News


13 Mar 2014

Buku Baru Terbitan EFEO (Ecole française d’Extrême Orient)

Daripada beli, lebih baik menerapkan “collaborative consumption”. Buku-buku baru terbitan EFEO ini karya para peneliti Indonesi dan Preancis tentang Indonesia yang bermutu tinggi dan unik. Dapat dipinjam di Perpusakaan Rujak Center for Urban Studies.

photo 4

 

No Comments »

Topics: , , , , , | Agent of Change: none |


17 Dec 2013

Skenario Film Kebencanaan Terpilih

 

poster revisi 4

 

Setelah melalui workshop dan seleksi proposal skenario oleh tim juri yang terdiri dari :

1. Dr Edy Junaedi MSi

2. Alex Sihar

3. Aryo Danusiri

4. Marco Kusumawijaya

 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta dan Rujak Center for Urban Studies mengumumkan dua nama di bawah ini sebagai pemenang skenario film kebencanaan terbaik :

1. Martha Kurnia Dewi untuk skenario film tentang Banjir

2. Tri Susanto untuk skenario film kebakaran

 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta dan Rujak Center for Urban Studies mengucapkan terima kasih kepada semua peserta yang telah mengirimkan proposalnya.

 

 

No Comments »

Topics: , , , , | Agent of Change: none |


11 Dec 2013

Seminar “Menggali Pengetahuan Kota untuk Kota yang Ekologis”

 

RUJAK POSTER

Poster designed by @idznie

 

Dunia memasuki abad kota di mana lebih dari separuh penduduk dunia akan tinggal di wilayah perkotaan. Pertambahan penduduk di kota tentu akan menghadirkan tantangan baru khususnya dalam membawa kota menjadi lebih ekologis.

Perubahan menuju kota ekologis memerlukan pengetahuan. Pengetahuan adalah prasyarat untuk perubahan. Hak atas pengetahuan adalah hak mendasar, di samping penting sebagai prasyarat untuk mampu berperan serta dalam proses pengambilan keputusan tentang masa depan kota.

Sejak Agustus 2011, Rujak Center for Urban Studies bekerjasama dengan kaum muda dan komunitas di tiga kota; Surabaya, Semarang dan Makassar, menjalankan program bernama Dinamika Pengetahuan Perkotaan (DPP). Program ini bertujuan membangun dinamika-pengetahuan (knowledge dynamics) perkotaan di tiga kota-wilayah Indonesia sebagai perintis, dengan cara menyemangati produksi-bersama pengetahuan perkotaan dan pemanfaatannya ke dalam proses penyusunan kebijakan perkotaan.

Program dilaksanakan dengan mengkonsolidasikan penelitian dan penilaian yang sudah ada, memanfaatkan media-sosial untuk memetakan kegiatan produksi dan pengetahuan warga kota sehari-hari, dan menyelenggarakan forum konsultatif dengan memanfaatkan platform media-sosial dan lembaga-lembaga setempat lainnya. Di akhir program, proses produksi pengetahuan perkotaan telah terbangun di tiga kota dan menghasilkan mesin crowd-sourcing online; ayorek.org (Surabaya), makassarnolkm (Makassar) dan ugd.org (Semarang).

Melalui seminar ini, perwakilan dari ketiga kota akan melaporkan hasil program DPP.

Selain itu, saat ini, Pemerintah Pusat melalui Kementrian Dalam Negeri sedang menyusun RUU Perkotaan. Seminar ini juga dimaksudkan untuk mengajak peserta memberikan masukan yang lebih substantif dalam proses penyusunan RUU Perkotaan selain masukan dari ketiga kota.

 

Seminar akan dilaksanakan pada :

Hari/Tanggal            :  Selasa, 17 Desember 2013

Waktu                         :  12.00-16.30 WIB (dimulai dengan makan siang)

Lokasi                         :  Hotel Treva Internasional, Jl. Menteng Raya No. 33 Jakarta Pusat

 

Bagi yang berminat hadir, silahkan mendaftar ke alamat email : info@rujak.org

Tempat terbatas.

 

 

 

 

No Comments »

Topics: , , , , , , , | Agent of Change: none |


10 Dec 2013

Pameran Hasil Program Pesanggrahan Bumi Pemuda Rahayu

 

BPR 14 Desember 2013

 

14 Desember 2013, Jam 10:00 –  16:00.

Bumi Pemuda Rahayu, Desa Muntuk, Kecamatan Dlingo, Bantul, D.I. Yogyakarta.

