Posts Tagged ‘transportation’


28 Feb 2010

Cintaku pada TransJakarta?

Pertanyaan ini diajukan pada diri sendiri: setelah 5 tahun TransJakarta melaju di Jakarta, berapa kalikah aku naik TransJakarta? Ternyata selama 5 tahun itu hanya 5 kali saja! Pengalaman 5 kali menaiki TransJakarta masih tampak nyata dalam pikiran yang sudah semakin pikun ini. Pertama kali di tahun 2006, dengan tujuan Museum Nasional. Lalu yang tak terlupakan adalah ketika demi ‘menerobos’ 3in1, naiklah TransJakarta, tapi apa daya, kakiku terjepit pegas pintu sepanjang 5 menit perjalanan. Sakit sekali dan agak-agak kapok, bersumpah tak mau naik TransJakarta lagi. Bis demikian penuh, luar biasa. Pernah sekali lagi, dengan tujuan Kota untuk turun di Plaza Indonesia, untuk seterusnya pindah naik taksi. Dan terakhir kali adalah ketika turut serta dalam acara peluncuran Peta Hijau Transportasi Hijau.

Hari Minggu ini, begitu menapak di lantai dasar Stasiun Gambir dan berjalan menuju tempat mangkal taksa, tapi ternyata tak ada satupun taksi favorit menanti. Akhirnya dengan iseng, melangkah ke halte TransJakarta terdekat. Pengalaman naik TransJakartaku sebelumnya hanya melibatkan satu koridor saja, yaitu koridor 1. Tak ada salahnya toh menjajal untuk pindah-pindah TransJakarta.

Mengantri masuk

Mengantri masuk

Bis pertama datang setelah 15 menit menunggu, penuh sekali. Orang-orang tak sabar berebut naik, sebelum yang turun sempat turun. Akupun memilih duduk, dan memotret isi halte. Bis kedua datang, tak kalah penuh. Sekali lagi penuh. Begitu juga bis ketiga, keempat dan kelima. Aku sudah menunggu di halte Gambir selama 30 menit tanpa hasil.

Menanti TransJakarta

Menanti TransJakarta

Lalu aku melihat merek taksi langgananku berhenti sekitar 10 meter dari Halte. Tanpa pikir panjang dan main hitung-hitungan, langsung aku keluar dan  masuk ke taksi: “Mangga Dua, pak!”

Di ulang tahun ke5 ini, TransJakarta memiliki tantangan yang demikian besar. Sementara dalam jangka waktu 1 tahun ada 2 pom bensin Shell muncul di bilangan Cikini dan Menteng Raya dengan jarak sekitar 1 kilometer, ada berapakah pusat pengisian bahan bakar gas untuk TransJakarta? Jangan-jangan tak bertambah?

Jika persentase kenaikan jumlah kendaraan pribadi tiap tahun mencapai 11%, berapa banyak armada TransJakarta yang baru? Koridor-koridor yang telah dipersiapkan pun percuma, ketika tak satupun bis TransJakarta melenggang melewati jalanan di Pluit dan Gatot Subroto.

Tantangan terbesar TransJakarta tak hanya pada manajemen, pengadaan bis, subsidi, beban keuangan, hingga perawatan dan pengadaan bis. Tapi tantangan TransJakarta adalah bagaimana mengajak golongan menengah seperti aku untuk mau dan rela meninggalkan mobilku di rumah untuk berpindah ke TransJakarta. Orang-orang yang tak keberatan untuk ‘sedikit’ bermacet-macet atau membayar lebih mahal dengan bepergian menggunakan taksi, yaitu orang-orang pekerja, dengan persentase 78.4% dari seluruh total tenaga kerja yang lebih memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi (motor dan mobil) saat pergi bekerja.

Strategi untuk memindahkan golongan menengah yang biasanya bermobil, tak bisa dengan strategi biasa. Perlu sesuatu yang ‘seksi’ dan gebrakan budaya pop, sama halnya ketika Komunitas Bike 2 Work menggebrak dan mengangkat dunia persepedaan di Jabodetabek ke sesuatu yang hip dan menarik bagi kelompok menengah. Bagaimana TransJakarta menjadi sebuah GAYA hidup, bukannya sekadar cara hidup, itulah pertanyaan yang harus dijawab Pengelola TransJakarta.

