<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Rujak &#187; sayembara</title>
	<atom:link href="http://rujak.org/tag/sayembara/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rujak.org</link>
	<description>For a Better Jakarta. Everyone is Invited.</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Feb 2012 03:28:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Sayembara Perancangan Taman di Pondok Indah</title>
		<link>http://rujak.org/2011/05/sayembara-perancangan-taman/</link>
		<comments>http://rujak.org/2011/05/sayembara-perancangan-taman/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 May 2011 12:01:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Elisa Sutanudjaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agents for Change]]></category>
		<category><![CDATA[Arts & Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas Hijau Pondok Indah]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[inisiatif warga]]></category>
		<category><![CDATA[ruang publik]]></category>
		<category><![CDATA[sayembara]]></category>
		<category><![CDATA[taman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rujak.org/?p=2929</guid>
		<description><![CDATA[Komunitas Hijau Pondok Indah bekerja sama dengan Green Design Community mempersembahkan Sayembara Perancangan Taman di Pondok Indah Jakarta. Tujuan penyelenggaraan sayembara ini adalah untuk mewujudkan sebuah taman komunitas dengan basis gaya hidup lestari dan mampu menggugah penghuni kawasan Pondok Indah untuk hidup selaras dengan alam dan lestari. Informasi lebih lanjut, silakan baca di poster terlampir]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Komunitas Hijau Pondok Indah bekerja sama dengan Green Design Community mempersembahkan Sayembara Perancangan Taman di Pondok Indah Jakarta.</p>
<p>Tujuan penyelenggaraan sayembara ini adalah untuk mewujudkan sebuah taman komunitas dengan basis gaya hidup lestari dan mampu menggugah penghuni kawasan Pondok Indah untuk hidup selaras dengan alam dan lestari.</p>
<p>Informasi lebih lanjut, silakan baca di poster terlampir</p>
<p><a href="http://rujak.org/wp-content/uploads/2011/05/poster3-090511newcopy.jpg-for-rujak.jpg"><img class="alignnone size-large wp-image-2928" title="poster3 (090511)newcopy.jpg-for rujak" src="http://rujak.org/wp-content/uploads/2011/05/poster3-090511newcopy.jpg-for-rujak-723x1024.jpg" alt="" width="586" height="830" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rujak.org/2011/05/sayembara-perancangan-taman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pameran dan Diskusi Sayembara Terbatas StrenKali Surabaya</title>
		<link>http://rujak.org/2011/03/pameran-dan-diskusi-sayembara-terbatas-strenkali-surabaya/</link>
		<comments>http://rujak.org/2011/03/pameran-dan-diskusi-sayembara-terbatas-strenkali-surabaya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Mar 2011 22:34:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Elisa Sutanudjaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arts & Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Urban Poor Consortium]]></category>
		<category><![CDATA[arts & culture]]></category>
		<category><![CDATA[collaboration]]></category>
		<category><![CDATA[inisiatif warga]]></category>
		<category><![CDATA[permukiman]]></category>
		<category><![CDATA[sayembara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rujak.org/?p=2852</guid>
		<description><![CDATA[Rujak Center for Urban Studies, bekerja sama dengan Universitas Pelita Harapan, Arkom Jogja dan Paguyuban Warga Strenkali Surabaya menyelenggarakan Pameran dan Diskusi Sayembara Terbatas Stren Kali Surabaya. Pameran: 4-15 April 2011 di Gedung B, Universitas Pelita Harapan Diskusi Peran Arsitek dalam Komunitas 8 April 2011, 13.00 WIB, MYC MultiPurposeRoom Lantai 1 Gedung D, Universitas Pelita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">Rujak Center for Urban Studies, bekerja sama dengan Universitas Pelita Harapan, Arkom Jogja dan Paguyuban Warga Strenkali Surabaya menyelenggarakan Pameran dan Diskusi Sayembara Terbatas Stren Kali Surabaya.</p>
<p style="text-align: center;">Pameran: 4-15 April 2011 di Gedung B, Universitas Pelita Harapan</p>
<p style="text-align: center;">Diskusi Peran Arsitek dalam Komunitas</p>
<p style="text-align: center;">8 April 2011, 13.00 WIB, MYC MultiPurposeRoom</p>
<p style="text-align: center;">Lantai 1 Gedung D, Universitas Pelita Harapan</p>
<p style="text-align: center;"><span id="more-2852"></span><a href="http://rujak.org/wp-content/uploads/2011/03/Poster.jpg"><img class="size-large wp-image-2853 aligncenter" title="Poster" src="http://rujak.org/wp-content/uploads/2011/03/Poster-788x1024.jpg" alt="" width="473" height="614" /></a></p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: left;">Permukiman kota untuk kelompok masyarakat berpenghasilan rendah belum pernah mendapatkan solusi yang memuaskan, terjamin keberlanjutannya, serta dapat direplikasi. Bahkan dapat dikatakan bahwa pada saat ini ada terasa semacam suatu kebuntuan pada tingkat lokal, nasional, maupun internasional. Pemikiran mutakhir di seluruh dunia menyimpulkan bahwa salah satu kunci untuk membuat terobosan adalah: Prakarsa dan Partisipasi Masyarakat yang bersangkutan.</p>
<p style="text-align: left;">Permukiman di Stren Kali yang tergabung dalam Paguyuban Warga Stren Kali Surabaya (PWSS) berupaya menjadi contoh untuk pendekatan yang lestari dengan konsep teknis, ekonomi, sosial-budaya, dan hukum yang benar-benar memajukan prakarsa dan partisipasi masyarakat yang bersangkutan.</p>
<p style="text-align: left;">Sayembara Terbatas Perencanaan Partisipatif Stren Kali Surabaya merupakan kerja sama antara Rujak Center for Urban Studies, Urban Poor Consortium dan Paguyuban Warga Stren Kali Surabay, dan didukung oleh Asian Coalition of Housing Rights. Peserta sayembara ini adalah 7 arsitek &amp; kantor arsitek: Han Awal, Adi Purnomo, Avianti Armand, URBANE, Wiyoga Nurdiansyah, Yu Sing dan Eko Prawaoto.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rujak.org/2011/03/pameran-dan-diskusi-sayembara-terbatas-strenkali-surabaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sayembara Terbatas Penataan Kawasan Stren Kali Surabaya</title>
		<link>http://rujak.org/2010/11/sayembara-terbatas-penataan-kawasan-stren-kali-surabaya/</link>
		<comments>http://rujak.org/2010/11/sayembara-terbatas-penataan-kawasan-stren-kali-surabaya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Nov 2010 12:09:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Elisa Sutanudjaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Urban Poor Consortium]]></category>
		<category><![CDATA[inisiatif warga]]></category>
		<category><![CDATA[ruang tinggal]]></category>
		<category><![CDATA[sayembara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rujak.org/?p=2524</guid>
		<description><![CDATA[Rujak Center for Urban Studies, bekerja sama dengan Urban Poor Consortium dan Paguyuban Warga Stren Kali Surabaya menyelenggarakan sayembara terbatas desain penataan Kawasan Stren Kali Surabaya. Jika teringat tulisan lawas dari Yuli Kusworo, ia bercerita tentang inovasi, inisiatif dan partisipasi para warga kampung yang menempati bantaran Stren Kali Surabaya: inisiatif utk memundurkan rumah dan membalikkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rujak Center for Urban Studies, bekerja sama dengan Urban Poor Consortium dan Paguyuban Warga Stren Kali Surabaya menyelenggarakan sayembara terbatas desain penataan Kawasan Stren Kali Surabaya.</p>
<p><span id="more-2524"></span>Jika teringat <a href="http://rujak.org/2009/07/%E2%80%98sunan%E2%80%99-jogokali-gotong-royong-hijaukan-kampung/" target="_blank">tulisan lawas dari Yuli Kusworo</a>, ia bercerita tentang inovasi, inisiatif dan partisipasi para warga kampung yang menempati bantaran Stren Kali Surabaya: inisiatif utk memundurkan rumah dan membalikkan posisi tampak depan rumah menghadap sungai, upaya pengomposan, program Jogo Kali demi menjaga kebersihan Stren Kali hingga penghijauan kampung.</p>
