Posts Tagged ‘jakarta’


26 Jan 2012

UNDANGAN TERBUKA DISKUSI: Kilas Balik Praktek Penataan Ruang di Jakarta

MAAF, KARENA KETERBATASAN TEMPAT, MAKA PENDAFTARAN SUDAH DITUTUP

 

Di tahun 2010 dan 2011, Jakarta menyusun Rencana Tata Ruang Wilayah tingkat propinsi dan Rencana Detil Tata Ruang di tingkat kecamatan dan kabupaten.

Selama ini praktek penataan ruang bukanlah sesuatu yang akrab. Sementara pada praktek keseharian, kehidupan masyarakat tidak pernah lepas dari ruang itu, mulai dari ruang untuk berjalan kaki, pasar, rumah tinggal hingga beraktifitas. Adanya jurang pengetahuan dan pemahaman terhadap praktek-praktek penataan ruang, terutama pada tingkatan pembuat kebijaksanaan dan akar rumput, menyebabkan banyaknya pelanggaran penataan ruang serta tidak maksimalnya fungsi suatu kota tersebut.

Rujak Center for Urban Studies (RCUS) melalui kegiatan Pemantauan Penataan Ruang mengajak masyarakat untuk belajar secara bertahap dalam proses perencanaan, pemanfaatan dan pengawasan penataan ruang.

Karenanya kami mengundang warga Jakarta untuk hadir dalam:

Kilas Balik Praktek Penataan Ruang Jakarta

Retrospeksi Program Pemantauan Penataan Ruang

31 Januari 2011

12.00 – 17.00 Hotel Treva Jl. Menteng Raya Jakarta

Acara:

12.00 – 13.00 Makan Siang

13.00 – 13.15 Pendaftaran

13.15 – 13.30 Presentasi Kilas Balik dan Catatan Praktek Penataan Ruang

13.30 – 13.45 Presentasi isi klikJKT dan KataFaktaJakarta

13.45 – 14.00 Presentasi Program Pemantauan Penataan Ruang

14.00 – 15.00 Diskusi dan Tanya Jawab

15.00 – 15.20 Coffee Break dengan diselingi pemutaran film Jakarta Ketuk Pintu

15.20 – 16.00 Presentasi Kegiatan Masyarakat (@JalanKaki, Warga Antasari, Forum Tolak SPBU di Pemukiman)

16.00 – 17.00 Diskusi dan Tanya Jawab

 

Pendaftaran:
Harap mendaftar disini atau isi form dibawah ini.

Comments Off

Topics: , | Agent of Change: none |


10 Nov 2011

Warga dan Lika – Liku Perizinan, Bagian 1

Oleh Dian Tri Irawaty.

Salah satu bagian dari program Pemantauan Tata Ruang (PETARU) adalah mengajak (kelompok) warga terlibat bersama dalam proses produksi pengetahuan yang terkait dengan perencanaan dan pemanfaatan ruang kota. Rujak Center for Urban Studies (RCUS), yang menyelenggarakan program tersebut, percaya bahwa semua pihak memiliki pengetahuan dan perspektif yang bermakna dan bermanfaat, yang bila diolah bersama akan memperkaya dan mempertajam pemahaman bersama.

Persoalan tata ruang menjadi isu irisan dari beragam kelompok warga yang saat ini bekerja bersama dengan RCUS. Ada kelompok warga yang menghadapi permasalahan banjir di permukimannya akibat pengembang yang melanggar ketentuan pembangunan saluran air, ada yang bermasalah dengan tetangga yang membangun warnet di tengah-tengah pemukiman, ada juga kelompok warga yang menolak pembangunan SPBU di tengah-tengah pemukiman tanpa ada persetujuan warga berdasarkan ketentuan izin gangguan.

