Perkebunan kelapa sawit sekarang mulai mendapat tekanan pasar internasional untuk menggunakan pupuk organik. Kaau tidak menggunakan pupuk organik, kemungkinan besar kelapa sawitnya tidak akan laku di pasar internasional. Apakah ini tidak berarti pasar domestik akan menjadi tempat “membuang” yang non-organik?
Menurut Syarief Bastaman (www.pukon.co.id) baru 10 % perkebunan kelapa sawit di Indonesia menggunakan pupuk organik. Padahal, kesuburan lahan di Indonesia sudah parah. 75 % lahan pertanian/perkebunan Indonesia memiliki bahan organik hanya di bawah 2 %, seharusnya minimal 5 %.
Tertarik bisnus pupuk organik? Minimal 5 ton untuk keagenan, dan 20 ton untuk distributor. Hubungi Syarief Bastaman (syariefb@gmail.com; 08128813317). arga eceran Rp 8,000/kg kemasan 25 kg (karung kertas kraft). Kontak di Jakarta: Martini Ong (085714276721).
