<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Rujak &#187; batik</title>
	<atom:link href="http://rujak.org/tag/batik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rujak.org</link>
	<description>For a Better Jakarta. Everyone is Invited.</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Feb 2012 03:28:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Sabun Alami: Rarak</title>
		<link>http://rujak.org/2010/06/sabun-alami-rarak/</link>
		<comments>http://rujak.org/2010/06/sabun-alami-rarak/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Jun 2010 07:30:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Marco Kusumawijaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Guest Column]]></category>
		<category><![CDATA[Rujak Answers]]></category>
		<category><![CDATA[batik]]></category>
		<category><![CDATA[lerak]]></category>
		<category><![CDATA[organic soap]]></category>
		<category><![CDATA[rarak]]></category>
		<category><![CDATA[sabun alami]]></category>
		<category><![CDATA[sapindus]]></category>
		<category><![CDATA[soap nut]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rujak.org/?p=2178</guid>
		<description><![CDATA[Sudah ribuan tahun orang di berbagai belahan dunia menggunakan sabun alami dari &#8220;buah sabun&#8221;, atau soap nut atau sapindus. Di Asia Tenggara dikenal jenis Sapindus rarak DC. Informasi tentang rarak atau lerak bisa diperoleh di sini. Lerak di Jawa masih sangat lazim digunakan untuk mencuci kain batik. Informasi dari Widya Wijayanti di Semarang:  sebotol lerak cair [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://rujak.org/wp-content/uploads/2010/06/soap-nuts-001.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-2179" title="soap-nuts-001" src="http://rujak.org/wp-content/uploads/2010/06/soap-nuts-001.jpg" alt="" width="536" height="472" /></a></p>
<p>Sudah ribuan tahun orang di berbagai belahan dunia menggunakan sabun alami dari &#8220;buah sabun&#8221;, atau <em>soap nut</em> atau sapindus. Di Asia Tenggara dikenal jenis <em><a title="Sapindus rarak (page does not exist)" href="http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Sapindus_rarak&amp;action=edit&amp;redlink=1">Sapindus rarak</a></em> <small><a title="Augustin Pyramus de Candolle" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Augustin_Pyramus_de_Candolle">DC.</a></small></p>
<p>Informasi tentang rarak atau lerak bisa diperoleh <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Sapindus">di sini</a>.</p>
<p>Lerak di Jawa masih sangat lazim digunakan untuk mencuci kain batik. Informasi dari Widya Wijayanti di Semarang:  sebotol lerak cair bervolume 250 cc dijual Rp.17.000. Untuk 5 lembar batik digunakan kira-kira sepersepuluhnya,  20-30 cc. Untuk pemakaian sehari-hari, rasanya dapat diencerkan lagi.</p>
<p>Selain itu lerak dalam bentuk buah juga masih sangat lazim digunakan untuk membersihkan (perhiasan) emas, terutama di toko-toko mas di pasar-pasar, di pasar di samping dan belakang Mesid Raya Baiturrachman di kota Banda Aceh, misalnya.</p>
<p>Produk komersial sekarang mulai banyak dijual juga untuk mandi dan mencuci tangan. Harap hat hati dalam penggunaan, ada yang bila mengenai mata dapat menimbulkan rasa pedas yang perih dan bertahan lama, mungkin karena campuran tertentu.</p>
<p>Jadi kalau kita <a href="http://rujak.org/2010/06/sapu-tangan-lebih-gaya/">kembali ke sapu tangan</a>, sehingga tidak menggunakan kertas <em>tissue </em>dan mencuci sapu tangan dengan sabun alami ini, kita bukan saja menjadi lebih keren dan gaya, kita juga menyelamatkan lingkungan dua kali lebih baik daripada sekedar tidak pakai <em>tissue</em> tapi mencuci dengan <em>detergent</em>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rujak.org/2010/06/sabun-alami-rarak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa motifmu hari ini?</title>
		<link>http://rujak.org/2009/10/apa-motifmu-hari-ini/</link>
		<comments>http://rujak.org/2009/10/apa-motifmu-hari-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Oct 2009 14:44:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Elisa Sutanudjaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Editorial]]></category>
		<category><![CDATA[batik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rujak.org/?p=1136</guid>
		<description><![CDATA[Ada yang menyebutnya sebagai Hari Batik. Mendadak batik menjadi bagian dari Jakarta, batik merambah jalan, perkantoran, bis, mall hingga salon. Dalam berbagai motif dan teknik, cap tulis atau kombinasi, murah mahal, sutra katun, bunga atau fraktal,  malah mungkin terselip batik-batik impor dari China. Jika Semarang merayakan batik dengan peragaan batik di Simpang Tugu oleh para [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-1137" title="batik" src="http://rujak.org/wp-content/uploads/2009/10/batik.jpg" alt="batik" width="630" height="468" /></p>
<p>Ada yang menyebutnya sebagai <a href="http://www.thejakartapost.com/news/2009/10/02/batik-days.html">Hari Batik</a>. Mendadak batik menjadi bagian dari Jakarta, batik merambah jalan, perkantoran, bis, mall hingga salon. Dalam berbagai motif dan teknik, cap tulis atau kombinasi, murah mahal, sutra katun, bunga atau fraktal,  malah mungkin terselip batik-batik impor dari China.</p>
<p>Jika Semarang <a href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/10/02/03482263/batik.resmi.masuk.daftar.warisan.budaya" target="_blank">merayakan batik</a> dengan peragaan batik di Simpang Tugu oleh para duta-duta wisatanya, maka Jakarta pun tak kalah. Ada gerai-gerai hipermart yang memberikan hadiah spesial bagi konsumen berbatik, toko buku memberi diskon, hingga toko es krim dan gerai mie. Hingga toko khusus batik pun ramai dikunjungi. Semuanya berlomba-lomba memberikan apresiasi terhadap batik. <span id="more-1136"></span></p>
<p>Batik yang telah otomatis menjadi bagian dalam keseharian kebanyakan masyarakat, perlu waktu untuk diakui oleh dunia internasional sebagai daftar warisan budaya. Hari ini memang menjadi alasan tepat untuk berbatik masal, tapi tidak ada salahnya hari-hari berikutnya juga. Bukan rahasia umum lagi, batik nyaman dikenakan dan ramah untuk iklim tropis seperti Jakarta. Dan tahukah anda, jika propinsi tetangga kita, yaitu <a href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/09/30/04254957/pembatik.tak.ragu.berkreasi.agar..terus.diminati" target="_self">Banten</a> juga memiliki motif batik tersendiri?</p>
<p>Apa motifmu hari ini? Masih akankah mengenakan batik di esok hari?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rujak.org/2009/10/apa-motifmu-hari-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

