Rujak Answers


22 Feb 2010

Mengapa RTRW Jakarta 2010-2030 Tidak Dianggap Serius?

Chairil Anwar, Koleksi Dewan Kesenian Jakarta

Mengapa menurut Anda?

RTRW Jakarta 2010-2030 adalah salah satu bentuk rencana pembangunan jangka panjang yang sangat penting. Mengapa kesalahan-kesalahan mendasar dan bodoh bisa terjadi pada Naskah Akademis dan RAPERDAnya?

Ini adalah kesempatan emas, yang hanya terjadi sekali seumur hidup suatu generasi warga dalam usia produktif untuk ikut memiliki dan menentukan rencana masa depan kotanya. Ini juga kesempatan emas seorang Gubernur. Karena, tidak setiap Gubernur punya kesempatan yang langkah dan indah ini untuk membuktikan kepemimpinannya dan mewariskan suatu pegangan rencana yang akan melewati masa jabatannya.

Hanya suatu proses yang sungguh partisipatif yang dapat menggerakkan seluruh warga.

Mengapa ini tidak terjadi?  Apakah Anda punya jawaban?  Mohon sumbang saran Anda, yang akan tampil langsung di halaman depan (pada kotak “Recent Comments”).

Anda juga dapat memberikan masukan tentang RTRW ini melalui survei di sini. Masukan Anda akan menjadi bahan pagi perancangan visi dan misi untuk disampaikan kepada Gubernur Jakarta.

No Comments »

Topics: , , | Agent of Change: none |


25 Dec 2009

Lirik Lagu Iwan Fals tentang Jakarta

Iwan Fals, 26 Juli 2009

Iwan Fals bersama editor Rujak, 26 Juli 2009, pada TEDxTalk di Kemang

Redaksi menerima lirik lagu Iwan Fals tentang Jakarta!
Semua koleksi lirik lagu-lagu tentang Jakarta yang Anda telah kirimkan ada di sini.
Lagu apa lagi yang Anda ingat? Mohon tuliskan lirik yang Anda ingat pada kotak komentar di bawah ini. Boleh ingat sebagian, kalau tidak seluruhnya.
Terima kasih!

13 Comments »

Topics: | Agent of Change: none |


04 Dec 2009

Apakah Jakarta Perlu MRT?

Rencana Jalur MRT (www.jakarta.go.id)

Rencana Jalur MRT (www.jakarta.go.id)

Mari berefleksi.

Hanya 20% penduduk Jakarta yang memiliki akses terhadap pelayanan air, dengan 7.2 juta penduduknya TIDAK memiliki akses terhadap air bersih.

Hanya 1% penduduk Jakarta terkoneksi dengan sistem pembuangan dan pengolahan limbah.

70% wilayah Jakarta terendam banjir di tahun 2007, sementara 40% wilayah Jakarta berada dibawah permukaan air laut.

Ruang Terbuka Hijau Jakarta kurang dari 10%, sementara target Rencana Tata Ruang Wilayah adalah 13%.

Sementara:

Total nilai konstruksi yang diperlukan untuk membangun 12 stasiun dan rel MRT sepanjang 14.5 km dari Lebak Bulus ke Dukuh Atas adalah 9 triliun rupiah ($ 1 milyar USD), atau 620 milyar rupiah/km. Dana yang didapat berasal dari pinjaman ringan JICA (Jepang).

Konstruksi MRT akan dimulai 2011, rencananya akan selesai 2016. Sementara Jakarta diperkirakan akan mengalami kemacetan luar biasa di tahun 2011.

MRT bukan solusi terhadap masalah kemacetan, namun hanya memberikan solusi terhadap mobilitas dan meningkatkan kualitas hidup. Hal tersebut ditegaskan pula di situs MRT Jakarta, yang menyatakan bahwa MRT dan kemacetan adalah 2 hal yang sangat berbeda.

Apakah MRT menjadi relevan dengan masalah Jakarta saat ini?

9 Comments »

Topics: | Agent of Change: none |


30 Nov 2009

Kontroversi Portal dan Polisi Tidur

Oleh Arief Akhir Wijaya

Oleh Arief Akhir Wijaya

Lewat facebook, Rujak mendapat pertanyaan dari fansnya mengenai keberadaan polisi tidur dan portal. Kedua ‘aksesoris’ tersebut tiba-tiba menjadi kewajaran dan kewajiban yang musti ada dalam kebanyakan kompleks perumahan.

Namun, sesuai dengan keluhan fans rujak, polisi tidur dan portal mengurangi kenyamanan tinggal di Jakarta. Dia pun mempertanyakan, adakah perda yang mengatur pembuatan portal dan polisi tidur tersebut?

Dan jawabannya. Ada. Malah ada 2 peraturan, yang satu Instruksi Gubernur sementara yang lain adalah Peraturan Daerah. Peraturan Daerah DKI Jakarta Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum menetapkan pada Bab II Pasal 3 disebutkan: kecuali atas gubernur atau pejabat yang ditunjuk, dilarang menutup jalan, membuat atau memasang portal. Yang melanggar diancam pidana penjara maksimal 90 hari atau denda Rp. 500 ribu hingga Rp. 30 juta. Portal jalan yang didirikan tanpa ijin, dianggap liar dan akan dibongkar.

Sementara, Instruksi Gubernur no.47 tahun 2009 menjadi dasar bagi penertiban portal liar dan polisi tidur liar. Dan untuk membuat portal dan polisi tidur membutuhkan ijin dari gubernur maupun pejabat yang ditunjuk. Tanpa ijin itu, jangan kaget jika ada portal dan polisi tidur yang dibongkar.

Seperti yang dikeluhkan oleh fans Rujak, apakah anda merasakan manfaat dari adanya polisi tidur dan portal di kawasan perumahan anda?Apakah portal dan polisi tidur di kawasan anda adalah legal?

Mari kita berefleksi. Apakah hanya dengan adanya polisi tidur dan portal yang mampu memberikan rasa aman dan lalu lintas tenang dalam lingkungan kita? Apakah anda rela menghilangkan polisi tidur dan portal di kawasan pemukiman anda?

2 Comments »

Topics: | Agent of Change: none |


12 Nov 2009

Does Unlimited (renewable) energy means Unlimited Production and Consumption?

Unlimited energy supply might become a reality, with better technology to harness the sun, wind, and water. Will unlimited energy automatically mean unlimited production? And, if so, will unlimited production mean we do not need to limit consumption? Any one with answers?

10 Comments »

Topics: | Agent of Change: none |


12 Nov 2009

Mungkinkah kita mencari calon gubernur Jakarta sejak sekarang?

Sejak terpilihnya Fauzi Bowo, dua tahun y.l, tampaknya kondisi Jakarta tidak semakin baik. Pelayanan transportasi publik yang semakin buruk, kemacetan semakin parah, tingkat pencemaran tidak membaik, tidak diperhatikannya ruang publik dan fasilitas pejalan kaki, dan ditambah lagi dengan masalah-masalah klasik lainnya, seperti sampah, banjir, dan kependudukan.

Tiba-tiba saya jadi berpikir, mungkinkah sejak sekarang warga Jakarta bersama-sama mencari dan menentukan calon independen yang tepat untuk pemilihan gubernur Jakarta tiga tahun mendatang?

Dengan begitu, warga Jakarta punya waktu 3 tahun untuk mengkampanyekan calon independen tersebut.  Bagaimana menurut Anda?

3 Comments »

Topics: | Agent of Change: none |


07 Oct 2009

Bagaimana nyambung ke sistem pemulung?

Gudrun says:  Saya tinggal di apartemen yang sama sekali tidak ada pemisahan sampah. Bagaimana caranya bisa nyambung ke sistem pemulung? Pemulung betul2 sudah lebih maju sama yang membeli dari dia ……sampai di daur ulang. http://rujak.org/2009/10/pemisahan-sampah-di-tokyo/#comments

5 Comments »

| Agent of Change: none |


28 Sep 2009

Bisakah penumpang menolak dioper ketika naik bis?

Salah satu hal yang paling menyebalkan saat naik bis atau metromini adalah saat kita sudah duduk nyaman, eh tiba-tiba disuruh turun, dioper ke bis lain dengan jurusan yang sama. Rasanya pasti sebel banget….karena itu berarti kita harus berdiri berdesak-desakan di bis yang menerima operan.

Adakah cara agar para penumpang bisa menolak dioper oleh kenek/supir bis?

7 Comments »

| Agent of Change: none |


02 Sep 2009

ASKES Ternyata Berfungsi!

Oleh: MIEKE CHANDRA BAYU.

Dengan bantuan ASKES, biaya pemeriksaan neurolog da ahli syaraf di PUSKESMAS yang ditanggung sendiri hanya Rp. 2,000. Sudahkah Anda coba?  Saya sudah mengalaminya bersama ayah saya.

Tepat awal Ramadhan kemarin ayah yang sedang berada di Jakarta menengok cucu-cucunya tiba-tiba mengalami stroke ketika buka puasa. Saking paniknya kami bawa ayah ke UGD rumah sakit swasta yang terdekat dengan tempat tinggal saya, setelah dirawat hampir seminggu  akhirnya ayah boleh kembali ke rumah.  Ketika harus kembali untuk periksa ulang ke neurolog dan ahli jantung, ayah minta diantar ke Rumah Sakit  yang ada fasilitas ASKESnya karena ayah adalah pensiunan pegawai negeri. Untuk kali pertama saya mendatangi puskesmas di dekat rumah untuk minta rujukan karena ayah ibu saya selama ini tinggal di Bandung. Disana saya bergabung dengan masyarakat sekitar lingkungan rumah, tua, muda besar, kecil dengan segala macam keluhan sakit atau sekedar seperti kami yang membutuhkan rujukan ditangani secara cepat. Disini saya mulai berfikir semua orang, kaya ataupun miskin, butuh fasilitas kesehatan. Puskesmas yang saya datangi berada di lingkungan yang cukup bergengsi, yang tepat bersebelahan dengan kampung sehingga yang datang pun lebih banyak warga tidak-kaya dari kampung sekitar.

Dari dokter puskesmas kami disarankan untuk ke RS Pasar Rebo yang mempunyai fasilitas Askes.  Jam masih menunjukkan pukul 9 pagi tapi suasana RS sudah mulai penuh pengunjung, RS ini adalah RSUD, namun cukup apik, dengan interior yang bersuasana rumah betawi, cukup menarik.

Mulai dari informasi sampai ke loket pendaftaran sangat informatif dan jelas. Mencari yang khusus melayani askes pun mudah. Mendaftar cukup membayar Rp 5.000,- kemudian kami membawa kartu pendaftaran ke poli syaraf, memang untuk dipanggil kami harus menunggu lama mengingat banyak sekali yang berobat. Dokternya masih muda namun  sangat menyenangkan dan membesarkan hati selama memeriksa ayah. Setelah selesai di kasir, ternyata kami hanya membayar jasa dokter sebesar Rp 10.000,- itupun yang Rp 8.000,- sudah dibayar ASKES, sehingga kami hanya membayar Rp 2.000,- (sampai bengong dan mikir…Ya ampun susah-susah sekolah dokter  kita hanya bayar segitu…?

Mengambil obat di apotik khusus ASKES pun relative mudah dan cepat, dan  sesudah semua itu pun kami tidak perlu mengeluarkan biaya apapun untuk obat, memang generik, tapi saya merasa tersentuh karena  negara sudah mulai mengurus rakyatnya lebih baik…

Untuk warga miskin juga ada loket tersendiri asalkan membawa surat keterangan miskin dari RT sampai kelurahan, memang agak repot sedikit seperti kami tadi pagi yang harus ke PUSKESMAS dan rela antri bersama orang lain. Tapi itu semua rasanya terhapus dengan perasaan lega karena kami tidak terbebani biaya yang besar untuk bisa sehat lagi.

Bahagia rasanya seharian ini mendampingi ayah langsung ke RSUD Pasar Rebo, pengalaman baru buat saya. Ternyata kita bisa mendapatkan kesehatan dengan biaya yang wajar , dengan ASKES bahkan sangat murah rasanya. Saya tahu fasilitas yang didapat ayah ini atas dasar biaya ASKES yang sudah dibayarkan selama masa tugasnya, dan dapat dinikmati saat ini, di masa pensiunnya. Sangat meringankan.

Kata ayah saya, ”Aku bangga rasanya jadi orang Indonesia kalau seperti ini”…

Foto RSUD Pasar Rebo di Flickr

8 Comments »

Topics: , | Agent of Change: none |


21 Jul 2009

Mengapa 70% pengunjung Rujak di Indonesia berasal dari Bekasi?

Rujak_low2Pengunjung dari Jakarta hanya 14 %.  Pada 22 Juli 2009, sebulan setelah peluncuran, 3 minggu setelah on-line efektif, pengunjung RUJAK mencapai 2,000 lebih, dari 37 negara. Dari seluruh pengunjung global ini, yang asal Bekasi sekitar 60%. 

RUJAK mengucapkan banyak terima kasih kepada pengunjung. 

Mengapa kunjungan dari Bekasi secara menyolok jauh lebih banyak daripada yang dari tempat lain? (more…)

21 Comments »

Topics: , , | Agent of Change: none |