1 Comment »

Topics: | Agent of Change: Institute for Transportation and Development Policy |


04 Jan 2010

Peta Rencana Jakarta 2010-2030

Silakan amati, apa yang akan terjadi pada daerah anda untuk kurun waktu 20 tahun yang akan datang.

No Comments »

Topics: , , , | Agent of Change: none |


04 Dec 2009

Apakah Jakarta Perlu MRT?

Rencana Jalur MRT (www.jakarta.go.id)

Rencana Jalur MRT (www.jakarta.go.id)

Mari berefleksi.

Hanya 20% penduduk Jakarta yang memiliki akses terhadap pelayanan air, dengan 7.2 juta penduduknya TIDAK memiliki akses terhadap air bersih.

Hanya 1% penduduk Jakarta terkoneksi dengan sistem pembuangan dan pengolahan limbah.

70% wilayah Jakarta terendam banjir di tahun 2007, sementara 40% wilayah Jakarta berada dibawah permukaan air laut.

Ruang Terbuka Hijau Jakarta kurang dari 10%, sementara target Rencana Tata Ruang Wilayah adalah 13%.

Sementara:

Total nilai konstruksi yang diperlukan untuk membangun 12 stasiun dan rel MRT sepanjang 14.5 km dari Lebak Bulus ke Dukuh Atas adalah 9 triliun rupiah ($ 1 milyar USD), atau 620 milyar rupiah/km. Dana yang didapat berasal dari pinjaman ringan JICA (Jepang).

Konstruksi MRT akan dimulai 2011, rencananya akan selesai 2016. Sementara Jakarta diperkirakan akan mengalami kemacetan luar biasa di tahun 2011.

MRT bukan solusi terhadap masalah kemacetan, namun hanya memberikan solusi terhadap mobilitas dan meningkatkan kualitas hidup. Hal tersebut ditegaskan pula di situs MRT Jakarta, yang menyatakan bahwa MRT dan kemacetan adalah 2 hal yang sangat berbeda.

Apakah MRT menjadi relevan dengan masalah Jakarta saat ini?

9 Comments »

Topics: | Agent of Change: none |


30 Nov 2009

Kontroversi Portal dan Polisi Tidur

Oleh Arief Akhir Wijaya

Oleh Arief Akhir Wijaya

Lewat facebook, Rujak mendapat pertanyaan dari fansnya mengenai keberadaan polisi tidur dan portal. Kedua ‘aksesoris’ tersebut tiba-tiba menjadi kewajaran dan kewajiban yang musti ada dalam kebanyakan kompleks perumahan.

Namun, sesuai dengan keluhan fans rujak, polisi tidur dan portal mengurangi kenyamanan tinggal di Jakarta. Dia pun mempertanyakan, adakah perda yang mengatur pembuatan portal dan polisi tidur tersebut?

Dan jawabannya. Ada. Malah ada 2 peraturan, yang satu Instruksi Gubernur sementara yang lain adalah Peraturan Daerah. Peraturan Daerah DKI Jakarta Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum menetapkan pada Bab II Pasal 3 disebutkan: kecuali atas gubernur atau pejabat yang ditunjuk, dilarang menutup jalan, membuat atau memasang portal. Yang melanggar diancam pidana penjara maksimal 90 hari atau denda Rp. 500 ribu hingga Rp. 30 juta. Portal jalan yang didirikan tanpa ijin, dianggap liar dan akan dibongkar.

Sementara, Instruksi Gubernur no.47 tahun 2009 menjadi dasar bagi penertiban portal liar dan polisi tidur liar. Dan untuk membuat portal dan polisi tidur membutuhkan ijin dari gubernur maupun pejabat yang ditunjuk. Tanpa ijin itu, jangan kaget jika ada portal dan polisi tidur yang dibongkar.

Seperti yang dikeluhkan oleh fans Rujak, apakah anda merasakan manfaat dari adanya polisi tidur dan portal di kawasan perumahan anda?Apakah portal dan polisi tidur di kawasan anda adalah legal?

Mari kita berefleksi. Apakah hanya dengan adanya polisi tidur dan portal yang mampu memberikan rasa aman dan lalu lintas tenang dalam lingkungan kita? Apakah anda rela menghilangkan polisi tidur dan portal di kawasan pemukiman anda?

2 Comments »

Topics: | Agent of Change: none |


16 Aug 2009

Apartment@central vs House@suburb?