<p>Upaya impresif tersebut mendorong Pemkot Surabaya mengeluarkan Perda yang pada intinya mengijinkan warga untuk tetap tinggal di Stren Kali, selagi mereka memperhatikan garis sempadan sungai.</p>
<p>Namun di tahun 2009, mendadak keluarlah Surat Mendagri yang menyatakan Perda tersebut tidak berlaku, karena menyalahi aturan lawas, yaitu batas garis sempadan sungai sejauh 11 meter. Tentu saja nasib ribuan warga Stren Kali kembali berada diujung tanduk.</p>
<p>Kembali warga-warga harus bernegoisasi ulang dengan Pemerintah. Dan kali ini, pemerintah provinsi meminta proposal desain, yang akhirnya disanggupi oleh warga.</p>
<p>Sayembara terbatas ini adalah langkah kecil untuk tetap memperjuangkan ruang hidup yang telah tumbuh selama 30-40 tahun. Ada 7 arsitek yang diundang, bervariasi generasi dan pengalaman, mulai dari arsitek senior Han Awal, Eko Prawoto, Adi Purnomo, Avianti Armand, Yu Sing dan Wiyoga Nurdiansyah, serta firma Urbane.</p>
<p>Setelah melalui penjurian, maka para juri yang terdiri dari Wardah Hafidz,  Joyce Laurens, dosen arsitektur Universitas Kristen Petra, dan tiga wakil dari Paguyuban Warga Stren Kali Surabaya, yaitu Ibu Yusuf, Widianto dan Grace Natasya, sepakat untuk memilih proposal Wiyoga Nurdiansyah yang bernama sandi Perca.</p>
<p>Yoga, demikian akrab dipanggil, memilih untuk melakukan intervensi sederhana namun tepat sasaran terhadap kampung-kampung. Dia berkeinginan untuk menjaga struktur dan tatanan sosial masyarakat sehingga kehidupan sosial kampung tersebut tetap terjaga.</p>
<p>Demikian proposal dari Wiyoga Nurdiansyah:</p>
<p><a href="http://rujak.org/wp-content/uploads/2010/11/PERCA-Stren-Kali-Surabaya_Page_1.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-2527" title="PERCA - Stren Kali Surabaya_Page_1" src="http://rujak.org/wp-content/uploads/2010/11/PERCA-Stren-Kali-Surabaya_Page_1.jpg" alt="" width="606" height="838" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rujak.org/2010/11/sayembara-terbatas-penataan-kawasan-stren-kali-surabaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rujak Memenangkan Anugerah Jurnalistik Tata Ruang</title>
		<link>http://rujak.org/2009/11/rujak-memenangkan-anugerah-jurnalistik-tata-ruang/</link>
		<comments>http://rujak.org/2009/11/rujak-memenangkan-anugerah-jurnalistik-tata-ruang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 15:38:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Elisa Sutanudjaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[RTRW]]></category>
		<category><![CDATA[sayembara]]></category>
		<category><![CDATA[spatial plan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rujak.org/?p=1255</guid>
		<description><![CDATA[Sejak diberlakukannya Undang Undang No. 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang, kedekatan dan pentingnya sinergi antara rencana pembangunan dan penataan ruang menjadi tak terpelakkan. Konsep penataan ruang yang kerap terasa diawang-awang dan jauh, menjadi dekat dan mulai mengundang rasa ingin tahu. Dan undang-undang baru tersebut menjadi momentum yang tepat untuk memasyarakatkan pentingnya penataan ruang dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" title="Logo" src="http://3.bp.blogspot.com/_tDd7ZmkDiCU/SpBvK_IlNKI/AAAAAAAAAmM/y7iIYeE63z4/s320/anugrah-jurnalistik.jpg" alt="" width="320" height="114" /></p>
<p>Sejak diberlakukannya Undang Undang No. 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang, kedekatan dan pentingnya sinergi antara rencana pembangunan dan penataan ruang menjadi tak terpelakkan. Konsep penataan ruang yang kerap terasa diawang-awang dan jauh, menjadi dekat dan mulai mengundang rasa ingin tahu. Dan undang-undang baru tersebut menjadi momentum yang tepat untuk memasyarakatkan pentingnya penataan ruang dalam kehidupan masyarakat.</p>
<p>Karenanya, demi mendorong pemahaman dan apresiasi terhadap penataan ruang, Direktorat Jenderal Penataan Ruang Departemen Pekerjaan Umum menyelenggarakan Anugerah Jurnalistik Tata Ruang yang ditujukan kepada kalangan media dengan kategori media cetak, TV, radio dan online</p>
<p>Rujak, dengan rangkaian tulisan mengenai penataan ruang, menjadi salah satu pemenang untuk kategori online.  Hadiah diserahkan langsung oleh Menteri Pekerjaan Umum bertepatan dengan Hari Tata Ruang tanggal 8 November kemarin.</p>
<p>Tulisan Rujak yang memenangkan Anugerah Jurnalistik, yaitu &#8220;Warga, Tata Ruang, Jakarta Lestari&#8221;, dapat dibaca <a href="http://rujak.org/2009/06/warga-tata-ruang-jakarta-lestari/" target="_blank">disini</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rujak.org/2009/11/rujak-memenangkan-anugerah-jurnalistik-tata-ruang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perumahan di Pundak Generasi Muda</title>
		<link>http://rujak.org/2009/09/perumahan-di-pundak-generasi-muda/</link>
		<comments>http://rujak.org/2009/09/perumahan-di-pundak-generasi-muda/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Sep 2009 17:11:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Elisa Sutanudjaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Guest Column]]></category>
		<category><![CDATA[Architecture]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[permukiman]]></category>
		<category><![CDATA[sayembara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rujak.org/?p=1104</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Odie Banoreza Rumah merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia yang bersinggungan dengan arsitektur. Sehingga ilmu arsitektur turut bertanggung jawab terhadap masyarakat luas dalam menyediakan hunian yang sehat dan nyaman. Namun, jika kita melihat realita perumahan Indonesia maka data yang ada mampu memberikan beberapa kesimpulan. Berdasarkan data tersebut, Indonesia kekurangan rumah sebesar 5.8 juta unit, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Odie Banoreza</p>
<p>Rumah merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia yang bersinggungan dengan arsitektur. Sehingga ilmu arsitektur turut bertanggung jawab terhadap masyarakat luas dalam menyediakan hunian yang sehat dan nyaman. Namun, jika kita melihat realita perumahan Indonesia maka data yang ada mampu memberikan beberapa kesimpulan. <span id="more-1104"></span></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-1105" title="Untitled-1" src="http://rujak.org/wp-content/uploads/2009/09/Untitled-1.jpg" alt="Untitled-1" width="576" height="432" /></p>
<p>Berdasarkan data tersebut, Indonesia kekurangan rumah sebesar 5.8 juta unit, dengan pertumbuhan kebutuhan akan rumah baru mencapai 800.000/tahun. Hal ini disebabkan karena  pertumbuhan penduduk. Sementara bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang menempati kawasan kumuh seluas 54.000 hektar di seluruh Indonesia, terdapat 13 juta unit rumah tidak layak huni. Diperkirakan hingga tahun 2020 rata – rata kebutuhan rumah pertahun mencapai 1,2 juta unit.</p>
<p>Terlihat tingginya angka permintaan, dan itu menjadi tanggung jawab kita bersama. Kenapa hal ini bisa terjadi? Selain dikarenakan karena tingkat pertumbuhan, bisa juga disebabkan oleh dua hal: pertama, rendahnya tingkat pemenuhan kebutuhan perumahan yang layak dan terjangkau; Kedua, Menurunnya kualitas lingkungan permukiman. Sesungguhnya pemerintah telah mencanangkan Rencana Strategis Pembangunan Perumahan periode 2004-2009, akan tetapi mungkin target yang dicapai masih jauh dari harapan yang diinginkan oleh masyarakat. Sehingga tingkat kepuasan masyarakat terhadap pengadaan pemukiman masih rendah.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-1108" title="Untitled-2" src="http://rujak.org/wp-content/uploads/2009/09/Untitled-2.jpg" alt="Untitled-2" width="319" height="480" /></p>
<p><strong> </strong>Jakarta sebagai ibukota Negara terkadang  menjadi panutan bagi kota – kota lain dalam memperbaiki diri. Sehingga Jakarta sepatutnya menjadi contoh yang baik bagi kota lain di Indonesia. Sebagai contoh, konsep jalur bus di Jakarta diadopsi oleh  Yogyakarta, Manado dan banyak kota lainnya dalam upaya memperbaiki sistem transportasi umum mereka.</p>
<p>Akan tetapi pada realitanya, tetap saja ada kekurangan yang dimiliki oleh Jakarta. Keberpihakan pada kalangan atas jelas tampak pada tumbuhnya apartemen – apartemen yang diperuntukan bagi kalangan tersebut.  Pembangunan hunian bagi kalangan atas per tahun mencapai 6000 unit, ini dianggap sudah lebih dari cukup. Sedangkan pembangunan hunian untuk kalangan menengah per tahun mencapai 12.000 unit yang pada realita pemenuhan kebutuhan unit hunian untuk golongan masyarakat ini bisa dibilang 0 %. Itu belum termasuk kebutuhan hunian bagi masyarakat bawah yang mencapai 181.000 unit yang 21.000 unitnya merupakan kawasan kumuh berat. Suatu ketimpangan terjadi apabila kontrol pemerintah kurang ditambah anggaran minim.</p>
<p>Ketimpangan ini juga dapat dilihat dari laju pertumbuhan penduduk di Jakarta. Pertumbuhan penduduk di Jakarta pada rentang 1990 – 2000 hanya 0,16 % pertahun,  pertumbuhan penduduk  Jakarta Selatan -0,67%(minus), Jakarta Timur 1,33%, Jakarta Pusat -2,01% (minus), Jakarta Barat 0,49%, dan Jakarta Utara 0,52%. Akan tetapi pertumbuhan penduduk di kota satelit Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi mencapai 4% pertahun, Gejala pertumbuhan yang negatif ini bisa kita saksikan adanya perubahan fungsi perumahan yang terus berganti menjadi kawasan komersial. Ada keberpihakan Jakarta kepada kepentingan ekonomi dibandingkan pada pemenuhan kepada masyarakat berupa perumahan. Ini menyebabkan penduduk Jakarta berekspansi keluar jakarta, akan tetapi tetap berkomuter karena mereka bekerja di Jakarta..</p>
<p><strong> </strong>Berbanding terbalik dengan pemenuhan kebutuhan perumahan di Jakarta, jusru Jakarta semakin dipenuhi oleh pusat perbelanjaaanya. Setidaknya ada 130 pusat perbelanjaan atau mall tersebar di seluruh penjutu.. Keberadaan mall di Jakarta riskan karena jarak yang relatif dekat antar mall dan kemungkinan akan ada yang bangkrut karena persaingan. Namun diperkirakan beberapa tahun ke depan 2000 mall regional yang ada di seluruh dunia akan tutup atau berubah fungsi. Memang kini seakan-akan ekonomi Jakarta nampak kokoh dan bergairah dengan keberadaan mall sebagai penguasa lahan, tapi bukannya tak mungkin beberapa tahun lagi mall ada mall yang tutup dan berubah fungsi. Jika hal itu terjadi, maka mall dapat dimanfaatkan sebagai perumahan bagi masyarakat di Jakarta dengan merevitalisasinya. <strong> </strong></p>
<p>Jika memang kebutuhan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah demikian mendesak, ada banyak yang bisa kita pelajari dari masa lalu dan luar negeri tentang kepedulian terhadap pemenuhan perumahan bagi mereka. Beberapa contoh: <em>sand bag house</em> karya MMA architecs di CapeTown, Afrika Selatan. Rumah ini menggunakan karung pasir sebagai dinding bangunannya dengan budget sekitar $ 8600.  Lalu ada <em>Space Block Hanoi Model</em>, sebuah proyek rumah percobaan yang dikerjakan oleh Kazuhiro Kojima + Kojima Lab., Tokyo University of Science dan Magaribuchi Lab dari University of Tokyo: sebuah proyek revitalisasi perumahan kumuh. Dari dalam negeri,  ada Pemukiman Kali Cho-de di Yogyakarta oleh Romo Mangunwijaya.</p>
<p style="text-align: center;">
<div id="attachment_1109" class="wp-caption aligncenter" style="width: 228px"><img class="size-full wp-image-1109" title="Untitled-3" src="http://rujak.org/wp-content/uploads/2009/09/Untitled-3.jpg" alt="Perumahan Kali Cho-De" width="218" height="387" /><p class="wp-caption-text">Perumahan Kali Cho-De</p></div>
<div id="attachment_1110" class="wp-caption aligncenter" style="width: 215px"><img class="size-medium wp-image-1110" title="Untitled-4" src="http://rujak.org/wp-content/uploads/2009/09/Untitled-4-205x300.jpg" alt="Space Block Hanoi" width="205" height="300" /><p class="wp-caption-text">Space Block Hanoi</p></div>
<p>Lalu apa yang bisa dilakukan kita sebagai generasi muda? Kita adalah penggerak perubahan di masa yang datang, sudah tentu memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan masalah ini sampai tuntas. Kita saat ini berada dalam proses perubahan dan memiliki kewajiban untuk memecahkan masalah dengan solusi tepat guna di masa depan. Sekarang mungkin kita hanya bisa mengikuti dan sedikit bereksistensi pada proses perubahan saat ini. Tapi 10-20 tahun lagi dengan modal ilmu, pengalaman, pelajaran dari masa lalu dan proses regenerasi yang terjadi, kita harus siap untuk mengambil keputusan terbaik demi perkembangan arsitektur, umumnya, dan masalah pemukiman di Indonesia, khususnya.</p>
<p><strong> </strong>Memanh perubahan bisa terjadi kalau kita mengalami bencana, dengan bencana kita belajar untuk saling menjaga dan memikirkan satu sama lain. Tapi saya juga percaya, jika ada political will yang baik, maka kita bisa berubah: memikirkan orang lain, terutama kalangan bawah yang selalu menjadi “keset”.  Walaupun kemungkinan itu kecil tapi tetap ada. Paling tidak, saya percaya dan optimis? Bagaimana dengan Anda? Mungkin anda bisa mulai menyalurkan optimisme anda dengan mengikuti <a href="http://rujak.org/2009/09/sayembara-tanpa-hadiah/" target="_blank">Sayembara Tanpa Hadiah</a>.</p>
<hr size="1" />
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rujak.org/2009/09/perumahan-di-pundak-generasi-muda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sayembara Tanpa Hadiah</title>
		<link>http://rujak.org/2009/09/sayembara-tanpa-hadiah/</link>
		<comments>http://rujak.org/2009/09/sayembara-tanpa-hadiah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Sep 2009 09:56:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Elisa Sutanudjaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Architecture]]></category>
		<category><![CDATA[design]]></category>
		<category><![CDATA[kepadatan]]></category>
		<category><![CDATA[ruang tinggal]]></category>
		<category><![CDATA[rumah]]></category>
		<category><![CDATA[sayembara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rujak.org/?p=1031</guid>
		<description><![CDATA[Merancang hunian untuk empat (4) keluarga berpenghasilan menengah Jakarta di atas tanah 245 m2 (lihat lampiran) di jalan Rembang No. 11, Jakarta 10310. Latat Belakang (Lihat antara lain http://rujak.org/2009/08/density-myth-and-reality/) Sudah jadi pengetahuan umum bahwa, sementara kelompok masyarakat berpenghasilan sangat tinggi kini mudah mendapatkan hunian di dalam kota (atau di mana saja, untuk hal ini), dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">Merancang hunian untuk empat  (4) keluarga berpenghasilan menengah Jakarta di atas tanah 245 m2 (lihat  lampiran) di jalan Rembang No. 11, Jakarta 10310</span></strong><span style="color: #ff0000;">.</span></p>
<p><span style="color: #ff0000;"><a href="http://www.flickr.com/photos/rujak/3957366045/"><img class="alignnone" title="Panoramic" src="http://farm3.static.flickr.com/2627/3957366045_c977999132_b_d.jpg" alt="" width="574" height="150" /></a><br />
</span></p>
<p><strong>Latat Belakang</strong></p>
<p>(Lihat antara lain <a href="../2009/08/density-myth-and-reality/" target="_blank"><span style="color: #000000;"><span style="text-decoration: none;"><span style="color: #000000;"><span style="text-decoration: none;">http://rujak.org/2009/08/density-myth-and-reality/</span></span></span></span></a>)</p>
