Agents for Change


28 Dec 2009

Sayembara Prakarsa Mayarakat untuk Kota Lestari

Forum Hijau Bandung, salah satu pemenang sayembara Prakarsa Masyarakat untuk Kota Lestari, bersama dua anggota dewan juri, Yuyun Ismawaty (pemenang Goldman Prize untuk lingkungan, 2009), dan Marco Kusumawijaya, editor Rujak.org

Forum Hijau Bandung, salah satu pemenang sayembara Prakarsa Masyarakat untuk Kota Lestari, bersama dua anggota dewan juri, Yuyun Ismawaty (pemenang Goldman Prize untuk lingkungan, 2009), dan Marco Kusumawijaya, editor Rujak.org. Foto: Tripod, Forum Hijau Bandung, 21 Desember 2009

Prakarsa Masyarakat untuk Kota Lestari adalah sayembara yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Tata Ruang, Departemen Pekerjaan Umum, bekerja sama dengan Kelompok Kerja Kota Lestari yang sebagian anggotanya adalah pendiri rujak.org. Tanggal 21 Desember 2009 Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, menyerahkan piagam dan plakat kepada enam pemenang dari seluruh 46 proposal yang diajukan.

Seluruh proposal yang diajukan dapat dibaca disini.

Karena keterbatasan kemampuan, dewan juri hanya memilih enam pemenang (bukan juara). Tetapi, sebenarnya semua proposal yang diajukan layak mendapat dukungan. Karena itu rujak.org memuat semuanya. Silakan membantu menyebarkan semua prakarsa ini untuk mendapat dukungan dari siapa saja yang berminat.

Para pemenang tidak mendapatkan hadiah langsung; tetapi dijanjikan akan mendapat dukungan dana untuk melaksanakan prakarsa yang telah diusulkannya dalam tahun anggaran 2010 nanti. Bila ini terlaksana, maka boleh jadi inilah pertama kalinya prakarsa masyarakat yang diusulkan secara terbuka melalui sayembara mendapatkan dukungan pendanaan langsung dari pemerintah pusat.

Para pemenang adalah (urutan tidak mencerminkan tingkat kejuaraan. Tidak ada juara, hanya pemenang):

1. Judul: Noto Tuladha Resik Ingkang Morokrembangan, Usulan
Penataan Kawasan dengan Pendekatan Lokal oleh Gabungan
Mahasiswa Peduli Rakyat
Pemrakarsa : Barefoot Architect-ITS Surabaya, dan kawan-kawan
Lokasi : Permukiman Kawasan Boezem Morokrembangan, Surabaya Utara

2. Judul : Menciptakan Masyarakat Kampung Code Utara Berdaya
dengan Optimasi Komunitas Warga
Pemrakarsa : Bapak Ariyanto dan kawan-kawan
Lokasi : Kampung Code Utara RT 01/RW 01 Kotabaru, Yogyakarta

3. Judul : Penataan Bantaran Sungai Berbasis Masyarakat (Pbs-Bermas)
Pemrakarsa : Tim dari Prodi Arsitektur Universitas Teknologi Yogyakarta yaitu
Endy Marlina ST, MT, dan kawan-kawan
Lokasi : Kelurahan Cokrodingratan dan Kelurahan Terban, Kecamatan Jetis

4. Judul : Pengelolaan dan Pembinaan Kebun Bibit Pohon Oleh Siswa
Sekolah Dasar di Kota Bengkulu dalam Rangka Penghijauan
Kawasan Non Hutan di Kota Bengkulu
Pemrakarsa : Bowo Tamtulistio, SP, dan kawan-kawan
Lokasi : Kota Bengkulu

5. Judul: Memperkuat Pendekatan Partisipatif Dalam Penataan dan
Pengelolaan Kanal “Sungai Jawi” Kota Pontianak
Pemrakarsa : Palang Merah Indonesia (PMI) Daerah Kalimantan Barat
Lokasi : Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat

6. Judul: Kolaborasi Antar Partisipan Forum Hijau Bandung menuju
Kota Lestari
(Penerapan 3 Program Kolaborasi: Peta Hijau Persampahan,
Eco-Hotel Rating, dan Masuk RT)
Pemrakarsa : Irmansjah Madewa (Penasehat Forum Hijau Bandung) dan kawankawan
Lokasi : Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat

Penggagas sayembara ini, yaitu Direktorat Jenderal Penataaan Ruang, Departemen PU, dan Kelompok Kerja Kota Lestari, mengganggap penting mendorong prakarsa dari masyarakat dalam rangka transisi menuju kota lestari. Sebab, pada akhirnya perubahan harus terjadi pada tingkat komitmen pribadi, baik secara individual maupun secara berkomunitas, sehingga kepemilikan masyarakat atas perubahan penting dibangkitkan melalui prakarsa aktif.

Kelompok Kerja Kota Lestari adalah kelompok prakarsa terbuka yang terdiri dari antara lain Elisa Sutanudjaja (dosen Universitas Pelita Harapan, editor rujak.org), Nana Firman (campaigner WWF), Yuli Kusworo (arsitek), Armely Meiviana (editor Freetodecide.org, pendiri Green Lifestyle), Shanty Syahril (pekerja lingkungan, pendiri freetodecide.org, pendiri Green Lifestyle dan koordinator Rumah Bersama), Suryono Herlambang (Ketua Jurusan Perencanaan Kota dan Pengembangan Real Estat, Universitas Tarumanagara), Andrea Fitrianto (aritek pada Uurban Poor Consortium), dan Marco Kusumawijaya.

Dewan Juri terdiri dari Deni Ruchyat (Sekretaris Ditjen Tata Ruang, Departemen PU), Yuyun Ismawaty (direktur Bali Fokus, pemenang Goldman Prize untuk lingkungan, 2009) dan Marco Kusumawijaya (Ketua Pengurus Harian Dewan Kesenian Jakarta, editor rujak.org).

6 Comments »

Topics: , , , | Agent of Change: GreenLifeStyle Rumah Bersama |


23 Dec 2009

Rujak in Jakarta Post

This article rightly situates www.rujak.org and others as citizens’ initiatives that are so important to actively engage into making Jakarta a better place, while offering progressive visions and critiques towards government.

No Comments »

| Agent of Change: Peta Hijau |


12 Dec 2009

Agenda Kegiatan Desember Dewan Kesenian Jakarta

No Comments »

Topics: , , | Agent of Change: Dewan Kesenian Jakarta |


26 Oct 2009

Balada Sungai Jakarta

13 sungai dan puluhan kali melewati wilayah Jakarta dalam bermacam rupa, warna dan bau. Sungai dan kali tersebut membelah jalan, mengiringi jalan, ada di belakang rumah kita atau sepanjang kita berjalan dan bersepeda. Lalu bagaimanakah warga Jakarta berinteraksi dengan sungai-sungai itu. (more…)

6 Comments »

Topics: , | Agent of Change: Peta Hijau |


07 Oct 2009

CINTA JAKARTA dengan PETA HIJAU

Polusi, macet, sampah, banjir, dan kriminalitas  merupakan bagian dari sejuta masalah yang kerap kita temui sebagai warga Jakarta. Namun sesungguhnya, adakah hal yang bisa membuat kita bangga akan Jakarta? Adakah sesuatu yang bisa menjadi inspirasi bagi sesama warga Jakarta? Adakah pesona yang bisa membuat kita begitu mencintai kota Jakarta?

Tak kenal maka tak sayang. Tak sayang maka tak cinta. Begitu kata orang bijak.

Peta Hijau membantu warga Jakarta untuk lebih mengenal seluk-beluk kehidupan kota Jakarta yang tersembunyi di balik gedung-gedung tinggi. Bukan sekedar untuk mengenali lokasi-lokasi yang hijau dan juga bukan untuk memetakan jalan-jalan dan gedung-gedung di Jakarta. Dengan Peta Hijau Jakarta, warga bisa lebih mengenal tentang isi hati Jakarta. Tentang tempat-tempat rekreasi yang unik. Tentang inisiatif-inisiatif warga yang berhasil mengubah sejuta masalah menjadi secercah harapan.

Bagi yang berani untuk jatuh cinta pada Jakarta, Komunitas Peta Hijau Jakarta mengundang warga untuk menghadiri Pameran Peta Hijau yang diadakan dalam rangka meramaikan Temu Pusaka 2009 yang diselenggarakan oleh BPPI  (Badan Pelestarian Pusaka Indonesia/ Indonesian Heritage Trust)

Jadwal Kegiatan Pameran Peta Hijau

Pembukaan Pameran

Sebagai acara pembuka, akan diadakan acara bincang-bincang mengenai temuan-temuan relawan Peta Hijau Jakarta dalam menguak pesona kota berupa presentasi photo slideshow.   Juga diundang beberapa warga Jakarta yang telah berinisiatif untuk membuat Jakarta menjadi kota yang lebih nyaman.  Diantaranya Pak Salam yang berupaya mengatasi masalah sampah kertas; Pak Santo yang konsisten mengatasi pencemaran dan melakukan penghijauan di bantaran kali, Chrisandini yang ingin membantu mencerdaskan anak dengan  menyediakan perpustakaan anak, dsb.

Acara juga dimeriahkan dengan suguhan musik anak-anak dari Sanggar Anak Roda yang terletak di kawasan terminal Pulo Gadung. Instrumen yang digunakan berupa gabungan alat musik elektrik dengan angklung dan rebana.

Sabtu, 10 Oktober 2009/ pk. 09.00 – 12.00 WIB

Newseum Cafe, Jl. Veteran I, Jakarta Pusat (dekat Es Krim Ragusa)

Pameran Peta Hijau

Pada acara ini akan dipamerkan 6 edisi Peta Hijau Jakarta serta hampir seluruh peta hijau yang pernah dibuat di berbagai wilayah di Indonesia, seperti Peta Hijau Medan, Bukittinggi, Yogyakarta, Kota Gede, Borobudur, Solo, Surabaya, Malang, Makassar, Ternate, dan Buton. Selain itu juga akan dipamerkan beberapa peta hijau yang dibuat masyarakat kota-kota di luar negeri.

Perhatikan keunikan peta hijau di tiap wilayah, baik dari sisi batasan wilayah dan hal yang dipetakan, serta cara penyajian informasi agar menarik dan  mudah dimengerti oleh pengguna peta.

11 – 25 Oktober 2009

Sabtu – Minggu/ pk. 12.00 – 20.00 WIB.

Senin – Jumat/ pk. 16.00 – 20.00 WIB

Griya BPPI – Badan Pelestarian Pusaka Indonesia

Jl. Veteran I No. 27 , Jakarta Pusat (dekat Es Krim Ragusa)

Diskusi: Kaitan situ dan krisis air di Jakarta

Dalam beberapa tahun terakhir,  Jakarta selalu dilanda banjir saat musim hujan. Namun menurut data, semakin tahun air tanah di Jakarta semakin berkurang. Kejanggalan apakah yang sesungguhnya tengah terjadi? Mengapa di saat musim hujan kita kelebihan air, dan di saat musim kemarau kita justru kekurangan air? Apa yang harus dilakukan  warga Jakarta untuk mengatasi ancaman krisis air di masa depan? Lalu, adakah kaitan peran situ dengan pengendalian banjir dan penyediaan air bersih di Jakarta?

Sabtu, 24 Oktober 2009/ pk. 13.00 – 16.00 WIB

Newseum Cafe, Jl. Veteran I, Jakarta Pusat (dekat Es Krim Ragusa)

Pembicara:

Fatchy Muhammad – Masyarakat Air Indonesia

Heri Syaefudin – Pegiat Konservasi Situ Pengasinan

Ady Kristanto – Pegiat Peta Hijau Situ & Jakarta Green Monster

Moderator: Shanty Syahril – Pegiat Peta Hijau Jakarta

Workshop Membuat Peta Hijau

Membuat peta hijau merupakan hal yang mudah. Semua orang bisa melakukan, termasuk anak-anak. Semua hal yang menarik di sekitar kita bisa dipetakan dengan menggunakan peta hijau. Namun apa yang membedakan peta hijau dengan peta-peta pada umumnya, serta langkah-langkah apa yang perlu dilakukan untuk membuat peta hijau akan dipaparkan di workshop ini.

Pada acara ini, peserta akan diajak untuk menyusuri kawasan di sekitar Jl. Veteran I, sebagai uji coba untuk mengalami sendiri proses membuat peta hijau.

Minggu, 25 Oktober 2009/ pk.09.00 – 12.00 WIB

Newseum Cafe,  Jl. Veteran I, Jakarta Pusat (dekat Es Krim Ragusa)

Narasumber: Nirwono Yoga – Koord. Peta Hijau Jakarta

Semua acara GRATIS dan terbuka untuk umum!