Setelah hampir dua bulan, para pesanggrah di Bumi Pemuda Rahayu akan menyajikan berbagai bentuk karyanya. Hanya pada satu hari!

 

No Comments »

| Agent of Change: none |


26 Nov 2013

Yang Terpilih : Peserta Workshop dan Lomba Penulisan Skenario

 

poster revisi 4

 

Setelah melalui “open call’ untuk peserta Workshop dan Lomba Penulisan Skenario Film Pendidikan Kebencanaan, maka akhirnya terpilih 17 peserta untuk mengikuti workshop selama 28 November – 3 Desember 2013  :

 

Tri Wahyuni, Jakarta, Penulis ide cerita dan skenario 

Farah Soraya, Jakarta, Fire and Safety Engineer

Muhammed Irwiyana, Jakarta, Konsultan yang bergerak di isu pembangunan dan lingkungan

Tri Susanto, Jakarta, Penulis naskah

Zela Septikasari, Yogyakarta, Mahasiswa Magister Manajemen Bencana UGM

Rian Sulaeman, Tasikmalaya, Sutradara film pendek

Roirike Mardiana Bewinda, Jakarta,  Penulis lepas

Adelina Simatupang, Pangandaran, Pekerja NGO

Pratista Wibowo, Sleman, Sutradara film dan iklan layanan masyarakat

Mulia Idznillah, Jakarta, Fotografer

Yusmita AL, Sleman, Manajer produksi film

Yusron Alwi, Semarang, Pengajar PAUD

Azwar Burhan, Makassar,  Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin

Martha Kurnia, Sleman, Mahasiswa Magister Manajemen Bencana UGM

Hotma Lam Uli Marbun, Medan, Mahasiswa Fakultas Budaya dan Sastra UNIMED

Jhon Fawer Siahaan, Medan, lulusan Fakultas Sejarah UNIMED

Dhimas Kaliwattu,  Jakarta, Mahasiwa Universitas Bung Karno

 

Rujak Center for Urban Studies dan BPBD Provinsi DKI Jakarta mengucapkan terima kasih kepada semua peminat yang telah maupun belum mengirimkan proposalnya, serta semua pihak yang telah membantu menyebarkan informasi workshop ini.

Kepada yang tidak terpilih, kami berharap akan ada kesempatan berikut.

Kepada yang terpilih, kami ucapkan selamat dan sampai jumpa tanggal 28 November di Wisma PGI, Jl Teuku Umar no 17, Menteng.

No Comments »

Topics: , , | Agent of Change: none |


04 Nov 2013

Undangan Workshop dan Lomba Penulisan Skenario Film Pendidikan Kebencanaan

poster workshop think

 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta dan Rujak Center for Urban Studies mengundang kaum muda Indonesia untuk mengikuti Workshop dan Lomba Penulisan Skenario Film Pendidikan Kebencanaan yang akan diadakan pada 28 November – 3 Desember 2013 di Wisma PGI, Jl. Teuku Umar no. 17, Menteng, Jakarta Pusat.

Tenggat pengiriman berkas lamaran : 24 November 2013  dikirimkan ke alamat email info@rujak.org

Informasi selengkapnya di :

https://www.dropbox.com/s/tjzy7bqa9a63wjw/Undangan%20Workshop%20dan%20Lomba%20Penulisan%20skenario%20Film%20Kebencanaan.pdf

No Comments »

Topics: , , , , , , , , | Agent of Change: none |


12 Oct 2013

Dietmar Leyk’s Lecture: Architecture, Stills, and Making Space

GOETHE_DietmarLeykLecture_Facebook_600x600px

30 October 2013 | 19:00 pm | Goethe Haus | Jalan Sam Ratulangi, Menteng, Jakarta Pusat.

Presented by Goethe Institut Jakarta and Rujak Center for Urban Studies. Free admission, but please register to info@rujak.org. Please provide name, organisation, Cel.Phone number, and mail addres.

