<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Rujak &#187; rumah</title>
	<atom:link href="http://rujak.org/tag/rumah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rujak.org</link>
	<description>For a Better Jakarta. Everyone is Invited.</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Feb 2012 03:28:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Sayembara Tanpa Hadiah</title>
		<link>http://rujak.org/2009/09/sayembara-tanpa-hadiah/</link>
		<comments>http://rujak.org/2009/09/sayembara-tanpa-hadiah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Sep 2009 09:56:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Elisa Sutanudjaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Architecture]]></category>
		<category><![CDATA[design]]></category>
		<category><![CDATA[kepadatan]]></category>
		<category><![CDATA[ruang tinggal]]></category>
		<category><![CDATA[rumah]]></category>
		<category><![CDATA[sayembara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rujak.org/?p=1031</guid>
		<description><![CDATA[Merancang hunian untuk empat (4) keluarga berpenghasilan menengah Jakarta di atas tanah 245 m2 (lihat lampiran) di jalan Rembang No. 11, Jakarta 10310. Latat Belakang (Lihat antara lain http://rujak.org/2009/08/density-myth-and-reality/) Sudah jadi pengetahuan umum bahwa, sementara kelompok masyarakat berpenghasilan sangat tinggi kini mudah mendapatkan hunian di dalam kota (atau di mana saja, untuk hal ini), dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">Merancang hunian untuk empat  (4) keluarga berpenghasilan menengah Jakarta di atas tanah 245 m2 (lihat  lampiran) di jalan Rembang No. 11, Jakarta 10310</span></strong><span style="color: #ff0000;">.</span></p>
<p><span style="color: #ff0000;"><a href="http://www.flickr.com/photos/rujak/3957366045/"><img class="alignnone" title="Panoramic" src="http://farm3.static.flickr.com/2627/3957366045_c977999132_b_d.jpg" alt="" width="574" height="150" /></a><br />
</span></p>
<p><strong>Latat Belakang</strong></p>
<p>(Lihat antara lain <a href="../2009/08/density-myth-and-reality/" target="_blank"><span style="color: #000000;"><span style="text-decoration: none;"><span style="color: #000000;"><span style="text-decoration: none;">http://rujak.org/2009/08/density-myth-and-reality/</span></span></span></span></a>)</p>
<p>Sudah jadi pengetahuan umum  bahwa, sementara kelompok masyarakat berpenghasilan sangat tinggi kini  mudah mendapatkan hunian di dalam kota (atau di mana saja, untuk hal  ini), dan kelompok berpenghasilan rendah mendapatkan subsidi di dalam  pusat kota atau di pinggiran kota, atau secara spontan menduduki berbagai  tanah publik, kelompok berpenghasilan menengah hanya memiliki pilihan  hunian berupa <em>landed house</em> di tepian kota, atau rumah-rumah tua  di dalam kampung-kampung yang lama tidak mendapatkan peningkatan prasarana  di dalam kota.</p>
<p>Perubahan tata-guna lahan di  dalam Kota Jakarta telah mengurangi stok jumlah hunian. Penduduk Jakarta  Pusat dan Jakarta Selatan telah menurun secara absolut dalam sepuluh  tahun terakhir. Stok hunian yang tersisa di lokasi-lokasi yang baik  (dalam kepentingan modal disebut “lokasi strategis&#8221;) untuk hunian karena  dekat dengan lapangan pekerjaan dan sarana publik kini terus menerus  mengalami ancaman alih fungsi dan harga tanah, yang antara lain secara  tidak cakap dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah melalui penetapan  Nilai Jual Obyek Pajak yang setinggi-tingginya “mengikuti perkembangan  pasar”.</p>
<p>Perpindahan kelas menengah  ke pinggir kota dalam jangka panjang akan menyebabkan matinya pusat  kota di malam hari, menjadikannya tidak efisien sebagai ruang kota,  dan mematikan budaya kehidupan berkota dan mengota itu sendiri. Sementara  itu pengembangan sub-kota (suburbs) yang terus menerus spekulatif dan  tidak efisien akan menambah kepada pencemaran lingkungan melalui polusi  udara para pengulang-alik, penggerusan lahan subur, pemborosan prasarana,  dan lain-lain.</p>
<p>Yang harus dilakukan adalah  meningkatkan stok hunian di dalam kota Jakarta yang terjangkau oleh  kelompok berpenghasilan menengah di Jakarta.</p>
<p>Yang terjangkau ini secara  logis adalah meningkatkan kepadatan jumlah hunian per tiap-tiap lahan,  tetapi untuk lebih banyak jumlah keluarga, bukan kepadatan fungsi lain  atau untuk jumlah orang berbelanja atau untuk jumlah mobil. Ini berarti  juga bukan gedung-gedung tinggi yang mahal karena perlengkapan bangunannya  (lift, AC, pompa, dll), dan karena biaya struktur bangunan yang makin  meningkat per meter persegi pada bangunan yang tinggi.</p>
<p><span style="font-family: Consolas, Monaco, 'Courier New', Courier, monospace; line-height: 18px; font-size: 12px; white-space: pre;"><span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; font-size: small;"><span style="line-height: 19px; white-space: normal;"><span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; font-size: small;"><span style="line-height: 19px; white-space: normal;"><strong>Tujuan</strong></span></span></span></span></span></p>
