Posts Tagged ‘perubahan iklim’


09 Apr 2010

To Build City-Region Anew: Space for Participation and Citizens’ Initiatives.[1]

Paper written for Tokyo University’s “Sustainabel City-region Workshops,” 23-24 February 2010, Shangri-La Hotel, Tainan, Taiwan.

By: Marco Kusumawijaya

Abstract

This paper discusses experiences of participatory practices and citizens’ initiatives in city-region building in a context of recently and rapidly democratising country, Indonesia. While these experiences are rooted in specific post-authoritarian Indonesia, they nevertheless indicate some ideas that might be important for our our transition towards sustainability. The paper argues that participation and citizens’ initiatives are more than just a fulfilment of a political right, but a new way of building sustainable city-region.

Keywords: Participation, Spatial Planning, Citizens’ Initiatives, Aceh, Jakarta.

Introduction: Context and Connviction (more…)

No Comments »

Topics: , , , , , , , , , , | Agent of Change: none |


05 Feb 2010

Aksi Bersih Sampah Suaka Margasatwa Muara Angke, 7 Februari 2010

Dear Monsters,
Selamat Hari Lahan Basah Sedunia, 2 Februari 2010
“Caring for Wetlands, an Answer to Climate Change”

Dalam rangka menyambut Hari Lahan Basah Sedunia, Jakarta Green Monster kembali mengadakan acara Bersih Sampah Angke

Mari-mari gulung lengan bajumu untuk membersihkan sampah bersama
Jakarta Green Monster dan masyarakat lainnya,,,

Minggu, 7 Februari 2010
Lokasi: Suaka Margasatwa Muara Angke (SMMA)
pukul 08.00 – 12.00 WIB.

Apa saja yang harus dibawa??
1. Pakaian ganti
2. Botol Minuman (Panitia hanya menyediakan air minum isi ulang)
3. Sepatu/sepatu boot)
4. Makanan ringan

Untuk informasi dan pendaftaran peserta, hubungi:
Yulia Es Campur : 081314366870
Hendra ‘Kobe’ Aquan : 08157988053
Putri Ayusha : 085648177747

salam,
Putri Ayusha

Mengapa bersih sampah?

sampah-sampah yang mengalir masuk ke SMMA bisa menutupi akar mangroove
dan menyebabkan pohon2 tersebut mati,,,
SMMA merupakan rumah bagi 7 spesies mangroove, 91 spesies burung
seperti Bangau Bluwok, Kareo Padi, Pecuk Ular Asia, dsb, serta monyet
ekor panjang, dan lain sebagainya.

Kawasan ini juga menjadi tempat perlindungan bagi burung Bubut Jawa
(Centropus nigroforus) yang merupakan burung endemik Pulau Jawa. Saat
ini bubut Jawa berjumlah tidak lebih dari 10 ekor.

Jakarta yang merupakan hutan beton ternyata masih memiliki lahan basah
yang dihuni oleh berbagai jenis burung,,,tanpa lahan basah ini Jakarta
bisa lebih kebanjiran dan tenggelam air pasang

kosongkan jadwal mari-mari selamatkan lahan basah tersisa di Jakarta
dari tumpukan sampah

Bagaimana Menuju Suaka Margasatwa Muara Angke?

Menggunakan Kendaraan Umum

1. Busway
Naik busway Harmoni – Kalideres, turun di Halte Jelambar (samping
Citraland). Cari angkot berwarna merah nomer B 01 jurusan Grogol -
Angke. Turun di pintu gerbang Pantai Indah Kapuk. tepat di ujung Jl.
Muara Karang, ditandai dengan Pizza Hut dan apartemen. Jalan kaki
masuk ke Pantai Indah Kapuk, setelah menyeberang jembatan (sekitar 50
meter dari gerbang, di sebelah kanan Anda adalah Suaka Margasatwa
Muara Angke. Ikuti jalan setapak di seberang kompleks ruko Meditarania
Niaga, pintu masuk Suaka Margasatwa Muara Angke sekitar 300 meter dari
jembatan.

2. Bus dari Terminal Grogol
Naik kendaraan apa saja yang berhenti di Terminal Grogol. Cari angkot
berwarna merah nomer B 01 jurusan Grogol – Angke. Turun di pintu
gerbang Pantai Indah Kapuk. tepat di ujung Jl. Muara Karang, ditandai
dengan Pizza Hut dan apartemen. Jalan kaki masuk ke Pantai Indah
Kapuk, setelah menyeberang jembatan (sekitar 50 meter dari gerbang, di
sebelah kanan Anda adalah Suaka Margasatwa Muara Angke. Ikuti jalan
setapak di seberang kompleks ruko Meditarania Niaga, pintu masuk Suaka
Margasatwa Muara Angke sekitar 300 meter dari jembatan.

3. Bus dari Terminal Blok M
Naik bus Steady Safe Non AC No 37 Jurusan BLOK M – Muara Angke,
ongkosnya cukup Rp. 2000. Bus ini umumnya gak sampai Muara Angke
(sesuai info dari keneknya), tapi cuman sampai Megamall Pluit.
Dari Megamall Pluit dilanjutkan naik angkot dua kali, nomornya 11
warna merah, dengan ongkos Rp. 2000 turun di Jl Mandara. Dari situ
naik lagi angkot warna merah yang melewati kawasan Pantai Indah Kapuk
dengan ongkos Rp. 1000 turun di depan ruko Mediterania yang langsung
berseberangan dengan pintu masuk Suaka Margasatwa Muara Angke.

Menggunakan Kendaraan Pribadi Roda Empat atau Lebih

1. Melalui Tol Dalam Kota
Ambil pintu keluar Pluit. Ikuti jalan melintasi Mega Mall Pluit. Lurus
hingga masuk Jl. Muara Karang yang ditandai dengan perempatan dengan
jembatan. Ikuti terus sampai ujung Jl. Muara Karang, ditandai dengan
Pizza Hut dan apartemen. Belok ke kiri, masuk ke Pantai Indah Kapuk,
setelah menyeberang jembatan (sekitar 50 meter dari gerbang, di
sebelah kanan Anda adalah Suaka Margasatwa Muara Angke. Anda bisa
parkir di kompleks ruko Meditarania Niaga, persis di seberang pintu
masuk Suaka Margasatwa Muara Angke.

2. Melalui Tol Bandara
Ambil pintu keluar Pantai Indah Kapuk. Masuk dalam kompleks Pantai
Indah Kapuk. Ikuti jalan yang menuju Mediterania. Anda bisa parkir di
kompleks ruko Meditarania Niaga, persis di seberang pintu masuk Suaka
Margasatwa Muara Angke.

Menggunakan Motor atau Sepeda
Dari arah Grogol, masuk ke Jl. Jembatan Tiga, ikuti hingga Jl.
Jembatan Lima. Ikuti terus jalan utama sampai melewati Mega Mall
Pluit. Lurus hingga masuk Jl. Muara Karang yang ditandai dengan
perempatan dengan jembatan. Ikuti terus sampai ujung Jl. Muara Karang,
ditandai dengan Pizza Hut dan apartemen. Belok ke kiri, masuk ke
Pantai Indah Kapuk, setelah menyeberang jembatan (sekitar 50 meter
dari gerbang, di sebelah kanan Anda adalah Suaka Margasatwa Muara
Angke. Anda bisa parkir di kompleks ruko Meditarania Niaga, persis di
seberang pintu masuk Suaka Margasatwa Muara Angke.

Catatan:
Warga sekitar Suaka Margasatwa Muara Angke mengenalnya dengan nama
Cagar Alam. Jadi, jika Anda hendak bertanya, tanyakan di mana lokasi
cagar alam.

No Comments »

Topics: , , , , | Agent of Change: Jakarta Green Monster |


19 Jan 2010

Undangan Seminar: “Sustainable Urbanism and Its Challenges to Civil Society.”

Hari/Tanggal : Jumat/5 Februari 2010
Pukul : 14:00
Tempat : Aula The Japan Foundation Jakarta

The Japan Foundation mengundang anda untuk hadir dalam acara Ceramah Kebudayaan yang akan diberikan oleh mantan ketua Pengurus Harian Dewan Kesenian Jakarta, bapak Marco Kusumawijaya.

Beliau baru saja kembali pada bulan Desember 2009, dari kunjungan dua bulannya ke Jepang atas undangan the Japan Foundation dan International House of Japan. Dari hasil kunjungan tersebut, beliau mendapatkan banyak tambahan pengetahuan dan wawasan yang menarik dalam bidang kebudayaan dan kesenian, yang hendak ia bagi kepada orang-orang di Indonesia.

