<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Rujak &#187; bus</title>
	<atom:link href="http://rujak.org/tag/bus/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rujak.org</link>
	<description>For a Better Jakarta. Everyone is Invited.</description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Jul 2010 06:21:57 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Tur Hijau bersama Komunitas Peta Hijau Jakarta: Mengenal Waduk dan Situ</title>
		<link>http://rujak.org/2010/01/tur-hijau-bersama-komunitas-peta-hijau-jakarta-mengenal-waduk-dan-situ/</link>
		<comments>http://rujak.org/2010/01/tur-hijau-bersama-komunitas-peta-hijau-jakarta-mengenal-waduk-dan-situ/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Jan 2010 07:55:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Marco Kusumawijaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agents for Change]]></category>
		<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Peta Hijau]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[bus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rujak.org/?p=1484</guid>
		<description><![CDATA[Sabtu, 16 Januari 2010;  Pukul : 07.30 – 12.00 WIB
Bulan Januari-Februari adalah bulan waspada bagi warga Jakarta.
Sebagian besar warga tahu kalau di 2 bulan ini curah hujan akan tinggi dan Jakarta banjir. Bertahun-tahun Pemda DKI upaya mengatasi banjir, namun belum membuahkan hasil maksimal. Antara lain membangun waduk, konservasi situ/danau, membuat kanal baru (Banjir Kanal Timur).
Komunitas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sabtu, 16 Januari 2010;  Pukul : 07.30 – 12.00 WIB</p>
<p>Bulan Januari-Februari adalah bulan waspada bagi warga Jakarta.</p>
<p>Sebagian besar warga tahu kalau di 2 bulan ini curah hujan akan tinggi dan Jakarta banjir. Bertahun-tahun Pemda DKI upaya mengatasi banjir, namun belum membuahkan hasil maksimal. Antara lain membangun waduk, konservasi situ/danau, membuat kanal baru (Banjir Kanal Timur).</p>
<p>Komunitas Peta Hijau Jakarta (PHJ) lewat kegiatan &#8220;Tur Hijau&#8221;, kali ini hendak mengajak warga Jakarta untuk mengenal fungsi-fungsi dari waduk dan situ yang ada di kota ini. Ada 2 lokasi yang akan kita kunjungi, yaitu Waduk Setiabudi dan Situ/Danau Ragunan.  Kegiatan ini juga dalam rangka memperingati ulang tahun ke 6 busway hadir di kota Jakarta (15 Januari 2004). Busway atau salah satu transportasi publik (selain kereta listrik) di Jakarta ini, masih jauh dari ideal. Masih banyak harapan-harapan warga Jakarta yang belum terpenuhi. Namun lepas dari itu semua, sepatutnya kita (warga) sebagai pemangku kepentingan (stake holder) merayakan tahun keenam busway transjakarta.</p>
<p>Komunitas PHJ mengajak teman-teman untuk merayakan tahun ke-6 kehadiran busway , dengan menggunakan busway mengunjungi Waduk Setiabudi dan Situ Ragunan, pada:<br />
<strong>Sabtu, 16 Januari 2010;  Pukul : 07.30 – 12.00 WIB</strong></p>
<p>Rute : Waduk Setiabudi menuju Situ Ragunan dengan menggunakan busway.</p>
<p>Titik kumpul : pk 07.00 WIB di luar halte busway Dukuh Atas (yang bawah, dekat Landmark Building-nanti ada bendera Green Map)</p>
<p>Biaya : Rp 50.000/orang, sudah termasuk tiket busway pp, snack dan makan siang, tiket masuk KB Ragunan.  Pendaftaran via email : petahijaujakarta@yahoo.com &#8211; Silakan kirim nama dan nomer ponsel. Pendaftaran akan ditutup bila peserta sudah mencapai kuota 30 orang atau batas waktu terakhir Jumat, 15 Januari pukul 15.00 WIB.</p>
<p>Peserta disarankan membawa botol minuman sendiri, untuk mengurangi sampah kemasan plastik.  Info lebih lanjut :  021-68465892</p>
<p>Ada apa di antara Waduk Setiabudi – Situ Ragunan?  Waduk Setiabudi, terbagi dalam 2 waduk, yaitu Setiabudi Timur dan Barat. Waduk ini setiap harinya menerima limbah cair dari pemukiman maupun perkantoran yang menjamur di sepanjang Rasuna Said. Sayangnya, hanya satu waduk yang memiliki alat penghancur limbah. Selain itu waduk Setiabudi berfungsi sebagai pengendali banjir, bila ketinggian air mencapai batas tertentu, maka air akan dibuang ke kanal barat.  Situ Ragunan, di dalam kawasan kebun binatang ini, mempunyai beberapa situ alam maupun buatan. Situ-situ di Ragunan ini adalah tempat yang ideal untuk fungsi-fungsi resapan air tanah. Karena lokasinya relatif terawat, maka situ Ragunan ini juga berfungsi sebagai tempat rekreasi. Dari lokasi ini, kita dapat belajar bagaimana bila sebuah situ dapat memberikan manfaat lingkungan (resapan air) maupun budaya seperti tempat rekreasi dan mendatangkan usaha-usaha ekonomi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rujak.org/2010/01/tur-hijau-bersama-komunitas-peta-hijau-jakarta-mengenal-waduk-dan-situ/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dilema Angkutan (Umum) Jakarta</title>
		<link>http://rujak.org/2009/07/dilema-angkutan-umum-jakarta/</link>
		<comments>http://rujak.org/2009/07/dilema-angkutan-umum-jakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Jul 2009 13:07:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Elisa Sutanudjaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Editorial]]></category>
		<category><![CDATA[bus]]></category>
		<category><![CDATA[RTRW]]></category>
		<category><![CDATA[spatial plan]]></category>
		<category><![CDATA[transportation]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rujak.org/?p=703</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta macet total tahun 2011? Di tahun 2011 itu diperkirakan luas kendaraan di Jakarta sama dengan luas jalannya. Siapkah Jakarta dan masyarakatnya menghadapi itu? Hanya tersisa satu setengah tahun sebelum bencana itu terjadi. Apakah strategi pemerintah Jakarta, entah itu rencana sistem angkutan ataupun tata ruang, nantinya akan mampu menanggulangi ‘bencana buatan’ tersebut?

Hingga Juli 2009, koridor-koridor [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignnone" style="width: 624px"><a href="http://www.flickr.com/photos/rujak/3752294848/"><img class=" " title="Ruas Jalan Tol Wiyoto Wiyono (Cawang-Tj.Priok) di sore hari" src="http://farm4.static.flickr.com/3422/3752294848_b7ce08e9ed_b_d.jpg" alt="Ruas Jalan Tol Wiyoto Wiyono (Cawang-Tj.Priok) di sore hari (Elisa Sutanudjaja)" width="614" height="441" /></a><p class="wp-caption-text">Ruas Jalan Tol Wiyoto Wiyono (Cawang-Tj.Priok) di sore hari (Elisa Sutanudjaja)</p></div>
<p><a href="http://www.suarapembaruan.com/News/2008/06/11/Jabotabe/jab01.htm">Jakarta macet total tahun 2011</a>? Di tahun 2011 itu diperkirakan luas kendaraan di Jakarta sama dengan luas jalannya. Siapkah Jakarta dan masyarakatnya menghadapi itu? Hanya tersisa satu setengah tahun sebelum bencana itu terjadi. Apakah strategi pemerintah Jakarta, entah itu rencana sistem angkutan ataupun tata ruang, nantinya akan mampu menanggulangi ‘bencana buatan’ tersebut?</p>
<p><span id="more-703"></span></p>
<p>Hingga Juli 2009, koridor-koridor TransJakarta belum beroperasi maksimal, monorail masih sangat jauh dari selesai, dan MRT baru jadi atraksi pameran di Pekan Raya Jakarta – dan <a href="http://thejakartaglobe.com/afp/indonesias-traffic-nightmare-goes-from-bad-to-worse/317548">rencananya baru akan dimulai tahun 2011</a>. Saat ini tidak ada yang mampu secara signifikan menghambat penambahan 1500 unit sepeda motor dan 250 unit mobil per hari. Apa yang terjadi dengan sistem angkutan di Jakarta? Mengapa seperti jalan ditempat?</p>
