Rujak Answers


11 Nov 2013

Komik Workshop Kreativitas dan Kesiagaan Bencana

8 bw

13 bw

 

 

Prihatmoko Catur atau lebih dikenal sebagai Moki membantu Rujak mendokumentasikan Workshop Kreativitas dan Kesiagaan Bencana yang diadakan oleh Rujak di Bumi Pemuda Rahayu pada  31 Agustus – 2 September 2013.

Untuk membaca komik seutuhnya dan mendapatkan materi workshop, silahkan diunduh di link berikut ini:

https://www.dropbox.com/sh/qh8a2bt6c7pizn9/jL929zYl2D

 

 

No Comments »

Topics: , , , , , , | Agent of Change: none |


11 Oct 2013

Yang Terpilih: Residensi BPR 2013

BPR_logo7

Setelah melalui dua kali “open call” karena salah satu peserta yang terpilih pada kesempatan pertama mengundurkan diri, maka akhirnya terpilih 5 residen berikut untuk masa 17 Oktober – 17 Desember 2013:

Ishack Sonlay, Kupang, penulis.

Wukir Suryadi, Yogyakarta, pemusik (untuk periode 17 November – 17 Desember)

Sumarno Sandiarjo, Bandung, fotografer.

Wahyu Utami Wati, Wonogiri, videografer

Lintang Rembulan, Sala, arsitek.

 

Rujak Center for Urban Studies mengucapkan terima kasih kepada semua peminat yang telah maupun belum mengirimkan proposalnya, serta semua pihak yang telah membantu menyebarkan informasi residensi ini.

Kepada yang tidak terpilih, kami berharap akan ada kesempatan berikut. Kami harus memilih hanya lima yang terbaik dari yang melamar karena keterbatasan sumber daya.

Kepada yang terpilih, kami ucapkan selamat dan sampai jumpa tanggal 17 Oktober di Bumi Pemuda Rahayu.

No Comments »

Topics: , , , , | Agent of Change: none |


07 Oct 2013

UNDANGAN RESIDENSI: Masih Terbuka Hingga 10/10/13

BPR_logo7

 

UNDANGAN RESIDENSI ini masih terbuka. Lamaran MASIH terbuka hingga HARI KAMIS, TANGGAL 10 OKTOBER 2013.

Masih tersedia satu tempat.

 

Rujak Center for Urban Studies (RCUS) mengundang teman-teman seniman/penulis/peneliti/arsitek melamar untuk program residensi di pusat pembelajaran kelestarian Bumi Pemuda Rahayu di Desa Muntuk, Dlingo, D.I. Yogyakarta.

Tengggat: 10 Oktober 2013. Masa Residensi: 17 Oktober-17 Desember 2013.

Informasi selengkapnya di:

https://www.dropbox.com/s/023udl8bg55ozhl/bpr-residensi-2013_finale.pdf

1 Comment »

Topics: , , , , | Agent of Change: none |


26 Sep 2013

Residensi Bumi Pemuda Rahayu 2013: Yang Terpilih

BPR_logo7

Rujak Center for Urban Studies mengucapkan terima kasih kepada semua 19 pelamar program residensi di Bumi Pemuda Rahayu.

Pada tanggal 22 September 2013, Tim Seleksi yang terdiri dari Abduh Aziz (Pembuat Film, Ketua Koalisi Seni Indonesia), Antariksa (Kunci Cultural Studies Center), Lilik Rahmad Ahmadi (Arsitek Komunitas Yogya), Kristi Monfries (Manajer Program Seni BPR) dan Dian Tri Irawaty (Manajer Program RCUS), telah memutuskan lima pesertaprogram residensi tersebut, yaitu:

 

Ishack Sonlay, NTT, penulis.

Wukir Suryadi, Yogyakarta, pemusik.

Wiwik Sriwiningsih, Ternate, penulis.

Sumarno Sandiarjo, Bandung, fotografer.

Wahyu Utami Wati, Wonogiri, videografer

 

Karena keterbatasannya, RCUS tidak mengirimkan kabar kepada pelamar yang tidak terpilih.

