GreenLifeStyle


14 Dec 2010

Bagaimana Mengatasi Macet?

Selamat pagi…..

Banyak warga kota yang berpikir bahwa cara untuk mengatasi kemacetan jalan adalah dengan melebarkan ruas jalan (yang untuk mobil).
Padahal prinsip ini sama saja dengan mengatasi masalah berat badan dengan menggunakan celana yang lebih besar, yang justru akan membuat yang bersangkutan makan lebih banyak hingga celana terasa sempit lagi, lalu kemudian diganti lagi dengan celana yang lebih longgar.
Begitu seterusnya…..Tak habis-habisnya, sampai ahan kota habis untuk bikin jalan?

Lalu bagaimana dong caranya mengatasi kemacetan?

Di tautan ini terdapat dua materi presentasi konferensi pers koalisi warga Jakarta mengenai pembangunan jalan layang Antasari & Casablanca.
http://greenlifestyle.or.id/files

Di dalamnya terdapat beberapa data, fakta, contoh inspirasional dari kota lain, ilustrasi dan foto tentang masalah transportasi.
Walau banyak data mengenai jakarta, tapi dijamin banyak hal yang berguna juga bagi warga di kota-kota lain.
Slide-side presentasi tersebut bisa membantu GLers utk membandingkan kota tempat tinggalnya, apatah walikotanya sudah tepat menata kotanya, atau justru berpotensi mengalami kemacetan seperti Jakarta di kemudian hari.

Bagi yang punya data dan informasi menarik lain tentang transportasi kota: yuk dibagi ke khalayak ramai, supaya data jadi lebih bermanfaat.

salam,
melly, greenlifestyle@googlegroups.com


2 Comments »

| Agent of Change: GreenLifeStyle |


26 Mar 2010

Kompetisi Blog & Facebook

Akhir-akhir ini terlihat kampanye ‘green’ ada dimana-mana. Tapi, apa iya ada orang-orang yg sudah mengubah gaya hidupnya menjadi lebih ramah lingkungan? Atau jangan-jangan lebih banyak orang yang terjebak pada perilaku NATO alias No Action, Talk Only.
Jika kalian termasuk orang-orang yang sudah mulai mengubah gaya hidup sehari-harinya atau terinspirasi dari orang lain utk ikut mengubah gaya hidupnya, dan kalian punya blog atau FB, ayo jangan sungkan-sungkan utk berbagi cerita & inspirasi di dalam KumKum Blog Competition.
Tenggat waktu pengumpulan tulisan tgl 30 Maret 2010.

******************************

Kumkum Blog Competition

Sebagai rangkaian dari acara KumKum pada tanggal 17-18 April 2010, Dagdigdug.com bekerjasama dengan Komunitas GreenLifestyle, menyenggarakan sebuah kompetisi blog. Pemilik blog diminta untuk membuat tulisan mengenai :

  • Pengalaman penulis ketika mempraktekkan gaya hidup hijau; ATAU
  • Pendapat penulis ketika melihat orang lain yang mempraktekkan gaya hidup hijau

Apa sih gaya hidup hijau yang dimaksud?

Ada banyak sekali contoh gaya hidup hijau yang dapat diterapkan, namun untuk kontes kali ini akan dibatasi dalam 4 tema saja, yaitu:

  1. Upaya untuk hemat listrik (misal: menggunakan timer pada peralatan elektronik, mengganti lampu bohlam dengan lampu CFL, mengurangi jam nonton tv/main PS, ikut berpartisipasi dalam Earth Hour, dll)
  2. Menggunakan transportasi ramah lingkungan (misal: jalan kaki, naik sepeda/becak, naik angkutan umum, naik otopet, pakai skateboard, naik gerobak/rakit, dsb).
  3. Upaya mengurangi penggunaan kantong kresek (misal: barang belanjaan dimasukkan ke dalam tas yang sedang dibawa, memilih tidak jajan karena lupa bawa tas kain atau kotak makan, dll)
  4. Kegiatan mengurangi sampah kering (bisa sampah kertas, sampah air kemasan, kotak styrofoam, sampah kemasan produk, sampah kertas, dll).

Beberapa contoh praktek gaya hidup hijau bisa dilihat di: www.greenlifestyle.or.id/tips

Harapannya, tulisan-tulisan ini bisa menjadi inspirasi atau ide bagi orang lain yang membacanya, sehingga tergerak untuk ikut menerapkan hal yang sama.

Info lengkap mengenai syarat & ketentuan bisa disimak di: http://kumkum.dagdigdug.com/kompetisi-blog/

No Comments »

| Agent of Change: GreenLifeStyle |


28 Dec 2009

Sayembara Prakarsa Mayarakat untuk Kota Lestari

Forum Hijau Bandung, salah satu pemenang sayembara Prakarsa Masyarakat untuk Kota Lestari, bersama dua anggota dewan juri, Yuyun Ismawaty (pemenang Goldman Prize untuk lingkungan, 2009), dan Marco Kusumawijaya, editor Rujak.org

Forum Hijau Bandung, salah satu pemenang sayembara Prakarsa Masyarakat untuk Kota Lestari, bersama dua anggota dewan juri, Yuyun Ismawaty (pemenang Goldman Prize untuk lingkungan, 2009), dan Marco Kusumawijaya, editor Rujak.org. Foto: Tripod, Forum Hijau Bandung, 21 Desember 2009

Prakarsa Masyarakat untuk Kota Lestari adalah sayembara yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Tata Ruang, Departemen Pekerjaan Umum, bekerja sama dengan Kelompok Kerja Kota Lestari yang sebagian anggotanya adalah pendiri rujak.org. Tanggal 21 Desember 2009 Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, menyerahkan piagam dan plakat kepada enam pemenang dari seluruh 46 proposal yang diajukan.

Seluruh proposal yang diajukan dapat dibaca disini.

Karena keterbatasan kemampuan, dewan juri hanya memilih enam pemenang (bukan juara). Tetapi, sebenarnya semua proposal yang diajukan layak mendapat dukungan. Karena itu rujak.org memuat semuanya. Silakan membantu menyebarkan semua prakarsa ini untuk mendapat dukungan dari siapa saja yang berminat.

Para pemenang tidak mendapatkan hadiah langsung; tetapi dijanjikan akan mendapat dukungan dana untuk melaksanakan prakarsa yang telah diusulkannya dalam tahun anggaran 2010 nanti. Bila ini terlaksana, maka boleh jadi inilah pertama kalinya prakarsa masyarakat yang diusulkan secara terbuka melalui sayembara mendapatkan dukungan pendanaan langsung dari pemerintah pusat.

Para pemenang adalah (urutan tidak mencerminkan tingkat kejuaraan. Tidak ada juara, hanya pemenang):

1. Judul: Noto Tuladha Resik Ingkang Morokrembangan, Usulan
Penataan Kawasan dengan Pendekatan Lokal oleh Gabungan
Mahasiswa Peduli Rakyat
Pemrakarsa : Barefoot Architect-ITS Surabaya, dan kawan-kawan
Lokasi : Permukiman Kawasan Boezem Morokrembangan, Surabaya Utara

2. Judul : Menciptakan Masyarakat Kampung Code Utara Berdaya
dengan Optimasi Komunitas Warga
Pemrakarsa : Bapak Ariyanto dan kawan-kawan
Lokasi : Kampung Code Utara RT 01/RW 01 Kotabaru, Yogyakarta

3. Judul : Penataan Bantaran Sungai Berbasis Masyarakat (Pbs-Bermas)
Pemrakarsa : Tim dari Prodi Arsitektur Universitas Teknologi Yogyakarta yaitu
Endy Marlina ST, MT, dan kawan-kawan
Lokasi : Kelurahan Cokrodingratan dan Kelurahan Terban, Kecamatan Jetis

4. Judul : Pengelolaan dan Pembinaan Kebun Bibit Pohon Oleh Siswa
Sekolah Dasar di Kota Bengkulu dalam Rangka Penghijauan
Kawasan Non Hutan di Kota Bengkulu
Pemrakarsa : Bowo Tamtulistio, SP, dan kawan-kawan
Lokasi : Kota Bengkulu

5. Judul: Memperkuat Pendekatan Partisipatif Dalam Penataan dan
Pengelolaan Kanal “Sungai Jawi” Kota Pontianak
Pemrakarsa : Palang Merah Indonesia (PMI) Daerah Kalimantan Barat
Lokasi : Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat

6. Judul: Kolaborasi Antar Partisipan Forum Hijau Bandung menuju
Kota Lestari
(Penerapan 3 Program Kolaborasi: Peta Hijau Persampahan,
Eco-Hotel Rating, dan Masuk RT)
Pemrakarsa : Irmansjah Madewa (Penasehat Forum Hijau Bandung) dan kawankawan
Lokasi : Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat

Penggagas sayembara ini, yaitu Direktorat Jenderal Penataaan Ruang, Departemen PU, dan Kelompok Kerja Kota Lestari, mengganggap penting mendorong prakarsa dari masyarakat dalam rangka transisi menuju kota lestari. Sebab, pada akhirnya perubahan harus terjadi pada tingkat komitmen pribadi, baik secara individual maupun secara berkomunitas, sehingga kepemilikan masyarakat atas perubahan penting dibangkitkan melalui prakarsa aktif.

Kelompok Kerja Kota Lestari adalah kelompok prakarsa terbuka yang terdiri dari antara lain Elisa Sutanudjaja (dosen Universitas Pelita Harapan, editor rujak.org), Nana Firman (campaigner WWF), Yuli Kusworo (arsitek), Armely Meiviana (editor Freetodecide.org, pendiri Green Lifestyle), Shanty Syahril (pekerja lingkungan, pendiri freetodecide.org, pendiri Green Lifestyle dan koordinator Rumah Bersama), Suryono Herlambang (Ketua Jurusan Perencanaan Kota dan Pengembangan Real Estat, Universitas Tarumanagara), Andrea Fitrianto (aritek pada Uurban Poor Consortium), dan Marco Kusumawijaya.

Dewan Juri terdiri dari Deni Ruchyat (Sekretaris Ditjen Tata Ruang, Departemen PU), Yuyun Ismawaty (direktur Bali Fokus, pemenang Goldman Prize untuk lingkungan, 2009) dan Marco Kusumawijaya (Ketua Pengurus Harian Dewan Kesenian Jakarta, editor rujak.org).

6 Comments »

Topics: , , , | Agent of Change: GreenLifeStyle Rumah Bersama |


30 Jul 2009

Ketika para bocah ikut meramaikan acara diskusi

Oleh: Armely Meviana

para_bocahDi tengah sebuah acara diskusi mengenai pemukiman, tiba-tiba peserta dikejutkan oleh teriakan lantang seorang anak perempuan berusia 2 tahun yang baru saja masuk ke dalam ruangan, “Kakaaakk….kakaakk di manaa??” Ternyata si bocah bernama Uma sedang mencari sang kakak, Atta (9thn), yang duduk bersama orang tuanya di antara para peserta diskusi.

Walau sempat terkejut, namun kemudian peserta hanya tersenyum geli dan kembali memusatkan perhatian pada jalannya diskusi.

Kejadian unik ini terjadi di sebuah acara diskusi dengan tema “Cohousing: Membangun Perumahan, Merealisasikan Mimpi”, yang diselenggarakan oleh Komunitas Rumah Bersama pada Sabtu lalu (25/7). Kebetulan acara ini memang memungkinkan para peserta untuk membawa serta anak-anaknya, mengingat bahwa acara diselenggarakan di akhir pekan.

Untuk sebuah acara diskusi yang cukup serius, rasanya langka sekali bisa menemui kehadiran anak-anak di dalamnya. Apalagi bisa melihat mereka tetap asyik bermain di dalam ruangan yang sama, tanpa merasa takut akan ditegur.

(more…)

5 Comments »

Topics: | Agent of Change: GreenLifeStyle Rumah Bersama |


28 Jul 2009

Kenapa & Bagaimana Memilih Makanan Organik?

Apa syarat sebuah produk disebut organik? Bagaimana memilih sayur/buah yang sungguh organik? Adakah sertifikasi untuk produk organik? Kenapa makanan organik mahal? Apa manfaat makanan organik? Di mana membeli produk organik? 

Semua pertanyaan itu, dan banyak lainnya, akan terjawaba pada acara Obrolan GL.

Sabtu, 1 Agustus 2009 (iya…sabtu besok!)
pk. 10.00-13.00 (more…)

No Comments »

Topics: , | Agent of Change: GreenLifeStyle |