<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Rujak &#187; Rumah Bersama</title>
	<atom:link href="http://rujak.org/category/agents/rumah-bersama/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rujak.org</link>
	<description>For a Better Jakarta. Everyone is Invited.</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Feb 2012 03:28:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Sayembara Prakarsa Mayarakat untuk Kota Lestari</title>
		<link>http://rujak.org/2009/12/prakarsa-mayarakat-untuk-kota-lestari/</link>
		<comments>http://rujak.org/2009/12/prakarsa-mayarakat-untuk-kota-lestari/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Dec 2009 07:28:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Marco Kusumawijaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[GreenLifeStyle]]></category>
		<category><![CDATA[Resources]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Bersama]]></category>
		<category><![CDATA[collaboration]]></category>
		<category><![CDATA[inisiatif warga]]></category>
		<category><![CDATA[lestari]]></category>
		<category><![CDATA[sustainability]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rujak.org/?p=1427</guid>
		<description><![CDATA[Prakarsa Masyarakat untuk Kota Lestari adalah sayembara yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Tata Ruang, Departemen Pekerjaan Umum, bekerja sama dengan Kelompok Kerja Kota Lestari yang sebagian anggotanya adalah pendiri rujak.org. Tanggal 21 Desember 2009 Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, menyerahkan piagam dan plakat kepada enam pemenang dari seluruh 46 proposal yang diajukan. Seluruh proposal yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1428" class="wp-caption aligncenter" style="width: 614px"><img class="size-full wp-image-1428" title="20761_220594216830_591556830_3628994_6788462_n" src="http://rujak.org/wp-content/uploads/2009/12/20761_220594216830_591556830_3628994_6788462_n.jpg" alt="Forum Hijau Bandung, salah satu pemenang sayembara Prakarsa Masyarakat untuk Kota Lestari, bersama dua anggota dewan juri, Yuyun Ismawaty (pemenang Goldman Prize untuk lingkungan, 2009), dan Marco Kusumawijaya, editor Rujak.org " width="604" height="453" /><p class="wp-caption-text">Forum Hijau Bandung, salah satu pemenang sayembara Prakarsa Masyarakat untuk Kota Lestari, bersama dua anggota dewan juri, Yuyun Ismawaty (pemenang Goldman Prize untuk lingkungan, 2009), dan Marco Kusumawijaya, editor Rujak.org. Foto: Tripod, Forum Hijau Bandung, 21 Desember 2009</p></div>
<p>Prakarsa Masyarakat untuk Kota Lestari adalah sayembara yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Tata Ruang, Departemen Pekerjaan Umum, bekerja sama dengan Kelompok Kerja Kota Lestari yang sebagian anggotanya adalah pendiri rujak.org. Tanggal 21 Desember 2009 Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, menyerahkan piagam dan plakat kepada enam pemenang dari seluruh 46 proposal yang diajukan.</p>
<p>Seluruh proposal yang diajukan dapat dibaca <a href="http://www.scribd.com/elisa3da">disini</a>.</p>
<p>Karena keterbatasan kemampuan, dewan juri hanya memilih enam pemenang (bukan juara). Tetapi, sebenarnya semua proposal yang diajukan layak mendapat dukungan. Karena itu rujak.org memuat semuanya. Silakan membantu menyebarkan semua prakarsa ini untuk mendapat dukungan dari siapa saja yang berminat.</p>
<p>Para pemenang tidak mendapatkan hadiah langsung; tetapi dijanjikan akan mendapat dukungan dana untuk melaksanakan prakarsa yang telah diusulkannya dalam tahun anggaran 2010 nanti. Bila ini terlaksana, maka boleh jadi inilah pertama kalinya prakarsa masyarakat yang diusulkan secara terbuka melalui sayembara mendapatkan dukungan pendanaan langsung dari pemerintah pusat.</p>
<p>Para pemenang adalah (urutan tidak mencerminkan tingkat kejuaraan. Tidak ada juara, hanya pemenang):</p>
<p>1. Judul: Noto Tuladha Resik Ingkang Morokrembangan, Usulan<br />
Penataan Kawasan dengan Pendekatan Lokal oleh Gabungan<br />
Mahasiswa Peduli Rakyat<br />
Pemrakarsa : Barefoot Architect-ITS Surabaya, dan kawan-kawan<br />
Lokasi : Permukiman Kawasan Boezem Morokrembangan, Surabaya Utara</p>
<p>2. Judul : Menciptakan Masyarakat Kampung Code Utara Berdaya<br />
dengan Optimasi Komunitas Warga<br />
Pemrakarsa : Bapak Ariyanto dan kawan-kawan<br />
Lokasi : Kampung Code Utara RT 01/RW 01 Kotabaru, Yogyakarta</p>
<p>3. Judul : Penataan Bantaran Sungai Berbasis Masyarakat (Pbs-Bermas)<br />
Pemrakarsa : Tim dari Prodi Arsitektur Universitas Teknologi Yogyakarta yaitu<br />
Endy Marlina ST, MT, dan kawan-kawan<br />
Lokasi : Kelurahan Cokrodingratan dan Kelurahan Terban, Kecamatan Jetis</p>
<p>4. Judul : Pengelolaan dan Pembinaan Kebun Bibit Pohon Oleh Siswa<br />
Sekolah Dasar di Kota Bengkulu dalam Rangka Penghijauan<br />
Kawasan Non Hutan di Kota Bengkulu<br />
Pemrakarsa : Bowo Tamtulistio, SP, dan kawan-kawan<br />
Lokasi : Kota Bengkulu</p>
<p>5. Judul: Memperkuat Pendekatan Partisipatif Dalam Penataan dan<br />
Pengelolaan Kanal “Sungai Jawi” Kota Pontianak<br />
Pemrakarsa : Palang Merah Indonesia (PMI) Daerah Kalimantan Barat<br />
Lokasi : Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat</p>
<p>6. Judul: Kolaborasi Antar Partisipan Forum Hijau Bandung menuju<br />
Kota Lestari<br />
(Penerapan 3 Program Kolaborasi: Peta Hijau Persampahan,<br />
Eco-Hotel Rating, dan Masuk RT)<br />
Pemrakarsa : Irmansjah Madewa (Penasehat Forum Hijau Bandung) dan kawankawan<br />
Lokasi : Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat</p>
<p>Penggagas sayembara ini, yaitu Direktorat Jenderal Penataaan Ruang, Departemen PU, dan Kelompok Kerja Kota Lestari, mengganggap penting mendorong prakarsa dari masyarakat dalam rangka transisi menuju kota lestari. Sebab, pada akhirnya perubahan harus terjadi pada tingkat komitmen pribadi, baik secara individual maupun secara berkomunitas, sehingga kepemilikan masyarakat atas perubahan penting dibangkitkan melalui prakarsa aktif.</p>
<p>Kelompok Kerja Kota Lestari adalah kelompok prakarsa terbuka yang terdiri dari antara lain Elisa Sutanudjaja (dosen Universitas Pelita Harapan, editor rujak.org), Nana Firman (campaigner WWF), Yuli Kusworo (arsitek), Armely Meiviana (editor Freetodecide.org, pendiri Green Lifestyle), Shanty Syahril (pekerja lingkungan, pendiri freetodecide.org, pendiri Green Lifestyle dan koordinator Rumah Bersama), Suryono Herlambang (Ketua Jurusan Perencanaan Kota dan Pengembangan Real Estat, Universitas Tarumanagara), Andrea Fitrianto (aritek pada Uurban Poor Consortium), dan Marco Kusumawijaya.</p>
<p>Dewan Juri terdiri dari Deni Ruchyat (Sekretaris Ditjen Tata Ruang, Departemen PU), Yuyun Ismawaty (direktur Bali Fokus, pemenang Goldman Prize untuk lingkungan, 2009) dan Marco Kusumawijaya (Ketua Pengurus Harian Dewan Kesenian Jakarta, editor rujak.org).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rujak.org/2009/12/prakarsa-mayarakat-untuk-kota-lestari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ketika para bocah ikut meramaikan acara diskusi</title>
		<link>http://rujak.org/2009/07/para-bocah-yang-ikut-meramaikan-diskusi/</link>
		<comments>http://rujak.org/2009/07/para-bocah-yang-ikut-meramaikan-diskusi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Jul 2009 12:41:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Marco Kusumawijaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[GreenLifeStyle]]></category>