 

No Comments »

| Agent of Change: none |


21 May 2013

Kampung Bustaman?

Oleh Anastasia (Ami) Dwirahmi

DSCN5366

20121214_164216

Sejak bulan Oktober 2012, tim UKD Semarang yang menyebut diri sebagai UGD (Unidentifid Group Discussion) telah menjalankan program di sebuah kampung di wilayah Semarang Tengah bernama Kampung Bustaman. Kampung ini terletak di antara situs penting Kota Semarang yaitu : Pecinan, Kota Lama dan Pasar Johar. Ketiganya mungkin sudah banyak kita dengar, namun Bustaman belum banyak yang mengenal.

Kampung Bustaman adalah sebuah kampung yang terdiri hanya dari 2 RT saja, dan dihuni oleh kurang lebih 90 keluarga. Ada 3 jalan masuk menuju kampung ini, dari Jalan MT. Haryono, Petudungan atau lewat Pekojan. Walaupun memiliki beberapa pintu, kampung ini senantiasa aman. Maka kata Bustaman sering juga dipelesetkan menjadi ‘Tembus Tapi Aman’.

Mendengar nama Bustaman, kita pasti teringat pada seorang tokoh seni lukis modern kebanggaan Indonesia, Raden Saleh. Ya, Raden Saleh Syarif Bustam memang memiliki kaitan dengan kampung ini secara tidak langsung. Kakek buyut dari Raden Saleh, yaitu Kyai Kertoboso Bustam, adalah orang yang mendirikan kampung ini. Kyai Bustam memulai kampung ini dengan membangun sebuah sumur, tanah kampung ini beliau dapatkan dari pemerintah Belanda atas jasanya menghentikan pemberontakan orang Jawa dan Cina. Kyai Bustam juga pintar menerjemahkan Bahasa Belanda, sehingga ia sangat disayang oleh pemerintah kolonial pada waktu itu.

Kebanggaan warga Bustaman akan sang Kyai sangat terasa. Walaupun begitu, ternyata tidak semua dari mereka sadar akan betapa berharganya ‘warisan’ yang mereka miliki. Tim UGD bersama beberapa komunitas berusaha untuk mengajak warga mengangkat kembali sejarah mereka demi kelestarian kisah dan kampung ini sendiri.

Selain Kyai Bustam, kampung kecil ini juga memiliki ‘warisan’ lain yaitu tradisi berdagang kambing. Perdagangan kambing sudah ada di Bustaman sejak berpuluh tahun yang lalu, bahkan Bustaman menjadi salah satu sentra pemotongan kambing di Semarang. Selain dagingnya, beberapa warga Bustaman juga membuat bumbu gule dan tengkleng, namun tidak ada yang berjualan masakan daging kambing siap makan. Pamor Bustaman sebagai pusat kambing membuat nama kampung ini diambil sebagai nama warung-warung gule di seantero Kota Semarang, walaupun yang berjualan sebenarnya bukan orang Bustaman.

Sejak tengah malam sampai menjelang sore, kegiatan yang berkaitan dengan pemotongan dan pendistribusian daging kambing terjadi di kampung ini. Mulai dari datangnya kambing hidup, disembelih, dibersihkan, dipotong menjadi bagian-bagian kecil, sampai diambil oleh para pedagang gule/tengkleng semua bisa kita lihat di Bustaman. Ditambah lagi dengan aroma bumbu gule yang sedang dimasak. Saat ini di Bustaman hanya tinggal tersisa 2 pedagang kambing yang masih aktif, yaitu Haji Toni dan Bapak Yusuf.  Sebagian pedagang lainnya sudah gulung tikar karena berbagai macam hal.

Bustaman adalah salah satu kampung bersejarah di Kota Semarang yang belum banyak diketahui orang. Di tengah perkembangan Kota Semarang, kampung-kampung seperti Bustaman ini sering kali dilupakan. Padahal jika dilihat dari kisahnya, Kampung Bustaman bisa menjadi salah satu aset sejarah dan budaya dari Kota Semarang.

Selamat datang di Bustaman!

