Kolaborasi demi Pemenuhan Akses Darurat untuk Air Bersih

Tidak seluruh wilayah DKI Jakarta mendapatkan pelayanan dan akses air bersih yang layak. Rujak telah mengupas pentingnya hak atas air terutama terkait isu COVID-19. Salah satu tindakan preventif penting terhadap penyebaran virus COVID19 adalah cuci tangan dengan air mengalir dan sabun selama 20 detik. Tentu ironis bukan jika daerah yang rentan dan miskin kerap kali tidak mampu melakukan hal yang mungkin sesederhana itu.

Setidaknya ada kampung di 11 kelurahan belum memiliki akses air yang baik dan merata, yaitu di Kelurahan Penjaringan, Kalibaru, Cilincing, Marunda, Rorotan, Semper Timur, Pademangan, Pertukangan, Kalideres dan Semanan, yang sebagian besar berlokasi di Jakarta Utara. Rujak merencanakan instalasi darurat air bersih di kampung padat, antara lain Muara Angke, Muara Baru dan Tanah Merah. Desainnya adalah sebagai berikut:

Proses ini tak hanya sekedar menyediakan wastafel, tapi juga memastikan air bersih tetap selalu ada serta memastikan warga dapat mengelola fasilitas dan infrastruktur tersebut secara mandiri. Karena itu Rujak menggandeng PAM Jaya, sebagai BUMD penyedia air bersih demi memastikan suplai air selama 2 bulan tanpa membebani masyarakat. Untuk memastikan kerja sama di level masyarakat, Rujak juga bekerja sama dengan Urban Poor Consortium dan Koperasi Rakyat Eceng Sejahtera demi memastikan distribusi air berbasiskan masyarakat. Demi mempercepat proses, PAM Jaya juga berkolaboarsi dengan BUMD Jakarta Propertindo, PPStore dan PT Panen Lestari, mengingat biaya konstruksi dan pengadaan wastafel dengan kapasitas 500 lt cukup tinggi.

Akhirnya sejak 6 April silam, instalasi darurat dan fasilitas cuci tangan di Muara Angke dalam proses pembangunan. Dan tanggal 13 April telah dimulai proses konstruksi di Muara Angke yang semoga akan selesai pada 18 April 2020 untuk segera digunakan warga. Sementara pengelolaan dan pemanfaatan air ini direncanakan berbasis komunitas melalui Koperasi Rakyat Eceng Sejahtera.

Berikut beberapa foto pekerjaan di lapangan yang dimulai sejak tanggal 13 April 2020.

 


Rujak membuka kesempatan berdonasi untuk pembangunan fasilitas serupa di kampung-kampung minim akses air. Silakan hubungi info@rujak.org untuk informasi cara berdonasi.

One thought on “Kolaborasi demi Pemenuhan Akses Darurat untuk Air Bersih

  1. Pingback: Bagaimana Memahami Situasi Sosial Masyarakat Jakarta dalam Perspektif Sosio-Psikologi - Rujak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *