Posts Tagged ‘arts & culture’


25 Apr 2010

Car-Free Day: Sudah Aja Deh

Bunderan HI

Car-free Day sudah mengubah Jalan Thamrin menjadi ruang sosial yang hiruk pikuk. Polusi udara mungkin memang berkurang, tetapi polusi suara dan sampah pasti bertambah.

Dia juga makin padat pesan, yang tidak semuanya relevan dengan tujuan car-free day atau gagasan hijau umumnya.

Berbagai komunitas dan produk sibuk menjual dirinya. Juga Gubernur dan pemerintahnya. Pesan, pesan. Teks, teks. Identitas, identitas.

Banyak sekali gambar Gubernur dan Wakilnya di mana-mana

Gambar Gubernur dan Wakil di setiap spanduk, berderet-deret

(Senang juga tadi disapa Gubernur yang sedang bersepeda dan ternyata mengenali saya)

Komunitas Koki kah ini?

Keberhasilannya menciptakan ruang sosial merupakan hal tersendiri. Mungkin suatu by-product. Namun, mungkin memang berguna untuk penduduk Jakarta, yang nampaknya merindukan ruang ekspresi begini. Kedudukan Jalan Thamrin sebagai pusat kekayaan Jakarta (dan Indonesia) bagi sebagian besar urban villagers Jakarta nampak surreal, dan karena itu menjadi manis sekali ketika sekali-sekali bisa dikuasai oleh rakyat.

Bundaran HI pada tahun 1997-1998 juga menjelma menjadi ruang publik yang sungguh politik. Pada tahun 2001 transformasi itu berusaha distop, dengan mengubah permukaannya, yang bahkan pernah diberi tanda ‘Awas Listrik”. Kini mungkin transformasi berikut sedang berlangsung.

Kmunitas Twitter. Gubernur mengajak warga menggunakan twitter bertukar informasi tentang Jakarta.

Asal sampah dan polusi suara tidak malah menjadi beban baru bagi suatu masyarakat urban yang memang sedang bingung dan setengah pesimis.

Tolong, sampahnya....

Bagaimana kalau dibikin car-free NIGHTS?

Kampanye Jalur Sepeda tenggelam deh...

Langit biru di atas selalu indah. Sayang ada arsitektur mencakarnya

Langit selalu indah. Tapi ada arsitektur menggapainya.

Di antara langit dan jalan ada jembatan penyeberangan

2 Comments »

Topics: , , , , , | Agent of Change: none |


19 Apr 2010

TEDxGreenJakarta

The first TEDxGreenJakarta on the eve of the Earth Day. Wednesday, April 21, 2010, at 6-9 pm, Time Out Building, Jalan Pangeran Antasari 19. See you there!

1 Comment »

Topics: , , , , | Agent of Change: none |


15 Apr 2010

Healthy Movement in Architecture

Sebagai negara tropis, indonesia mempunyai salah satu sumber daya alam yang berlimpah. Sumber daya alam tersebut adalah kayu. Keberagaman sumber daya alam yang ada di Indonesia seharusnya membuat kita menjadi kreatif tetapi juga tepat dan tajam dalam mengeksplorasinya.

Jika kita menilik arsitektur etnik yang ada di Indonesia maka jelas terlihat bahwa kekreatifitasan dan kekritisan tersebut telah ada pada mereka. Masyarakat yang masih membangun arsitektur etnik ini lebih jujur dan peka dalam menanggapi apa yang terjadi d sekitar mereka. Oleh karena itu apa pun teknologi yang mereka kembangkan selalu berkesinambungan (sustainable).

Kayu karet sejak tahun 70-an telah dikenal dan digunakan sebagai bahan baku berbagai industri, salah satunya adalah industri furniture. Kayu karet tergolong kayu kelas II setara dengan kayu hutan alam seperti kayu ramin, perupuk, akasia, mahoni, pinus, meranti, durian, ketapang, keruing, sungkai, gerunggang, dan nyatoh. Walau mempunyai potensi positif, Kayu Karet masih belum dimanfaatkan dan dikenal secara optimal dan meluas terutama dalam ranah arsitektur.

Melalui kegiatan ini kami ingin mencapai dan menggapai kedua hal tersebut. Kami ingin mencoba memperlihatkan potensi lain dari kayu karet melalui eksplorasi desain arsitektur. Dengan potensinya tersebut kami merasa kayu karet dapat juga menjadi komponen inti arsitektur yang berestetika baik. (more…)

No Comments »

Topics: , , | Agent of Change: none |


10 Apr 2010

40th Anniversary of Erasmus Huis

Saturday, 10 April 2010 15.00 – 23.00

Celebration of the 40th anniversary of Erasmus Huis

15.00 Official session for invitees

- Looking back at 40 years of Erasmus Huis in short film.

- Modern dance from Asia and Europe

- Discussion with artists from Indonesia and the Netherlands: How Asian is my Art.

