Prakarsa Tetangga Mengembangkan Karakter Anak

Teks dan Foto oleh: Shanty Syahril. Tinggal di kota meminimalkan interaksi antar-tetangga. Orang dewasa habis waktu bekerja, sedang anak-anak sibuk sekolah dan kursus sesudahnya. Karena itu, beberapa ibu di Perumahan Jatinegara Baru memulai kegiatan anak-anak di mesjid lingkungan, agar dapat menjadi ruang temu bagi anak-anak.

Membangun kerjasama sejak kecil

Bertempat di mesjid dan diberi nama Taman Pendidikan Al Quran (TPA) Al Jabbar, program kegiatan meniik beratkan pengembangan karakter bagi anak usia 3-12 tahun.

Mengapa pengembangan karakter? Pendidikan karakter memang sudah diperoleh anak di sekolah. Tapi umumnya terbatas sampai aspek knowing (kognitif, pengetahuan). Mungkin padatnya target yang harus dicapai sekolah membatasi waktu untuk mempraktekkannya. Padahal pengembangan karakter perlu dirasakan dan dipraktekkan.

Ibu Ratna Megawangi dari Indonesia Heritage Foundation dengan sangat menarik mengandaikan bahwa pembentukan karakter ibarat pembentukan seseorang menjadi binaragawan. Untuk itu dibutuhkan latihan otot-otot karakter secara terus menerus agar menjadi kokoh dan kuat.”

Oleh karena itu, program pengembangan karakter dirancang berbasis mengetahui-merasakan-bertindak. Anak-anak diberi kesempatan untuk merasakan dan mempraktekkan karakter tersebut.

Karakter apa saja? Kerjasama adalah salah satu karakter utama yang ingin ditumbuhkan lewat kegiatan di TPA Al Jabbar ini, di samping karakter lainnya seperti cinta Pencipta dan ciptaan-Nya, tanggungjawab, kemandirian, kejujuran, saling menghormati, toleransi dll.

Kerjasama dianggap penting untuk ditanamkan sebagai penyeimbang setelah di sekolah dan di berbagai bidang lainnya anak selalu dipacu untuk bersaing. Bahkan, beragam permainan papan yang tergolong edukatif sekalipun seperti monopoli, catur, halma dll, semua menitikberatkan pada kompetisi.

Program pengembangan karakter tersebut dituangkan dalam bentuk kegiatan yang beragam. Pada usia 3-4 tahun dimulai dengan mengenal diri sendiri, 4-5 tahun tentang interaksi sesama manusia, 5-6 tahun tentang interaksi dengan lingkungan. Lalu pada usia 7 tahun ke atas anak mulai dilatih merencanakan dan melaksanakan beragam proyek.

Catatan kegiatan TPA Al Jabbar selengkapnya dapat disimak di tautan berikut:
http://tpaaljabbar.multiply.com/
http://www.facebook.com/pages/Jakarta-Indonesia/TPA-Al-Jabbar/92980774392?ref=ts

Bagaimana pelaksanaannya? Bulan April ini, TPA Al Jabbar akan genap berkegiatan selama 4 tahun. Tercatat rata-rata sekitar 50 orang anak mengikutinya. Biasanya terjadi seleksi alam untuk anak-anak usia 8 tahun ke atas. Mereka berhenti karena kekurangan waktu disibukkan les-les pelajaran dan tambahan lainnya. Kalau untuk usia balita tidak mengkhawatirkan, selalu bertambah.

Tapi saat ini TPA Al Jabbar dihadapkan pada krisis fasilitator. Ternyata sulit menemukan fasilitator yang cukup “tabah” untuk berproses mengembangkan karakter anak. Tampaknya memang lebih mudah mengajarkan pengetahuan daripada membimbing proses. Selain itu kami juga belum berhasil mengoptimalkan keterlibatan ortu di kegiatan komunitas ini. Pegiatnnya masih terbatas beberapa orang tua saja.

Oleh karena itu TPA Al Jabbar sampai sekarang masih terus mencari fasilitator.

Bila ada pembaca Rujak ada yang berminat, tentu dapat menghubungi kami. Di samping kami juga sedang  mereformulasi bentuk untuk memanfaatkan potensi orang tua yang belum tergali. Bila ada pembaca Rujak yang juga punya pengalaman menggerakkan komunitas, tentu sangat dinanti ceritanya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *