Events


08 Nov 2011

Diskusi: “A-Z Mekanisme Perizinan dan Pengaruhnya terhadap Tata Ruang DKI Jakarta”

Rujak Center for Urban Studies menyelenggarakan Diskusi Publik: A-Z  Mekanisme Perizinan dan Pengaruhnya terhadap Tata Ruang DKI Jakarta”

Waktu dan Tempat Pelaksanaan Diskusi Publik :

Hari/ Tanggal :  Rabu, 9 November 2011

Tempat : Restoran Bumbu Desa, Jl. Cikini Raya No. 74, Jakarta Pusat

Waktu : 13. 00 – 16. 00 WIB (dimulai dengan makan siang)

Susunan Acara :

12.  00 – 13. 00 : makan siang

13.  00 – 13. 30 : pembukaan dan presentasi dari RCUS

13.  30 – 14. 00 : tanggapan dari warga

14. 00 –14.45 : tanggapan dari dinas- dinas terkait  (Dinas Tata Ruang, Dinas P2B, Dinas Perindustrian dan Energi, Dinas Koperasi dan UKM – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta)

14.  45  - 15. 30 : diskusi

15.  30 – 15. 45:  penutupan

————————————————-

Sejak penetapan Rencana Tata Ruang Jakarta di tahun 1965, kerap kali terjadi pelanggaran tata ruang oleh berbagai pihak hingga saat ini yang pada akhirnya menghapuskan kreadibilitas perencanaan ruang. Sehingga tidak heran jika akhirnya masyarakat merasa apatis terhadap praktek penataan ruang.

Di sisi lain, masyarakat pun awam terhadap praktek penataan ruang, dengan menganggap praktek tersebut adalah milik para ahli, arsitek, perencana kota maupun pelaku bidang teknis lainnya. Ketidaktahuan masyarakat pun menyebabkan mereka tidak sadar bahwa malpraktek penataan ruang berkaitan erat dengan masalah-masalah dalam keseharian mereka, yaitu mulai dari kemacetan, banjir, rendahnya kualitas ruang bermain anak-anak hingga kualitas udara kota.

Hal di atas kemudian coba untuk diatasi oleh pemerintah sebagaimana diatur dalam tujuan besar Undang-Undang No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, yaitu mereformasi seluruh proses dan praktek penataan ruang di Indonesia, salah satunya, dengan melibatkan seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam proses penataan ruang. Peran masyarakat dalam penataan ruang diakui secara implisit dalam UU 26/2007 yaitu dengan terlibat dalam tiga tahapan proses penataan ruang, pertama partisipasi dalam penyusunan rencana tata ruang, kedua partisipasi dalam pemanfaatan ruang dan ketiga partisipasi dalam pengendalian penataan ruang (pengawasan) – Pasal 65 (ayat 2) UU No.26/2007.

Dalam proses penataan ruang, perizinan merupakan aspek penting. Perizinan menjadi kunci awalan dari implementasi penataan ruang yang pada akhirnya membawa Jakarta ke arahan tertentu.

Sama hal nya dengan kurangnya pemahaman warga terhadap isu penataan ruang, mekanisme perizinan,  juga belum dipahami secara utuh oleh warga. Padahal, mekanisme perizinan sangat terkait dan membawa dampak dalam kehidupan hari-hari warga mulai dari izin mendirikan bangunan, perizinan lokasi usaha, dll.

Kalaupun warga ingin meningkatkan pemahamannya terhadap mekanisme perizinan, berdasarkan pengalaman mereka selama ini, belum ada kejelasan tentang pelaksanaan mekanisme perizinan termasuk juga pengawasan terhadap izin yang sudah diberikan.

Melalui program Pemantauan Tata Ruang (PETARU), Rujak Center for Urban Studies (RCUS) bekerja bersama warga dalam upaya meningkatkan pelibatan masyarakat, secara aktif, dalam proses penataan ruang.

Bersamaan dengan peringatan Hari Tata Ruang Nasional dan sebagai bagian pelaksanaan program PETARU, RCUS mengadakan diskusi publik  tentang perizinan dengan tujuan sebagai berikut:

  1. Agar warga/kelompok warga memiliki pemahaman utuh tentang mekanisme Perizinan dan pengaruhnya terhadap Tata Ruang DKI Jakarta

  2. Mendorong penggunaan dan pemanfaatan informasi untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, khususnya kebijakan yang berkait dengan pengelolaan wilayah DKI Jakarta.

  3. Menjadi ajang pertukaran informasi dan pengalaman sehingga diharapkan mampu memperkaya pengetahuan masing‐masing komunitas.

No Comments »

Topics: , | Agent of Change: none |


17 Oct 2011

Literature l Architecture

Kamis/Thursday, 20 October 2011

Multifunctional Room

Istituto Italiano di Cultura

JL. Hos Cokroaminoto, 117
Menteng, 10310 Jakarta – Indonesia

10.00—17.00

ARCHITECTURE/LITERATURE

Workshop on relationship between architecture and literature

held by Avianti Armand and Elisa Sutanudjaja

Architecture and Literature has for so long inspired one another. And Italian culture has two masterpieces that inspired the world most: Divine Comedy by Dante Alighieri and Invisible Cities by Italo Calvino. Divine Comedy is rendered by bizarre image of the world construction, while Calvino’s work, Invisible Cities, crafted and detailed with beautiful and amazing architectures, had changed our way of thinking about a city forever. In this workshop, we will see in details how the two fields– architecture/literature–collide, intersect, effect, and superimpose one another.

Ruang multifungsi

Istituto Italiano di Cultura

10.00—17.00

ARCHITECTURE/LITERATURE

Lokakarya mengenai hubungan antara arsitektur dan kesusastraan

oleh Avianti Armand e Elisa Sutanudjaja

Arsitektur dan kesusastraan sudah sejak lama saling memberikan inspirasi. Kebudayaan Italia memiliki dua karya sastra yang telah memberikan inspirasi di seluruh dunia: La Divina Commedia karya Dante Alighieri yang ditandai dengan imaji-imaji aneh dalam konstruksi dunia, dan Le Città Invisibili karya Italo Calvino, memiliki ciri khas, yaitu arsitekturnya yang indah dan mengagumkan, yang mana telah mengubah untuk selamanya, bagaimana kita membayangkan sebuah kota.  Dalam lokakarya ini, akan dilihat lebih detil lagi, bagaimana kedua bidang tersebut saling berkaitan, bersilangan dan bertindihan satu sama lain.

Pendaftaran workshop dan Informasi:

Istituto Italiano di Cultura Jakarta 
JL. Hos Cokroaminoto, 117
Menteng, 10310 Jakarta – Indonesia
telephone: 62 21 3927531 – 62 21 3927532
fax: 62 21 3101661
email: iicjakarta@esteri.it

3 Comments »

Topics: , , | Agent of Change: none |


12 Oct 2011

The Future of Metropolis: Los Angeles or Jakarta?

Diskusi dengan Marco Kusumawijaya,

Rabu, 19 Oktober 2011

Jam 19:00 – 21:00

Di @America, Pacific Place, Lantai 3

No Comments »

Topics: , , , | Agent of Change: none |


17 Sep 2011

Two young men are cycling from Berlin to Papua: “Berlin Chennai Papua – Eurasian Cyclocross 2011-12″.

When will they reach Jakarta? What shall we do to welcome them in this metropolis when they arrive?

Why are they doing this?

Follow Dominik Oskar Zschäbitz and Florian Augustin:

http://augefilms.blog.com/berlin-chennai-papua/

After “Jakarta Berlin – An Inspiration to Low Carbon Traveling” AugeFilms is proud to announce its next major project: “Berlin Chennai Papua – Eurasian Cyclocross 2011-12″.

