News


07 Apr 2015

Pemenang “Dana SAM Untuk Seni dan Lingkungan”

poster horizontal

Pengumuman Panel Seleksi

Proses seleksi atas proposal-proposal kepada Dana SAM untuk Seni dan Lingkungan telah berlangsung pada tanggal 26-28 Maret 2015 di pusat pembelajaran kelestarian Bumi Pemuda Rahayu di Dlingo, Bantul, D. I. Yogyakarta. Sebelumnya program ini telah diumumkan pada 1 Januari 2015. Penerimaan proposal ditutup pada 20 Maret 2015.  Total 360 proposal telah kami terima, terdiri dari 336 yang melengkapi persyaratan yang telah ditetapkan sebelumnya, dan 24 yang tidak. Jumlah ini menunjukkan antusiasme yang membanggakan. Kami berterima kasih.

Tujuan dari Dana SAM untuk Seni dan Lingkungan adalah mendorong seniman dan dunia seni agar mengembangkan minat terhadap soal-soal lingkungan melalui pemikiran, inovasi, renungan, serta berbagai bentuk gagasan kreatif bagi proses transisi menuju ke tatanan dan praktik kehidupan yang ekologis.

Meskipun tidak semua gagasan dapat kami dukung, kami senang membaca di dalam semua proposal-proposal itu terdapat banyak sekali gagasan inspiratif yang dapat kami pelajari.

Proses seleksi berlangsung intensif selama dua hari berturut-turut. Anggota panel seleksi adalah Nur Hidayati (aktivis lingkungan, Jakarta), Gustaff H. Iskandar (seniman/aktivis budaya, Bandung), Mella Jaarsma (seniman, Yogyakarta) dan Ayu Utami (sastrawan, Jakarta). Kriteria umum yang kami utamakan adalah inovasi, keberlanjutan, dampak yang dapat diharapkan, pertimbangan etik dan estetik, serta informasi rekam jejak dari pembuat proposal.

Selama dua hari itu panel seleksi terlibat dalam diskusi mendalam. Keanekaragaman gagasan yang tercermin dari setiap proposal adalah catatan tersendiri bagi kami.  Kami juga sangat senang karena proposal yang dikirimkan berasal dari, atau untuk lokasi yang demikian beragam, mulai dari kota besar sampai dengan wilayah pedesaan dan pulau terpencil di Indonesia. Hal ini tentu saja menjadi gambaran yang menggembirakan, karena berbagai praktik serta prakarsa yang mengarah pada tatanan kehidupan yang berkesadaran ekologis ternyata sekurangnya sedang menunjukkan tanda-tanda perkembangan yang menjanjikan.

Berdasarkan rangkaian proses seleksi dan pertimbangan Panel Seleksi, dengan ini kami umumkan sepuluh pemenang Dana SAM untuk Seni dan Lingkungan (2015).  Panel Seleksi memberi catatan-catatan berbeda untuk masing-masing pemenang. Untuk itu tiap-tiap pemenang akan dihubungi secara langsung oleh panitia. Kepastian penghibahan dana pada akhirnya juga akan tergantung pada kesediaan dan kesiapan masing-masing pemenang untuk menerimanya, dan akan diikat melalui suatu perjanjian kerja-sama.

Kesepuluh pemenang yang pada akhirnya kami pilih secara bersama-sama juga mencerminkan keanekaragaman gagasan, praktik, serta tempat kegiatan. Beberapa proposal yang kami pilih adalah program dengan kegiatan di bidang sastra, seni rupa, seni pertunjukan tradisional, seni bebunyian, kerajinan, dan arsitektur rakyat (vernakular). Beberapa diantaranya mencerminkan irisan dengan banyak hal, terutama konservasi dan preservasi nilai-nilai tradisi, advokasi melawan ancaman kerusakan lingkungan, pendidikan di bidang pertanian organik dan eksperimen pemanfaatan limbah industri.

Keluasan cakrawala gagasan dan praktik yang ditawarkan oleh setiap peserta kami harap dapat sekaligus menjadi inspirasi yang membangkitkan minat banyak orang untuk mendorong berbagai kegiatan seni dengan semangat transformasi menuju abad ekologi.

Untuk semua itu kami ucapkan selamat kepada para pemenang dan terimakasih kepada semua pengirim proposal. Kami juga memohon maaf bahwa belum semua gagasan dapat kami dukung secara utuh. Program Dana SAM untuk Seni dan Lingkungan barulah sebuah langkah kecil untuk sebuah cita-cita yang lebih besar. Semoga berbagai prakarsa yang telah ada dapat terus tumbuh dan berkembang demi kehidupan bersama yang lebih baik serta lingkungan yang lestari.

Bumi Pemuda Rahayu, Bantul, 29 Maret 2015.

Panel Seleksi:

  • Nur Hidayati
  • Gustaff H. Iskandar
  • Mella Jaarsma
  • Ayu Utami

 

Kesepuluh pemenang Dana SAM untuk Seni dan Lingkungan adalah*:

No. Nama Penanggung-jawab Proposal Tempat Kegiatan
1. Abdul Latif Apriaman Konservasi dan pengembangan Wayang Sasak. Lombok Barat
2. Agusto R.H.D. Bunga Produksi video materi ajar pertanian organik untuk petani. Pulau Semau, Kepulauan Timor
3. Atina Rizqiana (XX LAB) Pembuatan materi pengganti kulit binatang dari limbah kedelai. Yogyakarta
4. Bambang Dwiatmoko Produksi komposisi soundscape ruang urban Surabaya & Bandung, serta advokasi kurikulum soundscape di SD s/d SMU. Surabaya & Bandung
5. Cendy Mirnaz Pameran, workshop & diskusi kain Tenun Ikat Sikka. Maumere dan Jakarta
6. Dicky Lopulalan Pembuatan peta ekologi & sosial di Desa Pejeng, Bali. Desa Pejeng, Bali
7. Didin Aminudin Pengembangan desa pengrajin bambu di Desa Jatitujuh, Majalengka. Desa Jatitujuh, Majalengka
8. Erlin Goentoro Pembangunan dapur komunitas di Dusun Mendira, Jombang. Dusun Mendira, Jombang
9. Iman Rahman Anggawiria Kusumah Riset dan penulisan buku Sejarah Karinding Priangan. Jawa Barat
10. Maryanto Proyek seni yang menilik kondisi pertambangan Indonesia dan Nigeria Lagos (Nigeria), Blora & Bojonegoro

 

Catatan:

* Penomoran pada daftar ini tidak mencerminkan apa-apa kecuali urutan abjad nama depan para pemenang.

* Kesepuluh pemenang akan dihubungi langsung oleh panitia, yaitu Rujak Center for Urban Studies, untuk membicarakan prosedur selanjutnya. Ada catatan dan persyaratan yang berlaku, serta diperlukan konfirmasi dari tiap-tiap pemenang tentang kesiapan dan kesediaannya menerima dana.

2 Comments »

Topics: , , , , | Agent of Change: none |


30 Mar 2015

10 Lessons from Fukushima

 

unnamed

Glad to announce that we have published a booklet, namely “10

Lessons from Fukushima”, in Japanese, English, Chinese, Korean, and
French at the 4th anniversary of the 3.11. and the 3rd World Conference
on Disaster Risk Reduction in Sendai of Japan in the same month.

No copy right! Please freely print from http://fukushimalessons.jp/en-booklet.html
and distribute, and/or translate in other languages for further
distribution.

Appreciate your actions and comment on this.

Best,
Ohashi
———————-
OHASHI Masaaki
ohashi@keisen.ac.jp (Although I also have an e-mail address of Univ. of the Sacred Heart, please send your e-mail to this keisen address.
14年4月1日より聖心女子大学大学に勤務しそこのメルアドもありますが、この大学関係の用件を除き、これまでと同じこの恵泉のメルアドに連絡ください。名誉教授号を頂いたので、継続使用できます。)
tel/fax:81-42-729-7276

No Comments »

Topics: , | Agent of Change: none |


05 Feb 2015

11 Tahun Beroperasi, Transjakarta Kerap Dikritisi

Busway

 

Text oleh Andriani Dwirahmanda, Annisa Indrarini, Fikry Ramadhian dan Bondan Anugrah

Editor: Dina Indrasafitri

 

Setelah sebelas tahun beroperasi, Busway alias Transjakarta, yang seharusnya menjadi solusi kemacetan ibukota, tetap menuai berbagai kritik dan kontroversi. Dalam diskusi publik yang diadakan  oleh Institut Studi Transportasi (INSTRAN) tanggal 15 Januari lalu, disebutkan berbagai masalah yang menjangkiti fasilitas transportasi tersebut.

Selain armada yang terbilang kurang memadai jumlahnya, Transjakarta (TJ) pun dikritik karena jalur yang dilalui armada tersebut tidaklah steril, hingga pada akhirnya bis TJ tetap harus berbagi tempat dengan kendaraan pribadi.

Kritik ketiga terhadap TJ adalah kurangnya Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBBBG). Padahal, enam koridor TJ menggunakan BBG untuk armadanya.

Armada Kurang, Penumpang Hengkang

Direktur SDM dan Umum PT. Transjakarta Sri Kuncoro mengatakan bahwa pada tahun 2014, jumlah penumpang Transjakarta mengalami penurunan dari tahun sebelumnya.

Waktu tunggu kedatangan bus yang lama, infrastruktur yang kurang memadai, serta keamanan dan kenyamanan kondisi layanan saat ini menjadi salah satu faktor yang menyebabkan penurunan tersebut. Saat ini terdapat 823 unit armada bus, namun hanya sekitar 400 unit yang beroperasi di 12 koridor setiap harinya.

SPBBG Tak Cukup dan Kualitas BBG Buruk

Dalam diskusi berjudul tema “Refleksi 11 Tahun Transjakarta Busway: Frustasi Pada Pelayanan Transjakarta Busway” tersebut, terungkap dua masalah TJ  yang berkaitan dengan BBG.

Selain keterbatasan jumlah SPBBG , kualitas BBG yang digunakan untuk TJ pun rendah. BBG yang digunakan memiliki kandungan air, oli, dan lumpur yang cukup banyak yang menyebabkan tabung mudah korosi. Akibatnya, dua minggu sekali operator harus membersihkan tabung padahal hal tersebut tidak masuk dalam komponen yang dihitung pada saat menghitung rupiah per kilometer

 

Bus-Transjakarta1

 

Jalur Transjakarta  Untuk Semua?

Di tahun ke sebelas TJ, tidak satupun koridor yang steril. Ini tentu bertentangan dengan apa yang konon menjadi kelebihan layanan TJ, yaitu bebas macet.

Bahkan, baru-baru ini, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, mengungkapkan rencana yang cukup kontroversial terkait penggunaan jalur busway, yaitu mengizinkan mobil pribadi melintas di jalur busway Transjakarta asalkan membayar Rp 50.000. Padahal, pada masa awal pemerintahan Jakarta Baru (2012), sempat muncul wacana dan program sterilisasi jalur TJ dengan menerapkan denda tinggi, yaitu Rp500.000 untuk motor dan Rp1.000.000 untuk mobil.

Dalam diskusi “Refleksi 11 Tahun Transjakarta Busway”,  Wadirlantas Polda Metro Jaya AKBP Bakharuddin Muhammad Syah mengatakan timnya siap bekerjasama untuk mensterilkan jalur busway sehingga tidak ada lagi kendaraan yang menyerobot masuk.

Pro-kontra e-ticketing

Program full e-ticketing di koridor 2, 3, 5, 7, 8, 9, 19, 11, dan 12 mendapat pujian, namun juga kritikan. Sistem ini disebut-sebut membatasi akses sebagian masyarakat untuk menggunakan TJ.

Dalam sistem e-ticketing, seluruh penumpang/calon penumpang harus mengeluarkan biaya sebesar Rp 40.000 saat pertama kali akan menggunakan TJ dan tidak ada sistem pelayanan berupa single trip. Padahal, tidak semua penumpang menggunakan TJ beberapa kali, sehingga saldo dalam kartu bisa saja sia-sia.

Rencana Ke Depan

Kepala Dishub DKI Jakarta Benjamin Bukit mengakui bahwa Transjakarta yang seharusnya menjadi solusi dari macetnya Jakarta ternyata belum bisa memenuhi kebutuhan warga setelah 11 tahun beroperasi.

Namun, PT Transjakarta tetap akan melakukan berbagai upaya peningkatan layanan, diantaranya:

-      Penambahan armada 234 unit bus di tahun 2015

-      Layanan Angkutan Malam Hari menjadi 24 jam untuk koridor 1, 3, dan 9.

-      Perbaikan  dan peningkatan kapasitas halte.

-      Peningkatan keamanan dengan penerapan area khusus wanita dan CCTV dalam bus baru

-      Penyempurnaan sistem tiket

-      Percepatan tindaakn evakuasi kendaraan mogok melalui swakelola penanganan

-      Peningkatan sterilisasi jalur dengan menggunakan gerbang otomatis

-      Kerjasama dengan PT. Jakpro untuk pembangunan SPBG baru di wilayah Harmoni.

(Sumber: Darmaningtyas, Sri Kuncoro, AKBP Bakharuddin Muhammad Syah, Benjamin Bukit, dan hasil diskusi publik)

 

 

 

No Comments »

Topics: , , , , | Agent of Change: none |


19 Jan 2015

Tetangga Pak Gesang dan Tedi En Mencipta Lagu Bersama Anak-anak dan Pemuda Wakatobi

Ini link 5 lagu yang diciptakan oleh Tetangga Pak Gesang bersama anak-anak Taman Nasional Wakatobi ketika Ekspedisi Liwuto Pasi, tanggal 15-29 November 2014.

Dan ini oleh Tedi En (Jatiwangi Arts Factory) bersama pemuda Wakatobi:

Ekspedisi seniman itu diselenggarakan oleh Rujak Center for Urban Studies bersama Felencian Hutabarat dengan dukungan WWF.  Sebelas pekerja kreatif dipilih dari 130 lamaran.

IMG_2183IMG_2062

No Comments »

Topics: , | Agent of Change: none |


19 Oct 2014

Hajatan PONTIANAKITE : Kote adalah Rumah Kite..Yok Kita Urus Same-Same, Pontianak 17-29 Oktober 2014

2

No Comments »

Topics: , , , , , , | Agent of Change: none |


09 Oct 2014

Design It Yourself no. 4 “Mix2Make” Surabaya, 10-26 Oktober 2014

DIY2014mix2make_poster

 

Design It Yourself Surabaya (DIYSUB) kembali untuk keempat kalinya. Selama 10-26 Oktober 2014, DIYSUB menghadirkan lebih dari 25 acara kreatif— seminar, talkshow, lokakarya, pemutaran film, pasar akhir pekan, pameran, peluncuran karya, tur jalan kaki di daerah Pecinan Surabaya. Menampilkan partisipasi dan karya lebih dari 60 desainer, pembicara lokal, nasional, dan internasional; tidak hanya dari Surabaya, tapi juga Yogyakarta, Bandung, Jakarta, Makassar, Semarang, Malang, Magelang, Melbourne, Singapura, Tokyo, Atlanta, dan Los Angeles. Digelar di berbagai lokasi—mulai dari café, rumah makan, perpustakaan, dan kampus yang berbeda-beda. DIYSUB bertujuan membawa desain sebagai semangat inovasi dan pemecahan masalah yang ramah, lintas batas, dapat dinikmati dan diterapkan oleh semua lapisan masyarakat.

 

Tanggal

10 – 26 Oktober 2014

 

Lokasi

-          Wisma Jerman, Jl. Taman AIS Nasution 15

-          Universitas Kristen Petra

-          Institut Teknologi Sepuluh Nopember

-          UK Widya Mandala

-          Universitas Ciputra

-          Historica Coffee & Pastry, Jl. Sumatra 40

-          Dewa Ndaru Culture Resto, Jl. Mayjen Sungkono 17-19

-          Perpustakaan Bank Indonesia, Jl. Taman Mayangkara no. 6

-          C2O library & collabtive, Jl. Dr. Cipto 20

 

Kegiatan

-          Seminar/kuliah umum

-          Talkshow: urban interior design, keberagaman budaya, storytelling, social entrepreneurship, dsb.

-          Workshop: tipografi, desain, penjilidan buku (bookbinding), pembuatan boneka (puppet-making), lampion kertas (paper lantern), aksesoris bakteria dan bom biji (bacterial accessories & seed bombs)

-          Pameran: artistic magazines, publishing, and zines

-          Kapur interaktif (interactive chalk art)

-          Pemutaran film: Maker the Movie, Design + Designers in Surabaya, Creative Hubs in Indonesia

-          Tur jalan kaki mengeksplorasi desain dan tipografi di daerah Pecinan

-          Designer+Maker Faire (Design Market)

 

PENYELENGGARA

C2O library & collabtive

Jl. Dr. Cipto 20

Surabaya, Indonesia 60264

www.diysub.com

hello@diysub.com

facebook.com/diysub

Twitter @diy_sub

Instagram @diysub

 

No Comments »

| Agent of Change: none |


31 Aug 2014

Menjadi Ekologis #2: Transportasi

10352749_10204933910096858_441950681859101276_n

Ke kota, kita mencari kebebasan. Salah satunya: mobilitas. Bagaimana transportasi yang memberikan mobilitas yang membebaskan itu?

No Comments »

Topics: , , , , , | Agent of Change: none |


17 Aug 2014

UNDANGAN TERBUKA: Program Pesanggrahan (residensi) Seniman/Peneliti

bpr

 

Pusat pembelajaran kelestarian “Bumi Pemuda Rahayu” terletak pada 450 m di atas permukaa laut di desa Muntuk, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, D.I. Yogyakarta, di tengah-tengah masyarakat pedesaan dengan segala masalah dan “rahasia”nya.

Apabila Anda seniman, peneliti, aktivis, penulis, yang ingin mencoba bekerja sama dengan komunitas pada isu-isu ekologi, ini adalah kesempatan untuk pesanggrahan (residensi) dua bulan.

Pesanggrahan di Bumi Pemuda Rahayu ini akan berlangsung 15 Oktober – 15 Desember 2014 di Bumi Pemuda Rahayu, Dlingo, D.I. Yogyakarta.

Tenggat pengajuan proposal: 15 September 2014.

Informasi lengkap:

http://www.scribd.com/doc/235806927/bpr-pesanggrahan-2014

No Comments »

Topics: , , | Agent of Change: none |


15 Aug 2014

PESERTA TERPILIH Ekspedisi Liwuto Pasi, 15-30 November 2014

poster liwuto pasi 03

 

Terima kasih kepada 130 pendaftar Ekspedisi Liwuto Pasi. Kami terkesima dan bersyukur atas minat, dedikasi dan kreativitas teman-teman pendaftar semua. Terima kasih!

Kepada yang terpilih kami mengucapkan selamat. Harap periksa kotak surat listrik Anda. Email pemberitahuan telah dikirimkan.  Kepada yang belum terpilih, kami mohon maaf atas keterbatasan tempat, dan semoga akan ada ekspedisi lain. Harap tunggu pengumuman tahun depan ya. :)

Ini 10 peserta terpilih:

Adityayoga Gardjito
Dina Triastuti
Lisa Virgiano
Misbahuddin
Teddy En
Meicy Sitorus
Isak Sonlai
Mira Lismawati
Farid Rakun
Retno Sayuti Lawu

 

 

No Comments »

| Agent of Change: none |


24 Jul 2014

Call for Application : Hope and Dreams (HANDs) Project

HANDs Call for Application

 

 

Greetings from The Japan Foundation, Jakarta.
The Japan Foundation, Jakarta, are currently organizing, Hope and Dreams (HANDs) Project.
HANDs Project, is a bi-annual youth exchange project, aiming to nurture a sense of common feeling and coexistence as a community shared by the people of Asia, initiated by The Japan Foundation Asia Center. As a program, HANDs promotes dialogue and exchange among youth in Japan and Asian countries in order to deepen mutual understanding. HANDs also promotes the formation of a network among young leaders, as well as promotes collaborative efforts among them, in the field of intellectual dialogue on disaster education issues.
In the first year (2014), the selected participants will have an opportunity to do a study trip for 20 days to Indonesia, Philippines, Thailand and Japan to learn about disaster education in each country.
The first trip, is scheduled to visit Indonesia and Philippines from September 25 – October 5 2014 (for 10 days), while the second trip is scheduled to visit Thailand and Japan in January/February 2015 (date TBC, for 10 days). For the second year (2015), the selected participants are expected to initiate a network of youths, university students and young professionals, focusing on disaster education related issues. Participants are encouraged to propose a new project on disaster education regarding topic of the year to the Japan Foundation Asia Center.
In short, we are looking for participants who can 1) join the two trips a) from September 25 to October 5, 2014 and b) January to February, 2015 , and learn as much as you can and develop your idea, and 2) actually implement the best project ideas in the year of 2015 in your local communities. Therefore we are now open a Call for Applications until August 13, 2014.
For more information and the application form can be downloaded in our website,http://www.jpf.or.id/id/call-applications-hands-project.

No Comments »

Topics: , , , , , , , , , | Agent of Change: none |