Ketika Anda Merenovasi Rumah …

Skenario ini mungkin terjadi di banyak masyarakat Jakarta. Tetangga anda merenovasi atau membangun rumahnya. Tentu saja, adalah hal yang baik bagi tetangga jika mereka memperbaiki yang rusak dan menambah ruangan baru. Namun bagaimana dengan anda sendiri? Apa saja yang perlu anda ketahui jika tetangga anda membangun atau merenovasi rumah?

Selama proses renovasi dan pembangunan terjadi, tentu saja kiri kanan akan merasa terganggu. Mulai dari debu, suara-suara mengganggu dari jam 8 pagi hingga 5 sore, bau hingga sampah bangunan. Dan paling parah jika proses pembangunan tersebut merusak bangunan kiri kanan. Tentu hal-hal tak mengenakkan tersebut bisa dikurangi, seandainya pihak tetangga menuruti peraturan, undang-undang, hingga tata krama yang ada. Tentu saja, pada akhirnya hubungan kekerabatan dan hubungan baik tetaplah terjaga selama masa renovasi dan konstruksi.

Jika anda hendak melakukan renovasi atau membangun bangunan anda, pastikan anda meminta ijin dan permisi kepada Ketua RT dan tetangga kiri-kanan-depan-belakang. Jika harus meminta ijin renovasi dan/atau Ijin Mendirikan Bangunan (IMB), uruslah dengan baik ke Dinas P2B (Dinas Pengawasan dan Pemeliharaan Bangunan) di Kecamatan setempat. Setiap renovasi yang merubah fisik bangunan memerlukan IMB. Dan tentunya, jangan lupa membayar pajak membangun, untuk minimal bangunan baru/renovasi sebesar minimal 200 meter persegi.

Untuk mengurus IMB, tentunya diperlukan gambar denah, tampak dan bangunan rencana. Mengapa demikian? Bukannya untuk menyusahkan, tetapi hal itu demi kepentingan bersama. Tentunya anda jengkel bukan, jika tetangga anda seenaknya membangun dinding tinggi, sehingga menutupi sinar matahari memasuki kamar anda. Atau jika teritisan atapnya terpasang tidak benar, hingga limpahan air hujan tetangga jatuh ke rumah anda. Atau jika tetangga anda membangun dinding pagar setinggi dan semasif mungkin, hingga menyebabkan tanaman kesayangan tidak mendapatkan sinar matahari pagi atau jemuran anda menjadi susah kering. Hal tersebut bisa dicegah, jika tetangga ataupun anda memasukkan dokumen IMB dan membangun sesuai dengan dokumen yang telah disetujui, serta syarat-syarat dan masukan yang ada. Jika semua proses tersebut berjalan baik, maka sesungguhnya semua pihak pun merasa diuntungkan.

Jika anda membangun, pastikan kerapihan dan kebersihan selalu terjaga. Tutuplah sementara bagian-bagian yang bertetangga dengan rumah lain, sehingga mengurangi debu, bau, kerikil dan bunyi-bunyi yang mengganggu. Pastikan proses konstruksi tidak menimbulkan kebocoran, dinding retak atau kerusakan bagi tetangga anda.

Belajar dari pengalaman pribadi yang baru-baru ini terjadi, ketika tetangga saya harus merenovasi dan membangun bagian belakang rumahnya di musim penghujan ini. Sang tetangga tidak meminta ijin kepada saya, sehingga saya tidak tahu siapa pemilik rumah tersebut. Dan ternyata, selama proses konstruksi, telah terjadi kesalahan, sehingga menimbulkan kebocoran hebat pada kamar tidur utama rumah saya. Menyebabkan kerusakan pada harta benda dan tentunya menimbulkan perasaan tidak enak. Pada saat diminta pertanggungjawaban, reaksi pertama sang pemilik adalah: “Saya tidak tahu proses membangun, saya tidak mengerti.” Sementara reaksi pertama sang kontraktor/mandor: “Saya tidak menyangka kalau bakal hujan besar.”

Semua hal tersebut bisa dicegah, jika setidaknya tetangga saya melakukan hal-hal diatas: meminta ijin, mengurus ijin, melindungi properti tetangga, mengetahui tata cara membangun yang benar. Di jaman teknologi informasi yang serba cepat, alasan ketidaktahuan sudahlah basi dan tidak dapat diterima. Informasi dan pengetahuan begitu mudah tersedia dan diperoleh, baik melalui buku, majalah maupun Google. Ikatan Arsitek Indonesia pun kerap mengadakan klinik gratis arsitektur.

Jika anda mengalami kerugian akibat proses renovasi dan konstruksi yang dilakukan tetangga, maka anda berhak mengajukan gugatan dan tuntutan, serta mendapatkan penggantian. Hal tersebut diatur dalam hukum perdata dan pidana, juga dalam Undang-Undang no. 28 tahun 2002 tentang Bangunan Gedung. Pada pasal 46, diatur sanksi jika menyebabkan kerugian pihak ketiga, yaitu hukuman penjara minimal 3 tahun atau denda 10% dari total konstruksi bangunan. Tentu saja sanksi akan bertambah berat, jika kesalahan bangunan menimbulkan cacat pihak lain dan korban jiwa. Jadi perlulah masyarakat menyadari bahwa kegiatan renovasi dan konstruksi yang terjadi disekitar rumah maupun tempat kegiatan memiliki risiko, konsekuensi dan dampak yang besar jika tidak dilaksanakan dengan baik.