Green Tips:

  • Bawa botol minum/tumbler untuk kurangi sampah plastik air kemasan. Tersedia minuman galon untuk isi ulang.
  • Ke lokasi acara dengan busway, bis umum atau KRL, untuk mengurangi emisi dan kemacetan. (rute terlampir)

Informasi lebih lanjut silakan hubungi:

Awang | p. 0818986022 | e. ariefdarmawan.p100@gmail. com

************

Rute ke Veteran 1:

a. Naik TransJakarta:
Jurusan Blok M – Kota, turun di Harmoni kemudian berganti Jurusan Harmoni – Pulo Gadung, turun di Halte Juanda kemudian berjalan ke arah selatan sekitar 50 m.

Jurusan Pulo Gadung – Harmoni, turun di Halte Juanda kemudian berjalan ke arah selatan sekitar 50 m.

b. Naik KRL:

Naik KRL ke arah Jakarta Kota, turun di Stasiun Juanda, kemudian berjalan ke arah selatan menyebrang melewati Jalan Veteran Raya sekitar 100 m.

c. Naik Bis umum:

Kopaja 20 ( Lebak Bulus – Senen), turun sebelum Masjid Istiqlal kemudian berjalan ke arah utara sekitar 50 m.

Metromini 15 (Setiabudi – Senen), turun sebelum Masjid Istiqlal kemudian berjalan ke arah utara sekitar 50 m.

Bis apa saja yang melewati Stasiun Gambir, turun sebelum Masjid Istiqlal kemudian berjalan ke arah utara sekitar 50 m.

No Comments »

| Agent of Change: Peta Hijau |


04 Aug 2009

Bersih Sampah Pesisir Utara bersama Jakarta Green Monster

Saturday, August 8, 2009

Time:
8:00am – 12:00pm
Location:
Suaka Margasatwa Muara Angke, Hutan Lindung Angke Kapuk, Pelelangan Ikan Muara Angke
Street:
Pantai Indah Utara 2, Pantai Indah Kapuk
Phone:
02194425951
Email:

(more…)

4 Comments »

Topics: | Agent of Change: Jakarta Green Monster |


30 Jul 2009

Ketika para bocah ikut meramaikan acara diskusi

Oleh: Armely Meviana

para_bocahDi tengah sebuah acara diskusi mengenai pemukiman, tiba-tiba peserta dikejutkan oleh teriakan lantang seorang anak perempuan berusia 2 tahun yang baru saja masuk ke dalam ruangan, “Kakaaakk….kakaakk di manaa??” Ternyata si bocah bernama Uma sedang mencari sang kakak, Atta (9thn), yang duduk bersama orang tuanya di antara para peserta diskusi.

Walau sempat terkejut, namun kemudian peserta hanya tersenyum geli dan kembali memusatkan perhatian pada jalannya diskusi.

Kejadian unik ini terjadi di sebuah acara diskusi dengan tema “Cohousing: Membangun Perumahan, Merealisasikan Mimpi”, yang diselenggarakan oleh Komunitas Rumah Bersama pada Sabtu lalu (25/7). Kebetulan acara ini memang memungkinkan para peserta untuk membawa serta anak-anaknya, mengingat bahwa acara diselenggarakan di akhir pekan.

Untuk sebuah acara diskusi yang cukup serius, rasanya langka sekali bisa menemui kehadiran anak-anak di dalamnya. Apalagi bisa melihat mereka tetap asyik bermain di dalam ruangan yang sama, tanpa merasa takut akan ditegur.

(more…)

5 Comments »

Topics: | Agent of Change: GreenLifeStyle Rumah Bersama |


28 Jul 2009

Kenapa & Bagaimana Memilih Makanan Organik?

Apa syarat sebuah produk disebut organik? Bagaimana memilih sayur/buah yang sungguh organik? Adakah sertifikasi untuk produk organik? Kenapa makanan organik mahal? Apa manfaat makanan organik? Di mana membeli produk organik? 

Semua pertanyaan itu, dan banyak lainnya, akan terjawaba pada acara Obrolan GL.

Sabtu, 1 Agustus 2009 (iya…sabtu besok!)
pk. 10.00-13.00 (more…)

No Comments »

Topics: , | Agent of Change: GreenLifeStyle |


20 Jul 2009

Indonesian Green Map makers look into the future in Borobudur

 

IMG_0758

Green Map needs to persistently engage people residing in the areas being mapped in order to help generating intimate knowledge of places, and giving local voice a chance in the changing world. Green Map needs to ever amphasize its participatory method. Indonesian Green Map makers all over the country need to assemble together the total assets they have so far generated to be the basis for strengthening their capacity to achieve that goal. (more…)

3 Comments »

Topics: , | Agent of Change: Peta Hijau |


09 Jul 2009

Stren Kali, Surabaya: Contoh untuk Jakarta

Oleh Yuli Kusworo.