No Comments »

Topics: , , , | Agent of Change: none |


30 Jan 2013

#RelawanKota untuk Jakarta

IMG_4996

Pada akhir November 2012, beberapa orang berkumpul di balai warga di Muara Baru, Jakarta Utara. Mereka tampak asyik berdiskusi tentang isu kemiskinan kota bersama beberapa organisasi yang bergerak di isu tersebut. Di antara wajah yang tengah semangat berdiskusi ada kaum muda  yang tergabung dalam program #RelawanKota yang digagas oleh Rujak sejak awal November 2012.

IMG_5035

 

Untuk kegiatan di atas, #RelawanKota tergabung dalam Tim Penataan Kampung Partisipatif.  Bersama warga dan sejumlah organisasi seperti Urban Poor Consortium (UPC), Jaringan Rakyat Miskin Kota (JRMK), dan Arsitek Komunitas (Arkom), #RelawanKota merancang konsep alternatif dalam penataan kampung miskin di Jakarta. Cita-cita besar mereka adalah merancang penataan kampung, secara partisipatif, dalam skala kota Jakarta.

20121201_140543

Seminggu setelah diskusi pengenalan isu tentang kemiskinan kota, tim Penataan Kampung Partisipatif terlibat dalam workshop dua hari di awal Desember bersama perwakilan warga dari kampung miskin di berbagai wilayah Jakarta seperti Muara Baru, Walang, Papanggo, Kebun Tebu, Rawa Malang, dan Kampung Melayu yang tergabung dalam Jaringan Rakyat Miskin Kota (JRMK). Dalam workshop dua hari tersebut, #RelawanKota bersama Arkom dan UPC memfasilitasi proses pra pemetaan yang membahas  tentang peta fisik kampung, masalah kampung, dan impian warga terhadap penataan kampung nya ke depan.

 

20121201_110326

Tim penataan kampung partisipatif merupakan bagian dari Program Rujak bernama #RelawanKota. Tujuan Rujak membuka program #RelawanKota adalah membuka kesempatan pada warga Jakarta untuk berkontribusi dalam akumulasi pengetahuan perkotaan. Rujak selama ini belajar bahwa pengetahuan perkotaan ada dimana saja, dan termasuk ada di dalam warga kota. Warga kota yang beragam membentuk wajah kota dan pengetahuan itu sendiri.

Kegiatan #RelawanKota terbuka untuk umur berapapun dan latar belakang apapun. Peserta #RelawanKota yang saat ini terlibat dalam beragam kegiatan di Rujak berasal dari latar belakang berbeda. Ada mahasiswa, perawat, pekerja kantoran, pekerja lepas, PNS, dan lain-lain.

Dalam program Relawan Kota ada kegiatan yang mengharuskan kehadiran secara fisik, tapi ada juga kegiatan yang bisa dilakukan dari jarak jauh. Semua produksi yang dihasilkan dari kegiatan ini akan berlisensi Creative Commons ( CC BY (By Attribution) SA (Shared-Alike) NC (Non Commercial), yang artinya produk ini bebas dipakai orang lain untuk bentuk media dan kegiatan serupa, asalkan menyebutkan pembuat/asal dan bertujuan untuk Non Komersial. Dengan ini teman-teman sekalian menjadi penyebar pengetahuan (secara bebas tanpa copyright) kepada orang banyak.

Kegiatan #RelawanKota yang Rujak tawarkan adalah sebagai berikut:

  1. Diskusi Kota

Deskripsi : mengelola diskusi kota yang diadakan secara rutin berupa Program SabtuKota yang diadakan di Institut Francais Indonesia (IFI) dan Diskusi Tematik di Goethe Institut. #RelawanKota akan mengelelola kegiatan yang dibagi menjadi tim reportase, Live Tweet, Dokumentasi dan Moderator acara.

Berikut adalah salah satu reportase diskusi SabtuKota.

2.    Penataan Kampung Partisipatif

Deskripsi : terlibat dalam proses penataan kampung partisipatif seperti proses pemetaan kampung, perencanaan kampung dan pelaksanaan penataan kampung. Program ini bekerjasama dengan Arsitek Komunitas (Arkom), Urban Poor Consortium (UPC), Jaringan Rakyat Miskin Kota (JRMK).

