Posts Tagged ‘Peta Hijau’


19 Jan 2010

Undangan Seminar: “Sustainable Urbanism and Its Challenges to Civil Society.”

Hari/Tanggal : Jumat/5 Februari 2010
Pukul : 14:00
Tempat : Aula The Japan Foundation Jakarta

The Japan Foundation mengundang anda untuk hadir dalam acara Ceramah Kebudayaan yang akan diberikan oleh mantan ketua Pengurus Harian Dewan Kesenian Jakarta, bapak Marco Kusumawijaya.

Beliau baru saja kembali pada bulan Desember 2009, dari kunjungan dua bulannya ke Jepang atas undangan the Japan Foundation dan International House of Japan. Dari hasil kunjungan tersebut, beliau mendapatkan banyak tambahan pengetahuan dan wawasan yang menarik dalam bidang kebudayaan dan kesenian, yang hendak ia bagi kepada orang-orang di Indonesia.

Acara Ceramah Kebudayaan ini adalah untuk membagi hal-hal yang ia lihat dan dapatkan di Jepang, yang ia harapkan dapat menambah kaya wawasan kebudayaan di Indonesia

Hadir mendampingi beliau adalah dua orang pakar sebagai berikut:

  1. Dr. Bachtiar Alam, Antropolog dan Direktur Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Universitas Indonesia.
  2. Latipah Hendarti, Ph.D Students Ecological Economy, Department of Forest Sciences, Seoul National University.

Acara ini gratis dan terbuka untuk umum. Untuk pendaftaran dan informasi lebih lanjut, silahkan hubungi Dipo di (021) 520 1266.

Tempat terbatas!

Profil Singkat Marco Kusumawijaya

Marco Kusumawijaya, Ketua Pengurus Harian  Dewan Kesenian Jakarta saat ini, adalah seorang arsitek yang juga aktif dalam bidang tata kota, pelestarian lingkungan hidup, seni, dan pembangunan berkelanjutan. Beliau diundang pada bulan September hingga November 2009 yang lalu ke Jepang, dalam Asia Leadership Fellow Program yang diselenggarakan oleh the Japan Foundation dan Intenational House of Japan.

1 Comment »

Topics: , , , , , , , , , , | Agent of Change: none |


12 Jan 2010

Tur Hijau bersama Komunitas Peta Hijau Jakarta: Mengenal Waduk dan Situ

Sabtu, 16 Januari 2010;  Pukul : 07.30 – 12.00 WIB

Bulan Januari-Februari adalah bulan waspada bagi warga Jakarta.

Sebagian besar warga tahu kalau di 2 bulan ini curah hujan akan tinggi dan Jakarta banjir. Bertahun-tahun Pemda DKI upaya mengatasi banjir, namun belum membuahkan hasil maksimal. Antara lain membangun waduk, konservasi situ/danau, membuat kanal baru (Banjir Kanal Timur).

Komunitas Peta Hijau Jakarta (PHJ) lewat kegiatan “Tur Hijau”, kali ini hendak mengajak warga Jakarta untuk mengenal fungsi-fungsi dari waduk dan situ yang ada di kota ini. Ada 2 lokasi yang akan kita kunjungi, yaitu Waduk Setiabudi dan Situ/Danau Ragunan. Kegiatan ini juga dalam rangka memperingati ulang tahun ke 6 busway hadir di kota Jakarta (15 Januari 2004). Busway atau salah satu transportasi publik (selain kereta listrik) di Jakarta ini, masih jauh dari ideal. Masih banyak harapan-harapan warga Jakarta yang belum terpenuhi. Namun lepas dari itu semua, sepatutnya kita (warga) sebagai pemangku kepentingan (stake holder) merayakan tahun keenam busway transjakarta.

Komunitas PHJ mengajak teman-teman untuk merayakan tahun ke-6 kehadiran busway , dengan menggunakan busway mengunjungi Waduk Setiabudi dan Situ Ragunan, pada:
Sabtu, 16 Januari 2010;  Pukul : 07.30 – 12.00 WIB

Rute : Waduk Setiabudi menuju Situ Ragunan dengan menggunakan busway.

Titik kumpul : pk 07.00 WIB di luar halte busway Dukuh Atas (yang bawah, dekat Landmark Building-nanti ada bendera Green Map)

Biaya : Rp 50.000/orang, sudah termasuk tiket busway pp, snack dan makan siang, tiket masuk KB Ragunan. Pendaftaran via email : petahijaujakarta@yahoo.com – Silakan kirim nama dan nomer ponsel. Pendaftaran akan ditutup bila peserta sudah mencapai kuota 30 orang atau batas waktu terakhir Jumat, 15 Januari pukul 15.00 WIB.

Peserta disarankan membawa botol minuman sendiri, untuk mengurangi sampah kemasan plastik. Info lebih lanjut :  021-68465892

Ada apa di antara Waduk Setiabudi – Situ Ragunan? Waduk Setiabudi, terbagi dalam 2 waduk, yaitu Setiabudi Timur dan Barat. Waduk ini setiap harinya menerima limbah cair dari pemukiman maupun perkantoran yang menjamur di sepanjang Rasuna Said. Sayangnya, hanya satu waduk yang memiliki alat penghancur limbah. Selain itu waduk Setiabudi berfungsi sebagai pengendali banjir, bila ketinggian air mencapai batas tertentu, maka air akan dibuang ke kanal barat. Situ Ragunan, di dalam kawasan kebun binatang ini, mempunyai beberapa situ alam maupun buatan. Situ-situ di Ragunan ini adalah tempat yang ideal untuk fungsi-fungsi resapan air tanah. Karena lokasinya relatif terawat, maka situ Ragunan ini juga berfungsi sebagai tempat rekreasi. Dari lokasi ini, kita dapat belajar bagaimana bila sebuah situ dapat memberikan manfaat lingkungan (resapan air) maupun budaya seperti tempat rekreasi dan mendatangkan usaha-usaha ekonomi.

No Comments »

Topics: , , | Agent of Change: Peta Hijau |


20 Jul 2009

Indonesian Green Map makers look into the future in Borobudur

 

IMG_0758

Green Map needs to persistently engage people residing in the areas being mapped in order to help generating intimate knowledge of places, and giving local voice a chance in the changing world. Green Map needs to ever amphasize its participatory method. Indonesian Green Map makers all over the country need to assemble together the total assets they have so far generated to be the basis for strengthening their capacity to achieve that goal. (more…)

3 Comments »

Topics: , | Agent of Change: Peta Hijau |


02 Jul 2009

Community Gathering: Komunitas Hijau Pondok Indah

Community gathering of Komunitas Hijau Pondok Indah, Taman Puspita, Pondok Indah, Jakarta, July 5, 11:00-14:00. The gathering is to introduce the community and its proposed programme, including green map making

RSVP in Facebook (more…)

No Comments »

Topics: | Agent of Change: Komunitas Hijau Pondok Indah Peta Hijau |