BeRuang Tinggal dalam Kota

Apa yang terjadi jika para arsitek (muda) berkumpul bersama, mencoba mencari definisi ruang tinggal dalam kota? Dan pencarian itupun dimulai, dengan berbagai interpretasi dan titik awal yang berbeda, serta berangkat dari berbagai individu yang berbeda latar belakang, akhirnya melahirkan konsep dan proposal yang berbeda.

Adalah kegiatan Arsitek Muda Indonesia yang mewadahi proses pencarian tersebut, dan diselenggarakan dalam rangka ‘memperingati’ 20 tahunnya AMI. Kegiatan pencarian tersebut kemudian diwadahi dalam bentuk workshop dan diskusi. Dari seleksi awal muncul berbagai macam proposal yang mencoba mewakili berbagai pemahaman atas ruang tinggal – dan kebanyakan dari 17 proposal terpilih tersebut mengangkat Jakarta sebagai purwarupa definisi kota.

Avianti Armand dalam ikhtisarnya menjelaskan mengapa isu ruang tinggal dan kota: bahwa ruang tinggal adalah kebutuhan hakiki dan kota telah menjadi habitat bagi 60% penghuni bumi. Sifat personal sekaligus universalitas dalam hakiki ruang tinggal menghasilkan berbagai macam definisi dalam ruang tinggal. Ada diantaranya menfokuskan kegiatan berkomuter didalam Jakarta, sementara yang lain menggugat ruang di pinggiran rel kereta api – apakah memungkinkan untuk tinggal disitu. Disatu sisi ada pula yang mempertanyakan rumah yang ‘berjalan’ / mobile house, sementara yang lain menggali konsep waktu dalam ruang tinggal.

Proses pencarian kreatif ini dipandu oleh Adi Purnomo, Avianti Armand, Jay Subiyakto dan Marco Kusumawijaya, sementara keseluruhan proses dapat dilihat di situs www.workshopami.wordpress.com. Sedianya, hasil dari seluruh proposal itu akan dipamerkan di bulan September.

Oleh: Elisa Sutanudjaja

elisa@rujak.org

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *