai seorang warga yang berdiri di atas tanah, di dalam ruang dan peristiwa kota itu. Kita merasa hadir di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><a href="http://rujak.org/wp-content/uploads/2011/02/IMG_8657.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-2787" title="IMG_8657" src="http://rujak.org/wp-content/uploads/2011/02/IMG_8657.jpg" alt="" width="576" height="432" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Buku Baru: Erik Prasetya, <em>Jakarta: Estetika Banal</em>, KPG dan Dewan Kesenian Jakarta, January 2011.</p>
<p>Bagaimana pentingnya pendekatan fotografi Erik dalam studi perkotaan, khususnya Jakarta?</p>
<p>Foto-foto Erik adalah suatu studi atas Jakarta, yang dilakukannya selama 20 tahun sebagai seorang warga yang berdiri di atas tanah, di dalam ruang dan peristiwa kota itu. Kita merasa hadir di dalam lokasi-lokasi itu, di saat-saat ketika tombol ditekan, bersama-sama subyek yang difotonya, baik itu bangunan, bus, bajaj dan tentu saja warga. Dengan vitalitasnya penduduk kota menyiasati tata-kota yang banal. Jalan terowongan menjadi tempat berteduh. Menunggu bus di mana saja. Atap kereta api berpenumpang. Kegembiraan-kegembiraan kecil di ruang khalayak.  Betapa kota-kota kekurangan pengetahuan yang intim tentang kebutuhan dan kemampuan yang nyata dari penduduk kota itu, sehingga sebagian besar kebutuhan itu tidak terpenuhi dan sebagian besar kemampuannya tidak disertakan dalam membangun kotanya. Ada senjang-pengetahuan antara kebijakan dan pengetahuan perkotaan.</p>
<p>Ini terbitan terpenting selama beberapa dasawarsa terakhir dalam bidang fotografi, karena menawarkan terobosan estetika dan metodologi kerja. Berguna bukan saja untuk penggemar fotografi, jurnalisme, tetapi juga para peminat urban studies dan cultural studies.</p>
<p><a href="http://cephasphotoforum.wordpress.com/2011/02/09/review-jakarta-estetika-banal/">Lihat salah satu ulasan oleh Kurniadi Widodo.</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rujak.org/2011/02/jakarta-estetika-banal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Serial Diskusi Salihara:  Agama dan  Sekularisme di Ruang Publik: Pengalaman  Dunia Islam</title>
		<link>http://rujak.org/2011/01/serial-diskusi-salihara-agama-dan-sekularisme-di-ruang-publik-pengalaman-dunia-islam/</link>
		<comments>http://rujak.org/2011/01/serial-diskusi-salihara-agama-dan-sekularisme-di-ruang-publik-pengalaman-dunia-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Jan 2011 07:15:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Elisa Sutanudjaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agents for Change]]></category>
		<category><![CDATA[Arts & Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas Salihara]]></category>
		<category><![CDATA[diskusi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rujak.org/?p=2671</guid>
		<description><![CDATA[Pembicara/Speakers: Luthﬁ Assyaukanie &#38; Ihsan Ali-Fauzi Moderator: Saidiman Ahmad Lokasi: SerAMBi SALiHArA terbuka untuk umum Pendaftaran selambatnya 18 Januari 2011, melalui dita@salihara.org Diskusi ini melanjutkan pembahasan tema “Agama dan Sekularisme di ruang Publik” (Desember 2010) yang mengangkat dialog antara Habermas (ﬁlsuf) dan ratzinger (teolog) tentang bagaimana menanggapi kebangkitan agama di ruang publik di dunia Barat atau masyarakat Kristen. Kali ini diskusi akan lebih melihat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="_mcePaste">Pembicara/Speakers: Luthﬁ Assyaukanie &amp; Ihsan Ali-Fauzi</div>
<div id="_mcePaste">Moderator: Saidiman Ahmad</div>
<div id="_mcePaste">Lokasi: SerAMBi SALiHArA</div>
<div id="_mcePaste">terbuka untuk umum</div>
<div id="_mcePaste">Pendaftaran selambatnya 18 Januari 2011, melalui dita@salihara.org</div>
<div id="_mcePaste">Diskusi ini melanjutkan pembahasan tema “Agama dan Sekularisme di ruang Publik” (Desember 2010) yang mengangkat dialog antara Habermas (ﬁlsuf) dan ratzinger (teolog) tentang bagaimana menanggapi kebangkitan agama di ruang publik di dunia Barat atau masyarakat Kristen. Kali ini diskusi akan lebih melihat hubungan agama dan ruang publik di dunia islam: bagaimana tarik-menarik doktrin agama dan politik dalam sejarah kekuasaan islam,</div>
<div id="_mcePaste">sejak kapan ide sekularisme bersentuhan dengan masyarakat muslim, dan benarkah sekularisme adalah “produk impor” dari luar-islam yang datang melalui modernisme, kolonialisme, dan konsep “negara bangsa”. tidak adakah pengalaman sekularisasi yang lahir dari tradisi intelektual atau praktik</div>
<div id="_mcePaste">politik islam? Dan bagaimana memaknai kembalinya otoritas agama dalam kehidupan publik (fatwa, penerapan aturan publik berbasis Syariah islam, dan kelompokkelompok sipil yang membakai simbol dan klaim agama), hingga ide “negara agama” di masyarakat muslim yang tak pernah matimati diteriakkan? Selain itu, seperti apa masa depan kebebasan, perbedaan, dan ruang</div>
<div id="_mcePaste">publik yang seharusnya tak terkooptasi oleh satu kelompok? Bagaimana menanggapi semua isu itu dalam kehidupan berdemokrasidan bernegara saat ini?</div>
<div>Ikuti diskusinya bersama Luthﬁ Assyukanie, Deputi Direktur Freedom institute dan Pendiri Jaringan islam Liberal (JiL), dan ihsan Ali-Fauzi, Direktur Program Yayasan Wakaf Paramadina dan Dosen Universitas Paramadina.</div>
<div>Program ini ditaja oleh Hivos.</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rujak.org/2011/01/serial-diskusi-salihara-agama-dan-sekularisme-di-ruang-publik-pengalaman-dunia-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Mengatasi Macet?</title>
		<link>http://rujak.org/2010/12/bagaimana-mengatasi-macet/</link>
		<comments>http://rujak.org/2010/12/bagaimana-mengatasi-macet/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Dec 2010 03:21:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[GreenLifeStyle]]></category>
		<category><![CDATA[Resources]]></category>
		<category><![CDATA[Rujak Answers]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rujak.org/?p=2596</guid>
		<description><![CDATA[Selamat pagi&#8230;.. Banyak warga kota yang berpikir bahwa cara untuk mengatasi kemacetan jalan adalah dengan melebarkan ruas jalan (yang untuk mobil). Padahal prinsip ini sama saja dengan mengatasi masalah berat badan dengan menggunakan celana yang lebih besar, yang justru akan membuat yang bersangkutan makan lebih banyak hingga celana terasa sempit lagi, lalu kemudian diganti lagi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://rujak.org/wp-content/uploads/2010/12/car-bus-bicycle.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-2605" title="car-bus-bicycle" src="http://rujak.org/wp-content/uploads/2010/12/car-bus-bicycle.jpg" alt="" width="468" height="313" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://rujak.org/wp-content/uploads/2010/12/busway-map.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-2603" title="busway map" src="http://rujak.org/wp-content/uploads/2010/12/busway-map.jpg" alt="" width="423" height="423" /></a></p>
<p>Selamat pagi&#8230;..</p>
<p>Banyak warga kota yang berpikir bahwa cara untuk mengatasi kemacetan jalan adalah dengan melebarkan ruas jalan (yang untuk mobil).<br />
