
Farhan di Kanal Banjir Timur bersama rujak, 13 Januari 2010
M. Farhan, tuan rumah (host) acara Tatap Muka di TV One, kunjungi Kanal Banjir Timur bersama editor Rujak pada tanggal 13 Januari 2010. Kunjungan ini ditayangkan pada hari Minggu tanggal 16 Januari 2010.
Kanal Banjir Timur, yang kini secara salah kaprah disebut sebagai Banjir Kanal Timur (BKT karena mengikuti sebutan lama menurut tata-bahasa Belanda, memotong lima aliran air di bagian timur Jakarta. Air dari lima aliran ini, sebelum masuk ke pusat Jakarta, dialirkan oleh kanal tersebut langsung ke laut. Ia diperkirakan akan kurangi banjir sebesar 35 % di kawasan timur, bagian utara Jakarta. Tentu saja angka ini akan berubah-ubah tergantung pada rob, naiknya permukaan air laut karena perubahan iklim, dan tutupan hutan di daerah hulu maupun sepanjang kanal.
Kanal sudah menembus ke laut, tetapi pembangunan tepian (embankment)nya masih jauh dari selesai. Dan, masih banyak tersisa pertanyaan: Bagaimana penataan ruang di sepanjang kanal? Apakah akan jadi ruang publik atau diserahkan kepada swasta? Bagaimana perubahan guna-lahan sepanjang kanal akan direncanakan atau dibiarkan tidak terkendali, diserahkan kepada pasar? Apakah akan dimanfaatkan untuk mengisi kekurangan Kota Jakarta sekarang, seperti ruang terbuka hijau dan biru yang asri untuk kesehatan penduduk? Atau malah nantinya akan tidak terurus dan kotor lagi?
Bagaimana wujudnya dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Jakarta 2010-2030 yang sedang disusun?
Bagaimana menurut Anda? Sampaikan pandangan Anda untuk Rencana Tata Ruang Jakarta 2010-2030. Klik di sini.

Kanal Banjir Timur, Jakarta, 13 Januari 2010