Hal yang menarik dari kelompok-kelompok warga ini adalah ketika mereka, yang sangat sadar akan hak dan kewajibannya, berpetualang mencari informasi. Pada umumnya, mereka menghubungi RCUS dan bersama mencoba memetakan kebuntuan informasi dan memecahkan kebuntuan tersebut. (more…)

No Comments »

Topics: , , | Agent of Change: none |


18 Oct 2011

Donasi Kata Fakta Jakarta bisa dilihat disini

Terima kasih atas donasi anda untuk Kata Fakta Jakarta

Untuk data donasi dapat dilihat disini.

No Comments »

Topics: | Agent of Change: none |


13 Oct 2011

Buku “Kata Fakta Jakarta” Dapat Dipesan

 

Kata Fakta Jakarta” dapat dipesan dengan mengisi formulir ini: https://docs.google.com/spreadsheet/viewform?hl=en_US&formkey=dGM5Ym1LWllMMEEyVktrc3R6WENrbmc6MQ#gid=0

2 Comments »

Topics: | Agent of Change: none |


12 Oct 2011

The Future of Metropolis: Los Angeles or Jakarta?

Diskusi dengan Marco Kusumawijaya,

Rabu, 19 Oktober 2011

Jam 19:00 – 21:00

Di @America, Pacific Place, Lantai 3

No Comments »

Topics: , , , | Agent of Change: none |


04 Oct 2011

Buku: Kata Fakta Jakarta

Buku ini dimaksudkan sebagai bantuan-mengingat peristiwa yang selama dasawarsa terakhir membentuk Jakarta seperti sekarang.

Ia tidak pernah lengkap, dan terbuka untuk ditambahi dan diperbaharui. Sebaiknya setiap satu atau beberapa tahun ada buku semacam ini, yang mencatat apa saja peristiwa penting sepanjang tahun atau tahun-tahun sebelumnya. Sudah pasti ia mencerminkan subyektivitas para editornya, yang meskipun telah bekerja keras dalam memilih bahan yang pantas dimuat dalam keterbatasan ruang, waktu dan uang, tidak ingin berpura-pura sepenuhnya obyektif. Yang dipentingkan adalah subyektivitas yang terbuka dan komunikatif, ketimbang obyektivitas yang tertutup dan sekali-jadi.

Mudah-mudahan dapat muncul kebiasaan untuk berkala menerbitkan kumpulan pengetahuan bersama ini.

Gunanya adalah membantu kita membangun kota dengan sadar, bahwa segala sesuatu terkait dalam kontinum waktu dan ruang. Kota adalah suatu produk peradaban manusia yang terbesar. Ia menggunakan sekitar 40 % dari semua sumber daya alam yang digunakan manusia di seluruh dunia. Ia mencerminkan keputusan-keputusan dan kemampuan kolektif kita. Cilaka kalau kita terus membangun tanpa menyadari apa yang sudah ada –yang buruk maupun yang baik—dari diri kolektif kita sebelumnya.

Jakarta mengcengangkan karena kecepatan dan besaran perubahannya tiap saat. Hanya sedikit yang dapat diketahui tiap masa-hidup tiap orang, bila tanpa bantuan. Seringkali kita menemui sesama warga yang tidak tahu pasti tentang, misalnya, hubungan antara Ali Sadikin dan Suharto, atau mengapa jalur khusus-bus TransJakarta ada di sisi jalur cepat, atau mengapa banjir dan kemacetan makin buruk, dan lain-lain. Ada banyak spekulasi atas siapa dan apa yang salah karena kurang terang dan terbukanya fakta. Seringpula kebijakan memancing kritik karena dirasa dibuat tanpa dasar fakta yang kuat. Mudah-mudahan sebuah buku bantuan-mengingat ini dapat mengurangi spekulasi semacam itu, sehingga Jakarta dapat menjadi makin sesuai dengan keinginan kita yang paling sederhana, yaitu tempat kita hidup nyaman dan baik.

Memiliki semacam pengetahuan bersama, yang dikumpulkan dan diingat bersama-sama seluas-luasnya, kelihatannya diperlukan oleh semua kota.

 

 

 

 

23 Comments »

Topics: | Agent of Change: none |


09 May 2011

Diskusi “Mari Mengubah Jakarta”

”Mari Mengubah Jakarta”

Bersama: Marco Kusumawijaya (Direktur Rujak Center for Urban Studies)

Kamis, 12 Mei 2011

Pukul 14.00 – 16.00 WIB

di Yayasan Interseksi

Jl. Komplek Batan Blok E/17, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

2 Comments »

Topics: | Agent of Change: none |


09 Apr 2011

Pejalan Kaki vs. Sepeda Motor

Terbitkan jepretan Anda tentang kasus jalan-kaki dan jalurnya ke info@rujak.org.

Oleh: Famega Syavira Putri;  http://cyapila.com | @cyapila

Bahkan untuk berjalan di trotoar pejalan kaki harus bersaing dengan motor. Saya pernah mencobanya, berjalan kaki dengan cuek di tengah trotoar yang ramai dilalui motor. Hasilnya? Klakson galak tak henti-hentinya dengan mata melotot dari balik helm. Padahal trotoar adalah hak pejalan kaki. Ini foto-fotonya. Suatu siang di sekitar Bank Indonesia, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. –

5 Comments »

Topics: , , , | Agent of Change: none |


13 Feb 2011

Jakarta: Estetika Banal

Buku Baru: Erik Prasetya, Jakarta: Estetika Banal, KPG dan Dewan Kesenian Jakarta, January 2011.

Bagaimana pentingnya pendekatan fotografi Erik dalam studi perkotaan, khususnya Jakarta?

Foto-foto Erik adalah suatu studi atas Jakarta, yang dilakukannya selama 20 tahun sebagai seorang warga yang berdiri di atas tanah, di dalam ruang dan peristiwa kota itu. Kita merasa hadir di dalam lokasi-lokasi itu, di saat-saat ketika tombol ditekan, bersama-sama subyek yang difotonya, baik itu bangunan, bus, bajaj dan tentu saja warga. Dengan vitalitasnya penduduk kota menyiasati tata-kota yang banal. Jalan terowongan menjadi tempat berteduh. Menunggu bus di mana saja. Atap kereta api berpenumpang. Kegembiraan-kegembiraan kecil di ruang khalayak.  Betapa kota-kota kekurangan pengetahuan yang intim tentang kebutuhan dan kemampuan yang nyata dari penduduk kota itu, sehingga sebagian besar kebutuhan itu tidak terpenuhi dan sebagian besar kemampuannya tidak disertakan dalam membangun kotanya. Ada senjang-pengetahuan antara kebijakan dan pengetahuan perkotaan.

Ini terbitan terpenting selama beberapa dasawarsa terakhir dalam bidang fotografi, karena menawarkan terobosan estetika dan metodologi kerja. Berguna bukan saja untuk penggemar fotografi, jurnalisme, tetapi juga para peminat urban studies dan cultural studies.

Lihat salah satu ulasan oleh Kurniadi Widodo.

No Comments »

Topics: , , , | Agent of Change: Dewan Kesenian Jakarta |


08 Feb 2011

Jakarta Coastal Defense Strategy

Apakah Jakarta Coastal Defense Strategy itu?  Sistem pertahanan pantai Jakarta menghadapi naiknya permukaan air laut karena pemanasan global dan turunnya daratan Jakarta. Perencanaan JCDS ini dikatakan mengikuti urutan perencanaan yang disebut 3-A (Atlas, Agenda, dan Aturan-main). Klik di sini untuk meihat bagian “Atlas”nya saja, ialah kumpulan informasi tentang keadaan Jakarta. E, tapi kok sudah ada “Agenda”nya ya, ialah “Tanggul Laut” yang baru-baru ini diumumkan Gubernur sebagai bagian kerjasama dengan Kota Rotterdam. Padahal, katanya pendekatan 3-A itu, “Agenda” seharusnya disusun bersama-sama stakeholders.

No Comments »

Topics: , , , | Agent of Change: none |