		<category><![CDATA[Guest Column]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Bersama]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rujak.org/?p=800</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Armely Meviana Di tengah sebuah acara diskusi mengenai pemukiman, tiba-tiba peserta dikejutkan oleh teriakan lantang seorang anak perempuan berusia 2 tahun yang baru saja masuk ke dalam ruangan, “Kakaaakk….kakaakk di manaa??” Ternyata si bocah bernama Uma sedang mencari sang kakak, Atta (9thn), yang duduk bersama orang tuanya di antara para peserta diskusi. Walau sempat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh: Armely Meviana</strong></p>
<p><strong><a href="http://rujak.org/wp-content/uploads/2009/07/para_bocah.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-827" style="margin-left: 15px; margin-right: 15px;" title="para_bocah" src="http://rujak.org/wp-content/uploads/2009/07/para_bocah-300x225.jpg" alt="para_bocah" width="331" height="247" /></a></strong>Di tengah sebuah acara diskusi mengenai pemukiman, tiba-tiba peserta dikejutkan oleh teriakan lantang seorang anak perempuan berusia 2 tahun yang baru saja masuk ke dalam ruangan, “Kakaaakk….kakaakk di manaa??” Ternyata si bocah bernama Uma sedang mencari sang kakak, Atta (9thn), yang duduk bersama orang tuanya di antara para peserta diskusi.</p>
<p>Walau sempat terkejut, namun kemudian peserta hanya tersenyum geli dan kembali memusatkan perhatian pada jalannya diskusi.</p>
<p>Kejadian unik ini terjadi di sebuah acara diskusi dengan tema “Cohousing: Membangun Perumahan, Merealisasikan Mimpi”, yang diselenggarakan oleh Komunitas Rumah Bersama pada Sabtu lalu (25/7). Kebetulan acara ini memang memungkinkan para peserta untuk membawa serta anak-anaknya, mengingat bahwa acara diselenggarakan di akhir pekan.</p>
<p>Untuk sebuah acara diskusi yang cukup serius, rasanya langka sekali bisa menemui kehadiran anak-anak di dalamnya. Apalagi bisa melihat mereka tetap asyik bermain di dalam ruangan yang sama, tanpa merasa takut akan ditegur.</p>
<p><span id="more-800"></span>Jangan heran ketika di tengah-tengah presentasi yang dibawakan oleh para mahasiswa arsitektur Universitas Pelita Harapan, terdengar suara seorang bocah berusia 4 tahun yang sedang asyik bermain sendiri dengan mainannya. Noe, nama bocah tersebut, juga tidak sungkan untuk merangkak dan berguling di lantai podium, sambil memainkan mobil-mobilannya.</p>
<p>Atau bahkan ketika Kaysan, bocah berusia 5 tahun, berdiri di depan bersama sang ibu yang sedang berbicara di depan para peserta diskusi.</p>
<p><a href="http://rujak.org/wp-content/uploads/2009/07/para_bocah2.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-836" style="margin-left: 15px; margin-right: 15px;" title="para_bocah2" src="http://rujak.org/wp-content/uploads/2009/07/para_bocah2.jpg" alt="para_bocah2" width="200" height="217" /></a>Sementara di deretan bangku paling belakang, tampak dua kakak beradik &#8211; Toby (10 thn) &amp; Thomas (8 thn) &#8211; asyik bermain <em>game</em> PSP2 sejak awal acara berlangsung. Dengan begitu, sang ayah dapat dengan tenang memberikan presentasi di depan forum, dan sang ibu pun tidak perlu pusing memikirkan anaknya selama acara berlangsung.</p>
<p>Para peserta diskusi tampaknya tidak terganggu dengan adanya kehadiran bocah-bocah lucu ini. Diskusi pun tetap berjalan lancar hingga selesai. Bahkan bagi pengunjung, tingkah polah mereka menjadi hiburan tersendiri di tengah diskusi.</p>
<p>Untuk sebuah acara diskusi yang membahas tentang pemukiman berbasis komunitas, kehadiran anak-anak di tengah-tengah peserta diskusi memberikan nuansa kekeluargaan yang sangat kuat.</p>
<p>Di akhir acara, salah seorang peserta yang juga ibunda dari Noe berkomentar,”Asyik juga ya kalau ada banyak acara diskusi seperti ini, yang membolehkan peserta untuk membawa anaknya.”</p>
<p>Wah ide menarik! Bagaimana, setujukah Anda, jika pada beberapa acara diskusi/seminar yang diselenggarakan di akhir pekan, peserta dimungkinkan untuk membawa serta anaknya?”</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rujak.org/2009/07/para-bocah-yang-ikut-meramaikan-diskusi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