Sebagai warga kota yang baik, kita harus proaktif dan turut berpartisipasi dalam kegiatan kota. Tidak bisa selamanya mengharapkan pemerintah atau institusi untuk terus menerus memberitahu warga apa yang sebaiknya dilakukan dan apa yang tidak. Tapi sebagai warga kota, kita pun memiliki kewajiban baik terhadap kota maupun warga lain. Kota ini tidak akan pernah berubah menjadi lebih baik tanpa peran serta aktif warganya, entah itu dibidang perencanaan, pelaksanaan hingga pengawasan dan pemeliharaan.

Jembatan Metro Tanah Abang runtuh
Jembatan Metro Tanah Abang runtuh

Jika warga kota turut berpartisipasi dalam proses pengawasan pembangunan di Jakarta, bisa jadi peristiwa menyedihkan seperti runtuhnya Jembatan Tanah Abang bisa dihindari. Atau hilangnya taman-taman dan situ yang tersulap menjadi pom bensin atau areal komersial bisa dicegah. Tak bisa seluruhnya diserahkan kepada pemerintah, tak bisa seluruhnya menyalahkan pemerintah jika terjadi kecelakaan. Saat ini, warga-warga kota harus bangun dari tidur panjang dan kemanjaanya, mari berperan sebagai warga kota sesungguhnya, jangan hanya menjadi penonton saja.

9 thoughts on “Ketika Anda Merenovasi Rumah …

  1. sandra says:

    Bagus sekali artikel ini, mengingat saya punya tetangga yang seperti itu dan sepertinya sudah tidak ada lagi yang perduli akan tetangga dan (terutama sekali) pajak. Semoga dengan tulisan ini makin banyak orang yag mengetahui dan semakin ‘aware’ terhadap sekitar.

  2. arif says:

    two tumbs up.kepengurusan IMB yang harus meminta izin tetangga juga susah kalau tetangganya tidak mau memberi tandatangan. Bagaimana tuh pemecahannya? RT jaman sekarang melempem kayak apem.

  3. Bung Tomo says:

    Saya sangat senang dengan isi artikel ini. Apalagi ini menyangkut keharmonisan hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan lingkungan juga.
    Sebagai bentuk peduli dan merefresh pikiran kita sebelum melaksanakan perencanaan yang telah disepakati.

  4. afrizal says:

    selamat sore .. saya ingin bertanya masalah renovasi rumah yang mengakibatkan rumah tetangga hancur itu hukumnya bagaimana ya pak.

  5. bangun says:

    Nah, jika yang terjadi sebaliknya bagaimana ? Saya mau membangun rumah, tetapi ketika saya minta ijin, dia tidak mengijinkannya dengan alasan dia sakit dan tidak mau terganggu oleh proses pembangunan rumah saya. Sebagai catatan, dia sakit stroke (tidak mungkin sembuh seperti semula). Tetangga-tetangga yang lain sudah saya minta ijin dan semuanya tidak ada masalah. Dia malah menyarankan hal-hal yang tidak mungkin saya lakukan, antara lain minta rumah dia saya beli, supaya dia bisa pindah ke tempat lain dan dia minta saya mengontrakkan rumah buat dia tinggal sementara saya membangun rumah. Saya sendiri mengotrak rumah yang tidak jauh dari tempat saya tinggal. Sekarang, karena saya masih menghormati dia sebagai tetangga dan orang yang lebih tua dari saya, pembangunan saya tunda (sudah 1 minggu tertunda, dan ini tentu merugikan saya). Dalam kondisi begini, apa yang harus saya lakukan ?
    Terima kasih jika berkenan membalas comment saya.

  6. Dwiyani says:

    Terima kasih sekali atas artikelnya. Sangat bermanfaat karena saat ini tepat di sebelah rumah kami,, tetangga kami sedang merenovasi ulang rumahnya (bongkar dan bangun ulang dari awal dengan penambahan tingkat lantai). Dia tidak memberi tahu kami dan tetangga lain jauh – jauh hari. Ketika mereka mulai membongkar, si pemilik baru memberitahu saat itu juga, jujur kami sangat terganggu dengan sikap seperti itu, seakan kami tidak dihargai sebagai manusia. Bahkan, saat ini rumah kami bocor dan langit – langitnya nyaris ambruk karena pembangunan sebelah. Dinding rumah kami juga terancam retak karena usianya sudah lebih dari 20 tahun (hampir 27 tahun, bahkan).

  7. Zeco jake says:

    Terimakasih udh sharing pengalamannya di blog bapak.Yang plg sgt di anjurkan adalah Kesantunan harus di jaga dalam merenovasi rumah,jam kerja pun harus diatur tidak sampe malam,saat tetangga sedang letih dr aktivitas kerja butuh ketenangan,jaga lingkungan tidak membuat kotor rumah tetangga,Jgn pny sikap egois.

  8. Jose says:

    Mau tya apa sangsi tetangga yg tdk mau tnd tgn izin bgn rmh..mis.krn sentimen, gak suka..dsb. Pdahal rt/ rw mengizinkan.thanks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *