Di bulan Mei ini, Rujak Center for Urban Studies mencoba untuk terus melanjutkan gerakan kami: melakukan advokasi, pelestarian lingkungan, dan menjadi wadah bagi koproduksi pengetahuan kota. Hal ini direfleksikan dari beberapa kegiatan yang berlangsung pada bulan ini, yakni kelanjutan gerakan Koalisi Perumahan Gotong Royong, kolaborasi bersama arsitektur UI, reading group dengan tema NbS, dan kegiatan-kegiatan di Bumi Pemuda Rahayu (BPR) yang tidak kalah menarik.
Berikut rangkuman kegiatan kami di Bulan Mei:
A. Koalisi Perumahan Gotong Royong
Di tanggal 22 Mei 2025, Koalisi Perumahan Gotong Royong kembali diundang oleh Pemerintah, melalui Bappenas untuk hadir dalam acara Sharing Session: “Community-Led Housing” dengan bahasan khusus skema penyediaan perumahan hunian layak dan terjangkau bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Acara ini turut dihadiri oleh Somsook Boonyabancha, Chairperson –BMK National Committee dan mantan direktur CODI Thailand. Somsook memberikan paparan mengenai bagaimana kerja CODI di Thailand dalam program Baanmankong sebagai benchmark community-led housing yang dapat diadopsi oleh Indonesia. Koalisi juga turut mengisi kegiatan dengan menjelaskan kerja-kerja yang sudah dilakukan dan rencana ke depannya. Hasil dari pertemuan ini bagi koalisi adalah:
1. Melanjutkan piloting project di Jakarta dan Yogyakarta
2. Mengusulkan masukan untuk revisi UU No.1 tentang perumahan
3. Membuat tim kerja yg akan diakomodasi oleh Bappenas
B. Kunjungan Mahasiswa Arsitektur UI
Rumah Flat Rembang 11 menjadi konsep yang unik untuk dipelajari, salah satunya oleh mahasiswa-mahasiswa dari Departemen Arsitektur UI. Pada tanggal 10, UI mengadakan project visit mata kuliah Studio Perancangan Arsitektur 2 ke Rumah Flat Rembang 11. Acara ini dihadiri sekitar 20 orang mahasiswa untuk belajar bagaimana Rumah Flat Rembang, bukan hanya dari segi desain, melainkan ideologi dan konsep dasar yang menjadi latar belakang Rumah Flat Rembang 11 dapat dibangun dan diadvokasikan menjadi solusi rumah di tengah kota bagi masyarakat kelas menengah dengan konsep koperasi.
C. Reading Group NbS

NbS Guest Lecture dengan Michelle Kooy
Pada Bulan Mei ini Reading Group Nature-based Solution (NbS) by RCUS telah dilaksanakan. Reading Group ini memiliki tema “Nature Based Solutions 101: Unpacking Power, Politics, and Practice”. Kickoff acara ini dilaksanakan secara daring pada tanggal 7 Mei 2025. Pada acara ini para peserta reading group saling berkenalan dan menentukan tanggal untuk melasanakan sesi diskusi.
Sesi pertama Reading Group membahas Asal Usul dan Kerangka Kritis NbS – Part 1. Disini terdapat dua bacaan yang ditelaah kritis dan diskusikan yaitu NbS as Discursive Tools oleh Kotsila dkk. (2020) dan Localized NbS in Urban Informal Settlements karya McEvoy et al. (2023). Diskusi serta tanggapan oleh para peserta sangat luarbiasa. Mereka masing-masing mencoba memberikan perspektifnya mengenai “Apa itu NbS?”
Berikutnya, pada tanggal 20 Mei 2025, Reading Group kedatangan kuliah tamu oleh Michelle Kooy. Mendengar Pemaparan mengenai NbS secara langsung oleh Michelle Kooy sangatlah luarbiasa, banyak pertanyaan serta kebingungan yang dialami oleh para peserta pada pertemuan pertama dibahas dan dijawab langsung oleh Kooy. Sesi ini mengingatkan kita bahwa NbS bukan sekadar intervensi teknis, bukan sekadar Alam, solusi tersebut sangat politis, kultural, dan relasional. Solusi tersebut tidak hitam atau putih dan mengharuskan kita untuk memusatkan keadilan, pengalaman hidup, dan bentuk-bentuk pengetahuan yang jamak. Untuk selalu bertanya solusi untuk dan dari siapa atau alam siapa, dan menghormati alur waktu alam, untuk memungkinkan ketidakpastian pengetahuan terjadi.
D. Kegiatan di Bumi Pemuda Rahayu

Rapat Rutin Karang Taruna Banjarharjo 1 : Menumbuhkan Kepemimpinan Pemuda dari Desa
Pada bulan Mei 2025, Karang Taruna Banjarharjo 1 mengadakan rapat rutin di Bumi Pemuda Rahayu sebagai ruang belajar dan diskusi tentang organisasi serta peran pemuda dalam pembangunan desa. Para pemuda saling berbagi gagasan, menyusun program kerja, dan menentukan kontribusi apa yang ingin mereka ambil di karang taruna. Kegiatan ini mendorong pemuda untuk lebih sadar akan potensi diri dan tanggung jawab sosial mereka. Bumi Pemuda Rahayu terus menjadi ruang yang nyaman bagi pemuda desa untuk tumbuh.

Kriya dan Kelestarian
Bulan Mei 2025, teman-teman Sebumi melakukan kegiatan belajar menganyam bambu bersama komunitas pengrajin muda Pringgodani di Bumi Pemuda Rahayu. Mereka membuat karya anyaman sendiri dengan bimbingan pengrajin. Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk berproses dan mengenal nilai-nilai kearifan lokal dalam kerajinan bambu. Selain itu, peserta juga menanam pohon buah di kebun Bumi Pemuda Rahayu sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan dan kesadaran ekologis bersama.


semoga lancar selalu semua kegiatan Rujak.org ♥️