News


23 May 2012

Undangan Diskusi: Bangunan Cagar-Budaya Gedung eks P&K di Jalan Cilacap, Menteng, Terancam Dihancurkan

Tanggal 24 Mei 2012, Pukul 10.00 – 11.30, di Hotel Cipta , Jl. KH Wahid Hasyim 53,  Jakarta 10350.

Saat ini ketika kita asik berbincang tentang rencana pemilihan Gubernur DKI, lalu sibuk membahas sebab-sebab kemacetan di hampir setiap ruas jalan di kota Jakarta ini. Kemudian tenggelam dalam aktivitas keseharian yang rumit. Diam-diam pada saat bersamaan sebuah gedung tua bersejarah Telefoongebouw Menteng (Gedung P&K) perlahan dirobohkan. Meski masuk dalam kategori bangunan cagar budaya golongan A (Perda DKI Jakarta No.9, 1999 tentang pelestarian dan Pemanfaatan Lingkungan dan Bangunan Cagar Budaya), yang berarti dilarang dibongkar atau diubah! Segala bentuk peraturan tersebut seakan sirna.

Kegusaran, kekecewaan termasuk kemarahan sepertinya tak cukup untuk mengatasi hal ini. Untuk itu kami dari Menteng GRIP, menjembatani pertemuan antara rekan-rekan wartawan dan pemerhati dengan Adolf J. Heuken, S.J sejarawan yang menulis berbagai buku antara lain Menteng ‘Kota Taman’ pertama di Indonesia dan bibliografi sejarah Jakarta berjudul sumber-sumber asli sejarah Jakarta. Guna membahas hampir lenyapnya salah satu bukti sejarah Nasional 45.

Semoga pertemuan ini dapat menjadi ajang pembahasan yang menarik dan tentunya berguna demi mempertahankan keutuhan, saksi sejarah lewat  salah satu cagar budaya sebuah kota bernama Jakarta!

Hormat kami,

Nia Kaloke

Koordinator Acara

Mohon konfirmasi

Fristy : 021-31934377

 

 

 

 

 

 

No Comments »

| Agent of Change: none |


23 May 2012

Lagi-lagi “Keajaiban”: Bangunan Cagar Budaya Eks P & K (Telefoongebouw) di Jl. Cilacap/Bandung /Semarang, Menteng, Terancam Dibongkar.

 

 

Dihimpit oleh Jl. Cilacap – Jl. Bandung – Jl.. Semarang berdirilah sebuah gedung besar serta panjang yang bertingkat dua. Bangunan ini menarik perhatian orang yang lewat karena proporsi-nya baik. Sebagian tingkat kedua baik di luar maupun di dalam dikelilingi balkon kayu. Dibangun sebagai Telefoongebouw Menteng, 1923/24, gedung ini pada tahun 1999 dipugar oleh Yayasan Universitas Bung Karno. ‘Pemilik’ sebelumnya menelantarkannya, supaya keadaannya cepat memburuk dan setelahnya di’ijin’kan pembongkarannya. Sesudahnya ingin digantikan dengan bangunan yang menghasilkan uang yang sebanyak mungkin dan secepat mungkin.

Gedung ini pernah digunakan oleh Departement van Onderwisj en Eredienst, sebagai kantor Badan Pekerja Komite National Indonesia Pusat (1945/46) dan oleh Departemen Pendidikan dan Pengajaran (1950), dan kemudian oleh Ditjen. Kebudayaan (Dept. P. dan K.) sejak 1968. Instansi terakhir ini meninggalkan tempat ini (1996) karena dengan ruilslag yang kurang menguntungkannya mendapat tempat baru di Jl. Sudirman.

Rumah  di Jl. Cilacap 4 diklasifikasikan sebagai benda Gagar Budaya dan digolongkan kategori A sejak tahun lalu. Namun demikian, rupanya sejak tahun 1996 gedung ini dikenakan taktik mempercepat terbitnya izin pembongkaran dengan membiarkan pintu, jendela, dan perlengkapan kayu yang mahal ‘dicuri’ orang. Taktik seperti ini pernah diterapkan juga pada gedung Kunstkring dan beberapa rumah tinggal yang digolongkan ketegori B, mis. pada rumah tinggal di Jl. M. yamin no. 36. Siasat ini biasanya berhasil. Syukurlah, pada kedua gedung umum permainan tidak berhasil. Gedung Ditjen. Kebudayaan diselamatkan oleh Yayasan Bung Karno, yang memugarnya untuk dimanfaatkan sebagai gedung kuliah.

Sebenarnya gedung ini dengan mudah dapat dimanfaatkan untuk berbagai tugas Departemen P. dan K. dan demi rakyat. Sebab, letaknya strategis dan mudah dicapai oleh orang yang berurusan dengan instansi yang bersangkutan, karena stasiun kereta api Cikini maupun berbagai halte bus umum dekat. Lebih baik menjaga gedung berarsitektur langka dalam lingkungan yang masih agak serasi daripada membangun museum mewah real estate Lippoland, jauh di Jawa Barat.

Sumber :

Menteng ‘Kota Taman’ pertama di Indonesia

TAPI KINI GEDUNG INI BERGANTI PEMILIK LAGI, DAN SEDANG TERANCAM DIBONGKAR, MAKA HADIRILAH:

UNDANGAN DISKUSI 


1 Comment »

| Agent of Change: none |


14 May 2012

UNDANGAN TERBUKA: Diskusi Publik Apakah SPBU Layak Berada Di Pemukiman?

Forum Warga (Cempaka Putih, Kedoya Utara dan Tanah Kusir) mengadakan diskusi publik membahas dampak dari adanya SPBU di pemukiman, yang akan diadakan pada :

Hari/ Tanggal : Selasa, 22 Mei 2012
Waktu : pukul 12.00 – selesai (dimulai dengan makan siang)
Tempat : Gedung Joeang 45, Jl. Menteng Raya No. 31, Jakarta Pusat
Narasumber : Ahli kesehatan Lingkungan
Pengacara Kelompok warga
Komunitas/perwakilan warga
Calon Gubernur DKI Jakarta

Kecelakaan di SPBU Palmerah 26 April lalu menjadi penguat kekhawatiran beberapa kelompok warga yang tinggal dekat lokasi SPBU. Ledakan yang muncul dalam proses perbaikan tangki penyimpanan bensin menjadi bukti bahwa operasional SPBU rentan dengan human error, terlepas sebaik apapun sistem yang digunakan.
Selama dua tahun terakhir warga yang tersebar di wilayah DKI Jakarta (Tanah Kusir, Cempaka Putih, dan Kedoya Utara) tersita energi, waktu, dan pikirannya dikarenakan bangunan SPBU menyerobot ruang di wilayah pemukiman yang telah mereka tempati selama puluhan tahun.

SPBU dibangun di luar persetujuan warga setempat yang telah menyatakan penolakan sejak rencana SPBU disosialisasikan. Penolakan warga didasarkan pada beragam pertimbangan baik dari aspek keselamatan, kesehatan, lingkungan dan ekonomi.
Hampir di semua kasus, warga melakukan gugatan terhadap instansi penerbit IMB melalui PTUN. Hanya pembangunan SPBU Shell di Bintaro yang terhenti karena terbitnya keputusan yang memenangkan warga. Di lain pihak, SPBU Total Oil Indonesia di Kedoya Utara dan SPBU Pertamina di Cempaka Putih bisa langgeng beroperasi karena kalahnya tuntutan warga di tingkat PTUN.

Terkait dengan penggunaan kendaraan bermotor, menurut Gaikindo, terjadi peningkatan pembelian kendaraan bermotor yang cukup signifikan di Indonesia, termasuk Jakarta. Jumlah penjualan kendaraan roda empat untuk tahun 2010 sejumlah 764.710 kendaraan, meningkat jauh dari angka penjualan sepanjang tahun 2009 yaitu 483.548 kendaraan.
Untuk semester dua di tahun 2011 (periode Januari-September 2011) angka penjualan sudah mencapai angka 659. 857 kendaraan.
Untuk kendaraan roda dua, lonjakan jumlah pembelian juga terjadi. Menurut catatan PT Astra International Tbk, penjualan motor meningkat jauh dari angka 5.851.692 di tahun 2009 menjadi 7.372. 989 kendaraan di tahun 2010. Hingga September 2011 angka penjualan juga cukup tinggi mencapai angka 6.194. 700.
Untuk wilayah DKI Jakarta saja, Kepala Dinas Tata Ruang DKI Jakarta menyatakan bahwa setiap harinya, sejumlah 1.350 kendaraan roda dua dan 350 kendaraan roda empat terjual.

Meningkatnya angka penjualan kendaraan bermotor berakibat pada peningkatan kebutuhan bahan bakar kendaraan bermotor. Berdasarkan data yang diperoleh RCUS dalam penelitian bertajuk Jakarta Petrodollar, terungkap bahwa untuk wilayah Jakarta saja di tahun 2009, dijual 11 jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Bahan Bakar Khusus (BBK) sebanyak 5.392.780 kiloliter. Untuk angka tersebut, premium mendominasi dengan jumlah 1.784.594 kilolter (33,09%). Solar menyusul dengan penjualan sebesar 1.454.521 kiloliter (27,97%) dan minyak bakar sebesar 1.112.801 kiloliter (20,64%).
Kebutuhan akan bahan bakar memunculkan kebutuhan adanya SPBU yang oleh pasar dilihat sebagai peluang usaha, termasuk perusahan asing seperti Shell, Petronas dan Total Oil Indonesia.

Hingga hari ini, pengaturan di mana seharusnya SPBU berada belum ditegaskan. Kondisi menjadi buruk dengan semakin maraknya pilihan lokasi SPBU yang menyasar kawasan perumahan setelah adanya larangan pemanfaatan jalur hijau untuk SPBU. Mekanisme Izin Gangguan sebenarnya ditujukan untuk melindungi warga negara terhadap potensi bahaya yang ditimbulkan dari keberadaan SPBU dekat tempat tinggal. Tetapi, ketentuan itu kerap dilanggar demi lancarnya rencana pembangunan SPBU. Lalu, di manakah seharusnya SPBU diletakkan dalam kerangka tata ruang? Apakah dia layak diletakkan di permukiman? Dampak apa yang ditimbulkan dengan adanya SPBU di permukiman?

 

1 Comment »

| Agent of Change: none |


07 May 2012

Rujak Akhir Pekan Mei 2012 “Kota dan Sampah”


Rujak Center for Urban Studies mengadakan kegiatan rutin tiap Sabtu dan pada edisi Mei ini. Sesuai dengan tema bulan Mei akan berkisah tentang Kota dan Sampah, berikut kegiatan Sabtu kami:

Rujak Sorot and Berbagi: Sabtu, 12 Mei 2012  09.30 – 12.00

Untuk pembukaan kami akan menampilkan Film pendek dengan judul PLASTIC BAG  by:Ramin Bahrani dan Megacities-Sao Paulo

dan Rujak Share akan diisi oleh:

1. Dini Trisyanti dari InSWA (Indonesia Solid Waste Association)

2. Ricky Lestari dari KHPI (Komunitas Hijau Pondok Indah)

—————————

Semua kegiatan akan dilakukan di

Rujak Center for Urban Studies
Graha Ranuza Lt. 2
Jalan Timor no.10
Belakang Plaza BII Thamrin
Menteng, Jakarta
——–
Nah kami nantikan kehadiran anda, tapi jangan lupa mendaftar dengan mengisi form dibawah ini.
Salam dan Mari Berbagi! :)

No Comments »

| Agent of Change: none |


03 May 2012

Koleksi baru RCUS Library : Film Kita Vs Korupsi

 

Terdiri dari empat film pendek :

-Rumah Perkara

- Aku Padamu

- Selamat Siang Risa

- Jangan Bilang Siapa-siapa

 

Melibatkan 4 yang sutradara:

- Emil Heradi

- Lasja Susatyo

- Ine Febriyanti

- Chaerunisa

2 Comments »

| Agent of Change: none |


02 May 2012

Makassar Nol Kilometer

 

Juduk buku: Makassar Nol Kilometers

Editor        : Anwar J Rachman, M Aan Mansyur, Nurhady Sirimorok

Penerbit    : Ininnawa (2011)

Resensi buku dapat dilihat di http://c2o-library.net/category/review/book-reviews/

 

Buku  ini tersedia di Rujak dengan jumlah terbatas , harga Rp. 75.000,- (belum termasuk ongkos kirim). Bagi yang berminat bisa menghubungi atau datang langsung ke Rujak

Gedung Ranuza, Lantai 2. Jl. Timor No. 10, Menteng, Jakarta Pusat 10350
Tlp : (021) 31906809 email: info@rujak.org

No Comments »

| Agent of Change: none |


02 May 2012

#TanyaCagub “megapolitan”

  #TanyaCagub

No Comments »

| Agent of Change: none |


24 Apr 2012

Launch of Butet Manurung’s Biography in English

Tuesday, 2nd May, 2012, 4-6 pm, at Palalada Restaurant, Alun-alun Indonesia, Grand Indonesia, West Mall, Level 3

 

 

No Comments »

| Agent of Change: none |


23 Apr 2012

Tanya Cagub edisi 2 “korupsi”

#TanyaCagub edisi 2 “korupsi”

No Comments »

Topics: , , | Agent of Change: none |


18 Apr 2012

#TanyaCagub “Ruang Bersama”

  #TanyaCagub

No Comments »

Topics: , , , , | Agent of Change: none |