<p><a href="http://www.intransitionmag.org/documents/scandal.html">‘Tragedi’ transportasi publik di California</a> terjadi dalam kurun waktu 1920-1960, ketika angkutan umum dalam rupa trem dibunuh perlahan-lahan, dimulai dari Los Angeles hingga ke seluruh wilayah Amerika Serikat. Trem, atau <em>streetcar</em>, dianggap sebagai ancaman bagi industri mobil yang terdiri dari General Motors (GM), Firestone Tire, Standard Oil of California, Phillips Petroleum, Mack dan Federal Engineering Corporation. Mereka bersama-sama menyatukan modal dalam konsorsium National City Lines, yang secara bertahap membeli jaringan trem di 80 kota besar di Amerika Serikat dan secara sistematis mematikan jaringan trem tersebut dan menggantikannya dengan jaringan bus. Strategi tersebut diterapkan tanpa mempedulikan hasil jajak pendapat yang menunjukkan 88% responden lebih memilih pengembangan jaringan baru trem. Tak lama setelah matinya jaringan trem, GM memajukan pembangunan jaringan jalan tol, yang akhirnya menaikkan pamor dan budaya berkendaraan bermotor (pribadi). Perusahan-perusahaan itu kemudian dituntut dan dinyatakan bersalah karena melanggar hukum anti-monopoli, yang menguasai industri dari hulu hingga hilir.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 510px"><a href="http://www.flickr.com/photos/rujak/3751475085/in/photostream/"><img title="Rute Trem/Streetcar di Amerika Serikat pada tahun 1920an" src="http://farm3.static.flickr.com/2591/3751475085_2d9ba018d7_d.jpg" alt="Rute Trem/Streetcar di Amerika Serikat pada tahun 1920an" width="500" height="358" /></a><p class="wp-caption-text">Rute Trem/Streetcar di Amerika Serikat pada tahun 1920an</p></div>
<p>Sementara di Jakarta, <a href="http://www.astra.co.id/business.asp">ada perusahaan multinasional produsen mobil motor</a> menanamkan modal melalui anak perusahaannya untuk mengelola jalan tol Tangerang Merak. Tak hanya berhenti disitu, untuk proyek jalan tol Kunciran-Serpong, <a href="http://www.astra.co.id/infrastructure.asp?id=1000330&amp;subtitle=Infrastructure%20-%20General%20Infrastructure">perusahaan tersebut bekerja sama dengan Jasa Marga</a> untuk membiayai, membangun dan mengoperasikan jalan tol tersebut.</p>
<p>Jika pendanaan monorail dan MRT berliku-liku dan tersendat-sendat, tidak demikian dengan pendanaan jalan tol di Jakarta maupun di Indonesia. <a href="http://www.detikfinance.com/read/2007/04/10/170236/765377/4/didanai-mandiri-bca-gramedia-garap-tol-cinere-jagorawi">Bank-bank lokal</a> pun bersedia mengucurkan kredit sindikasi demi terwujudnya jalan tol Cinere-Jagorawi, walaupun pelaksananya adalah pendatang baru dari grup penerbit dan koran nasional terbesar. Bahkan Menteri Pekerjaan Umum pernah berujar dengan optimis: <a href="http://www.jasamarga.com/jsmr/content/view/57/210/lang,id/">Investor (Jalan Tol) pasti untung!</a> Belum lagi dengan rencana pembangunan 6 ruas jalan tol dalam kota sepanjang 85 kilometer, yang konstruksinya akan dimulai di <a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/03/11/17482972/ruas.tol.dalam.kota.jakarta.ditambah.6.lagi">akhir tahun 2009</a>.</p>
<p>Bagaikan api dengan minyak, penambahan jalan tol akan menambah kenikmatan pemakaian mobil pribadi, terutama bagi golongan yang mampu membayar tarif. Dan tentu saja, keberpihakan terhadap kendaraan pribadi tersebut berlawanan dengan <a href="http://www.beritajakarta.com/Download/SK/Detail/pergub103thn2007.pdf">Pola Transportasi Makro</a> yang ditetapkan dalam Peraturan Gubernur Jakarta no.103 tahun 2007. Di situ dinyatakan perlunya mengoptimalkan penggunaan angkutan umum sebagai tulang punggung sistem dan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.</p>
<p>Sementara pembangunan jalan tol turut berpengaruh pada penyebaran hunian di Jakarta. Jalan tol Kebon Jeruk dan Serpong membuka akses sebesar-besarnya pada pengembangan <em>real estate </em>di barat Jakarta, yang menyebabkan warga terpaksa ulang-alik (<em>commuting</em>) dengan sebagian besar tergantung pada kendaraan pribadi. Sementara <a href="http://rafflesia.wwf.or.id/library/admin/attachment/clips/2006-08-05-114-0013-001-07-0937.pdf">rencana dan konstruksi jalan tol Cinere-Jagorawi</a> menggiatkan perambahan <em>real estate</em> di wilayah-wilayah yang seharusnya menjadi daerah resapan air dan penyangga Jakarta.</p>
<p>Jadi masih perlukah Jakarta membangun jalan tol? Apakah dengan terus menerus membangun jalan (tol) Jakarta pasti terbebas dari macet total 2011?</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 471px"><a href="http://farm4.static.flickr.com/3242/2326099301_d2ab4aab8e_s.jpg"><img class=" " title="Suasana Jalan S.Parman dan Tol Grogol di siang hari" src="http://farm4.static.flickr.com/3242/2326099301_d2ab4aab8e_b_d.jpg" alt="Suasana Jalan S.Parman dan Tol Grogol di siang hari (Sara Singara)" width="461" height="614" /></a><p class="wp-caption-text">Suasana Jalan S.Parman dan Tol Grogol di siang hari (Sara Singara)</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rujak.org/2009/07/dilema-angkutan-umum-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jakarta gets Rujak.org on its 482nd anniversary</title>
		<link>http://rujak.org/2009/06/jakarta-gets-wwwrujakorg-on-its-482nd-anniversary/</link>
		<comments>http://rujak.org/2009/06/jakarta-gets-wwwrujakorg-on-its-482nd-anniversary/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Jun 2009 02:36:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Marco Kusumawijaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Editorial]]></category>
		<category><![CDATA[bus]]></category>
		<category><![CDATA[RTRW]]></category>
		<category><![CDATA[spatial plan]]></category>
		<category><![CDATA[transportation]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rujak.org/staging/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta gets www.rujak.org on its 482nd anniversary from and for all of us, who just want a better place to live sustainably. Does the anniversary means anything at all?
Maybe it does mean something:
This is the last year before the current Spatial Plan (RTRW, Rencana Tata Ruang Wilayah) of the metropolis expires next year. Strangely, we have [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">Jakarta gets <a href="http://www.rujak.org">www.rujak.org</a> on its 482<sup>nd</sup> anniversary from and for all of us, who just want a better place to live sustainably. Does the anniversary means anything at all?<span id="more-14"></span></p>
<p class="MsoNormal">Maybe it does mean something:</p>
<p class="MsoNormal">This is the last year before the current Spatial Plan (RTRW, Rencana Tata Ruang Wilayah) of the metropolis expires next year. Strangely, we have not heard anything about a new Spatial Plan yet. So, if any of you know or hear anything at all, it would be nice to share it here with all Jakartans. Every one is invited.</p>
<p class="MsoNormal">For our sake, a new Spatial Plan should really mean something, and not just a nice plan on paper. Jakarta desperately needs an effective plan to solve many of its problems, such as traffic jam and flood. But, it needs to solve the problems with a vision: to solve traffic jam it needs a vision of a future transportation system, and to solve flood problem it needs a vision on comprehensive water management. Jakarta needs a vision to guide its development into a sustainable future<span>. It does not help to solve problems in an ad-hoc fashion.</span></p>
<p class="MsoNormal">More than any plan, the city also needs actions<span> urgently. A plan should really specify actions by every one. And every one should be invited to suggest what actions are needed to make this city a better place to live, or really just a place at all.</span></p>
<p class="MsoNormal"><a href="http://www.rujak.org">www.rujak.org</a> is dedicated for every one to share ideas and actions. Every one is invited. This is a very good time, if not the<span> time, for the city to change. Please use rujak.</span></p>
<p class="MsoNormal">Marco Kusumawijaya</p>
<p class="MsoNormal"><a href="mailto:mkusumawijaya@rujak.org">mkusumawijaya@rujak.org</a></p>
<p class="MsoNormal"><a href="http://www.mkusumawijaya.wordpress.com">www.mkusumawijaya.wordpress.com</a></p>
<p class="MsoNormal">
<p><!--EndFragment--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rujak.org/2009/06/jakarta-gets-wwwrujakorg-on-its-482nd-anniversary/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