Padahal prinsip ini sama saja dengan mengatasi masalah berat badan dengan menggunakan celana yang lebih besar, yang justru akan membuat yang bersangkutan makan lebih banyak hingga celana terasa sempit lagi, lalu kemudian diganti lagi dengan celana yang lebih longgar.<br />
Begitu seterusnya&#8230;..Tak habis-habisnya, sampai ahan kota habis untuk bikin jalan?<br />
<em><br />
Lalu bagaimana dong caranya mengatasi kemacetan?</em></p>
<p>Di tautan ini terdapat dua materi presentasi konferensi pers koalisi warga Jakarta mengenai pembangunan jalan layang Antasari &amp; Casablanca.<br />
<a href="http://greenlifestyle.or.id/files" target="_blank">http://greenlifestyle.or.id/files</a></p>
<p>Di dalamnya terdapat beberapa data, fakta, contoh inspirasional dari kota lain, ilustrasi dan foto tentang masalah transportasi.<br />
Walau banyak data mengenai jakarta, tapi dijamin banyak hal yang berguna juga bagi warga di kota-kota lain.<br />
Slide-side presentasi tersebut bisa membantu <em>GLers</em> utk membandingkan kota tempat tinggalnya, apatah walikotanya sudah tepat menata kotanya, atau justru berpotensi mengalami kemacetan seperti Jakarta di kemudian hari.</p>
<p>Bagi yang punya data dan informasi menarik lain tentang transportasi kota: yuk dibagi ke khalayak ramai, supaya data jadi lebih bermanfaat.</p>
<p>salam,<br />
melly, <a href="mailto:greenlifestyle@googlegroups.com">greenlifestyle@googlegroups.com</a><br />
<span style="color: #888888;"> </span></p>
<div><span style="font-family: Georgia; line-height: 15px;"><br />
</span></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rujak.org/2010/12/bagaimana-mengatasi-macet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sayembara Terbatas Penataan Kawasan Stren Kali Surabaya</title>
		<link>http://rujak.org/2010/11/sayembara-terbatas-penataan-kawasan-stren-kali-surabaya/</link>
		<comments>http://rujak.org/2010/11/sayembara-terbatas-penataan-kawasan-stren-kali-surabaya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Nov 2010 12:09:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Elisa Sutanudjaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Urban Poor Consortium]]></category>
		<category><![CDATA[inisiatif warga]]></category>
		<category><![CDATA[ruang tinggal]]></category>
		<category><![CDATA[sayembara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rujak.org/?p=2524</guid>
		<description><![CDATA[Rujak Center for Urban Studies, bekerja sama dengan Urban Poor Consortium dan Paguyuban Warga Stren Kali Surabaya menyelenggarakan sayembara terbatas desain penataan Kawasan Stren Kali Surabaya. Jika teringat tulisan lawas dari Yuli Kusworo, ia bercerita tentang inovasi, inisiatif dan partisipasi para warga kampung yang menempati bantaran Stren Kali Surabaya: inisiatif utk memundurkan rumah dan membalikkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rujak Center for Urban Studies, bekerja sama dengan Urban Poor Consortium dan Paguyuban Warga Stren Kali Surabaya menyelenggarakan sayembara terbatas desain penataan Kawasan Stren Kali Surabaya.</p>
<p><span id="more-2524"></span>Jika teringat <a href="http://rujak.org/2009/07/%E2%80%98sunan%E2%80%99-jogokali-gotong-royong-hijaukan-kampung/" target="_blank">tulisan lawas dari Yuli Kusworo</a>, ia bercerita tentang inovasi, inisiatif dan partisipasi para warga kampung yang menempati bantaran Stren Kali Surabaya: inisiatif utk memundurkan rumah dan membalikkan posisi tampak depan rumah menghadap sungai, upaya pengomposan, program Jogo Kali demi menjaga kebersihan Stren Kali hingga penghijauan kampung.</p>
<p>Upaya impresif tersebut mendorong Pemkot Surabaya mengeluarkan Perda yang pada intinya mengijinkan warga untuk tetap tinggal di Stren Kali, selagi mereka memperhatikan garis sempadan sungai.</p>