There are still much stereotypes arising with living in an apartment. For many of my friends, the notion of living in an apartment is far from compelling. When asked why, there are a few reasons. Here, I’d like to rebuff those stereotypes based on my experience living in an apartment. (more…)

1 Comment »

Topics: , | Agent of Change: none |


24 Jul 2009

Dilema Angkutan (Umum) Jakarta

Ruas Jalan Tol Wiyoto Wiyono (Cawang-Tj.Priok) di sore hari (Elisa Sutanudjaja)

Ruas Jalan Tol Wiyoto Wiyono (Cawang-Tj.Priok) di sore hari (Elisa Sutanudjaja)

Jakarta macet total tahun 2011? Di tahun 2011 itu diperkirakan luas kendaraan di Jakarta sama dengan luas jalannya. Siapkah Jakarta dan masyarakatnya menghadapi itu? Hanya tersisa satu setengah tahun sebelum bencana itu terjadi. Apakah strategi pemerintah Jakarta, entah itu rencana sistem angkutan ataupun tata ruang, nantinya akan mampu menanggulangi ‘bencana buatan’ tersebut?

(more…)

7 Comments »

Topics: , , , | Agent of Change: none |


21 Jul 2009

Mengapa 70% pengunjung Rujak di Indonesia berasal dari Bekasi?

Rujak_low2Pengunjung dari Jakarta hanya 14 %.  Pada 22 Juli 2009, sebulan setelah peluncuran, 3 minggu setelah on-line efektif, pengunjung RUJAK mencapai 2,000 lebih, dari 37 negara. Dari seluruh pengunjung global ini, yang asal Bekasi sekitar 60%. 

RUJAK mengucapkan banyak terima kasih kepada pengunjung. 

Mengapa kunjungan dari Bekasi secara menyolok jauh lebih banyak daripada yang dari tempat lain? (more…)

21 Comments »

Topics: , , | Agent of Change: none |


09 Jul 2009

Visioning the Future of Jakarta: Imagining Jakarta, 2004

Imagining Jakarta is a collaboration in 2004 by architects, urban designers/planners, poets, graphic designers, photographers, sculptors, and multi-media artists, to “imagine” visions for some urban spaces and issues in Jakarta. It was conducted through a series of  workshop in 2004, and the results were exhibited at Gallery Cemara in December 2004. The participants are: Marco Kusumawijaya, Adi “Mamo” Purnomo, Dewi Susanti, Bonifacius Djoko Santoso , Yuka, Irwan Ahmett, Paul Kadarisman, Erik Prasetya, Enrico Halim, Akhmad “Apep” Tardiyana, Gregorius Supie Yolodi, Hedi Hariyanto, Budi Pradono ,Yuka Dian Narendra and David  Setiadi.

DSC05079

Bagaimana kalau Lapangan Monas berkontur Bukittinggi? Dengan ngarai untuk menampung air, dan bukit serta lembah-lembah sebagai ruang mikro yang lebih dapat dinikmati daripada keadaan sekarang.

MarcoWork3IJ

Ruang pameran: sepadat dan sehiruk pikuk metropolis Jakarta. Bundaran HI (kini HIK) yang permukarannya diturunkan, dengan stasiun MRT di bawahnya, suatu visi yang kini mau tidak mau akan/harus terwujud segera.

For more pictures, see: http://www.flickr.com/photos/rujak/sets/72157620952348995/ (more…)

1 Comment »

Topics: , , , , | Agent of Change: none |


04 Jul 2009

Loe Loe, Gue Gue

Andi Rahmah, Agus P. Sari, et.al., Loe Loe, Gue Gue; Hancurnya Kerekatan Sosial, Rusaknya Lingkungan Kota Jakarta, Yayasan Pelangi, Jakarta 2004.
Loe Loe, Gue Gue

1 Comment »

Topics: , , , , | Agent of Change: none |


04 Jul 2009

Public Transport Marginalisation and Impoverishment in Cilincing*

The study in Cilincing area, North Jakarta, showed the consequence of the absence of public transport service in urban area. There were a significant percentage of the residents using private motorised vehicles, particularly motorcycles, because they had no other choice. Besides consuming more energy and emitting more pollution, this mode could be more expensive.

(more…)

No Comments »

Topics: , | Agent of Change: none |