Acara Ceramah Kebudayaan ini adalah untuk membagi hal-hal yang ia lihat dan dapatkan di Jepang, yang ia harapkan dapat menambah kaya wawasan kebudayaan di Indonesia

Hadir mendampingi beliau adalah dua orang pakar sebagai berikut:

  1. Dr. Bachtiar Alam, Antropolog dan Direktur Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Universitas Indonesia.
  2. Latipah Hendarti, Ph.D Students Ecological Economy, Department of Forest Sciences, Seoul National University.

Acara ini gratis dan terbuka untuk umum. Untuk pendaftaran dan informasi lebih lanjut, silahkan hubungi Dipo di (021) 520 1266.

Tempat terbatas!

Profil Singkat Marco Kusumawijaya

Marco Kusumawijaya, Ketua Pengurus Harian  Dewan Kesenian Jakarta saat ini, adalah seorang arsitek yang juga aktif dalam bidang tata kota, pelestarian lingkungan hidup, seni, dan pembangunan berkelanjutan. Beliau diundang pada bulan September hingga November 2009 yang lalu ke Jepang, dalam Asia Leadership Fellow Program yang diselenggarakan oleh the Japan Foundation dan Intenational House of Japan.

1 Comment »

Topics: , , , , , , , , , , | Agent of Change: none |


10 Dec 2009

Vigil for Survival

VIGIL FOR SURVIVAL – RENUNGAN DEMI MASA DEPAN


Di tengah-tengah berlangsungnya konferensi Perubahan Iklim COP 15 di Kopenhagen, kita semua berharap dapat dihasilkan kesepakatan mampu menjamin kelangsungan hidup kita dan seisi bumi ini dalam menghadapi tantangan dampak perubahan iklim.

Kami dari The Climate Project Indonesia, Sepedaku.com, 89.2 FM Green Radio, The Body Shop, dan GloW Alliance mengajak Anda untuk ikut dalam acara Renungan Demi Masa Depan “Vigil for Survival” yang akan diselenggarakan pada:

Tanggal: 11 Desember 2009 (Jumat)
Waktu: 18.30 – 19.30
Tempat: Jalan Asia Afrika – Di depan Pintu IX (Pintu Masuk ke Stadion Utama Gelora Bung Karno)

Diharapkan peserta bisa membawa:

- 2 Buah lilin
- 2 buah botol bekas air mineral yang sudah dipotong bagian bawahnya, lalu dibalik untuk menaruh lilin
- Pemantik api atau geretan
- Tas tahan air
- Jas hujan

Kita semua akan menyalakan lilin bersama sambil merenung dan berdoa demi masa depan kita yang lebih baik. 2 lilin (dan botol bekas) yang dibawa peserta bisa diberikan kepada orang yang lalu lalang yang bisa kita ajak untuk ikut serta.

Acara ini merupakan acara yang dilakukan secara serentak di seluruh dunia di bawah koordinasi 350.org

Diharapkan kita bisa mengambil foto renungan dan akan kita kirimkan ke website 350.org sebagai bukti bahwa kita semua peduli akan masa depan kita. Momentum ini juga akan kita manfaatkan agar kita bisa menggiring para pemimpin di Copenhagen untuk bisa menghasilkan kesepakatan yang menjamin masa depan yang baik bagi kita semua umat bumi ini.

Selain di Jalan Asia Afrika, Glow Alliance akan melakukan acara paralel:

Tanggal: 11 Desember 2009 (Jumat)
Tempat: SEL 49 (Kantor EngageMedia, JAVIN & GloW Alliance) Jl. Sawah Lunto No. 49 – Manggarai
Waktu: 19.00 hingga selesai

Acara bersama Glow Alliance akan dilanjutkan dengan layar tancap kompilasi film krisis iklim “Time for Reel Action” (dgn obrolan dan video postcard dari Kopenhagen), Film pendek JAVIN, musik dari Jalan Surabaya, Sakit Kuning, dll.

Kami harapkan kehadiran Anda semua di kedua lokasi acara renungan “Vigil for Survival” ini. Bagi peserta renungan di Parkir Timur Senayan, setelah selesai, kami berharap bisa bergerak ke arah Manggarai untuk melanjutkan acara ini.

Untuk informasi, harap kirim email ke arif@hasyim.org atau SMS 0817 006 1111.

VIGIL

No Comments »

Topics: | Agent of Change: none |


08 Dec 2009

http://hopenhagen.org/

HopenhagenLet’s make Copenhagen a Hopenhagen! COP15, 7-9 December 2009. Join the petition.