<p>Namun di tahun 2009, mendadak keluarlah Surat Mendagri yang menyatakan Perda tersebut tidak berlaku, karena menyalahi aturan lawas, yaitu batas garis sempadan sungai sejauh 11 meter. Tentu saja nasib ribuan warga Stren Kali kembali berada diujung tanduk.</p>
<p>Kembali warga-warga harus bernegoisasi ulang dengan Pemerintah. Dan kali ini, pemerintah provinsi meminta proposal desain, yang akhirnya disanggupi oleh warga.</p>
<p>Sayembara terbatas ini adalah langkah kecil untuk tetap memperjuangkan ruang hidup yang telah tumbuh selama 30-40 tahun. Ada 7 arsitek yang diundang, bervariasi generasi dan pengalaman, mulai dari arsitek senior Han Awal, Eko Prawoto, Adi Purnomo, Avianti Armand, Yu Sing dan Wiyoga Nurdiansyah, serta firma Urbane.</p>
<p>Setelah melalui penjurian, maka para juri yang terdiri dari Wardah Hafidz,  Joyce Laurens, dosen arsitektur Universitas Kristen Petra, dan tiga wakil dari Paguyuban Warga Stren Kali Surabaya, yaitu Ibu Yusuf, Widianto dan Grace Natasya, sepakat untuk memilih proposal Wiyoga Nurdiansyah yang bernama sandi Perca.</p>
<p>Yoga, demikian akrab dipanggil, memilih untuk melakukan intervensi sederhana namun tepat sasaran terhadap kampung-kampung. Dia berkeinginan untuk menjaga struktur dan tatanan sosial masyarakat sehingga kehidupan sosial kampung tersebut tetap terjaga.</p>
<p>Demikian proposal dari Wiyoga Nurdiansyah:</p>
<p><a href="http://rujak.org/wp-content/uploads/2010/11/PERCA-Stren-Kali-Surabaya_Page_1.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-2527" title="PERCA - Stren Kali Surabaya_Page_1" src="http://rujak.org/wp-content/uploads/2010/11/PERCA-Stren-Kali-Surabaya_Page_1.jpg" alt="" width="606" height="838" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rujak.org/2010/11/sayembara-terbatas-penataan-kawasan-stren-kali-surabaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemenang Sayembara &#8220;Prakarsa Masyarakat untuk Kota Lestari&#8221;</title>
		<link>http://rujak.org/2010/10/pemenang-sayembara-prakarsa-masyarakat-untuk-kota-lestari/</link>
		<comments>http://rujak.org/2010/10/pemenang-sayembara-prakarsa-masyarakat-untuk-kota-lestari/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Oct 2010 00:32:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Marco Kusumawijaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Greeneration Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas Hijau Pondok Indah]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Urban Poor Consortium]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rujak.org/?p=2521</guid>
		<description><![CDATA[PENGUMUMAN PROPOSAL TERPILIH SAYEMBARA PRAKARSA MASYRAKAT DALAM PENATAAN RUANG UNTUK KOTA LESTARI TAHUN 2010 Dewan Juri Sayembara Prakarsa Masyarakat dalam Penataan Ruang untuk Kota Lestari tahun 2010 yang terdiri dari: 1.    Nana Firman (Pokja Kota Lestari) 2.    Wardah Hafidz (Urban Poor Consortium) 3.    Suryono Herlambang (Universitas Tarumanegara) 4.    M. Bijaksana Junerosano (Greeneration Indonesia, Pemrakarsa Terpilih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PENGUMUMAN PROPOSAL TERPILIH</strong></p>
<p><strong>SAYEMBARA PRAKARSA MASYRAKAT DALAM PENATAAN RUANG UNTUK KOTA LESTARI TAHUN 2010</strong></p>
<p>Dewan Juri Sayembara Prakarsa Masyarakat dalam Penataan Ruang untuk Kota Lestari tahun 2010 yang terdiri dari:</p>
<p>1.    Nana Firman (Pokja Kota Lestari)</p>
<p>2.    Wardah Hafidz (Urban Poor Consortium)</p>
<p>3.    Suryono Herlambang (Universitas Tarumanegara)</p>
<p>4.    M. Bijaksana Junerosano (Greeneration Indonesia, Pemrakarsa Terpilih Sayembara Prakarsa Masyarakat dalam Penataan Ruang untuk Kota Lestari tahun 2009)</p>
<p>5.    Doni J. Widiantono (Direktorat Jenderal Penataan Ruang)</p>
<p>memutuskan proposal terpilih untuk difasilitasi pelaksanaannya oleh Direktorat Jenderal Penataan Ruang pada Tahun Anggaran 2011, sebagai berikut:</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="459">
<tbody>
<tr>
<td width="34" valign="top"><strong>No</strong></td>
<td width="110" valign="top"><strong>Pemarkarsa</strong></td>
<td width="223" valign="top"><strong>Judul   Proposal</strong></td>
<td width="92" valign="top"><strong>Lokasi</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="34" valign="top">1.</td>
<td width="110" valign="top">Muhamad Aziz Firdaus</td>
<td width="223" valign="top">Optimalisasi Lahan   Fasilitas Umum Sebagai Tempat untuk Meningkatkan Kualitas Kehidupan   Bermasyarakat  di Bukit Kayu   Manis RW 12 Kelurahan Kayu Manis Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor</td>
<td width="92" valign="top">Kota Bogor, Jawa   Barat</td>
</tr>
<tr>
<td width="34" valign="top">2.</td>
<td width="110" valign="top">Akhmad   Setiobudi, Ir. MT dan kawan-kawan</td>
<td width="223" valign="top">Pengembangan   Pertanian Kota (Urban Farming) untuk Menunjang Ruang Terbuka Hijau dan   Peningkatan Ketahanan Pangan</p>
<p>Di   Lingkungan Permukiman Bumi Asri Padasuka Bandung</td>
<td width="92" valign="top">Kota Bandung, Jawa   Barat</td>
</tr>
<tr>
<td width="34" valign="top">3.</td>
<td width="110" valign="top">Komunitas   Hijau Pondok Indah</td>
<td width="223" valign="top">Peran   Serta Masyarakat dalam Kepedulian dan Pemanfaatan Ruang Terbuka di Pondok   Indah</td>
<td width="92" valign="top">Jakarta Selatan, DKI   Jakarta</td>
</tr>
<tr>
<td width="34" valign="top">4.</td>
<td width="110" valign="top">Hari   Nugroho, ST dan Komunitas Cinta Kampung (KONTAK)</td>
<td width="223" valign="top"><em>Binatur   Riverwalk</em> Konsep Penataan Lingkungan Permukiman Tepi Sungai   sebagai Destinasi Wisata Publik untuk Menumbuhkan Ekonomi Lokal Warga Melalui   Upaya Pelestarian Lingkungan di Kelurahan Podosugih, Kota Pekalongan</td>
<td width="92" valign="top">Pekalongan, Jawa   Tengah</td>
</tr>
<tr>
<td width="34" valign="top">5.</td>
<td width="110" valign="top">Dedi   Irawan, S.Pd dan kawan-kawan</td>
<td width="223" valign="top">Mendorong   Tata Ruang Kelola yang Sensitif Terhadap Kepentingan Nelayan Tradisional   dalam Mengurangi Konflik Ruang di Teluk Palu</td>
<td width="92" valign="top">Palu, Sulawesi Tengah</td>
</tr>
<tr>
<td width="34" valign="top">6.</td>
<td width="110" valign="top">M.   Yusuf Siregar dan kawan-kawan</td>
<td width="223" valign="top">Pendampingan   Penyusunan Program Pembangunan Berbasis Prioritas (Membangun Komunikasi   Positif antara Masyarakat, Pemerintah, dan <em>Stakeholder</em>)</td>
<td width="92" valign="top">Pulau Pramuka,   Kabupaten Kepulauan Seribu, DKI Jakarta</td>
</tr>
<tr>
<td width="34" valign="top">7.</td>
<td width="110" valign="top">Invani   Lela Herlina dan kawan-kawan</td>
<td width="223" valign="top">Aku   Bangga Jadi Anak Kampung</td>
<td width="92" valign="top">Kota Yogyakarta, DI   Yogyakarta</td>
</tr>
<tr>
<td width="34" valign="top">8.</td>
<td width="110" valign="top">BKM   Sumber Makmur – Sonorejo, Kabupaten Sukoharjo</td>
<td width="223" valign="top">Penataan   Kalimati Sebagai Kawasan Wisata Air Terpadu</td>
<td width="92" valign="top">Kabupaten Sukoharjo,   Jawa Tengah</td>
</tr>
<tr>
<td width="34" valign="top">9.</td>
<td width="110" valign="top">Muh.   Mu’min F, S.Si dan kawan-kawan</td>