- Opening of the exhibition “Back to Jakarta” with works by Hadassah Emmerich (see: exhibition)

18.00 public celebration

Everyone is cordially invited to celebrate the anniversary together with us. We have put together a varied programme. Musical performance by the singer Hind and her band (see: concert), furthermore there will be Indo Rock, Golden Oldies, Kids Percussion, Mosselband etc.  You can also eat and drink. Bring friends and family and come to the celebration!

The new logo of 40 years Erasmus Huis was designed by Max Kisman.

Max Kisman is a graphic designer, typedesigner and illustrator. He is of Indonesian descent. As a pioneer in the application of computer technology he experiments since the 1980-s with type and images. His work is characterized by bright colors and the effective use of

shape and form. Always looking to visualize the essence of complex information with the use of minimal means.

Max Kisman about the logo: “I have tried to incorporate in a simple but clear manner something of the relationship between The Netherlands and Indonesia”.

No Comments »

Topics: | Agent of Change: none |


01 Apr 2010

Summer School for Sustainable Design

Summer School for Sustainable Design will take place between the 30. August and the 4. September in Germany, in a cloister very close to Cologne.

The initiators are: Wuppertal Institute (www.wupperinst.org), ecosign (Academy for ecologic design, www.ecosign.net), Folwang University (www.folkwang-uni.de/), Luzern University (i.a.).

You can find information about the last Summer School here: http://www.designwalks.org/

We are looking for a lecturer, that could run/lead the workshop “Urban Creative Lifeworlds”, that will take place on September, the 1st. in the frame of the Summer School.

If you have an idea about someone, who can combine theoretical competences with practical experiences in this field, please contact me: Every information is welcome.

***

Urban Creative Lifeworlds

The first cities were founded about 5000 years ago. Since then, cities are functioning as centers of cultural, economic and creative growth. The sizzling urban lifestyles however grow in the urban peripheries, within flexible and informal networks. Throughout the 19th century, urban development was closely linked to industrialization; the last decades of deindustrialization however are a challenge for many cities like the former US-motor city Detroit or the urban Ruhr region (“Ruhr Metropolis”). At the same time this challenge can be a chance for a sustainable development of cities – and peripheries. Participation, networks and creativity are decisive factors for such challenges.

The “Ruhr Metropolis” adjacent to our venue, is a model for these structural changes of urban lifeworlds;  remarkable efforts have been made to face the challenges. This is why it has been rewarded as Europe’s Cultural Capital for 2010, following the maxim “Culture through Change, Change through Culture”.

There are, however, still many questions to be answered: How can the social and economic problems be transformed into new and more sustainable solutions? What is labour, what is leisure, what is a citizen in the post-industrial age? How can creativity be enhanced? How can we take advantage of the creative forces of urban peripheries? What are the perspectives of urban life in the future?

Our workshop will develop new concepts of urbanity, and creative solutions for future sustainable lifeworlds. Just the appropriate challenge for sustainable designers! The workshop will provide you with diverse perspectives from theory to real-life projects. We will go five steps to gain results:

1.     Analyzing urban living environments and discussing their structures, urban phenomena and problems, artificial and natural environments, culture and nature, creativity and transversality, and looking at the city as a system depending on interaction with its ecological, social, cultural, and emotional environment.

2.     Immersing into a real-life project of turning a normal urban environment into a creative lifeworld to explore new and sustainable ways of lifestyles, urbanity and creativity, opening altogether new and different perspectives.

3.     Providing you a space for your creativity to shape new ideas, and to apply the theoretical and practical insights to your personal experiences and backgrounds. You will shape visions of new and sustainable urban lifeworlds.

4.     Discussing and evaluating your ideas and sketches, thinking about consequences and requirements. This will be the real-life-test for your ideas.

5.     Presenting your work results to the other workshops and discussing them with the whole summer school group.

No Comments »

Topics: , , , , , | Agent of Change: none |


22 Mar 2010

Pioneering e-Invitation only: Vivi Yip Art Room

Is it possible to really be paper-less?

Vivi Yip Art Room just took another step closer. No printed invitation now. Invitations are sent only via SMS, BBM and emails.

In average Vivi Yip Art Room organises two exhibitions per month. For each, 250 printed invitations were sent before. That means 6,000 printed invitations per year. (Compare it to about 32,00o by the Jakarta Arts Council). Not now. The gallery is also rationalising exhibition cataloques, by making them thinner, in the forms of small brochure or leaflet.

It might be the first such an establishment to use only paperless invitations.

Check it out: http://viviyipartroom.com/

No Comments »

Topics: , , | Agent of Change: none |


01 Mar 2010

Crossing Bridges – The Work of the Architect In Contemporary Multicultural Society

Under the Patronage of the Embassy of Italy, the Italian Institute of Culture in Jakarta presents “Crossing Bridges: The Work of the Architect in Contemporary Multicultural Society”. A talk on the role architecture can play in building identities and shaping the space of a peaceful and multicultural coexistence, introduced by a filmed interview to the Italian architect Paolo Portoghesi presented by Arch. Avio Mattiozzi.

