Posts Tagged ‘sayembara’


11 May 2011

Sayembara Perancangan Taman di Pondok Indah

Komunitas Hijau Pondok Indah bekerja sama dengan Green Design Community mempersembahkan Sayembara Perancangan Taman di Pondok Indah Jakarta.

Tujuan penyelenggaraan sayembara ini adalah untuk mewujudkan sebuah taman komunitas dengan basis gaya hidup lestari dan mampu menggugah penghuni kawasan Pondok Indah untuk hidup selaras dengan alam dan lestari.

Informasi lebih lanjut, silakan baca di poster terlampir

5 Comments »

Topics: , , , | Agent of Change: Komunitas Hijau Pondok Indah |


29 Mar 2011

Pameran dan Diskusi Sayembara Terbatas StrenKali Surabaya

Rujak Center for Urban Studies, bekerja sama dengan Universitas Pelita Harapan, Arkom Jogja dan Paguyuban Warga Strenkali Surabaya menyelenggarakan Pameran dan Diskusi Sayembara Terbatas Stren Kali Surabaya.

Pameran: 4-15 April 2011 di Gedung B, Universitas Pelita Harapan

Diskusi Peran Arsitek dalam Komunitas

8 April 2011, 13.00 WIB, MYC MultiPurposeRoom

Lantai 1 Gedung D, Universitas Pelita Harapan

(more…)

Comments Off

Topics: , , , , | Agent of Change: Urban Poor Consortium |


01 Nov 2010

Sayembara Terbatas Penataan Kawasan Stren Kali Surabaya

Rujak Center for Urban Studies, bekerja sama dengan Urban Poor Consortium dan Paguyuban Warga Stren Kali Surabaya menyelenggarakan sayembara terbatas desain penataan Kawasan Stren Kali Surabaya.

(more…)

6 Comments »

Topics: , , | Agent of Change: Urban Poor Consortium |


18 Nov 2009

Rujak Memenangkan Anugerah Jurnalistik Tata Ruang

Sejak diberlakukannya Undang Undang No. 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang, kedekatan dan pentingnya sinergi antara rencana pembangunan dan penataan ruang menjadi tak terpelakkan. Konsep penataan ruang yang kerap terasa diawang-awang dan jauh, menjadi dekat dan mulai mengundang rasa ingin tahu. Dan undang-undang baru tersebut menjadi momentum yang tepat untuk memasyarakatkan pentingnya penataan ruang dalam kehidupan masyarakat.

Karenanya, demi mendorong pemahaman dan apresiasi terhadap penataan ruang, Direktorat Jenderal Penataan Ruang Departemen Pekerjaan Umum menyelenggarakan Anugerah Jurnalistik Tata Ruang yang ditujukan kepada kalangan media dengan kategori media cetak, TV, radio dan online

Rujak, dengan rangkaian tulisan mengenai penataan ruang, menjadi salah satu pemenang untuk kategori online.  Hadiah diserahkan langsung oleh Menteri Pekerjaan Umum bertepatan dengan Hari Tata Ruang tanggal 8 November kemarin.

Tulisan Rujak yang memenangkan Anugerah Jurnalistik, yaitu “Warga, Tata Ruang, Jakarta Lestari”, dapat dibaca disini.

No Comments »

Topics: , , | Agent of Change: none |


23 Sep 2009

Perumahan di Pundak Generasi Muda

Oleh: Odie Banoreza

Rumah merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia yang bersinggungan dengan arsitektur. Sehingga ilmu arsitektur turut bertanggung jawab terhadap masyarakat luas dalam menyediakan hunian yang sehat dan nyaman. Namun, jika kita melihat realita perumahan Indonesia maka data yang ada mampu memberikan beberapa kesimpulan. (more…)

2 Comments »

Topics: , , , | Agent of Change: none |


16 Sep 2009

Sayembara Tanpa Hadiah

Merancang hunian untuk empat (4) keluarga berpenghasilan menengah Jakarta di atas tanah 245 m2 (lihat lampiran) di jalan Rembang No. 11, Jakarta 10310.


Latat Belakang

(Lihat antara lain http://rujak.org/2009/08/density-myth-and-reality/)

Sudah jadi pengetahuan umum bahwa, sementara kelompok masyarakat berpenghasilan sangat tinggi kini mudah mendapatkan hunian di dalam kota (atau di mana saja, untuk hal ini), dan kelompok berpenghasilan rendah mendapatkan subsidi di dalam pusat kota atau di pinggiran kota, atau secara spontan menduduki berbagai tanah publik, kelompok berpenghasilan menengah hanya memiliki pilihan hunian berupa landed house di tepian kota, atau rumah-rumah tua di dalam kampung-kampung yang lama tidak mendapatkan peningkatan prasarana di dalam kota.

Perubahan tata-guna lahan di dalam Kota Jakarta telah mengurangi stok jumlah hunian. Penduduk Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan telah menurun secara absolut dalam sepuluh tahun terakhir. Stok hunian yang tersisa di lokasi-lokasi yang baik (dalam kepentingan modal disebut “lokasi strategis”) untuk hunian karena dekat dengan lapangan pekerjaan dan sarana publik kini terus menerus mengalami ancaman alih fungsi dan harga tanah, yang antara lain secara tidak cakap dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah melalui penetapan Nilai Jual Obyek Pajak yang setinggi-tingginya “mengikuti perkembangan pasar”.

Perpindahan kelas menengah ke pinggir kota dalam jangka panjang akan menyebabkan matinya pusat kota di malam hari, menjadikannya tidak efisien sebagai ruang kota, dan mematikan budaya kehidupan berkota dan mengota itu sendiri. Sementara itu pengembangan sub-kota (suburbs) yang terus menerus spekulatif dan tidak efisien akan menambah kepada pencemaran lingkungan melalui polusi udara para pengulang-alik, penggerusan lahan subur, pemborosan prasarana, dan lain-lain.

Yang harus dilakukan adalah meningkatkan stok hunian di dalam kota Jakarta yang terjangkau oleh kelompok berpenghasilan menengah di Jakarta.

Yang terjangkau ini secara logis adalah meningkatkan kepadatan jumlah hunian per tiap-tiap lahan, tetapi untuk lebih banyak jumlah keluarga, bukan kepadatan fungsi lain atau untuk jumlah orang berbelanja atau untuk jumlah mobil. Ini berarti juga bukan gedung-gedung tinggi yang mahal karena perlengkapan bangunannya (lift, AC, pompa, dll), dan karena biaya struktur bangunan yang makin meningkat per meter persegi pada bangunan yang tinggi.

Tujuan

Sayembara Tidak Berhadiah ini bertujuan mengumpulkan gagasan terbaik untuk meningkatkan kepadatan hunian kelompok berpenghasilan menengah di dalam pusat kota Jakarta, melalui rancangan bangunan hunian untuk empat keluarga pada sebidang tanah yang nyata, ialah di Jalan Rembang no 11 di Jakarta Pusat.

Sayembara ini tidak menentukan batas apapun kecuali lahan yang nyata, dan peruntukan bagi hunian empat keluarga dari kelompok berpenghasilan menengah di Jakarta.

Para peserta dipersilakan menafsirkan sendiri kebutuhan (dan kemampuan serta kewajiban) “keluarga berpenghasilan menengah di Jakarta”. Sebab, arsitektur bukan hanya penerima “terms of reference” yang diterjemahkan menjadi bentuk sesuai pesanan, melainkan arsitektur sendiri berhak dan mampu merumuskan “terms of reference”, dengan kata lain: membayangkan sendiri masyarakat Indonesia masa depan seperti apa.

Sedangkan kelestarian dan atau keramahan terhadap lingkungan sudah dengan sendirinya harus menjadi tujuan tanpa perlu digembar-gemborkan sebagai sesuatu yang khusus atau istimewa. Yang minimal harus dicapai adalah: tidak digunakan pendingin udara, pengolahan kembali air limbah dapur dan kamar mandi, tersedia kemungkinan menggunakan panel photovoltaic, penyerapan air hujan seluruhnya ke dalam tanah (tidak dialirkan ke saluran tepi jalan), komposting, tidak digunakan mesin pengering cucian, dan tidak digunakan lampu pada siang hari.

Rancangan Tidak Perlu Terikat pada Ketentuan seperti KDB, KLB, dan Ketinggian Bangunan.

Format

Karena tujuan di atas, maka rancangan yang dimasukkan minimal perlu mencapai tahap “Schematic Design”. Sangat dianjurkan untuk sampai pada tahap “Design Development”, setidaknya untuk beberapa hal yang menentukan kinerja rancangan mencapai tujuan ramah-lingkungan dan lestari.

Rancangan dikirim hanya dalam bentuk digital ke info@rujak.org, dengan mencantumkan nama dan alamat lengkap serta email peserta, serta berbahasa Indonesia.

Format dijital yang digunakan adalah PDF, DOC, JPG, XLS, dan PPT. Besaran file maksimal 10 mb.

Bila akan menggunakan format lain, harap memberitahu penyelenggara melalui: info@rujak.org

Jadwal:

Pendaftaran (tanpa biaya): Nama, alamat, no.telpon, Alamat email, dikirim ke: info@rujak.org paling lambat tanggal 20 Oktober 2009.

Karya dikirim kepadan info@rujak.org paling lambat tanggal 20 November 2009.

Pemenang (tanpa hadiah) akan diumumkan tanggal 27 November 2009 melalui situs www.rujak.org ataupun pemberitahuan via email.

Tindak Lanjut:

Karya-karya yang diterima akan diterbitkan menjadi “buku” digital dalam bentuk PDF dan disiarkan melalui www.rujak.org dan lain-lain. Selanjutnya akan dipertimbangkan untuk diterbitkan dalam bentuk buku tercetak.

Bilamana ada gagasan khas dari sebagian atau seluruh karya peserta yang digunakan untuk mewujudkan/membangun secara nyata bangunan hunian empat keluarga ini,  maka peserta yang bersangkutan akan diberitahu, mendapatkan pengakuan terbuka, dan mendapatkan imbalan yang jumlahnya akan dirundingkan.

Juri:

Dewan Juri terdiri dari para editor www.rujak.org:

Marco Kusumawijaya, Elisa Sutanudjaja, Meutia Chaerani, Andrea Fitrianto, Cecil Mariani, Armely Meiviana

Data:

1. Gambar Site (silakan unduh disini)

2. Google Map (silakan unduh disini)

Sila kunjungi situs ini untuk informasi tambahan.

15 Comments »

Topics: , , , , , | Agent of Change: none |