<td width="223" valign="top">Penataan   dan Pelestarian Kawasan Benteng Keraton Buton Sebagai Lingkungan Permukiman   Tradisional yang Asri</td>
<td width="92" valign="top">Pulau Buton, Sulawesi   Tenggara</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Panitia penyelenggara akan menghubungi permrakarsa proposal terpilih untuk tindak lanjut fasilitasi pelaksanaan kegiatan proposal terpilih.  Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Panitia Sayembara Prakarsa Masyarakat dalam Penataan Ruang untuk Kota Lestari 2010 di 021 722-6577 up Tessie/Hetty.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rujak.org/2010/10/pemenang-sayembara-prakarsa-masyarakat-untuk-kota-lestari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Survei Keanekaragaman Hayati di Taman Margasatwa Ragunan :</title>
		<link>http://rujak.org/2010/08/survei-keanekaragaman-hayati-di-taman-margasatwa-ragunan/</link>
		<comments>http://rujak.org/2010/08/survei-keanekaragaman-hayati-di-taman-margasatwa-ragunan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Aug 2010 00:44:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agents for Change]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Peta Hijau]]></category>
		<category><![CDATA[Resources]]></category>
		<category><![CDATA[keanekaragaman hayati]]></category>
		<category><![CDATA[Ragunan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rujak.org/?p=2415</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan oleh Febri Yanti, Foto oleh Ady Kristanto Minggu pagi jam 7.30 di depan loket utara Ragunan sebelas orang berkumpul di bawah pohon sengon laut depan kolam pelikan. Kalau dilihat sepintas burung ini seperti patung. Setelah berkenalan satu sama lain, kami dibagi menjadi dua kelompok survei: kelompok barat dan timur. Dalam tiap kelompok terdapat pemeta [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><a href="http://rujak.org/wp-content/uploads/2010/08/DSC_0130.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-2416" title="DSC_0130" src="http://rujak.org/wp-content/uploads/2010/08/DSC_0130.jpg" alt="" width="560" height="372" /></a></div>
<div>Tulisan oleh Febri Yanti, Foto oleh Ady Kristanto</div>
<p>Minggu pagi jam 7.30 di depan loket utara Ragunan sebelas orang berkumpul di bawah pohon sengon laut depan kolam pelikan. Kalau dilihat sepintas burung ini seperti patung. Setelah berkenalan satu sama lain, kami dibagi menjadi dua kelompok survei: kelompok barat dan timur. Dalam tiap kelompok terdapat pemeta hijau  dan pengenal burung (<em>birdwatcher</em>).</p>
<p>Daerah jelajah kelompok barat sebenarnya lebih kecil dibandingkan kawasan timur,  bila dilihat dari peta ragunan yang dibagikan. Tak lama setelah kami berjalan, beberapa burung mulai terlihat dan bersuara. Sempat berhenti sebentar di depan kandang burung emu dan kasuari. Tapi fokus utama kami bukan dua burung besar ini. Perlahan namun pasti kami mencoba mencari dan melihat pergerakan yang ada di pohon. Ternyata ada Bajing kelapa (<em>Callosciurus notatus</em>) di atas pohon, sedang berlari-lari kesana kemari, mungkin sedang mencari sarapan, pikir kami.</p>
<p>Walaupun agak berawan tapi cukup ramai suara burung pagi ini. Apalagi suara Betet biasa (<em>Psittacula alexandri</em>) yang sering terdengar dari awal perjalanan dan tak hanya satu individu yang kami temukan melainkan banyak sekali. Selain itu kami juga menemukan dua ekor Jalak putih (<em>Sturnus melanopterus</em>) yang sedang memakan serangga kecil. Jenis ini sangat terancam punah. Ia mungkin burung yang terlepas, karena dari survei Jakarta Birdwatchers Community di kawasan ini mulai tahun 2003 hingga sekarang, tidak pernah ditemukan di Taman Margasatwa Ragunan.</p>