Pemerintah tidak pernah punya alternatif yang masuk akal. Karena itu, inisiatif masyarakat adalah satu-satunya solusi . Di Surabaya ada suatu inisiatif pendekatan permukiman lestari oleh masyarakat yang dapat dicontoh Jakarta.

Kampung hijau dengan pupuk organik hasil kompos

Kampung hijau dengan pupuk organik hasil kompos

Paguyuban Warga Stren Kali Surabaya (PWSKS) melawan ‘cap buruk’ yang selama ini ditujukan kepada mereka. Pada tahun 2002, berbekal semangat gotong royong dan kekuatan kebersamaan, warga mulai mengorganisasikan kampungnya, memperbaiki kualitas lingkungan kampungnya, melalui kearifan mereka sendiri, dan mengkampanyekannya ke media lokal dan nasional bahwa PWSKS adalah warga Kota yang baik dan peduli. Memang bukan pekerjaan mudah seperti menghapus  kesalahan tulis pada selembar kertas.

Melalui kelompok tabungan perempuan di masing-masing kampung, warga sepakat memilah sampah. Sampah plastik dan kertas dipilah dan dikumpulkan tiap hari Minggu. Sampah ditimbang dan dijual kepada pengumpul di sekitar kampung. Uang yang didapat dikumpulkan pada kelompok tabungan dan dijadikan dana cadangan renovasi kampung.

Kegiatan ini secara bergelombang menyebar ke seluruh kampung-kampung anggota PWSKS. Bahkan tak sedikit warga yang memungut sampah plastik yang mengapung di sungai dan mengumpulkannya melalui ibu-ibu. Ibu Kartika, warga Gunungsari mengatakan, ”Meskipun dana yang kami dapat dari penjualan sampah kertas dan plastik ini tidak besar, namun kami menjaga semangat yang sudah tumbuh agar tetap besar. Hanya dengan cara inilah pemerintah akan melihat, bahwa kami juga bisa berbuat untuk Kota Surabaya”.

Sampah organis yang berasal dari masing-masing rumah dicacah dan dimasukkan dalan sebuah keranjang ”ajaib” yang disebut Keranjang Takakura, dari nama pemciptanya, Prof. Takakura dari Jepang. Keranjang Takakura adalah salah satu cara pengomposan paling sederhana yang dilakukan pada lingkungan terkecil, yaitu rumah-tangga. Dengan paradigma baru ”memilah dan mengolah sendiri”, masing-masing rumah dan anggota keluarga akan sadar bahwa sampah bukan masalah.

Setiap 4-5 bulan sekali dilakukan panen bersama kompos, hasil dari Keranjang Takakura.

Sebagian hasilnya ditawarkan kepada Pemerintah Kota, yang saat ini sedang menggalakkan penghijauan kota. Sebagian lainnya digunakan untuk memupuk tanaman obat-obatan (TOGA, Tanaman Obat Keluarga) yang ditanam di lahan sempit di tepi jalan kampung masing-masing.

Akhirnya ’Sunan’ Jogokali bisa membuka mata para Anggota DPRD Propinsi Jawa Timur yang tergabung dalam Panitia Khusus (Pansus) Peraturan Daerah (Perda) Penataan Permukiman Stren Kali Surabaya. Pada 7 Oktober 2007, DPRD Propinsi Jawa Timur mengesahkan sebuah peraturan yang sangat partisipatif dan pro rakyat, yaitu Perda Nomor 9 Tahun 2007 tentang Penataan Permukiman Stren Kali Surabaya, yang intisarinya adalah warga diperbolehkan tetap tinggal di Permukiman Terbatas di Stren Kali, dengan melakukan penataan kampung.

Yuli Kusworo adalah Arsitek untuk Urban Poor Consortium (UPC) dan Paguyuban Warga Stren Kali Surabaya

jogo kalipenghijauan2penghijauan5

IMG_0429

IMG_0455

IMG_0415

13 Comments »

Topics: , , , | Agent of Change: Urban Poor Consortium |