Posts Tagged ‘keanekaragaman hayati’


24 Aug 2010

Keanekaragaman Hayati Jakarta: Survei Sabtu

Survei keanekaragaman hayati Jakarta ke IV akan berlangsung pada Sabtu, 28 Agustus 2010, pk 07.00 di hutan kota Kridaloka , Senayan, (belakang kolam renang).

Siapa saja boleh ikutan, dengan latar belakang apa saja, pasti akan berguna. Tidak ada biaya, hanya tiket masuk ke dalam hutan kota ini Rp 5.000,00/orang.

Bawa buku saku untuk mencatat, gunakan pakaian warna gelap (biar burung tidak kaget) dan bila ada binokuler silakan dibawa.

Sebelum ikut, mohon mendaftar dulu via email : petahijaujakarta@yahoo.com.

Kontak person untuk survei ke IV ini adalah : Ady 08176586743 O ya, sedikit cerita dari survei ketiga di Taman Suropati , bisa dibaca di sini : http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=17703&post=1

Salam,

Bayu (Koordinator Peta Hijau Jakarta)

No Comments »

Topics: , | Agent of Change: none |


12 Aug 2010

Survei Keanekaragaman Hayati di Taman Margasatwa Ragunan :

Tulisan oleh Febri Yanti, Foto oleh Ady Kristanto

Minggu pagi jam 7.30 di depan loket utara Ragunan sebelas orang berkumpul di bawah pohon sengon laut depan kolam pelikan. Kalau dilihat sepintas burung ini seperti patung. Setelah berkenalan satu sama lain, kami dibagi menjadi dua kelompok survei: kelompok barat dan timur. Dalam tiap kelompok terdapat pemeta hijau  dan pengenal burung (birdwatcher).

Daerah jelajah kelompok barat sebenarnya lebih kecil dibandingkan kawasan timur,  bila dilihat dari peta ragunan yang dibagikan. Tak lama setelah kami berjalan, beberapa burung mulai terlihat dan bersuara. Sempat berhenti sebentar di depan kandang burung emu dan kasuari. Tapi fokus utama kami bukan dua burung besar ini. Perlahan namun pasti kami mencoba mencari dan melihat pergerakan yang ada di pohon. Ternyata ada Bajing kelapa (Callosciurus notatus) di atas pohon, sedang berlari-lari kesana kemari, mungkin sedang mencari sarapan, pikir kami.

Walaupun agak berawan tapi cukup ramai suara burung pagi ini. Apalagi suara Betet biasa (Psittacula alexandri) yang sering terdengar dari awal perjalanan dan tak hanya satu individu yang kami temukan melainkan banyak sekali. Selain itu kami juga menemukan dua ekor Jalak putih (Sturnus melanopterus) yang sedang memakan serangga kecil. Jenis ini sangat terancam punah. Ia mungkin burung yang terlepas, karena dari survei Jakarta Birdwatchers Community di kawasan ini mulai tahun 2003 hingga sekarang, tidak pernah ditemukan di Taman Margasatwa Ragunan.

Melewati kandang komodo, yang sedang berdiam diri, di salah satu pohon di kandang tersebut, terlihat burung Merbah cerucuk (Pycnonotus goiavier), dan di dekatnya terlihat bunglon yang mempunyai leher berwarna merah. Tanpa teropong pasti yang belakangan ini tidak terlihat, sebab nampak seperti batang pohon kering.  Inilah Bunglon taman (Calotes versicolor).

Sampailah kami di dekat Pusat Primata Schumutzer (PPS) di taman yang ada patung orangutan. Di samping patung tersebut terdapat jalan batu untuk “pijat refleksi” seperti yang ada di Taman Monas atau Taman Suropati. Menarik sekali untuk mencoba berjalan disana. Tak jauh dari situ terdapat pohon yang sepertinya  cocok diberi aikon “autum leaves”. Namun kami tidak tahu jenis pohon apa itu. Daunnya banyak yang berwarna kuning, dan sedang gugur. Di sini kami juga bertemu burung Kepodang kuduk hitam (Oriolus chinensis) yang dominan bulunya berwarna kuning dan menemukan lebih dari 5 jenis kupu-kupu serta capung.

Kami lalu berjalan menuju Makam kramat kampong kandang. Pada hari-hari tertentu tempat ini suka di datangi masyarakat untuk berziarah. Di tempat yang terlihat sepi ini kami juga menemukan burung-burung seperti Bentet kelabu (Lanius schach) lalu ada Cinenen kelabu (Orthotomus ruficeps) dan lainnya. Tidak jauh dari situ kami menemukan tanaman pepaya yang buahnya berwarna kuning dan ada beberapa pohon jambu mawar, yang buahnya berwarna putih mendekati pink. Buah dagingnya agak keras (sepertinya belum matang) dan rasanya agak sepet.

Kami lalu bertemu danau dalam arah menuju pintu selatan, Mata kami kembali menyisir area hijau yang ada di sekitar danau. Hasil dari penyisiran tersebut tidak sia-sia. Ada 8 ekor kakaktua jambul kuning (Cacatua sulphurea) yang kami temukan. Lagi-lagi pohon flamboyan yang rupanya menjadi sarang kakaktua tersebut. Posisi pohon agak ke tengah dan dikelilingi rumput besar yang agak padat dan rimbun. Dari kejauhan bisa terlihat beberapa lubang besar. Kami menduga itu mungkin sarangnya.

Tidak jauh dari danau, ada tempat pengomposan sampah organik. Sambil berjalan dan tetap menyisir area, kami meihat di sisi dekat sungai ada biawak (Varanus salvator) yang sedang memanjat tanah. Area danau di bagian selatan Ragunan adalah salah satu tempat sepi dan jarang sekali didatangi pengunjung, dan memang tidak ada binatang yang diperagakan disini.

Di depan kantor kesehatan hewan terdengar bunyi burung Wiwik kelabu (Cacomantis merulinus). Maksud kami mau mencoba mencari burung tersebut di dekat kandang babi rusa, tetapi ternyata yang ditemukan disana adalah Gelatik jawa (Padda oryzivora), salah satu burung yang mempunyai warna indah. Namun hanya nampak satu. Ia sedang bertengger di pohon. Sama halnya dengan Jalak putih, burung ini mungkin hasil lepasan orang atau melarikan diri dan sampailah di ragunan. Semoga mereka bisa bertahan hidup.

Karena sudah ditunggu teman2 dari kelompok lain, lalu kami juga sudah lelah dan lapar, kami bergegas kembali ke kolam pelikan, Jika disimpulkan hari ini kami menemukan sekitar 33 jenis burung, 2 jenis reptilia, lebih dari 5 jenis kupu-kupu dan capung, serta beberapa mamalia seperti bajing kelapa. Senang rasanya di Jakarta masih memiliki kawasan seperti ini

1 Comment »

Topics: , | Agent of Change: Peta Hijau |