<p>Melewati kandang komodo, yang sedang berdiam diri, di salah satu pohon di kandang tersebut, terlihat burung Merbah cerucuk (<em>Pycnonotus goiavier</em>), dan di dekatnya terlihat bunglon yang mempunyai leher berwarna merah. Tanpa teropong pasti yang belakangan ini tidak terlihat, sebab nampak seperti batang pohon kering.  Inilah Bunglon taman (<em>Calotes versicolor</em>).</p>
<p>Sampailah kami di dekat Pusat Primata Schumutzer (PPS) di taman yang ada patung orangutan. Di samping patung tersebut terdapat jalan batu untuk &#8220;pijat refleksi&#8221; seperti yang ada di Taman Monas atau Taman Suropati. Menarik sekali untuk mencoba berjalan disana. Tak jauh dari situ terdapat pohon yang sepertinya  cocok diberi aikon “<em>autum leaves</em>”. Namun kami tidak tahu jenis pohon apa itu. Daunnya banyak yang berwarna kuning, dan sedang gugur. Di sini kami juga bertemu burung Kepodang kuduk hitam (<em>Oriolus chinensis</em>) yang dominan bulunya berwarna kuning dan menemukan lebih dari 5 jenis kupu-kupu serta capung.</p>
<p>Kami lalu berjalan menuju Makam kramat kampong kandang. Pada hari-hari tertentu tempat ini suka di datangi masyarakat untuk berziarah. Di tempat yang terlihat sepi ini kami juga menemukan burung-burung seperti Bentet kelabu (<em>Lanius schach</em>) lalu ada Cinenen kelabu (<em>Orthotomus ruficeps</em>) dan lainnya. Tidak jauh dari situ kami menemukan tanaman pepaya yang buahnya berwarna kuning dan ada beberapa pohon jambu mawar, yang buahnya berwarna putih mendekati pink. Buah dagingnya agak keras (sepertinya belum matang) dan rasanya agak sepet.</p>
<p>Kami lalu bertemu danau dalam arah menuju pintu selatan, Mata kami kembali menyisir area hijau yang ada di sekitar danau. Hasil dari penyisiran tersebut tidak sia-sia. Ada 8 ekor kakaktua jambul kuning (<em>Cacatua sulphurea</em>) yang kami temukan. Lagi-lagi pohon flamboyan yang rupanya menjadi sarang kakaktua tersebut. Posisi pohon agak ke tengah dan dikelilingi rumput besar yang agak padat dan rimbun. Dari kejauhan bisa terlihat beberapa lubang besar. Kami menduga itu mungkin sarangnya.</p>
<p>Tidak jauh dari danau, ada tempat pengomposan sampah organik. Sambil berjalan dan tetap menyisir area, kami meihat di sisi dekat sungai ada biawak (<em>Varanus salvator</em>) yang sedang memanjat tanah. Area danau di bagian selatan Ragunan adalah salah satu tempat sepi dan jarang sekali didatangi pengunjung, dan memang tidak ada binatang yang diperagakan disini.</p>
<p>Di depan kantor kesehatan hewan terdengar bunyi burung Wiwik kelabu (<em>Cacomantis merulinus</em>). Maksud kami mau mencoba mencari burung tersebut di dekat kandang babi rusa, tetapi ternyata yang ditemukan disana adalah Gelatik jawa (<em>Padda oryzivora</em>), salah satu burung yang mempunyai warna indah. Namun hanya nampak satu. Ia sedang bertengger di pohon. Sama halnya dengan Jalak putih, burung ini mungkin hasil lepasan orang atau melarikan diri dan sampailah di ragunan. Semoga mereka bisa bertahan hidup.</p>
<p>Karena sudah ditunggu teman2 dari kelompok lain, lalu kami juga sudah lelah dan lapar, kami bergegas kembali ke kolam pelikan, Jika disimpulkan hari ini kami menemukan sekitar 33 jenis burung, 2 jenis reptilia, lebih dari 5 jenis kupu-kupu dan capung, serta beberapa mamalia seperti bajing kelapa. Senang rasanya di Jakarta masih memiliki kawasan seperti ini</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rujak.org/2010/08/survei-keanekaragaman-hayati-di-taman-margasatwa-ragunan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