Dietmar Leyk is invited to present the latest projects by LWA. His lecture, entitled “Architecture, Stills, and Making Space”, will focus on dualities like Intimacy and Exposure, Individuality and Collectivity, or Essentials and Peripherals in Architecture and Design.

dietmar-leyk

Dietmar Leyk is an architect based in Berlin. Together with Petra Wollenberg, he is cofounder and director of Leyk Wollenberg Ar­chitects based in Berlin, accomplishing international projects in all scales from interior to urban de­sign since 2000. They received numerous prizes in international competitions and for their realized work. Among others, the first prize for the Media Center and Lecturehalls at the Technical University in Darmstadt, Germany.

Dietmar Leyk studied architecture at the Architectural Association School of Architecture (AA) in London and at the Technical University in Braunschweig. He worked as project architect for Elia Zenghelis in London and Athens, and Daniel Libeskind in Berlin and Los Angeles.

Before Dietmar Leyk taught as interim professor of architecture and urban design at the ETH Zürich he taught and researched as assistant professor at the ETH Zürich on a variety of issues concerned with the architectural and urban form. He published “ParaForm”, a research on morphological phenomena as a base for studying the interdependencies between architectonic fabric and metabolism of urban systems in order to establish models for the evaluation and improvement of their sustainable developments.

From 2005 until 2013 Dietmar Leyk has been a visiting professor at the Berlage Institute in Rotterdam, now called The Berlage Centre for Advanced Studies in Architecture and Urban Design in Delft, where Dietmar Leyk researched on a variety of issues related to Knowledge Spaces.
Dietmar Leyk teaches, publi­shes and lectures internationally. In 2010 he published „Working and Living in the City of Knowledge“, based on a research project about the future of worklife in relation to architecture and the city for the Berlage Institute and Steelcase WorkSpace Futures.

Since 2011 Dietmar Leyk is the research director at the Aedes Network Campus Berlin – The Metropolitan Laboratory.

More on Dietmar Leyk’s bio click here and here

 

Dietmar 1_l

Dietmar 3

Dietmar2_l

No Comments »

Topics: , , , , , , | Agent of Change: none |


10 Oct 2013

How the Sun Helps Nairobi’s Slum Dwellers Get Clean Water

URB.im Picture 9(a)[5]

 

 

Access to water is a central issue for slum dwellers around the world. Getting water is often a time-consuming endeavor that involves waiting in long lines and walking great distances. Water is often more expensive for the poor than for the wealthy, demanding a large portion of families’ budgets. In addition, the water is frequently contaminated — dirty water is responsible for 80 percent of all sickness and disease worldwide, and for 15 million child deaths each year. URB.im recently showcased several urban approaches from Jakarta, Nairobi, Rio de Janeiro, Mumbai, Mexico City, Cairo, and Dhaka that are helping ensure slum dwellers’ access to clean and affordable water.

Nairobi based campaign was initiated based on the simple principle that the best way to sanitize water is by using one of the most widely available resources to people in the southern hemisphere: the sun. This campaign utilizes cheap and reusable plastic bottles to expose water to the sun, allowing the sunlight’s UV-A rays to kill germs in the water. Although the system is not widely known, UNICEF deemed it “low-cost, effective and manageable at the household level.”

In Mumbai’s slums, a social enterprise called WaterWalla was launched to enable new safe drinking water solutions come to market effectively, efficiently and collaboratively. The pilot project focused on point-of-use filters that were sold to individual households by local entrepreneurs recruited by WaterWalla. The program also includes mentoring, education, start-up funding, and tools for businesses working with urban water issues.

As the streets flood in Jakarta during the monsoon season, the need for clean water rises, just as access gets more difficult. An Indonesian research and technology organization, BPPT, has created a mobile water-filtration system to filter and purify floodwater into clean water, which has already proved useful during the massive floods of January 2013.

URB.im Picture 9(b)[5]

In response to Dhaka’s expensive and unclean water situation, a group of engineers have come up with a plan that integrates four major components: socio-economic issues, biophysical issues, institutional issues, and water quality issues. The group recommends several possibilities to recycle and reuse water. Some, like the rainwater harvesting and reclaiming, have already been implemented to great success.

The Iztapalapa neighborhood in Mexico City does not have publicly supplied access to clean water. Private water companies deliver water in trucks instead, and at a much higher cost compared to government-supplied water in other neighborhoods. To address this problem, one of the strategies being implemented involves a system of artificial wells that collect and make available clean water during the rainy season.