“Architecture is a vision of the world”, Renzo Piano

Presentation will be held: Date               : Tuesday, 02 March 2010

Venue            : Istituto Italiano di Cultura Jakarta

Jalan HOS. Cokroaminoto 117, Menteng – Jakarta Pusat

Time              : 16.00 – 18.30

Istituto Italiano di Cultura Jakarta

Tel. 021 3927531-32

Open for public

No Comments »

Topics: , | Agent of Change: none |


19 Feb 2010

Seni dan Kota bersama Goenawan Mohammad dan Ade Dharmawan

Koalisi Warga untuk Jakarta 2030 mengundang seluruh warga yang peduli dengan nasib Kota Jakarta 20 tahun mendatang dan mengundang rekan-rekan untuk hadir dalam Serial Diskusi Rencana Tata Ruang Wilayah Jakarta (RTRW) 2010- 2030:

Serial 14: SENI DAN KOTA
SABTU 20 FEBRUARI 2010
13.00 – 17.00 WIB
@Italian Institute of Culture – Jakarta
JL. Hos Cokroaminoto, 117
Menteng, 10310 Jakarta

PEMBICARA:
Goenawan Mohammad
Firman Ichsan*
Ade Dharmawan*
*dalam konfirmasi (more…)

No Comments »

Topics: , , | Agent of Change: none |


02 Feb 2010

Undangan Tanpa Plastik dari Kalangan Kesenian

Selain Dewan Kesenian Jakarta, kini terdaftar beberapa ruang kesenian telah juga menanggalkan bungkus plastik dari undangannya: Nadi Gallery dan Edwin Gallery.

Soal bungkus plastik ini menunjukkan bagaimana suatu kebiasaan buruk muncul bukan karena perlu tapi karena tersedianya sesuatu (plastik) secara murah dan mudah.

Kini waktunya kembali ke kebiasaan lama yang baik: Kartu Pos selembar yang diisi bolak-balik, dengan ruang untuk perangko dan alamat tujuan sudah tersedia.

Kalau Anda mengetahui organisasi apa saja yang mulai dengan sengaja menanggalkan kebiasaan menggunakan kantong/bungkus plastik untuk kemasan produk dan undangannya, mohon daftarkan di sini beserta link ke websitenya. Akan kami promosikan. Terima kasih sebelumnya.

Undangan Tanpa Plastik

No Comments »

Topics: , | Agent of Change: none |


19 Jan 2010

Undangan Seminar: “Sustainable Urbanism and Its Challenges to Civil Society.”

Hari/Tanggal : Jumat/5 Februari 2010
Pukul : 14:00
Tempat : Aula The Japan Foundation Jakarta

The Japan Foundation mengundang anda untuk hadir dalam acara Ceramah Kebudayaan yang akan diberikan oleh mantan ketua Pengurus Harian Dewan Kesenian Jakarta, bapak Marco Kusumawijaya.

Beliau baru saja kembali pada bulan Desember 2009, dari kunjungan dua bulannya ke Jepang atas undangan the Japan Foundation dan International House of Japan. Dari hasil kunjungan tersebut, beliau mendapatkan banyak tambahan pengetahuan dan wawasan yang menarik dalam bidang kebudayaan dan kesenian, yang hendak ia bagi kepada orang-orang di Indonesia.

Acara Ceramah Kebudayaan ini adalah untuk membagi hal-hal yang ia lihat dan dapatkan di Jepang, yang ia harapkan dapat menambah kaya wawasan kebudayaan di Indonesia

Hadir mendampingi beliau adalah dua orang pakar sebagai berikut:

  1. Dr. Bachtiar Alam, Antropolog dan Direktur Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Universitas Indonesia.
  2. Latipah Hendarti, Ph.D Students Ecological Economy, Department of Forest Sciences, Seoul National University.

Acara ini gratis dan terbuka untuk umum. Untuk pendaftaran dan informasi lebih lanjut, silahkan hubungi Dipo di (021) 520 1266.

Tempat terbatas!

Profil Singkat Marco Kusumawijaya

Marco Kusumawijaya, Ketua Pengurus Harian  Dewan Kesenian Jakarta saat ini, adalah seorang arsitek yang juga aktif dalam bidang tata kota, pelestarian lingkungan hidup, seni, dan pembangunan berkelanjutan. Beliau diundang pada bulan September hingga November 2009 yang lalu ke Jepang, dalam Asia Leadership Fellow Program yang diselenggarakan oleh the Japan Foundation dan Intenational House of Japan.

1 Comment »

Topics: , , , , , , , , , , | Agent of Change: none |