1 Comment »

Topics: | Agent of Change: none |


19 Nov 2009

December 5-10, 2009, Asian Europe Foundation Conference “Arts and Culture in Ecological Age” at COP15 Conference, Copenhagen:

– 8 December 2009 morning, Plenary on Vision and Experiences of an Expanding Spiral of Engagement around the World at the Culture I Futures Working Seminar on the morning of 8 December 2009. Marco Kusumawijaya will give a presentation.

- 9 December 2009, morning, Ecology and Cities at the Working Seminar. Marco Kusumawijaya of RUJAK will co-moderate.

more

No Comments »

Topics: | Agent of Change: none |


18 Nov 2009

Angin Pembaharu di Pecha Kucha Jakarta

Para Pembicara Pecha Kucha Jakarta

Para Pembicara Pecha Kucha Jakarta (www.maverick.co.id)

14 komunitas dan individu berupaya memberikan inspirasi bagi orang lain, dengan menghadirkan alternative pemikiran, gaya hidup dan pandangan. Setidaknya itu yang berupaya digaungkan dalam Pecha Kucha Jakarta dengan tema Agents of Change. Sekilas info, Pecha Kucha adalah ajang pertemuan dan presentasi antar desainer dan pemikir kreatif bermula dari Jepang di tahun 2003 dengan penggagas Astrid Klein dan Mark Dytham. Berbeda dengan presentasi konvensional, maka Pecha Kucha menggunakan format 20/20: 20 slide presentasi dengan masing-masing side dipasang selama 20 detik, sehingga total waktu presentasi per orang menjadi 6 menit 40 detik. Jakarta adalah kota ke 177 di dunia yang menyelenggarakan ajang Pecha Kucha.

Berbeda dengan kota-kota lain, Pecha Kucha Jakarta menghadirkan tak melulu hanya isu desain, tetapi juga merangkul banyak komunitas diluar desain, seperti Komunitas Sepeda Tua, Lembaga Warkop Indonesia, Bunga Matahari Poetry Readings, Green Lifestyle hingga Rujak. Isu-isu yang dihadirkan akrab dengan kekinian dan kehidupan metropolis Jakarta sendiri.

Malam Pecha Kucha keempat dengan tema Agents of Change tersebut berlangsung di Rasuna Epicentrum dan menjadi salah satu rangkaian acara British Council: Global Entrepreneurship Week. Kali ini 14 presenter menyajikan mengapa mereka pantas menjadi ‘agen pembaharu’, yaitu memiliki kepedulian dan menfokuskan diri untuk mendorong terjadinya perubahan positif bagi lingkungannya. Dari masalah sampah hingga manajemen air, media hingga sepeda, angklung hingga pedagogi, itulah ragam isu yang diangkat.

Greenlifestyle, Telapak dan The Climate Project Indonesia misalnya sama-sama mengangkat isu pemanasan global sebagai titik mula gerakan, namun memiliki pandangan dan pendekatan yang berbeda dengan tujuan yang sama. Sementara Spare for Share dan XS Project menyikapi masalah sampah dan peluang dibaliknya: jika yang satu melihat dari sisi membagi dengan sesame sementara XS Project mencoba merubah sampah menjadi produk kreatif melalui teknik desain produk.

Bina Antar Budaya dibawah bendera AFS dan Creative Education mencoba menghadirkan alternatif dalam pendidikan dan pengajaran. Sementara Bike To Work dengan berapi-api memperkenalkan komunitas mereka. Perhatian akan kemiskinan ditunjukkan oleh karya dan kontribusi dari Red Nose Circus dan Water Sanitation Action. Ajang kaum muda juga menarik perhatian disini, dengan upaya-upaya yang dilakukan menjelang Indonesian Youth Conference , sementara Saung Angklung dalam upayanya untuk tetap berada dalam kehidupan masyarakat moderen. Sementara Rujak memperkenalkan akan pentingnya partisipasi, inisatif dan prakarsa masyarakat, dengan menjadikan situs Rujak sebagai melting pot antara komunitas dan masyarakat dalam menuju Jakarta yang lebih baik.

Aspiratif, itulah yang ditangkap dari presentasi beragam. Forum ini membuka banyak kemungkinan, juga memberikan kesempatan bagi komunitas untuk memperkenalkan program kepada masyarakat dan komunitas lain.

1 Comment »

Topics: , | Agent of Change: none |


29 Jun 2009

ADB: Economics of Climate Change in SEA

ADB Economics Climate Change

1 Comment »

Topics: | Agent of Change: none |