<p>Sudah jadi pengetahuan umum  bahwa, sementara kelompok masyarakat berpenghasilan sangat tinggi kini  mudah mendapatkan hunian di dalam kota (atau di mana saja, untuk hal  ini), dan kelompok berpenghasilan rendah mendapatkan subsidi di dalam  pusat kota atau di pinggiran kota, atau secara spontan menduduki berbagai  tanah publik, kelompok berpenghasilan menengah hanya memiliki pilihan  hunian berupa <em>landed house</em> di tepian kota, atau rumah-rumah tua  di dalam kampung-kampung yang lama tidak mendapatkan peningkatan prasarana  di dalam kota.</p>
<p>Perubahan tata-guna lahan di  dalam Kota Jakarta telah mengurangi stok jumlah hunian. Penduduk Jakarta  Pusat dan Jakarta Selatan telah menurun secara absolut dalam sepuluh  tahun terakhir. Stok hunian yang tersisa di lokasi-lokasi yang baik  (dalam kepentingan modal disebut “lokasi strategis&#8221;) untuk hunian karena  dekat dengan lapangan pekerjaan dan sarana publik kini terus menerus  mengalami ancaman alih fungsi dan harga tanah, yang antara lain secara  tidak cakap dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah melalui penetapan  Nilai Jual Obyek Pajak yang setinggi-tingginya “mengikuti perkembangan  pasar”.</p>
<p>Perpindahan kelas menengah  ke pinggir kota dalam jangka panjang akan menyebabkan matinya pusat  kota di malam hari, menjadikannya tidak efisien sebagai ruang kota,  dan mematikan budaya kehidupan berkota dan mengota itu sendiri. Sementara  itu pengembangan sub-kota (suburbs) yang terus menerus spekulatif dan  tidak efisien akan menambah kepada pencemaran lingkungan melalui polusi  udara para pengulang-alik, penggerusan lahan subur, pemborosan prasarana,  dan lain-lain.</p>
<p>Yang harus dilakukan adalah  meningkatkan stok hunian di dalam kota Jakarta yang terjangkau oleh  kelompok berpenghasilan menengah di Jakarta.</p>
<p>Yang terjangkau ini secara  logis adalah meningkatkan kepadatan jumlah hunian per tiap-tiap lahan,  tetapi untuk lebih banyak jumlah keluarga, bukan kepadatan fungsi lain  atau untuk jumlah orang berbelanja atau untuk jumlah mobil. Ini berarti  juga bukan gedung-gedung tinggi yang mahal karena perlengkapan bangunannya  (lift, AC, pompa, dll), dan karena biaya struktur bangunan yang makin  meningkat per meter persegi pada bangunan yang tinggi.</p>
<p><span style="font-family: Consolas, Monaco, 'Courier New', Courier, monospace; line-height: 18px; font-size: 12px; white-space: pre;"><span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; font-size: small;"><span style="line-height: 19px; white-space: normal;"><span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; font-size: small;"><span style="line-height: 19px; white-space: normal;"><strong>Tujuan</strong></span></span></span></span></span></p>
<p><em>Sayembara Tidak Berhadiah</em> ini  bertujuan mengumpulkan gagasan terbaik untuk meningkatkan kepadatan  hunian kelompok berpenghasilan menengah di dalam pusat kota Jakarta,  melalui rancangan bangunan hunian untuk <strong><span style="color: #ff0000;">empat keluarga </span></strong>pada sebidang  tanah yang nyata, ialah di Jalan Rembang no 11 di Jakarta Pusat.</p>
<p>Sayembara ini tidak menentukan  batas apapun kecuali lahan yang nyata, dan peruntukan bagi hunian empat  keluarga dari kelompok berpenghasilan menengah di Jakarta.</p>
<p>Para peserta dipersilakan menafsirkan  sendiri kebutuhan (dan kemampuan serta kewajiban) “keluarga berpenghasilan  menengah di Jakarta”. Sebab, arsitektur bukan hanya penerima “terms  of reference” yang diterjemahkan menjadi bentuk sesuai pesanan, melainkan  arsitektur sendiri berhak dan mampu merumuskan “terms of reference”,  dengan kata lain: membayangkan sendiri masyarakat Indonesia masa depan  seperti apa.</p>
<p>Sedangkan kelestarian dan atau  keramahan terhadap lingkungan sudah dengan sendirinya harus menjadi  tujuan tanpa perlu digembar-gemborkan sebagai sesuatu yang khusus atau  istimewa. Yang <strong>minimal</strong> harus dicapai adalah: tidak digunakan pendingin  udara, pengolahan kembali air limbah dapur dan kamar mandi, tersedia  kemungkinan menggunakan <em>panel photovoltaic</em>, penyerapan air hujan  seluruhnya ke dalam tanah (tidak dialirkan ke saluran tepi jalan), komposting,  tidak digunakan mesin pengering cucian, dan tidak digunakan lampu pada siang  hari.</p>
<p><strong>Rancangan Tidak Perlu Terikat pada Ketentuan seperti KDB, KLB, dan Ketinggian Bangunan. </strong></p>
<p><strong>Format</strong></p>
<p>Karena tujuan di atas, maka  rancangan yang dimasukkan minimal perlu mencapai tahap “Schematic  Design”. Sangat dianjurkan untuk sampai pada tahap “Design Development”,  setidaknya untuk beberapa hal yang menentukan kinerja rancangan mencapai  tujuan ramah-lingkungan dan lestari.</p>
<p>Rancangan dikirim hanya dalam bentuk digital ke info@rujak.org, dengan mencantumkan nama dan alamat lengkap serta email peserta, serta <strong>berbahasa Indonesia</strong>.</p>
<p>Format dijital yang digunakan  adalah PDF, DOC, JPG, XLS, dan PPT. Besaran file maksimal 10 mb.</p>
<p>Bila akan menggunakan format lain, harap memberitahu penyelenggara melalui: info@rujak.org</p>
<p><strong>Jadwal:</strong></p>
<p>Pendaftaran (tanpa biaya): Nama, alamat, no.telpon, Alamat email, dikirim ke:<strong><span style="color: #ff0000;"> info@rujak.org</span></strong> paling lambat tanggal <strong>20 Oktober 2009</strong>.</p>
<p>Karya dikirim kepadan <strong><span style="color: #ff0000;">info@rujak.org</span></strong> paling lambat tanggal <strong>20 November 2009.</strong></p>
<p>Pemenang (tanpa hadiah) akan diumumkan tanggal <strong>27 November 2009</strong> melalui situs www.rujak.org ataupun pemberitahuan via email.</p>
<p><strong>Tindak Lanjut:</strong></p>
<p>Karya-karya yang diterima akan diterbitkan menjadi &#8220;buku&#8221; digital dalam bentuk PDF dan disiarkan melalui www.rujak.org dan lain-lain. Selanjutnya akan dipertimbangkan untuk diterbitkan dalam bentuk buku tercetak.</p>
<p>Bilamana ada gagasan khas dari  sebagian atau seluruh karya peserta yang digunakan untuk mewujudkan/membangun  secara nyata bangunan hunian empat keluarga ini,  maka peserta  yang bersangkutan akan diberitahu, mendapatkan pengakuan terbuka, dan  mendapatkan imbalan yang jumlahnya akan dirundingkan.</p>
<p><strong>Juri:</strong></p>
<p>Dewan Juri terdiri dari para editor www.rujak.org:</p>
<p><strong>Marco Kusumawijaya, Elisa Sutanudjaja, Meutia Chaerani, Andrea Fitrianto, Cecil Mariani, Armely Meiviana</strong></p>
<p><strong>Data:</strong></p>
<p>1. Gambar Site (silakan unduh <a href="http://www.mediafire.com/file/mzjzjmmmzkt/Rembang11.dwg" target="_blank"><span style="color: #000000;"><span style="text-decoration: none;">disini</span></span></a>)</p>
<p>2. Google Map (silakan unduh <a href="http://www.mediafire.com/file/emjtzzmwznt/Google Map Rembang 11.jpg" target="_blank"><span style="color: #000000;"><span style="text-decoration: none;">disini</span></span></a>)</p>
<p>Sila kunjungi situs ini untuk informasi tambahan.</p>
<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="425" height="344" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowScriptAccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/QoNIQLMgkh0&amp;rel=0&amp;color1=0xb1b1b1&amp;color2=0xcfcfcf&amp;feature=player_profilepage&amp;fs=1" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="344" src="http://www.youtube.com/v/QoNIQLMgkh0&amp;rel=0&amp;color1=0xb1b1b1&amp;color2=0xcfcfcf&amp;feature=player_profilepage&amp;fs=1" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="425" height="344" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowScriptAccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/iHK7U-C9L6Q&amp;rel=0&amp;color1=0xb1b1b1&amp;color2=0xcfcfcf&amp;feature=player_profilepage&amp;fs=1" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="344" src="http://www.youtube.com/v/iHK7U-C9L6Q&amp;rel=0&amp;color1=0xb1b1b1&amp;color2=0xcfcfcf&amp;feature=player_profilepage&amp;fs=1" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rujak.org/2009/09/sayembara-tanpa-hadiah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

