Selain Dewan Kesenian Jakarta, kini terdaftar beberapa ruang kesenian telah juga menanggalkan bungkus plastik dari undangannya: Nadi Gallery dan Edwin Gallery.
Soal bungkus plastik ini menunjukkan bagaimana suatu kebiasaan buruk muncul bukan karena perlu tapi karena tersedianya sesuatu (plastik) secara murah dan mudah.
Kini waktunya kembali ke kebiasaan lama yang baik: Kartu Pos selembar yang diisi bolak-balik, dengan ruang untuk perangko dan alamat tujuan sudah tersedia.
Kalau Anda mengetahui organisasi apa saja yang mulai dengan sengaja menanggalkan kebiasaan menggunakan kantong/bungkus plastik untuk kemasan produk dan undangannya, mohon daftarkan di sini beserta link ke websitenya. Akan kami promosikan. Terima kasih sebelumnya.

