Posts Tagged ‘Banjir’


22 Feb 2010

STOP PRESS: Koreksi atas pemberitaan KOMPAS, Senin, 22 Februari 2010

Kepada yth. Redaksi KOMPAS,

Terima kasih atas pemberitaannya tentang keberadaan Koalisi Warga untuk Jakarta 2030.

Saya ingin menyampaikan koreksi atas berita Saudara pada KOMPAS Hari Senin, 22 Februari, 2010, halaman 27 (“Mungkin Perlu Koin Atasi Bencana”) kolom 7, alinea dari atas.

Pada alinea itu tertulis:

Marco Kusumawijaya,……, mengatakan, pemerintah seharusnya bertindak cepat. Pemprov DKI, misalnya, diminta segera menetapkan rencana tata ruang wilayah (RTRW) DKI 2010-2030.

(Saya garis bawahi “segera menetapkan”)

Pertama, saya merasa semampu ingatan saya belum pernah diwawancarai oleh penulis berita, Sdr. Neli Triana.

Kedua, tuntutan saya dan Koalisi Warga untuk Jakarta 2030 adalah JUSTRU agar MENUNDA penetapan RTRW Jakarta 2010-2030, dan agar MENGULANGr proses penyusunannya secara partisipatif, karena rancangan yang ada sekarang belum memenuhi syarat-syarat substansi maupun prosedural sesuai peraturan perundang-undangan yang sudah ada.

Pandangan saya ini termuat juga dalam tulisan terlampir yang sebelumnya sudah saya kirimkan kepada Redaksi KOMPAS yth.

Salam hormat,

Marco Kusumawijaya

No Comments »

Topics: , , | Agent of Change: none |


02 Feb 2010

M. Farhan dan Kanal Banjir Timur

Farhan di Kanal Banjir Timur bersama rujak, 13 Januari 2010

Farhan di Kanal Banjir Timur bersama rujak, 13 Januari 2010

M. Farhan, tuan rumah (host) acara Tatap Muka di TV One, kunjungi Kanal Banjir Timur bersama editor Rujak pada tanggal 13 Januari 2010. Kunjungan ini ditayangkan pada hari Minggu tanggal 16 Januari 2010.

Kanal Banjir Timur, yang kini secara salah kaprah disebut sebagai Banjir Kanal Timur (BKT karena mengikuti sebutan lama menurut tata-bahasa Belanda, memotong lima aliran air di bagian timur Jakarta. Air dari lima aliran ini, sebelum masuk ke pusat Jakarta, dialirkan oleh kanal tersebut langsung ke laut. Ia diperkirakan akan kurangi banjir sebesar 35 % di kawasan timur, bagian utara Jakarta. Tentu saja angka ini akan berubah-ubah tergantung pada rob, naiknya permukaan air laut karena perubahan iklim, dan tutupan hutan di daerah hulu maupun sepanjang kanal.

Kanal sudah menembus ke laut, tetapi pembangunan tepian (embankment)nya masih jauh dari selesai. Dan, masih banyak tersisa pertanyaan: Bagaimana penataan ruang di sepanjang kanal? Apakah akan jadi ruang publik atau diserahkan kepada swasta? Bagaimana perubahan guna-lahan sepanjang kanal akan direncanakan atau dibiarkan tidak terkendali, diserahkan kepada pasar? Apakah akan dimanfaatkan untuk mengisi kekurangan Kota Jakarta sekarang, seperti ruang terbuka hijau dan biru yang asri untuk kesehatan penduduk? Atau malah nantinya akan tidak terurus dan kotor lagi?

Bagaimana wujudnya dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Jakarta 2010-2030 yang sedang disusun?

Bagaimana menurut Anda? Sampaikan pandangan Anda untuk Rencana Tata Ruang Jakarta 2010-2030. Klik di sini.

Kanal Banjir Timur, Jakarta, 13 Januari 2010

Kanal Banjir Timur, Jakarta, 13 Januari 2010

3 Comments »

Topics: , , , | Agent of Change: none |


12 Jan 2010

Tur Hijau bersama Komunitas Peta Hijau Jakarta: Mengenal Waduk dan Situ

Sabtu, 16 Januari 2010;  Pukul : 07.30 – 12.00 WIB

Bulan Januari-Februari adalah bulan waspada bagi warga Jakarta.

Sebagian besar warga tahu kalau di 2 bulan ini curah hujan akan tinggi dan Jakarta banjir. Bertahun-tahun Pemda DKI upaya mengatasi banjir, namun belum membuahkan hasil maksimal. Antara lain membangun waduk, konservasi situ/danau, membuat kanal baru (Banjir Kanal Timur).