No Comments »

Topics: , , , , , | Agent of Change: none |


16 Sep 2011

PROGRAM HIBAH SENI 2012 KEMBALI DIBUKA!

Penutupan lamaran: 25 Desember 2011

Kelola kembali membuka pendaftaran Program Hibah Seni, sebuah program yang memberikan dukungan bagi seniman agar terus menghasilkan karya pertunjukan dengan kualitas yang lebih baik.

Kami mengundang seluruh seniman maupun kelompok kesenian untuk mengirimkan proposal pertunjukan dengan batas waktu hingga tanggal 25 Desember 2011. Jika Anda tertarik untuk mendapat dukungan dari program Hibah Seni, silakan Anda mengisi formulir melalui: http://www.kelola.or.id/program/arts-grants/guide.

Seleksi lamaran akan dilakukan oleh tim seleksi independen yang terdiri dari maksimal 7 orang dari kalangan seni dan ahli yang mewakili berbagai minat dan latar belakang.Pengumuman Peraih hibah akan dipublikasikan pada tanggal 5 April 2012 melalui website Kelola.

Program Hibah Seni didanai oleh Hivos.

SITE ACCESS : www.kelola.or.id | contact us

 

No Comments »

Topics: , , | Agent of Change: none |


14 Sep 2011

KESEMPATAN KOMPETITIF – EMPOWERING WOMEN ARTISTS 2012-2013 TELAH DIBUKA!

Penutupan Lamaran: 10 November 2011

 

Program Empowering Women Artists (EWA) merupakan bentuk dukungan kompetitif bagi seniman perempuan di Indonesia untuk menciptakan satu karya setiap tahun selama dua tahun berturut-turut. Sehingga diharapkan dengan berkarya secara intensif, para peraih EWA mendapatkan pengalaman dalam upaya mewujudkan gagasan menjadi sebuah karya pertunjukan.

 

Kami mengundang seluruh seniman perempuan untuk mengirimkan proposal pertunjukan dengan batas waktu hingga tanggal 10 November 2011. Jika Anda tertarik untuk mendapat dukungan dari program EWA, silakan Anda mengisi formulir melalui:http://www.kelola.or.id/program/empowering-women-artists/guide.

 

Seleksi lamaran akan dilakukan oleh tim seleksi independen yang terdiri dari maksimal 5 orang dari kalangan seni dan ahli yang mewakili berbagai minat dan latar belakang. Pengumuman Peraih EWA akan dipublikasikan pada tanggal 15 Desember 2011 melalui website Kelola.

 

Program Empowering Women Artists didanai oleh Hivos, Ford Foundation dan Biyan.

You received this e-mail as a result of your subscribing at Kelola.or.id Newsletter.
Click http://www.kelola.or.id/unsubscribe.php?sess=f0c2d9d4bb64ead09559957fdd7e2b31 to unsubscribe.

For help with any of our online services, please contact us online.

SITE ACCESS : www.kelola.or.id | contact us

No Comments »

Topics: , , | Agent of Change: none |


11 May 2011

Sayembara Perancangan Taman di Pondok Indah

Komunitas Hijau Pondok Indah bekerja sama dengan Green Design Community mempersembahkan Sayembara Perancangan Taman di Pondok Indah Jakarta.

Tujuan penyelenggaraan sayembara ini adalah untuk mewujudkan sebuah taman komunitas dengan basis gaya hidup lestari dan mampu menggugah penghuni kawasan Pondok Indah untuk hidup selaras dengan alam dan lestari.