3.    Perpustakaan Rujak 

Deskripsi: Mengklasifikasikan buku baik versi elektronik maupun versi buku, video dan DVD; pembuatan katalog perpustakaan.  Keterangan: Kegiatan ini memerlukan kehadiran fisik secara rutin minimal 1xseminggu. Harap membawa laptop. Keuntungan: Tiap relawan Perpustakaan Rujak mendapatkan keuntungan untuk meminjam buku-buku di Perpustakaan Rujak selama menjadi #RelawanKota di bidang ini.

4.    KlikJKT

Deskripsi: mengasuh dan menyunting isi laporan warga yang masuk via KLIKJKT, serta menyampaikan laporan reguler kepada Gubernur, Wakil Gubernur dan SKPD terkait. KlikJKT saat ini juga dikirmkan langsung kepada Pemprov DKI Jakarta, karenanya butuh banyak relawan untuk mengapprove laporan yang setiap saat masuk dari berbagai media.

Keterangan: KlikJKT tidak membutuhkan kehadiran fisik di Jakarta, hanya perlu training 1 kali untuk menggunakan Ushaidi.

5.    ResensiKota

Deskripsi: memberikan resensi terhadap buku-buku perkotaan ataupun kliping-kliping yang telah dikumpulkan oleh Tim #ManajemenPengetahuanPerkotaan. Relawan diharapkan membaca buku-buku ataupun kliping dengan topik tertentu dan kemudian memberikan resensi terhadap buku tersebut. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menyebarkan pengetahuan perkotaan yang ada di dalam buku-buku dimana buku-buku tersebut tidak mungkin dibaca oleh semua orang. Resensi buku akan tersedia dalam bentuk Wikipedia di wiki.rujak.org ataupun di Wikipedia Indonesia.

Berikut adalah salah satu contoh resensi kota yang dibuat oleh #RelawanKota

6.    Manajemen Pengetahuan Perkotaan

Deskripsi: melakukan kliping elektronik terhadap topik-topik perkotaan tertentu. Kliping tersebut akan tersedia dan diakses untuk umum. Dan akan diinformasikan secara berkala melalui media sosial dan situs. Tujuannya: Untuk membantu masyarakat untuk Melawan Lupa terhadap kejadian perkotaan.

Keterangan: Kegiatan ini tidak memerlukan kehadiran fisik dan bisa dilakukan dimanapun, hanya memerlukan internet.

 7.    InfoKOTA

Deskripsi: membuat infografis tentang berbagai masalah perkotaan dan kebijakan perkotaan. Kegiatan ini akan menerjemahkan berbagai macam kerumitan peraturan dan masalah perkotaan kedalam infografis, dengan harapan semakin banyak warga-warga Jakarta dapat memahami isu perkotaan, sehingga meningkatkan pengetahuan dan memperbaiki kualitas partisipasi perkotaan. Hasil dari kegiatan ini akan berlisensi CC-BY-SA-NC.

Keterangan: Kegiatan ini tidak memerlukan kehadiran fisik dan bisa dilakukan dimanapun. egiatan ini memerlukan kemampuan untuk menggunakan software desain. Contoh yang pernah dibuat dan dimuat di website Rujak adalah infografis tentang transportasi.

8.    Pelatih Tata Ruang

Deskripsi: memberikan pelatihan kepada warga sebanyak-banyaknya tentang dasar-dasar pengetahuan tata ruang. #RelawanKota disini harus mendapatkan pelatihan sebanyak 2 kali sebelum bisa melatih sesama warga. Keterangan: Peminat disini diharapkan untuk melatih warga di lingkungan sekitarnya (rumah, kantor, sekolah, dll), dengan bekal toolkits tata ruang untuk kita. Kegiatan ini hanya berlaku utk domisil Jakarta. Saat ini Rujak telah melatih ratusan orang, dari berbagai kalangan. Harapan kami adalah agar banyak orang dapat memahami tata ruang.

