Pemenang Sayembara Tanpa Hadiah

Yusing Lim STP

Pemenang Sayembara Tanpa Hadiah, hunian untuk empat kelurga kelas menengah Kota Jakarta di jalan Rembang No. 11, Jakarta 10310, adalah Yusing Lim dan kawan-kawan. Judul proposal Lim dkk adalah “Satu dalam Keragaman. Selengkapnya 6 halaman pdf karya mereka dapat dilihat disini.

Apakah menurut Anda rancangan ini layak diwujudkan? Apa saja pendapat Anda? Kami tunggu pertimbangan Anda.

9 thoughts on “Pemenang Sayembara Tanpa Hadiah

  1. silvia says:

    selamat untuk Yu sing dan kawan-kawan
    menurutku sich proposal ini layak untuk diwujudkan
    bisa menjadi contoh nyata ke masyarakat Jakarta tentang alternatif rumah tinggal

  2. akhian says:

    Menurut saya rancangan tsb layak diwujudkan. Karena saya suka sekali dgn desain Pak Yu sing. Krn memperhatikan aspek tata letak yg bagus dan disamping itu juga memperhatikan aspek dr land scape yg hijau. Jd saya rasa desain diatas tsb benar2 bagus untuk diwujudkan.

  3. leonaldy gunawan says:

    wah..ini yang saya seneng dari disainnya pak yusing.. disainnya selalu memanfaatkan yang ada.. selalu banyak stok ide.. walaupun murah semua tapi tidak murahan..sukses terus pak.. suatu saat saya akan belajar dengan bapak…

  4. avianti armand says:

    Selamat, Sing. Info buat pemakaian kayu kelapa sebagai struktur, di Begawan Giri akhirnya semua diganti karena keropos. Mungkin memang dia nggak bolah kena hujan sama sekali.

  5. Fredi Indra says:

    wah sekali lagi karya hebat Pak Yu Sing, sedikit memadukan yang ada didesain sebelumnya. Oh ya mau tnya, saya sekarang sedang belajar juga soal Pemanfaatan material Limbah untuk bangunan(untuk TA), saya sangat setuju dengan konsep material limbah yang dapat diganti ganti sesuai eksperimen pemilik, karena bagi saya rumah itu “hidup dan berkembang” tidak berhenti, tapi bagimana dengan kebiasaan penghuni? apakah ada pertimbangan tentang perilaku dalam perawatan rumah (kesehatan dll) oleh penghuni? terimakasih sebelumnya, dan terima kasih untuk desain Pak Yu Sing yang selalu memberikan ide.

  6. Dian says:

    Yu Sing, Architecture – it’s clean and clear. Structure – Kayu kelapa saya tidak pernah pakai sebagai struktur. Landscape – tanaman diatap saya agak ragu…. tergantung bahan atap dan sistem anti bocor (waterproofing). In total… thumbs up. Congratulations… (I do like clean and clear concept… coz I hate cluttered… )

  7. yu sing says:

    kalau kayu kelapanya ga dikupas, terus dikuas resin gimana? pak paulus mintarga pernah buat atap bale kecil pakai bilik bambu beberapa lapis dan dilapis resin. masih bagus dan kuat.
    lebih asyik kalau dapet kayu keras tua bekas dari pengepul sih.
    waterproofing bisa pakai sistem sederhana: dak dibentuk bergerigi (seukuran reng), diaspal, ijuk agak tebal (jadi di bawah ijuk ada ruang-ruang kosong karena tertahan gerigi), kerikil, tanah, rumput/perdu.

  8. e says:

    20-tahunan lalu saya sempat meneliti kayu kelapa untuk struktur bangunan, dibantu oleh pusat penelitian kelapa di sumatera utara. kami membuat beberapa prototype rumah kayu kelapa (rumah dibangun penuh dgn kayu kelapa, kecuali km mandi) .. sampai saat ini masih berdiri dengan baik. ada beberapa cara untuk memelihara kayu kelapa, tetapi syarat utama adalah menggunakan kayu kelapa tua, setidaknya berumur 30 tahun, sekaligus sudah tidak produktif lagi sbg penghasil buah. kayu tua tidak dimakan rayap, tetapi bagian tengah/dalamnya masih mungkin dimakan serangga kecil/ngengat. ini yg pelu ditangkal. kalau mau dipakai sebagai kayu struktur, sebaiknya bagian tengah ini tidak digunakan. kendalanya saat itu -dan saat kini- adalah pasokan kayu kelapa tidak konsisten dan sulit diperoleh dalam jumlah banyak.

    tetap semangat & terus kreatif,
    salam, e.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *