Bis Surat Kesepian di depan Le Meridien. Ada isinya gak ya?
Cabang-cabang pohon ini, yang di bawah ketinggian 3 meter, mesti dipangkas, supaya dia cepat tumbuh meninggi, dan orang bisa lewat di bawahnya dengan nyaman. Bunga berwarna ungu lembut di pagar Wisma Dharmala. Bunga apa ya? "Forget-Me-Not"? Bulan di atas Sudirman, bukan kuburanMenjangkau bulan, tak kesampaianJenderal Sudirman sedang apa?
mkusumawijaya
5 thoughts on “Jalan Sudirman, Jakarta, Sabtu 16 Oktober 2010, Jam 16:15-17:00”
Secara detail tak tampak kesunyian dan kesendirian ornamen di sekitar jl. Sudirman, karena kita tak berkesempatan jalan kaki sepanjang pedestriannya ataukah kita terlalu disibukan oleh kemacetan poros Jl. Sisingamangaraja-Sudirman-Thamrin-Merdeka Barat. Terima kasih pada bung Marco yang masih mengingatkan kita pada Itty Bitty Tiny Things.
kita harus lebih sering berjalan kaki, ada hal-hal kecil di jalan yang sangat menarik untuk diperhatikan. Membuat lebih environment friendly dan juga semakin sehat 🙂
Pengalaman yang hanya bisa disimak jika dan hanya jika kita sedang berjalan kaki..
Betul, Eanto Wijoyono, betapa tidak mungkin nampak benda-benda dan pengalaman ini kalau bukan dengan jalan kaki.
Secara detail tak tampak kesunyian dan kesendirian ornamen di sekitar jl. Sudirman, karena kita tak berkesempatan jalan kaki sepanjang pedestriannya ataukah kita terlalu disibukan oleh kemacetan poros Jl. Sisingamangaraja-Sudirman-Thamrin-Merdeka Barat. Terima kasih pada bung Marco yang masih mengingatkan kita pada Itty Bitty Tiny Things.
pihatin dg tulisan Pos Indonesia yg bawahnya ada brosur menempel sedot WC..
kita harus lebih sering berjalan kaki, ada hal-hal kecil di jalan yang sangat menarik untuk diperhatikan. Membuat lebih environment friendly dan juga semakin sehat 🙂