Bagi warga Jakarta lainnya yang tertarik untuk bergabung dalam program #RelawanKota, dapat menghubungi Rujak melalui info@rujak.org

 

 

1 Comment »

Topics: , , , , , , , | Agent of Change: none |


20 Jan 2013

Belajar dari Sejarah: Tentang Pantai Indah Kapuk

Dari Timur ke Barat: Waduk Pluit, Pantai Mutiara, Pluit, Muara Karang & Pantai Indah Kapuk di tahun 2013

Tulisan dibawah adalah rangkuman dari buku Gagalnya Sistem Kanal: Pengendalian Banjir Jakarta dari Masa ke Masa oleh Restu Gunawan dan 2 artikel Kompas oleh Agus Hermawan di harian Kompas pada tanggal 16 September 1992 dan 17 September 1992.

(more…)

10 Comments »

Topics: , , , , | Agent of Change: none |


20 Jan 2013

Belajar dari Sejarah: Tentang Pluit

Dari Timur ke Barat: Waduk Pluit, Pantai Mutiara, Pluit, Muara Karang & Pantai Indah Kapuk di tahun 2004

Tulisan dibawah adalah rangkuman dari buku Gagalnya Sistem Kanal: Pengendalian Banjir Jakarta dari Masa ke Masa oleh Restu Gunawan dan 2 artikel Kompas oleh Agus Hermawan di harian Kompas pada tanggal 16 September 1992 dan 17 September 1992.

(more…)

1 Comment »

Topics: , , , , | Agent of Change: none |


27 Nov 2012

Serial Infografis: Transportasi Umum VS Pribadi

Salah satu bentuk infografis oleh @idznie

Selalu ada pergumulan antara Transportasi Umum vs Transportasi Pribadi. Apakah benar 6 ruas tol dalam kota baru akan mengurangi kemacetan Jakarta? Apakah benar kebijakan transportasi di Jabodetabek selama ini? Apa saja dampak pencemaran udara jika jalan tol dalam kota baru (6 ruas) terus dibangun?

Ada 3 infografis dari 3 @RelawanKota, yaitu: Adam Rizki Taufik (@namasayaadam), Reshan Janotama (@echanov) dan Mulia Idznillah (@idznie).

Infografis ini menggunakan lisensi CC-BY-NA/Atribusi Berbagi Serupa.

Silakan dilihat disini, dan bisa diunduh loh:

 

2 Comments »

| Agent of Change: none |


01 Nov 2012

Tiga Buku Baru di Pustaka Rujak

Restu GUNAWAN, Gagalnya Sistem Kanal, Pengendalian Banjir Jakarta dari Masa ke Masa.

” Sistem kanal tidak berhasil karena topografi Jakarta yang datar sehingga air tidak bisa mengalir secara gravitasi. Sedimentasi lumpur dan sampah juga menyebabkan aliran air tidak lancar. Pengendalian banjir dengan pembangunan kanal atau saluran hanya mampu mengurangi beban banjir sesaat.”

Erlita RACHMAN, Jakarta dalam Dinamika Penataan Kota 1987-1992
Ini buku tentang pembangunan Jakarta di masa Wijogo Atmodarminto yang baru wafat tanggal 19 Oktober 2012.

Ramadhan K.H., Ali Sadikin, Membenahi Jakarta Menjadi Kota yang Manusiawi.

Saya berbicara di Teater Arena di TIM, sebelum melantik anggota DKJ masa kerja ke-4 tahun 1977-1979.

“Saya tekankan kepada mereka, agar seluruh anggota DKJ tidak merasa takut berbuat sesuatu demi kepentingan nasional. “Tanggung jawab bangsa bukan monopoli sesuatu pihak,”

kata saya.

Kata-kata itu, di masa itu, amat penting, mengandung arti. Saya merasa waktu itu, bahwa ketakutan menjalar ke mana-mana. Padahal banyak pihak yang merasa takut ingin berbuat baik untuk tanah air dan bangsa. Maka saya cambuk para seniman itu.

 

 

 

 

 

 

 

No Comments »

Topics: , , , , | Agent of Change: none |