Hutan Sahabat Green
Kenapa Perlu Adopsi Pohon di Hutan Sahabat Green?
Kalau bicara perubahan iklim semua orang seolah-olah ingin dibilang peduli, reriaan dalam trend perubahan iklim. Menanam pohon tanpa tahu siapa yang merawat. Ikut membersihkan sampah, habis itu kembali buang sampah sembarangan. Aktif kegiatan berbau lingkungan, gabung komunitas anu dan ini, sambil makan masih pakai styrofoam.
Izinkan saya untuk mengenalkan kegiatan adopsi pohon Hutan Sahabat Green. Cuma dengan 108.000 rupiah per pohon selama tiga tahun. ”Mahal” kata teman saya yang sudah punya sekian pohon di program anu. Lalu apa bedanya Adopsi Pohon Hutan Sahabat Green dengan yang lain. Begini :
108.000 rupiah bukan harga sebuah bibit pohon endemik seperti suren, manglit, saninten atau puspa yang bisa anda riset hanya sekitar 20 ribuan. Agak mahal karena langka. Tapi nilai 108 ribu rupiah itu adalah biaya perawatan dan terlebih lagi biaya pemberdayaan masyarakat petani sekitar yang bertugas merawat Hutan Sahabat Green. Ada 43 petani yang menjadi perawat Hutan Sahabat Green. Mereka harus turun gunung dan meninggalkan kebiasaan buruk bertani di hutan yang kian gundul digantikan kebun sayur mayur. Tapi mereka pun butuh mata pencaharian pengganti. Program Adopsi Pohon ini mewujudkan hal itu.
Setelah program ini berjalan satu tahun, ke-43 petani kini dibekali 100 kotak lebah penghasil madu-tentu saja- dan masih tambah terus jumlahnya. Kemudian 24 petani yang pertama kali gabung sebagai perawat hutan sahabat green kini mendapatkan 6 ekor kambing disetiap kelompok kecilnya (dibagi menjadi 4 kelompok). Dan September 2009, Radio Komunitas Edelweiss Sarongge pun akan mengudara.
Itulah bedanya program Adopsi Pohon Hutan Sahabat Green dengan adopsi pohon lainnya. Tak sekedar menyelamatkan hutan dari kegundulan tapi juga menyelamatkan nasib warga setempat. Hutan lebat, warga sehat
Hutan Sahabat Green ini berlokasi di Taman Nasional Gede Pangrango lebih tepat lagi di Desa Ciputri Cianjur. Anda bisa bergabung sebagai adopter dengan mentrasfer dana 108 ribu rupiah perpohon untuk tiga tahun ke rekening atas nama PT Media Lintas Inti Nusantara BCA KCP Utan Kayu No Rek. 580-009-1090. Fax bukti transfer ke 021 – 851 6107
Bergabung lah bersama para adopter : Olga Lydia, Oppie Anderesta, Rizal Malarangeng, Mohammad Qodari, Viky Sianipar, Ayu Utami, Jimly Assidiqie. Sedangkan dari lembaga usaha, antara lain : PT. SKF Indonesia, PT. KBR Indonesia, PT. Johnson & Johnson Indonesia, Mall Taman Angrek, Nokia Siemens Network, Indosat M2, PT. Trilogam Indojaya, PT. FIF Indonesia dan PT. Sharp Electronics Indonesia.
Informasi lebih lanjut hubungi Septa di 021 857 3388 ext 114 atau 0815 737 33991