<p><em>Sayembara Tidak Berhadiah</em> ini  bertujuan mengumpulkan gagasan terbaik untuk meningkatkan kepadatan  hunian kelompok berpenghasilan menengah di dalam pusat kota Jakarta,  melalui rancangan bangunan hunian untuk <strong><span style="color: #ff0000;">empat keluarga </span></strong>pada sebidang  tanah yang nyata, ialah di Jalan Rembang no 11 di Jakarta Pusat.</p>
<p>Sayembara ini tidak menentukan  batas apapun kecuali lahan yang nyata, dan peruntukan bagi hunian empat  keluarga dari kelompok berpenghasilan menengah di Jakarta.</p>
<p>Para peserta dipersilakan menafsirkan  sendiri kebutuhan (dan kemampuan serta kewajiban) “keluarga berpenghasilan  menengah di Jakarta”. Sebab, arsitektur bukan hanya penerima “terms  of reference” yang diterjemahkan menjadi bentuk sesuai pesanan, melainkan  arsitektur sendiri berhak dan mampu merumuskan “terms of reference”,  dengan kata lain: membayangkan sendiri masyarakat Indonesia masa depan  seperti apa.</p>
<p>Sedangkan kelestarian dan atau  keramahan terhadap lingkungan sudah dengan sendirinya harus menjadi  tujuan tanpa perlu digembar-gemborkan sebagai sesuatu yang khusus atau  istimewa. Yang <strong>minimal</strong> harus dicapai adalah: tidak digunakan pendingin  udara, pengolahan kembali air limbah dapur dan kamar mandi, tersedia  kemungkinan menggunakan <em>panel photovoltaic</em>, penyerapan air hujan  seluruhnya ke dalam tanah (tidak dialirkan ke saluran tepi jalan), komposting,  tidak digunakan mesin pengering cucian, dan tidak digunakan lampu pada siang  hari.</p>
<p><strong>Rancangan Tidak Perlu Terikat pada Ketentuan seperti KDB, KLB, dan Ketinggian Bangunan. </strong></p>
<p><strong>Format</strong></p>
<p>Karena tujuan di atas, maka  rancangan yang dimasukkan minimal perlu mencapai tahap “Schematic  Design”. Sangat dianjurkan untuk sampai pada tahap “Design Development”,  setidaknya untuk beberapa hal yang menentukan kinerja rancangan mencapai  tujuan ramah-lingkungan dan lestari.</p>
<p>Rancangan dikirim hanya dalam bentuk digital ke info@rujak.org, dengan mencantumkan nama dan alamat lengkap serta email peserta, serta <strong>berbahasa Indonesia</strong>.</p>
<p>Format dijital yang digunakan  adalah PDF, DOC, JPG, XLS, dan PPT. Besaran file maksimal 10 mb.</p>
<p>Bila akan menggunakan format lain, harap memberitahu penyelenggara melalui: info@rujak.org</p>
<p><strong>Jadwal:</strong></p>
<p>Pendaftaran (tanpa biaya): Nama, alamat, no.telpon, Alamat email, dikirim ke:<strong><span style="color: #ff0000;"> info@rujak.org</span></strong> paling lambat tanggal <strong>20 Oktober 2009</strong>.</p>
<p>Karya dikirim kepadan <strong><span style="color: #ff0000;">info@rujak.org</span></strong> paling lambat tanggal <strong>20 November 2009.</strong></p>
<p>Pemenang (tanpa hadiah) akan diumumkan tanggal <strong>27 November 2009</strong> melalui situs www.rujak.org ataupun pemberitahuan via email.</p>
<p><strong>Tindak Lanjut:</strong></p>
<p>Karya-karya yang diterima akan diterbitkan menjadi &#8220;buku&#8221; digital dalam bentuk PDF dan disiarkan melalui www.rujak.org dan lain-lain. Selanjutnya akan dipertimbangkan untuk diterbitkan dalam bentuk buku tercetak.</p>
<p>Bilamana ada gagasan khas dari  sebagian atau seluruh karya peserta yang digunakan untuk mewujudkan/membangun  secara nyata bangunan hunian empat keluarga ini,  maka peserta  yang bersangkutan akan diberitahu, mendapatkan pengakuan terbuka, dan  mendapatkan imbalan yang jumlahnya akan dirundingkan.</p>
<p><strong>Juri:</strong></p>
<p>Dewan Juri terdiri dari para editor www.rujak.org:</p>
<p><strong>Marco Kusumawijaya, Elisa Sutanudjaja, Meutia Chaerani, Andrea Fitrianto, Cecil Mariani, Armely Meiviana</strong></p>
<p><strong>Data:</strong></p>
<p>1. Gambar Site (silakan unduh <a href="http://www.mediafire.com/file/mzjzjmmmzkt/Rembang11.dwg" target="_blank"><span style="color: #000000;"><span style="text-decoration: none;">disini</span></span></a>)</p>
<p>2. Google Map (silakan unduh <a href="http://www.mediafire.com/file/emjtzzmwznt/Google Map Rembang 11.jpg" target="_blank"><span style="color: #000000;"><span style="text-decoration: none;">disini</span></span></a>)</p>
<p>Sila kunjungi situs ini untuk informasi tambahan.</p>
<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="425" height="344" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowScriptAccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/QoNIQLMgkh0&amp;rel=0&amp;color1=0xb1b1b1&amp;color2=0xcfcfcf&amp;feature=player_profilepage&amp;fs=1" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="344" src="http://www.youtube.com/v/QoNIQLMgkh0&amp;rel=0&amp;color1=0xb1b1b1&amp;color2=0xcfcfcf&amp;feature=player_profilepage&amp;fs=1" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="425" height="344" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowScriptAccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/iHK7U-C9L6Q&amp;rel=0&amp;color1=0xb1b1b1&amp;color2=0xcfcfcf&amp;feature=player_profilepage&amp;fs=1" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="344" src="http://www.youtube.com/v/iHK7U-C9L6Q&amp;rel=0&amp;color1=0xb1b1b1&amp;color2=0xcfcfcf&amp;feature=player_profilepage&amp;fs=1" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rujak.org/2009/09/sayembara-tanpa-hadiah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