Informasi lebih lanjut, silakan baca di poster terlampir

5 Comments »

Topics: , , , | Agent of Change: Komunitas Hijau Pondok Indah |


09 May 2011

Diskusi “Mari Mengubah Jakarta”

”Mari Mengubah Jakarta”

Bersama: Marco Kusumawijaya (Direktur Rujak Center for Urban Studies)

Kamis, 12 Mei 2011

Pukul 14.00 – 16.00 WIB

di Yayasan Interseksi

Jl. Komplek Batan Blok E/17, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

2 Comments »

Topics: | Agent of Change: none |


04 Apr 2011

Animation of Public Space through the Arts: Innovation and Sustainability

SYMPOSIUM

28-30 September 2011

Centre for Social Studies (CES), University of Coimbra

Coimbra, Portugal

CALL FOR CONTRIBUTIONS

The Centre for Social Studies (CES), University of Coimbra, Portugal, together with the Utrecht School for the Arts, Utrecht, Netherlands; the Small Cities Community-University Research Alliance at Thompson Rivers University, Kamloops, British Columbia, Canada; and the European Network of Cultural Administration Training Centres (ENCACT) thematic area on ‘Urban management and cultural policy of the city’ will organize a second annual symposium on Animation of Public Space through the Arts: Innovation and Sustainability.

The leading question of the 2011 symposium is how innovative artistic animation of public spaces can contribute to building more sustainable cities. Community sustainability is viewed as encompassing and intertwining environmental, cultural, social, and economic sustainability and resiliency. The forum will explore and advance arts-based approaches to sustainable city building, public engagement, and animation of public space by bringing together interdisciplinary researchers, students, and practitioners to share experiences and insights.

Among the discussion themes are:

·     Animation of public space through artistic practices

·     Sustainable use of public space

·     Urban-nature interactions

·     Community change, public engagement, and social sustainability

·     Community transitions and sustainabilities

·     Heritage and memory in the context of cultural sustainability

·     Creativity and innovation for sustainability

·     Sustainability and creative education

In the framework of the symposium there will be a special presentation and event with artists involved in Coimbra’s 1976 “Week of art in the streets” and special art commissions organized by Círculo de Artes Plásticas de Coimbra (CAPC), a Centre for Contemporary Art.

The symposium topics will be also explored in two artistic workshops (Friday, 30th of September 2011):

1.       Theatre workshop ‘Animation of Public Space through Innovative Artistic Practices’: Sustainable Lifestyles Project

2.       Eco-cultural Mapping workshop ‘Artistic Approaches to Reengagement with Natural Public Spaces

Other partners for the Symposium include:

University of Coimbra ‘Cities and Urban Cultures’ MA and PhD programmes

University of Coimbra Department of Architecture – Architecture; Design and Multimedia programmes

Círculo de Artes Plásticas de Coimbra (CAPC) – Centre for Contemporary Art, Coimbra, Portugal

O Teatrão, Coimbra, Portugal

Pier K, Hoofddorp, The Netherlands

STUT Theatre, Utrecht, The Netherlands


If you are interested in presenting at the symposium or within one of the workshops, please send us a proposal on your research, artistic project, or other initiative. Please include the following information:

·     Full contact information

·     Title for presentation or contribution

·     Intended delivery context, i.e., at the Symposium, within one of the Workshops, or Other

·     Format, if not a presentation

·     Key themes addressed

·     Abstract about your presentation / project (200 words)

Deadline for submissions: 15 May 2011

Proposals will be reviewed by the Organizing Committee for the Symposium.

For additional information, please contact the coordinator of the event, Dr. Nancy Duxbury, Centre for Social Studies (CES), email: duxbury@ces.uc.pt

Comments Off

Topics: , , | Agent of Change: none |


29 Mar 2011

Pameran dan Diskusi Sayembara Terbatas StrenKali Surabaya

Rujak Center for Urban Studies, bekerja sama dengan Universitas Pelita Harapan, Arkom Jogja dan Paguyuban Warga Strenkali Surabaya menyelenggarakan Pameran dan Diskusi Sayembara Terbatas Stren Kali Surabaya.

Pameran: 4-15 April 2011 di Gedung B, Universitas Pelita Harapan

Diskusi Peran Arsitek dalam Komunitas

8 April 2011, 13.00 WIB, MYC MultiPurposeRoom

Lantai 1 Gedung D, Universitas Pelita Harapan

(more…)

Comments Off

Topics: , , , , | Agent of Change: Urban Poor Consortium |