Komunitas Peta Hijau Jakarta (PHJ) lewat kegiatan “Tur Hijau”, kali ini hendak mengajak warga Jakarta untuk mengenal fungsi-fungsi dari waduk dan situ yang ada di kota ini. Ada 2 lokasi yang akan kita kunjungi, yaitu Waduk Setiabudi dan Situ/Danau Ragunan. Kegiatan ini juga dalam rangka memperingati ulang tahun ke 6 busway hadir di kota Jakarta (15 Januari 2004). Busway atau salah satu transportasi publik (selain kereta listrik) di Jakarta ini, masih jauh dari ideal. Masih banyak harapan-harapan warga Jakarta yang belum terpenuhi. Namun lepas dari itu semua, sepatutnya kita (warga) sebagai pemangku kepentingan (stake holder) merayakan tahun keenam busway transjakarta.

Komunitas PHJ mengajak teman-teman untuk merayakan tahun ke-6 kehadiran busway , dengan menggunakan busway mengunjungi Waduk Setiabudi dan Situ Ragunan, pada:
Sabtu, 16 Januari 2010;  Pukul : 07.30 – 12.00 WIB

Rute : Waduk Setiabudi menuju Situ Ragunan dengan menggunakan busway.

Titik kumpul : pk 07.00 WIB di luar halte busway Dukuh Atas (yang bawah, dekat Landmark Building-nanti ada bendera Green Map)

Biaya : Rp 50.000/orang, sudah termasuk tiket busway pp, snack dan makan siang, tiket masuk KB Ragunan. Pendaftaran via email : petahijaujakarta@yahoo.com – Silakan kirim nama dan nomer ponsel. Pendaftaran akan ditutup bila peserta sudah mencapai kuota 30 orang atau batas waktu terakhir Jumat, 15 Januari pukul 15.00 WIB.

Peserta disarankan membawa botol minuman sendiri, untuk mengurangi sampah kemasan plastik. Info lebih lanjut :  021-68465892

Ada apa di antara Waduk Setiabudi – Situ Ragunan? Waduk Setiabudi, terbagi dalam 2 waduk, yaitu Setiabudi Timur dan Barat. Waduk ini setiap harinya menerima limbah cair dari pemukiman maupun perkantoran yang menjamur di sepanjang Rasuna Said. Sayangnya, hanya satu waduk yang memiliki alat penghancur limbah. Selain itu waduk Setiabudi berfungsi sebagai pengendali banjir, bila ketinggian air mencapai batas tertentu, maka air akan dibuang ke kanal barat. Situ Ragunan, di dalam kawasan kebun binatang ini, mempunyai beberapa situ alam maupun buatan. Situ-situ di Ragunan ini adalah tempat yang ideal untuk fungsi-fungsi resapan air tanah. Karena lokasinya relatif terawat, maka situ Ragunan ini juga berfungsi sebagai tempat rekreasi. Dari lokasi ini, kita dapat belajar bagaimana bila sebuah situ dapat memberikan manfaat lingkungan (resapan air) maupun budaya seperti tempat rekreasi dan mendatangkan usaha-usaha ekonomi.

No Comments »

Topics: , , | Agent of Change: Peta Hijau |


04 Aug 2009

Bersih Sampah Pesisir Utara bersama Jakarta Green Monster

Saturday, August 8, 2009

Time:
8:00am – 12:00pm
Location:
Suaka Margasatwa Muara Angke, Hutan Lindung Angke Kapuk, Pelelangan Ikan Muara Angke
Street:
Pantai Indah Utara 2, Pantai Indah Kapuk
Phone:
02194425951
Email:

(more…)

4 Comments »

Topics: | Agent of Change: Jakarta Green Monster |


05 Jul 2009

Bang Idin Hebat

Oleh Amartya Syahruzad  & Laksmi Prasvita. Bang Idin, penyelamat Sungai Pesanggrahan,  telah memenangkan Kalpataru untuk konservasi air,  dan berbagai penghargaan di Abu Dhabi, Jerman dan Belanda.

(more…)

30 Comments »

Topics: , , , | Agent of Change: Bang Idin |


30 Jun 2009

Warga, Tata Ruang, Jakarta Lestari

Terbit dalam versi lain di Majalah Tempo, 22-29 Juni 2009

Ada sih keistimewaan ulang tahun Jakarta kali ini. Pada tahun ini seharusnya pemerintah DKI Jakarta selesaikan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) untuknya, sebab RTRW yang sekarang habis masa berlakunya tahun depan. Penataan ruang adalah tugas pemerintah yang tidak dapat didelegasikan kepada siapa pun, sebab ia mengatur hidup bersama kita. Tetapi justru karena alasan yang sama ia harus melibatkan semua orang.

(more…)

7 Comments »

Topics: , , , | Agent of Change: none |


29 Jun 2009

Jakarta Flood Management

2 Comments »

Topics: , | Agent of Change: none |