In Cairo, an initiative has been started to educate students about the severity of water problems in Egypt and to introduce water conservation methods and environmentally friendly, sustainable solutions. The program started with a core group of students, who then traveled to other areas to spread their knowledge, thereby increasing the program’s reach and efficacy.

Thanks to initiatives like these, the UN’s Millennium Development Goals Report shows that access to safe drinking has improved. Still, nearly one billion people lack safe sources of drinking water. Continuing to implement campaigns and to explore new approaches to improve water access and sanitation around the world will remain a global priority until basic water needs are adequately and universally met. Please join us on URB.im  to read more about these initiatives and to join the conversation.

 

*This article is sent by URB.im

URB.im is the global online network “for just and inclusive cities,” connects practitioners, urban planners and policy makers in the Global South to establish an international community of practice. They share best practices to scale working solutions to the problem of urban poverty. An initiative of the Ford Foundation, it is managed by San Francisco-based Dallant Networks and currently covers ten cities: Mumbai, Bangalore, Jakarta, Dhaka, Cairo, Lagos, Nairobi, Mexico City, Rio de Janeiro and São Paulo.

 

No Comments »

Topics: , , , , , , , , , , | Agent of Change: none |


12 Sep 2013

Public Talks : Jakarta at the Crossroads


Joint Workshop Poster-public

No Comments »

Topics: , , , , , | Agent of Change: none |


01 Sep 2013

Undangan : Konferensi “Kreativitas dan Kesiagaan Bencana”

vfhjf

 

Indonesia berada di wilayah rentan bencana. Posisi nya di cincin api menjadikan Indonesia rentan terhadap letusan gunung berapi, gempa bumi, tsunami, dll.

Kota-kota di Indonesia tidak terkecualikan dari bencana ini. Kepadatan penduduk dan strukturnya, menjadikan kota-kota Indonesia memiliki risiko tingginya korban jiwa.

Sementara itu, pemahaman kesiapsiagaan bencana di kalangan masyarakat perkotaan Indonesia masih kurang. Sampai saat ini, pemahaman kesiapsiagaan bencana belum cukup terintegrasi ke dalam sistem pendidikan dan perencanaan kota. Perlu dilakukan pengarusutamaan kesiapsiagaan bencana ke banyak sektor dan dimensi kehidupan sehari-hari. Pengetahuan adalah dasar. Aspek penting lainnya adalah kreativitas untuk mensosialisasikan dan menginternalisasikan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.

Pemerintah pusat dan daerah telah menerapkan serangkaian program, termasuk menyiapkan rencana mitigasi. Namun, dalam praktiknya, program tersebut tidak melibatkan partisipasi masyarakat sebagai sumber pengetahuan dan sebagai cara untuk mengembangkan rasa memiliki dan internalisasi pengetahuan. Seringkali kampanye kesiapsiagaan bencana yang dilakukan oleh pemerintah tidak terlalu sukses mendapatkan perhatian publik. Kampanye terlalu formal dan teknis, tidak menanggapi kebutuhan aktual dan tidak peka terhadap kehidupan sehari-hari terkait sasaran yang dituju.

Oleh karena itu, Rujak Center for Urban Studies (RCUS) berusaha mendorong pengembangan pengetahuan dan keterampilan dalam upaya kesiapsiagaan bencana di Indonesia, dengan penekanan pada dua konsep kunci: keterlibatan masyarakat dan kreativitas.

Rujak Center for Urban Studies , bekerjasama dengan ARKOM Yogya dan didukung oleh The Japan Foundation, mengadakan workshop yang diikuti oleh penyintas, kelompok kreatif, pekerja kemanusiaan dan Pemerintah dari Jakarta, Sumatera Barat, Yogyakarta dan Makassar bertema “Kreativitas dan Kesiapsiagaan Bencana” pada 31 Agustus – 2 September 2013.

Workshop ini unik karena ingin memaksimalkan peran kreativitas dalam penyiapan kebencanaan.

Hasil dari workshop akan dipresentasikan dalam Konferensi yang akan diadakan pada 2 September 2013 bertempat di Balai Bambu Tegalsari, Pakuncen, Yogyakarta pukul 12.00 – 15.30.

 

No Comments »

Topics: , , , , , , , | Agent of Change: none |